
Ketika Alex sedang terlelap dalam tidurnya, ternyata lima menit yang lalu Ana sudah terbangun dari tidur nyenyaknya.
Alex yang sangat kecapekan sekali dia bahkan tidak sadar, jika Ana tadi menyingkirkan tangannya yang dia genggam tadi.
Ketika Ana mulai tersadar dari masa kritisnya, dia mulai perlahan membuka matanya dan perlahan juga matanya menyesuaikan dengan cahaya yang ada diruangan itu.
Ketika Ana sudah benar-benar bisa sempurna membuka matanya, Ana lalu melihat kesamping kanan dan dia melihat kepala seseorang.
"Kak Xander", kata Ana dengan lirih sekali, ketika sudah mengenali kepala siapa itu.
Dan Ana mulai mencoba menggerakkan tangannya untuk mengusap-usap lembut kepalanya Alex yang sedang tertidur itu.
Alex yang merasa nyaman dengan usapan lembut dirambutnya, dia hanya menggeliat sebentar sambil masih terus terpejam matanya.
Ana yang melihat tingkah Alex waktu tidur, hanya tersenyum gemas rasanya. Ana masih saja terus mengusap-usap rambutnya Alex. Sekitar sepuluh menit kemudian, Alex didalam tidurnya dia merasa ada tangan seseorang yang menyentuh kepalanya, dengan perlahan Alex mencoba membuka matanya, dan sambil meraba rambutnya.
Alangkah terkejutnya ketika tangannya seperti memegang tangan seseorang, dan Alex langsung saja terjaga dari tidurnya dan juga Alex langsung mengambil tangan yang tadi mengusap kepalanya.
Ketika Alex melihat keseluruhan tangan itu, betapa senangnya Alex ketika Alex melihat jika tangan yang tadi mengusap-usap kepalanya adalah tangannya Ana.
Ana tadi yang melihat Alex mulai terjaga dari tidurnya, dia sengaja diam saja sambil tersenyum dan juga terus memperhatikan apa yang akan dilakukan Alex pada tangannya itu.
"Ana, kamu sudah sadar, Ana ini Kak Xander", kata Alex sambil dengan ekspresi sangat bahagianya. Dan Ana hanya tersenyum manis dengan Alex.
Alex lalu memencet tombol darurat yang ada disamping brankarnya Ana. Dan seketika Dokter pada berdatangan keruangannya Ana. Dokter yang datang pada terkejut dan senang mengetahui jika Ana sudah sadar.
Dan salah satu Dokter langsung berlari untuk memberitahukan kepada Dokter Simon. Beberapa menit kemudian, Dokter Simon datang dan langsung mengecek keadaan tubuhnya Ana.
Alex yang tadi melihat para Dokter masuk keruangannya Ana, dia menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada para Dokter untuk memeriksa tubuhnya Ana.
Karena saking bahagianya Alex dia sampai lupa untuk memberitahukannya kepada Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara.
Dokter Simon yang sudah mengecek keseluruhan tubuhnya Ana bersama para Dokter yang lainnya, dia lalu berjalan mendekati Alex yang masih diruangan itu.
Tanpa diduga Simon yang sudah sampai dihadapannya Alex dia langsung saja memeluk Alex yang daritadi memperhatikannya.
__ADS_1
"Selamat Xander, Tuhan memberikan keajaiban kepada Ana, tubuh Ana sudah sangat bagus kondisinya, hanya tinggal tahap terakhir, ini tadi aku sudah memberikan obat untuk merangsang Ana agar bisa memuntahkan virus itu, kita tunggu saja untuk beberapa menit kedepan", kata Simon dengan sangat bahagia setelah melepaskan pelukannya kepada Alex.
Tanpa diduga Simon sekarang gantian Alex yang memeluknya karena Alex sangat bahagia mendengar kabar yang disampaikan oleh adik sepupunya itu. Dan Simon juga membalas pelukannya Alex kepadanya.
"Terimakasih Simon terimakasih nanti akan aku belikan mobil yang kamu inginkan itu", kata Alex kepada Simon. Membuat Simon sangat senang mendengarnya.
"Jika kamu memaksa aku akan dengan senang hati menerimanya", jawab Simon kepada Alex dengan tertawa senang.
Dan Alex hanya teresenyum miring menanggapi perkataan dari Simon.
"Sudah aku mau kembali keruanganku dulu Xander, karena pekerjaanku sungguh sangat banyak sekali yang belum terselesaikan", kata Simon kepada Alex.
"Silahkan kembali saja kehabitatmu sana", jawab Alex menggoda Simon. Dan Simon hanya tertawa mendengar perkataannya Alex sambil berlalu pergi dari hadapannya Alex.
