GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 75


__ADS_3

Ketika Dokter Bella baru saja duduk dikursi ruang kerjanya, dia langsung dikejutkan dengan pintu yang terbuka dengan tiba-tiba, siapa lagi kalau bukan Suster Pamela pelakunya.


"Tumben-tumbenan kamu memakai syal begitu, bagaimana rasa terongnya Tuan Tara, pasti perkasa kan", goda dan kata Suster Pamela kepada Dokter Bella dan langsung membuat Dokter Bella memasang wajah sebalnya kepada Suster Pamela.


"Kamu kenapa meninggalkanku dengannya Pamela", bukannya menjawab Dokter Bella dia mengalihkan perkataannya Suster Pamela.


"Maafkan aku Bella, habisnya kekasih tampanmu itu melototiku dan dia juga galak kepadaku, jadi aku mau-mau saja disuruh pergi olehnya", jawab Suster Pamela dan reflek membuat Dokter Bella tertawa mendengarnya.


Suster Pamela yang sebal diketawain oleh Dokter Bella, ketika Dokter Bella lengah Suster Pamela langsung menarik syal yang sedang dipakai Dokter Bella dilehernya. Membuat Dokter Bella langsung diam seketika dan gantian Suster Pamela yang tertawa dengan keras sekali.


"Waooooo, sungguh indah tato dileher kamu Bella, sangat ganas juga ternyata Tuan tampanmu itu ya", goda Suster Pamela kepada Dokter Bella. Membuat Dokter Bella langsung malu dan salah tingkah dibuatnya.


"Kembalikan itu kepadaku PAMELA!! ", kata Dokter Bella kepada Suster Pamela dengan menahan gemasnya kepada Suster Pamela.


"Berapa ronde tadi melakukannya kalian", goda lagi Suster Pamela kepada Dokter Bella.


"Apaan sih kamu Pamela", jawab Dokter Bella dengan malu kepada Suster Pamela.


"Terus bagaimana status kalian Bella", tanya Suster Pamela kepada Dokter Bella.


"Iya, aku menerimanya dan menerima juga lamaran dia kepadaku Pamela", jawab Dokter Bella sambil membayangkan wajahnya Tara membuat Dokter Bella tanpa sadar tersenyum sendiri.


"Selamat Bella, aku senang mendengarnya, dan kali ini aku mendukungmu dengan Tuan Tampan itu seratus persen", jawab Suster Pamela dengan tulus kepada Dokter Bella.


Pandangan Dokter Bella dan Suster Pamela teralihkan dengan kedatangan seseorang yang membuat Dokter Bella langsung saja merebut syal yang ada ditangannya Suster Pamela dan langsung mengalungkannya kelehernya lagi.


Akan tetapi percuma saja, orang itu sudah melihat sendiri begitu banyak tanda cinta yang diberikan oleh Tara dilehernya Dokter Bella.


"Oh maaf saya kira Dokter Bella sendirian diruangannya", kata orang itu kepada Dokter Bella dan Suster Pamela.

__ADS_1


"Oh tidak apa-apa Dokter Simon, saya juga sudah selesai, silahkan anda jika ingin berbicara dengan Dokter Bella Dokter Simon", kata Suster Pamela kepada Dokter Simon.


Dan orang itu adalah Dokter Simon, Dokter Simon sengaja tidak mengetuk pintu seperti biasanya karena dia ingin segera menemui Dokter Bella.


Dan dua pasang mata yang tadi melihat adegannya Tara serta Dokter Bella dipelataran Rumah Sakit salah satunya adalah milik Dokter Simon. Karena Dokter Simon tadi yang ingin pergi mencari makan siang tidak sengaja melihat Dokter Bella baru saja datang diantar oleh Tara.


Dokter Simon tidak jadi mencari makan akan tetapi dia urungkan niatnya dan berganti ingin menemui Dokter Bella untuk meminta penjelasan mengenai hubungannya dengan Tara.


Suster Pamela setelah berkata seperti itu dia langsung berpamitan pergi sama Dokter Bella dan Dokter Simon. Dan tinggallah berdua saja Dokter Simon serta Dokter Bella diruangannya Dokter Bella.


"Ada apakah ya Dokter, apa ada yang bisa saya bantu?? ", tanya Dokter Bella kepada Dokter Simon yang sudah duduk dikursi depan mejanya Dokter Bella yang tadi diduduki oleh Suster Pamela.


"Tidak apa-apa ko Bella santai saja, kita hanya berdua saja, jangan terlalu formal kepadaku", jawab Dokter Simon kepada Dokter Bella.


Ternyata Dokter Bella dan Dokter Simon dulunya adalah teman satu kampusnya Dokter Bella, walau Dokter Bella tidak satu jurusan dengan Dokter Simon, mereka bisa mengenal satu sama lainnya karena teman ceweknya Dokter Bella yang satu jurusan dengannya berpacaran dengan temannya Dokter Simon, karena sering berkumpul dan nongkrong bareng akhirnya Dokter Bella dan Dokter Simon bisa saling mengenal.


"Ada apa Simon sebenarnya kamu datang kesini", tanya Dokter Bella lagi kepada Dokter Simon sambil memasukkan data-data pasien kedalam komputernya.


Dokter Bella langsung mengalihkan pandangannya kepada Simon.


"Benar dan aku juga sudah menerima lamarannya Simon", jawab Dokter Bella jujur kepada Dokter Simon.


