
Ketika Arga dan juga Alex sudah saling duduk bersebelahan lagi, Alex lalu mengatakan informasi kepada Arga seperti apa yang dikatakan oleh anak buahnya tadi.
"Arga, ada kabar bagus untuk kita", kata Alex kepada Arga.
"Apa itu Bos, apa ini mengenai siapa yang sudah menabrak Kakak dan juga istri saya??", kata Arga kepada Alex.
Dan Alex langsung saja mengangguk kepada Arga.
"Cepat Bos tolong katakan kepada saya, siapa yang sudah berani menabrak Kakak dan juga istri saya itu Bos", kata Arga kepada Alex lagi dengan nada yang sedang menahan amarahnya.
"Dia sudah diamankan oleh para anak buah saya dimarkas, dan kamu tenang saja Arga, sekarang kita fokus saja dengan operasinya Kakak kamu, untuk urusan dia kita tangani nanti jika urusan dirumah sakit sudah beres semua masalahnya", jawab Alex kepada Arga.
Gantian Arga yang hanya mengangguk saja kepada Alex.
Ketika Alex dan Arga baru saja pada diam, tiba-tiba ponselnya Arga berdering lagi, dan ketika Arga mengambil ponselnya ternyata yang menelfonnya adalah Ayah Geoff.
Arga langsung saja mengangkatnya ketika melihat nama Ayah Geoff dipanggilan masuknya.
"Halo Ayah", kata Arga kepada Ayahnya.
"Arga, Vero sudah sadar, dia saat ini sedang mencari kamu", kata Ayah Geoff kepada Arga.
"Arga akan segera kesana, dan tolong Ayah yang gantian disini ya", kata Arga kepada Ayah Geoff.
"Iya, Ayah akan segera kesana juga", jawab Ayah Geoff kepada Arga.
Dan Ayah Geoff lalu memberitahukan letak ruangannya Veronica kepada Arga, begitu juga dengan Arga yang memberitahukan disebelah mana ruang operasinya Daneil.
Ketika sambungan telefon mereka sudah pada terputus, Arga lalu meminta ijin kepada Alex untuk menemui sang istri yang sudah sadarkan diri itu.
"Iya, sudah sana temui dulu istri kamu, saya akan menunggu Ayah kamu disini", kata Alex kepada Arga.
__ADS_1
"Terimakasih banyak Bos, terimakasih", jawab Arga kepada Alex dengan sangat senang sekali.
Alex hanya mengangguk saja kepada Arga, dan setelahnya Arga langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Alex untuk menemui sang istri tercintanya itu.
Alex bisa saja meninggalkan Arga sendirian dirumah sakit, tapi hati kecilnya mengatakan tidak, sebab Arga sudah begitu banyak membantunya, dan Arga juga sudah sangat setia kepadanya dari dulu.
Jadi Alex tidak keberatan ketika dia menemani Arga dirumah sakit seperti itu.
Alex juga sudah menelfon serta mengabari Ana yang sedang berada dimansion sambil momong kedua babynya itu, jika dia akan pulang sedikit terlambat karena menemani Arga dirumah sakit.
Ana langsung mengerti dan memahami ketika Alex mengatakan nanti akan menceritakan jika sudah pulang kemansion.
Sedangkan Tuan Gavi yang tadi diberitahu oleh Alex tentang beritanya Daneil, dia cukup terkejut, dan Tuan Gavi dia langsung saja mendoakan yang terbaik kepada keluarga anak buahnya itu.
Serta Tuan Gavi nanti akan menjenguknya jika pekerjaannya sudah tidak padat.
Sepeninggalan dari Arga tadi, Alex langsung saja memainkan ponselnya lagi untuk melihat foto-foto dan juga video anak-anaknya yang sangat lucu-lucu itu sambil menunggu Ayah Geoff datang menemaninya disini.
"Cepat Ayah temanin Bos Alex, kasihan dia sendirian disana", kata Arga kepada Ayah Geoff.
"Iya, dan kamu cepat temani Vero, dia sudah ingin sekali melihat kamu", gantian jawab Ayah Geoff kepada Arga.
Dan Arga lalu melanjutkan lagi jalannya untuk segera menuju keruang perawatannya Vero.
