
Walau Tuan Fredo sudah melihat sendiri jika Tuan Vigor sudah meregang nyawa, dia masih saja menembakkan satu pelurunya lagi tepat diperutnya Tuan Vigor.
Doorrrrr
Satu suara tembakan yang diberikan oleh Tuan Fredo keperutnya Tuan Vigor.
"Itu untuk anakku yang lagi melawan mautnya", kata Tuan Fredo setelah menembak perutnya Tuan Vigor.
"Sudah selesai Tuan Fredo, mari kita keluar", kata Tuan Gavi kepada Tuan Fredo.
Tuan Fredo dan Tuan Gavi lalu berjalan keluar dari kamarnya Tuan Vigor. Ketika akan turun Tuan Fredo mengatakan sesuatu dengan lantangnya.
"Kalian semua para anak buahnya Tuan Vigor, bos kalian sudah mati didalam, kalian mau menyerah dengan sendirinya atau akan kami bunuh seperti bos kalian didalam", kata lantang Tuan Fredo kepada para anak buahnya Tuan Vigor yang hanya tinggal sedikit itu.
Perkataan lantangnya Tuan Fredo seketika menghentikan perkelahian yang sedang terjadi. Dan para anak buahnya Tuan Vigor yang mendengar perkataan dari Tuan Fredo mereka pada menyerah dengan sendirinya tanpa paksaan dan desakan dari yang lain, sebab mereka tidak mau mati dengan cepat.
Tuan Fredo dan juga Tuan Gavi mereka lalu turun dari lantai atas dan ikut bergabung bersama yang lainnya.
Alex tiba-tiba saja merasakan hal yang tidak enak dengan Ana. Alex lalu mengambil ponselnya gang ada disaku celana yang dia pakai.
Ketika Alex melihat kelayar ponselnya dia melihat ada enam panggilan dari Maminya. Dan Alex langsung bertanya kepada yang lainnya.
"Mami, ada panggilan tidak terjawab dari Mami ada apa?? ", batin Alex sambil melihat layar ponselnya.
"Tuan Fredo, Tuan Tara dan Papi, apa kalian mendapatkan telefon dari Nyonya Dania dan Mami Pi", tanya Alex kepada Tuan Fredo, Tara dan juga Papinya yaitu Tuan Gavi.
Mereka yang ditanya Alex langsung saja pada mengecek ponsel mereka masing-masing. Dan Tuan Fredo serta Tara dia tidak mendapatkan telefon dari siapapun termasuk dari Mommy mereka.
"Papi mendapatkan telefon dari Mami kamu Xander, tiga panggilan", jawab Tuan Gavi kepada Alex.
"Coba Tuan hubungi dulu Nyonya Gia", kata Tara kepada Alex. Dan Alex langsung saja mendial nomor ponsel Maminya.
"Hallo Xander jika sudah selesai cepetan kesini, Ana-Ana dia........... Perkataan Nyonya Gia terputus karena perkataan dari Alexander.
__ADS_1
"Ana kenapa Mami", kata Alex dengan sedikit berteriak.
Perkataan Alex sontak saja membuat Tuan Gavi, Tuan Fredo dan juga Tara yang mendengarnya langsung saja merapat dan mendekat kearahnya Alex.
"Ana kritis lagi Xander, dan Dokter sudah dua jam didalam belum keluar-keluar juga daritadi",jawab Nyonya Gia dengan cepat-cepat.
"Kami akan segera kesana Mami", jawab Alex dan segera dia mematikan sambungan telefonnya.
"Ada apa Tuan dengan Ana?? ", tanya Tuan Fredo dengan nada yang begitu khawatir sekali.
"Ana semakin kritis Tuan, kita harus segera kesana", jawab Alex dan dia langsung saja bergegas keluar dari markasnya Tuan Vigor.
Didalam pertarungan itu hanya Arga yang tidak bisa ikut, karena dia masih menghadiri meeting dan menghadiri jamuan bisnis diAustralia menggantikan Alex tentunya.
Mereka semua langsung saja mengikuti Alex keluar dengan tergesa-gesa. Tuan Fredo dan juga Tara mereka selalu berdoa didalam hatinya agar Princessnya baik-baik saja.
Tidak cuma Tuan Fredo dan Tara saja, Alex pun dia begitu sangat khawatir sekali dengan keadaannya Ana.
Sebelum mereka kerumah sakit, mereka bergegas untuk mengganti baju mereka terlebih dahulu yang sudah mereka siapkan didalam mobil tadi sebelum berangkat. Ketika pada sudah selesai mengganti baju, mereka dengan tergesa-gesa langsung saja berlari keluar dari tempat itu.
Semua kekacauan tadi sudah diserahkan semua kepada para anak buahnya Tuan Fredo, Tuan Gavi, Tara dan juga Alex.