Begitupun dengan para Dokter yang tadi membantu Simon, mereka juga sangat senang sekali dengan usaha mereka yang berhasil menyelamatkan nayawanya Ana. Dan sekarang mereka satu persatu sudah pada keluar seperti Simon.
Dan tinggalah Alex serta Ana saja didalam ruangan itu.
"Ana, Kakak senang sekali melihatmu sudah bisa membuka mata seperti ini, Kakak sungguh sangat bahagia sekali", kata Alex kepada Ana dengan ekspresi yang sangat bahagia sekali.
"Apa Ana jika sudah menikah sama Kakak, bisa berciuman terus seperti Mommy dan Daddy Kak?? ", tanya Ana kepada Alex membuat Alex tiba-tiba tertawa terbahak-bahak.
Dan cuma hanya Ana saja yang bisa membuat Alex sampai bisa tertawa terbahak-bahak begitu.
"Bisa bahkan nanti bisa lebih dari ciuman Ana, maukan menikah dengan Kakak, nanti Kakak ajarin Ana membuat baby yang lucu, Ana mau mempunyai baby tidak dari perutnya Ana sendiri", kata Alex kepada Ana sambil mengusap lembut perutnya Ana.
"Mau-mau, ayo sekarang saja kita membuat babynya Kak, agar Ana cepat mempunyai babynya", jawab Ana dengan sangat antusias sekali kepada Alex.
"Eh, jangan Ana, kita harus menikah dulu, baru bisa membuat baby", jawab Alex kepada Ana.
"Ya sudah nanti biar Ana bilang sama Daddy kalau Ana mau menikah sama Kakak", kata Ana kepada Alex. Membuat Alex langsung tertawa gemas kepada Ana.
"Aduh Kakak sampai lupa untuk menghubungi Daddy, Mommy dan juga Kakakmu Tara Ana, sebentar ya", kata Alex kepada Ana.
Alex lalu mengambil ponsel yang ada disaku celananya dan dia langsung saja menghubungi Tuan Fredo untuk memberitahukan kepadanya jika Ana sudah sadar dari tidur indahnya.
__ADS_1
Tuan Fredo yang mendengar kabar dari Alex dia langsung saja memberitahukannya kepada istri dan juga anak sulungnya Tara.
Mereka bertiga sudah sangat tidak sabar ingin segera sampai dirumah sakit, dan mereka bertiga sungguh sangat bahagia sekali mendengar kabar itu.
"Sudah, sekarang Ana makan ya, Kakak suapin", kata Alex kepada Ana untuk makan makanan yang sudah diantarkan oleh suster tadi.
Dan Ana hanya menangguk kepada Alex. Alex lalu menaikkan ranjang Ana, agar posisi Ana bisa sedikit duduk, karena badan Ana masih lemas belum bisa untuk digerakkan dengan baik.
"Aaaa....... ", kata Alex kepada Ana. Dan Ana langsung saja membuka mulutnya seperti keinginannya Alex.
"Nah pintar calon istrinya Kakak", kata Alex yang sudah menyuapkan satu sendok makanan kepada Ana.
"Kakak", panggil Ana disela mengunyahnya.
"Iya Ana ada apa, ayo aaa lagi", kata Alex kepada Ana sambil menyuapi Ana.
Seumur-umur baru Ana saja yang Alex suapi, dan baru pertama kali juga Alex mau menyuapi seseorang.
"Kakak dulu Kakak pertama bertemu dengan Ana, Kakak mencium Ana disini dan sekarang Ana melihat bibirnya Kakak kenapa Ana ingin dicium lagi ya", kata polos Ana kepada Alex sambil memegang bibirnya dan menunjuk bibirnya Alex. Dan Alex langsung saja tersedak air liurnya sendiri mendengar perkataannya Ana.
"Ini Ana baru siuman saja bisa membuatku mati kutu begini, bagaimana nanti jika dia sudah menjadi istriku", batin Alex sambil menelan air liurnya bulat-bulat.
"Ayo Kak sini lagi yah, Ana kepingin", kata Ana kepada Alex dengan muka puppy eyesnya yang sangat lucu, walau tidak setembam dulu itu pipinya karena sakit, tetap saja bisa membuat seorang Alex semakin gemas.
Dan Alex hanya diam saja daritadi karena bingung dengan apa yang harus dia lakukan.
"Ini Ana bego apa polos sih, kalau tiba-tiba ketahuan oleh Daddy dan Kakaknya bisa digantung aku, kan itu godaan terindah untukku, Tuhan datangkan bantuan untukku", batin Alex sambil terus melihat kewajah lucunya Ana.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Kan belum ada orang tuanya dan Kakaknya Ana Alex, sikat saja Lexπππ
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1