
Ana dan Alex baru saja merasakan apa yang namanya surga dunia, Alex dan Ana mereka juga sama-sama pertama kali melakukan itu.
Alex lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuhnya Ana. Sedangkan Ana, dia masih lemas dengan kegiatan tadi.
"Terimakasih sayang", kata Alex kepada Ana sambil memiringkan badannya dan lalu Alex mengecup keningnya Ana.
"Tadi apa yang Kakak lakukan kepada Ana, kenapa rasanya sakit sekali didaerah bawahnya Ana", tanya Ana kepada Alex dengan memiringkan kepalanya melihat Alex.
"Itu tadi kita sedang berusaha membuat baby sayang", jawab Alex kepada Ana dengan tersenyum.
"Rasanya sakit, tapi lama kelamaan enak juga Kak", kata Ana lagi kepada Alex, membuat Alex tersenyum.
"Lagi yuk", kata Ana polos kepada Alex membuat Alex langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.
Tanpa menunggu aba-aba lagi Ana dan Alex mereka melakukannya lagi hingga mereka capek dan tertidur dengan keadaan ranjang yang begitu berantakan dan dengan keadaan lelah yang menyenangkan bagi mereka.
Dibawah, tepatnya diruang kerjanya Tara, dia yang tadi langsung masuk kedalam ruang kerjanya setelah kepergian dari anak buahnya, saat ini dia sedang duduk dikursi ruang kerjanya.
"Carabella Amanda Finley, umur dua puluh sembilan tahun, lahir diLondon", kata Tara ketika baru saja membuka amplop coklat besar yang diberikan oleh anak buahnya tadi.
Tara lalu melanjutkan lagi membacanya tentang semua biodatanya Dokter Bella, dan apa saja tentang Dokter Bella, lengkap hingga apa saja yang Dokter Bella sukai dan tidak disukai ada semua.
Sampai hal percintaan pun dijelaskan semua oleh anak buahnya dilaporan itu.
"Jadi dia tidak jadi menikah karena dihianati calon suaminya yang ketahuan berselingkuh", kata Tara ketika membaca tentang Dokter Bella.
"Menarik", kata Tara lagi sambil menganggukkan kepalanya.
Tara lalu melihat semua foto-foto yang diambil diam-diam oleh anak buahnya, dari Dokter Bella yang sedang memeriksa pasien hingga kemanapun Dokter Bella pergi difoto oleh anak buahnya Tara.
"Kamu benar-benar sangat cantik Bella, dan kamu akan menjadi milikku", kata Tara berbicara kepada fotonya Dokter Bella.
Sedangakan Aaron dan Delwyn tadi setelah keluar dari rumahnya Tara mereka berhenti sejenak dipinggir jalan yang jaraknya sudah cukup jauh dari rumahnya Tara.
"Bre****k, tidak akan aku biarkan Tuan Alex mendapatkan Ana, aku sudah dari dia kecil menyukai dan mencintai Ana, kenapa Tuan Alex malah yang mendapatkan Ana", kata Aaron sambil memukul stir mobilnya.
Delwyn yang melihat temannya Aaron begitu marah, dia lalu mencoba menenangkannya. Karena hanya Delwynlah yang tabu jika Aaron sangat mencintai Ana.
"Sabar Ron, aku juga sama terkejutnya denganmu mendengar jika Ana adalah calon istri dari penerus Keluarga Damara", kata Delwyn kepada Ana.
"Akan aku buat perhitungan kepada Tuan Alex, bila perlu akan aku habisi dia agar aku bisa menikahi Ana", kata Aaron lagi dengan menggebu-gebu.
__ADS_1
"Aku setuju denganmu, aku juga benci dengannya ketika dia tadi menghina Kakakku seperti itu", kata Delwyn menimpali perkataannya Aaron sahabatnya.
"Aku punya ide", kata Aaron dengan tiba-tiba.
"Ide apa?? ", tanya Delwyn kepada Aaron.
Aaron lalu membisikkan ide-idenya kepada Delwyn, untuk mencelakai Alex.
"Bagaimana jika Tara tahu Ron, dia pasti akan marah kepada kita", tanya Delwyn kepada Aaron.
"Tenang santai saja, asal kamu ikuti semua apa yang aku katakan", jawab Aaron dengan tenang kepada Delwyn.
"Baiklah, mari kita laksanakan rencana kita", kata Delwyn lagi kepada Aaron.
"Santai saja jangan terburu-buru, kita pelan-pelan saja, yang penting rencana kita akan berjalan dengan lancar", kata Aaron kepada Delwyn dengan tertawa dengan sangat sombong. Dan diikuti oleh Delwyn juga tertawa.
Setelah itu mereka melanjutkan perjalanannya lagi menuju kerumah mereka.
........ **********........
Kembali keAna dan Alex lagi. Waktu sudah menunjukkan pukul lima sore, dan Analah yang pertama bangun dari tidurnya.
Dia melihat Alex masih tertidur lelap disebelahnya, dengan perlahan Ana memiringkan badannya untuk melihat wajah tampannya Alex.