Saat ini mereka semua sedang berkendara menuju kerumah sakit dengan kecepatan yang lumayan cukup tinggi. Mereka ingin segera sampai kerumah sakit, dan ingin segera mengetahui keadaannya Ana.
Sekitar empat puluh menit mengendarai mobil akhirnya mereka semua sampai juga dirumah sakit yang dituju. Karena memang jarak antara markasnya Tuan Vigor dan rumah sakit bisa dibilang cukup jauh.
Tuan Fredo, Tara, Alex dan Papinya mereka segera berlari menuju keruangannya Ana. Sedangkan Arjun dan Karl dia harus memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, karena memang tadi merekalah yang menyopiri para majikan mereka.
"Mami", panggil Alex dengan sedikit berteriak. Dan Nyonya Gia yang mendengar suaranya Alex dia langsung saja mengalihkan pandangannya kesumber suara.
"Mommy", kata Tuan Fredo dan dia langsung saja memeluk istrinya yang sudah lemas karena kefikiran Ana dan capek karena menangis terus menerus.
"Percayalah dan yakin Mommy, ada pelangi setelah badai nanti", kata Tuan Fredo sambil masih memeluk istrinya.
__ADS_1
"Ana Dadd, Ana putri kita", kata Mommy Dania sambil sesenggukan karena keseringan menangis.
Sedangkan Tara dia hanya bisa bersandar dikaca pembatas yang sudah tertutup tirai itu.
"Mami apa yang terjadi kepada Ana tadi ketika kami pergi", tanya Alex kepada Maminya.
Padahal waktu sudah menunjukkan hampir pukul setengah enam pagi, karena tadi ketika mereka menyerang dimarkasnya Tuan Vigor sekitar jam dua pagi. Mereka yang belum pada tidur sama sekali, baru saja melakukan perkelahian mereka tidak merasakan capek sama sekali, karena difikiran mereka hanya tertuju kepada Ana saja.
"Tidak tahu Xander, tadi Ana tiba-tiba kejang-kejang, terus kami panggil Dokter, dan Dokter belum keluar sampai sekarang, padahal sudah dua jam mereka didalam", jawab Nyonya Gia kepada Alex dan masih didengar semua orang yang ada disitu.
"Tuan Fredo dan Tuan Tara maafkan saya yang tidak bisa menghubungi kalian berdua tadi, karena saya tidak mempunyai nomor ponsel kalian, dan Nia dia daritadi sudah lemas serta dia tidak sanggup untuk menghubungi kalian", kata Nyonya Gia kepada Tuan Fredo dan juga Tara.
"Tidak apa-apa Nyonya, yang terpenting kami sudah ada disini tepat pada waktunya, dan terimakasih sudah mau menemani istri saya", jawab Tuan Fredo kepada Nyonya Gia dengan tulus, dan Nyonya Gia dia hanya membalas dengan tersenyum ramah kepada Tuan Fredo.
"Ana, kami menang, kami sudah mengalahkan mereka yang menyakitimu, apa kamu tidak mau bangun dan bermain lagi bersama Kakak", kata batin Tara sambil bersandar dikaca yang tembus pandang kedalam itu dan sambil menundukkan wajahnya.
Sedangkan Alex dia sudah duduk melamun sambil melihat terus kearah pintu ruangannya Ana yang sedang tertutup rapat itu dari dalam.
Sedangkan Tuan Gavi dia masih memeluk istrinya dari samping dan juga sambil mengusap lembut lengannya Nyonya Gia. Dan Nyonya Gia dia menyandarkan kepalanya dipundak suaminya.
Semua pada larut dalam kesedihan dan kecemasan yang tidak tahu kapan selesainya. Dan mereka berharap serta berdoa agar ada keajaiban menghampiri yang Ana agar Ana bisa kembali berkumpul kepada mereka.
Ketika mereka pada larut dalam lamunan mereka sendiri-sendiri. Tiba-tiba terdengarlah bunyi Klik dan ternyata itu suara pintu terbuka dari dalam.
Ketika pintu terbuka, keluarlah Dokter Simon. Dan mereka yang tadi pada harap-harap cemas, seketika langsung saja berdiri dari duduk mereka dan terus menyamperi Dokter Simon untuk menanyakan bagaimana kondisinya Ana.
"Dokter, bagaiamana kondisinya putri saya Dok?? ", tanya Mommy Dania terlebih dahulu kepada Dokter Simon.
"Nona Ana dia",.......... Jawaban Dokter Simon menggantung membuat semua orang yang ada disitu pada berdebar jantungnya karena tidak sabar menunggu kelanjutan dari perkataannya Dokter Simon.
ππππππππππππ
Lanjut Part selanjutnya readersππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***