GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 239


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasanya, dimansionnya Alexander hanya ada kegiatan yang itu-itu saja.


Hingga membuat Ana sangat jenuh sekali, sungguh mood seorang ibu hamil tidak bisa ditebak tiba-tiba mau kemana arahnya.


Hari itu tepatnya adalah hari minggu, Ana yang sedang duduk termenung dikursi taman yang ada ditaman mansionnya, sambil menjaga baby L ditemani oleh Bi Lena.


Ana yang sedang melihat hamparan bunga serta hamparan rumput hijau yang menyegarkan mata yang luas yang ada ditaman belakang mansion.


Tiba-tiba Ana mempunyai ide yang sungguh sangat gila sekali, dan pastinya jika Alex mengetahui idenya Ana akan membuatnya melongo sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


Dan Alex saat ini dia masih tertidur nyenyak diatas ranjang empuknya itu.


"Aku telefon keluargaku saja ah", kata Ana dengan sambil mengacungkan jari telunjuknya keatas, seperti orang yang mendapatkan sebuah ide cemerlang.


Setelah mengatakan itu, Ana langsung saja mengambil ponselnya yang ada disebelahnya untuk menghubungi para keluarganya.


Siapa lagi kalau bukan Keluarga Damara dan Keluarganya sendiri.


Orang yang pertama kali dihubungi oleh Ana adalah Tuan Gavi, yaitu Ayah mertuanya.


"Halo Ana, ada apa tumben menelfon Papi pagi-pagi sekali seperti ini", kata Tuan Gavi kepada Ana ketika sambunagn telefon mereka sudah terhubung.


Karena memang jam masih menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.


"Tidak apa-apa ko Pi, Ana yang hanya ingin bertanya kepada Papi, apakah Papi hari ini ada acara??", kata Ana kepada Tuan Gavi.


"Tidak ada, memangnya kenapa??", tanya Tuan Gavi kepada Ana.


"Papi bisakan datang kemansionnya Ana, tapi harus memakai pakaian olahraga", kata Ana kepada Tuan Gavi.


"Pakaian olahraga, memangnya ada acara apa dimansion kamu Ana??", tanya lagi Tuan Gavi kepada Ana.


"Iya ada deh pokoknya", jawab Ana kepada Tuan Gavi sambil tersenyum lucu membayangkan idenya itu.


"Iya sudah, nanti Papi akan datang kemansion kamu itu, tapi nanti sepertinya Mami tidak bisa ikut Papi, karena katanya dia sedang ada acara dengan para teman-temannya Ana", kata Tuan Gavi kepada Ana lagi.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa, Ana tunggu dimansion Pi", jawab Ana kepada Tuan gavi.


"Iya", jawab Tuan Gavi kepada Ana.


Dan setelahnya panggilan telefon mereka terputus juga.


Setelah menelfon Ayah mertuanya, Ana lalu menghubungi keluarganya sendiri, dan yang Ana hubungi terlebih dahulu adalah Tara, kakaknya.


Bella yang sudah bangun daritadi dan sedang mengurus baby Zi, dia tiba-tiba mendengar ponselnya Tara yang ada disebelah meja samping ranjang berbunyi dengan cukup keras, Bella yang melihat Tara tidak mendengarnya, dia lalu menggendong baby Zi untuk mengambil ponselnya itu.


Sebab Tara sama seperti Alex, dia masih tertidur dengan sangat nyenyak sekali, dan membuat dia tidak bisa mendengar jika ponselnya sedang berdering.


Ketika Bella sudah sampai disamping ranjangnya Tara, dia lalu mengambil ponsel suaminya itu.


"Princess Ana", kata Bella ketika dia melihat nama Ana yang tertera dipanggilan masuk diponselnya Tara.


"Ini kan dari Ana??, tumben sekali dia menelfon pagi-pagi sekali seperti ini", kata Bella lagi sambil mengangkat sambungan telefon dari Ana itu.


"Halo Ana", kata Bella kepada Ana ketika dia sudah mengangkat sambungan telefon dari Ana sambil duduk dikarpet tebal yang disediakan untuk baby Zi didalam kamar.


"Iya Ana, Kakak kamu itu dia masih tidur, apa ada yang bisa Kakak bantu??", kata Bella kepada Ana.