Alex yang terganggu dengan kegiatannya Ana diwajahnya, dengan perlahan dia membuka matanya.
"Ana", kata Alex ketika pertama kali membuka matanya dan melihat Ana sedang tersenyum kepadanya.
"Apaaa jam lima sore", kata Alex terkejut ketika dia melihat jam yang tergantung didinding kamarnya Ana.
"Memangnya kenapa kalau jam lima Kak?? ", tanya Ana kepada Alex.
"Kakak takut kalau digantung sama Daddy dan juga Kakak kamu, karena kelamaan didalam kamar bersamamu", jawab Alex dengan sekenanya saja kepada Ana.
Setelah itu Alex turun dari ranjang dan berjalan menuju kedalam kamar mandi tanpa menggunakan pakaiannya sama sekali.
Ana yang tadi mendengar perkataannya Alex dia tiba-tiba menjadi murung dan bersedih.
Sekitar setengah jam Alex dikamar mandi akhirnya Alex keluar dengan menggunakan bathrobe yang ada didalam kamar mandinya Ana.
Alex yang melihat Ana bersedih difikiran Alex Ana bersedih karena Ana merasakan pegal dan sakit dibagian semua tubuhnya, padahal tidak.
__ADS_1
"Ada apa Princess, sini Kakak gendong kedalam kamar mandi ya", kata Alex kepada Ana ketika dia sudah duduk dipinggir ranjangnya Ana.
Ana hanya mengangguk saja kepada Alex, dan dia mengalungkan tangannya kepundaknya Alex dengan Alex yang menggendong Ana dengan gaya bridalstyle.
"Kakak tunggu diluar ya Princess, apa mau Kakak mandiin sekalian", kata Alex kepada Ana sambil menggodanya.
Ana hanya diam saja sambil menggelengkan kepalanya kepada Alex dengan tersenyum kecil.
"Baiklah Kakak keluar dulu ya", kata Alex kepada Ana dan mendapat anggukan dari Ana.
Alex lalu keluar dari dalam kamar mandi dan memakai kembali pakaiannya yang sudah kusut.
Sedangkan Ana setelah Alex keluar dia lalu membuka selimut yang untuk menutupi tubuhnya itu.
Ana yang melihat kecermin dan melihat tubuhnya penuh dengan bercak merah, dia menjadi bingung dan khawatir. Ana lalu menggosok-gosok bercak merah ditubuhnya itu dan lalu menekannya akan tetapi Ana tidak merasakan sakit sama sekali membuat Ana semakin bingung saja.
"Tidak sakit, dan tidak gatal, terus ini warna merah yang ada ditubuhku kenapa ya, apa aku mengidap penyakit lain?? ", kata Ana bingung ketika dia melihat pantulan dirinya dicermin.
Ana lalu berteriak-teriak memanggil Alex, membuat Alex yang sedang duduk dipinggir ranjang sambil memakai jam tangannya pun segera bergegas menghampiri Ana yang sedang berada didalam kamar mandi.
"Ana-ana kamu kenapa berteriak-teriak memanggil Kakak", kata Alex sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Ana lalu membuka pintu kamar mandi, dan membuat Alex semakin gemas kepada Ana serta membangunkan anacondanya Alex lagi. Akan tetapi langsung Alex tahan.
"Kakak tahu tidak ini warna merah-merah ditubuhnya Ana kenapa ya, sebelumnya tidak ada?? ", tanya Ana sambil menunjukka warna merah hasil karyanya Alex kepada Alex dengan Ana tidak menggunakan pakaian sama sekali.
"Itu hasil ukiran cintanya Kakak keAna yang tadi Kakak berikan kepada Ana", jawab Alex dengan asal kepada Ana.
"Oh baiklah kalau begitu, nanti Ana juga akan berikan tanda cinta seperti ini untuk Kakak", jawab Ana kepada Alex, membuat Alex langsung menggelengkan kepalanya dan tersenyum.
"Sudah ya Ana mandi dahulu sana, nanti keburu masuk angin", kata Alex kepada Ana. Dan Ana langsung saja menurut serta langsung menutup pintu kamar mandi tepat diwajahnya Alex.
"Dasar Ana-Ana, untung cinta, dan apalagi tadi, tahan-tahan, sudah waktunya pulang, bisa dibunuh nanti sama Tuan Fredo dan Tuan Tara jika kelamaan dikamar bersama Ana", kata Alex untuk dirinya sendiri sambil berjalan menuju shofa yang ada dikamarnya Ana.
Setelah beberapa menit Ana didalam kamar mandi, Ana keluar hanya menggunakan handuk saja yang menutupi sebagian tubuhnya saja. Alex yang melihat itu langsung saja On itu anacondanya.
"Tahan-tahan ini godaan Alex, Ana dia masih kecil, kecil yang bisa memuaskanku, eeeh", gerutu Alex ketika melihat Ana keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk saja.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Tahan-tahan Abang Alex, Tahanππππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***