"Kamu selalu menolakku padahal aku masih berjuang mendapatkanmu Bella, akan tetapi kenapa sekarang kamu langsung menerima lamaran dari orang yang baru kamu kenal, sedangkan aku sudah bertahun-tahun mengenalmu Bella", kata Dokter Simon kepada Dokter Bella dengan perasaan kecewanya.


Setelah mengetahui Dokter Bella putus dengan Edbert dulu, Dokter Simon mulai mendekati Dokter Bella dan lalu mengutarakan perasaannya beberapa kali kepada Dokter Bella, akan tetapi Dokter Bella selalu menolak pernyataan perasaannya Dokter Simon, karena Dokter Bella memang dari dulu tidak mempunyai perasaan apapun kepada Dokter Simon.


Dan ternyata Dokter Simon sudah menyukai Dokter Bella dari masa Kuliah dulu ketika pertama kali dikenalkan dengan temannya yang berpacaran dengan temannya Dokter Bella serta sering berkumpul dan nongkrong bareng, yang awalnya hanya sekedar suka lama kelamaan menjadi cinta.


Dokter Bella lalu mengalihkan pandangannya kewajahnya Dokter Simon lagi.

__ADS_1


"Bukannya dari dulu sudah aku jelaskan Simon, jika aku hanya menganggapmu cuma sebagai teman dan Kakak, tidak lebih dari itu, cinta tidak bisa dipaksakan Simon, ya memang aku memang baru saja mengenal Tara, akan tetapi perasaan asing, nyaman, serta yang belum pernah aku rasakan bersama Edbert aku merasakan semuanya kepadanya Simon, cinta tidak seharusnya memiliki, jika kamu mencintaiku relakan aku berbahagia dengannya, kamu laki-laki baik, tampan, dan aku yakin suatu saat kamu akan mendapatkan gantinya yang lebih baik lagi dari aku, maafkan aku Simon, sekali lagi maafkan aku, tolong jangan membuat aku menjadi orang jahat kepadamu", jawab Dokter Bella kepada Dokter Simon dengan panjang lebar.


"Baiklah Bella aku mengerti, semoga kamu langgeng dengan Tuan Tara, maafkan aku juga yang tanpa sadar membuatmu tertekan dengan perasaanku, aku akan mencoba melupakanmu, mohon jangan membenciku Bella, dan maukah kamu berteman dari awal lagi denganku seperti dulu, serta anggap saja kejadian ini tidak ada diantara kita", kata Dokter Simon mencoba tegar dengan keputusannya Dokter Bella.


"Aku mau Simon, teeeman", kata Dokter Bella kepada Simon sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Simon.


Ketika Dokter Simon menyambut uluran tangannya Dokter Bella pintu ruangannya Dokter Bella terbuka dengan tiba-tiba lagi membuat Dokter Bella dan Dokter Simon langsung mengalihkan pandangannya kearah orang yang baru saja membuka pintu itu dengan sedikit kasar.


"My Griy", kata Dokter Bella langsung melepaskan jabat tangannya dengan Dokter Simon.


Dan orang itu yang membuka pintu ruangannya Dokter Bella dengan tiba-tiba ternyata adalah Tara.


Tara yang waktu itu masih mengendarai mobilnya ingin menuju kekantornya, dia tiba-tiba mendapatkan laporan dari anak buahnya yang ditugaskan untuk menjaga Dokter Bella jika Dokter Bella didatangi oleh Dokter tampan masuk kedalam ruangannya Dokter Bella.


Sontak saja tanpa fikir panjang Tara langsung membelokkan mobilnya untuk menuju kerumah sakit lagi tempat Dokter Bella bertugas. Dan ketika sampai didepan ruangannya Dokter Bella Tara langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Sedangkan Pamela yang sudah mengetahui cerita tentang Dokter Simon dengan Dokter Bella sahabatnya, dia menjadi penasaran apakah akan terjadi baku hantam antara Direktur rumah sakitnya dengan Tuan Tampannya Dokter Bella.


"Pokoknya aku harus tahu ceritanya nanti, aku penasaran sedang apa mereka bertiga ya didalam, aduuuh jadi orang cantik seperti Bella ternyata enak juga bisa dikelilingi banyak laki-laki tampan seperti Dokter Simon dan Tuan Tampan", kata Suster Pamela untuk dirinya sendiri.


Padahal sudah cukup banyak pasien yang menunggu Dokter Bella, akan tetapi sebagai asistan sekaligus susternya Dokter Bella, Suster Pamela harus mencari alasan yang masuk akal kepada para pasiennya Dokter Bella supaya semua pasiennya Dokter Bella tidak pada kecewa dengan Dokter Bella.


Dan Suster Pamela memberi alasan kepada para pasiennya Dokter Bella dengan mengatakan jika Dokter Bella sedang meeting penting sebentar didalam ruangannya, untung saja para pasiennya Dokter Bella mengerti dan masih setia menunggu untuk diperiksa oleh Dokter Bella, Dokter yang cantik serta terkenal ramah itu.


Dokter Bella yang melihat Tara masuk kedalam ruangannya, dia langsung berdiri dan menyamperi Tara yang sedang diam dengan pandangan yang sulit diartikan, sedangkan Dokter Simon dia juga sama diamnya dengan Tara sambil melihat kearahnya Tara dan mengangguk sedikit sebagai pertanda menyapa Tara.


Dokter Bella seperti merasa ketahuan selingkuh, padahal sebenarnya tidak, entah kenapa rasanya Dokter Bella takut jika Tara akan marah dengannya. Dan Dokter Bella ingin menjelaskan semuanya kepada Tara yang sedang diam bak patung seperti itu.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2