Didalam ruang perawatannya Veronica, sepeninggalan dari Ayah Geoff tadi, Mama Iris dia sangat bersyukur sekali melihat menantu dan juga calon kedua cucunya bisa selamat dari kecelakaan itu.
Ketika Vero sadar tadi dan dia tidak melihat Arga didalam ruangan itu, Vero langsung menanyakan dimanakah Arga berada kepada kedua mertuanya.
Mamah Iris yang dari kemarin ingin menanyakan sesuatu kepada Vero pun dia lalu berfikir jika waktunya sangat pas ketika saat itu mereka sedang berdua saja, dan akhirnya Mamah Iris memberanikan diri bertanya kepada Vero.
"Vero Nak, bolehkah Mamah bertanya kepadamu??", tanya Mamah Iris kepada Veronica dengan sangat hati-hati sekali.
__ADS_1
"Boleh Mah, tanya saja", jawab Vero kepada Mamah Iris.
"Apakah kamu benar-benar mencintai anak Mamah Arga??", tanya Mamah Iris kepada Vero.
"Maksud Mamah apa??, apa Mamah masih meragukan cintanya Vero kepada Kak Arga??", tanya Vero balik kepada Mamah Iris dengan mata yang seperti ingin menangis, karena dia tidak menyangka jika Mamah mertuanya akan menanyakan hal itu lagi kepadanya.
"Bukan, tapi ini tentang kamu dan Daneil Vero, Mamah sudah tahu semuanya", jawab Mamah Iris kepada Veronica.
"Mamah sudah tahu, jika kamu adalah wanita yang sangat dicintai Daneil sejak dulu Vero, Mamah tahu semuanya", lanjut lagi perkataannya Mamah Iris kepada Vero.
Vero sangat terkejut sekali ketika mendengar semua perkataannya Mamah Iris.
"Tapi Vero sejak dulu tidak pernah mencintai Kak Daneil Mah, Vero tidak ada perasaan apa-apa kepada dia, apalagi dia sekarang Kakak ipar Vero sendiri Mah", jawab Veronica kepada Mamah Iris.
"Iya Mamah juga sudah tahu itu Vero, Daneil sudah menceritakan semuanya kepada Mamah", jawab Mamah Iris lagi kepada Veronica.
"Terus apakah Mamah mencurigai Vero, jika cintanya Vero akan berpaling keKak Daneil sekarang??", tanya Vero kepada Mamah Iris.
"Bukan kamu yang Mamah takutin Vero, tapi Daneil, dia sampai sekarang masih mencintai kamu, Mamah takut jika Arga sampai tahu akan hal ini, Mamah tidak mau jika keluarga kita menjadi berantakan Vero", jawab Mamah Iris kepada Veronica dengan sedikit mengeluarkan air matanya.
"Mah, Vero memang belum sempat bercerita dengan Kak Arga tentang masalah ini, Vero menunggu waktu yang tepat, apalagi dari kemarin Kak Arga sangat sibuk sekali, padahal Vero ingin sekali bercerita kepadanya, supaya Kak Arga tidak salah faham antara Vero dan juga Kak Daneil Mah", jawab Veronica kepada Mamah Iris sambil menggenggam tangannya Mamah Iris.
"Percaya Mah sama Vero, Vero tidak mungkin berpaling dari Kak Arga, karena Vero sangat mencintai Kak Arga sekali, dan tadi dimall pun kita tidak melakukan apa-apa selain jalan-jalan biasa saja, bahkan Kak Daneil dia selalu jaga jarak seperti Kakak Ipar pada umumnya Mah", jelas Vero lagi kepada Mamah Iris.
"Dan jika masalah ini sudah selesai, Vero akan jujur semuanya Mah kepada Kak Arga, jika Kak Daneil dia pernah melamar Vero dua tahun yang lalu", sambung lagi perkataannya Vero kepada Mamah Iris.
Dan pandangannya Vero serta Mamah Iris langsung teralihkan kearah pintu yang terbuka dengan sangat kasar sekali.
Ketika Mamah Iris dan juga Vero sudah melihat siapa yang membuka pintunya, mata Mamah Iris dan juga Vero dibuat sangat melotot sekali.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC Bonchap***...