"Emm begini saja deh, nanti Kak Bella, Kak Tara, Mommy sama Daddy segera datang kemansionnya Ana ya Kak, tapi harus memakai pakaian olahraga", kata Ana kepada Bella.


Sama seperti Tuan Gavi tadi yang kebingungan dengan maksud perkataannya Ana, Bella pun juga sama dia sangat bingung sekali dengan perkataannya Ana yang menyuruhnya dan yang lainnya untuk datang kemansionnya sambil memakai pakaian olahraga.


"Pakaian olahraga, apa ada acara olahraga Ana nanti dimansion kamu??", tanya Bella kepada Ana dengan sambil menunjukkan wajah kebingungannya, walau Ana tidak bisa melihatnya.


"Iya pokoknya segera datang kesini ya Kak, Ana tunggu Kak", jawab Ana kepada Bella dan Ana langsung saja mematikan sambungan telefonnya tidak menunggu jawaban dari Bella.


Membuat Bella menjadi tambah sangat kebingungan sekali, akan teka-teki yang diberikan oleh Ana.


"Ana selalu saja banyak kejutan, dan sangat pintar sekali membuat semua orang sangat terkejut", kata Bella sambil berbicara sendiri ketika dia melihat jika sambungan telefonnya dengan Ana sudah terputus dan sambil juga menggelengkan kepalanya.


Bella lalu berdiri untuk sejenak meninggalkan baby Zi yang sedang bermain sendiri, untuk menghampiri dan membangunkan Tara suaminya.

__ADS_1


"Eengh ada apa Bella??, ini itu hari minggu dan aku masih mengantuk", kata Tara kepada Bella dengan suara khas orang mengantuk dengan mata yang masih terpejam.


"Ayo bangun segera mandi, Ana menyuruh kita semua untuk segera datang kemansionnya pagi ini", kata Bella kepada Tara.


Dan membuat matanya Tara langsung terbuka dengan sangat lebar sekali, ketika Bella menyebutkan nama Ana adik kesayangannya itu.


"Ana, memangnya Ana kenapa Bella??, apa ada terjadi sesuatu dengan Ana??'', kata Tara dengan sambil duduk dari tidurannya.


"Tidak, Ana hanya menyuruh kita untuk segera datang kemansionnya sambil memakai pakaian olahraga sayang", jawab Bella kepada Tara.


"Pakaian olahraga??, untuk apa??", kata Tara kepada Bella dengan ekspresi bingungnya.


"Ya mana aku tahu sayang, makanya segera mandi ayo kita segera kesana", jawab Bella kepada Tara sambil menggendong baby Zi untuk keuar dari dalam kamar dan memberitahukannya kepada Mommy Dania dan juga Tuan Fredo tentang pesan Ana tadi.


Dan ketika Bella sudah sampai dibawah dan menemui Mommy Dania, ternyata Mommy Dania dia sudah mengetahuinya juga, sebab Ana tadi setelah menelfon Bella dia menelfon ponsel Mommynya.


Akhirnya mereka semua langsung saja bersiap-siap untuk segera datang kemansionnya Alex dan juga Ana.


Sedangkan Ana tadi ketika sudah menelfon Bella, dia lalu berjalan mendekati Bi Lena yang sedang mengikuti baby L yang sedang berjalan sambil memetiki bunga-bunga.


"Bi katakan kepada semua yang pekerja yang ada disini termasuk para paman-paman bodyguard untuk mengganti pakaian mereka memakai pakaian olahraga ya sekarang juga", kata Ana kepada Bi Lena.


Walau bingung Bi Lena dia langsung mengiyakan saja perkataannya Ana dengan sangat sopan sekali.


"Sini Bi, L taruh saja dikereta babynya, Ana mau masuk dan Bi Lena tolong segera beritahukan kepada mereka semua", kata Ana lagi kepada Bi Lena.


"Ya Nyonya", jawab Bi Lena lagi kepada Ana.


Dan Ana serta baby L dan juga Bi Lena langsung saja masuk kedalam mansion.


Namun Bi Lena dia tidak mengikuti Ana dan baby L yang sedang menuju kedalam kamar pribadinya Ana, melainkan menuju kesemua pekerjanya Alex yang ada dimansion itu.


Alex pasti nanti akan sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataannya Ana yang akan disampaikan kepadanya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2