
Setelah kepulangan dari Papi dan juga Maminya, Alex dan juga Ana mereka berdua langsung saja masuk kedalam kamar mereka sendiri untuk tidur.
Dan lagi pula Baby L dia juga sudah tertidur lelap didalam gendongannya Alex.
Alex langsung saja meletakkan baby L didalam box babynya yang ukurannya juga sudah lebih besar dari yang dulu menyesuaikan tubuhnya baby Luis yang juga semakin besar saja.
Sedangkan Ana dia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih muka dan juga gosok gigi.
Ana malam itu dia tidak memakai baju tidurnya, melainkan memakai hotpants dan juga tanktopnya yang ukurannya sangat ngepas sekali dibadannya.
Membuat Ana semakin s3ksi saja walau dia sudah mempunyai seorang anak dan juga lagi sedang hamil.
Alex yang melihat Ana berpakaian seperti itu dia tersenyum bangga, karena diumurnya yang sudah sangat matang, dia masih bisa mendapatkan perempuan semuda dan secantik Ana.
Alex lalu berjalan mendekati Ana yang sedang berdiri disamping ranjang dan ingin merebahkan badannya diatas ranjang.
"Kamu semakin cantik saja sayang dengan bertambahnya usia kamu", kata Alex sambil mengusap lengannya Ana yang terbuka itu.
"Dan Kakak semakin tua saja dengan bertambahnya usianya Kakak", jawab Ana dengan jujur kepada Alex.
Membuat Alex langsung memajukan bibirnya pertanda dia sedang merajuk dengan Ana.
Masih sama seperti dulu Ana selalu pintar merusak suasana sekali ketika Alex ingin bermesr44n dengannya.
Dan Ana yang melihat Alex seperti itu, dia langsung saja bertanya kepada Alex seperti tidak merasa bersalah saja.
"Papah Xander kenapa merajuk, memangnya Ana salah ya??", tanya Ana dengan wajahnya yang khas kepada Alex.
"Tidak, Ana tidak salah ko, Kakak yang salah", jawab Alex kepada Ana dengan sambil memajukan bibirnya.
"Kakak kalau bibirnya dimajukan begitu malah seperti bebeknya uncle Dery", kata Ana sambil mencubit pelan bibirnya Alex yang sedang manyun itu (aaa author mau ikutan dong mencubit bibirnya Papah Alex yang sedang manyun ituπππ ).
Alex yang mendengar perkataannya Ana dia langsung saja bertanya kepada Ana, pasalnya dia tidak tahu uncle Dery itu siapa.
"Uncle Dery itu siapa sayang??", tanya Alex dengan bingung kepada Ana.
__ADS_1
"Tidak tahu, kan Ana asal bicara saja", jawab Ana dengan polosnya kepada Alex sambil tertawa kecil dan langsung merebahkan badannya diatas ranjang.
Alex yang melihat tingkahnya Ana dia langsung saja menggelengkan kepalanya sambil menggerutu dan sambil melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi.
"Sudah punya anak juga kenapa kelakuannya yang polos masih juga menempel didirinya, tapi itulah yang membuat aku terhibur dan awet muda", gerutu Alex untuk Ana sambil tertawa kecil menuju kedalam kamar mandi.
Alex yang sudah selesai dengan kegiatannya dari dalam kamar mandi, dia lalu keluar dari dalam kamar mandi dengan bertelanjang dada saja sambil memakai celana pendeknya.
Dan Alex lalu ikut merebahkan badannya diranjang sampingnya Ana dan langsung memeluk Ana dengan mesra dari samping.
Ketika Ana yang sudah memejamkan matanya namun belum tidur, dia lalu membuka matanya ketika merasakan jika Alex sudah berada disampingnya.
"Kak, Ana mau minta sesuatu boleh dari Kakak", kata Ana kepada Alex yang sedang memeluknya.
"Boleh mau minta apa sayang, kalau bisa Kakak penuhin pasti akan Kakak penuhi", jawab Alex kepada Ana sambil mengusap lembut pipinya Ana.
"Beneran Kakak mau mengabulkan keinginannya Ana yang satu ini??", tanya Ana yang sepertinya ragu kepada Alex.
"Benar sayang, apa sih yang tidak buat kamu dan baby Luis", jawab Alex sambil mencubit gemas hidung mancungnya Ana.
"Sekarang katakan kepada Kakak, apa yang lagi sedang diinginkan Princessnya Alexander Damara, hmm", kata Alex kepada Ana.
Perkataannya Ana membuat Alex sangat syok dan terkejut sekali.
Kepada Papinya sendiri saja Alex sudah tidak pernah mengucapkan kata itu, namun sekarang dia disuruh untuk mengucapkan kata itu kepada Ayah mertuanya, sungguh sangat aneh mengidamnya Ana jika Ana sedang hamil muda, begitulah sekiranya yang dibatin oleh Alex.
"A...... A.... Apa tidak ada permintaan yang lainnya lagi sayang??",, tanya Alex ketika dia sudah bisa menguasai rasa terkejutnya.
"Tidak ada Kak, sudah Ana tebak pasti Kakak tidak mau kan mengabulkan permintaannya Ana yang satu ini", jawab Ana dengan ekspresi sedihnya kepada Alex.
Alex langsung terduduk dari rebahannya dan sambil menggaruk kepalanya dengan pusing.
Karena pasalnya Alex sangat malu untuk mengucapkan kata-kata itu kepada Tuan Fredo.
"Ya sudah kalau Kakak tidak mau, Ana mau tidur dulu Kak, selamat malam", kata Ana kepada Alex dengan lesu dan dia langsung saja membalikkan badannya dengan tiduran membelakangi Alex.
__ADS_1
Alex yang putus asa dan melihat sendiri jika Ana sedih karena permintaannya tidak dia dipenuhi, Alex lalu teringat sesuatu jika Ana sedang hamil muda, dan pastinya ini adalah mengidamnya Ana.
Sungguh unik mengidamnya Ana, berbeda dari wanita yang lain, dan Ana jarang mengidam ingin makan makanan yang aneh-aneh, melainkan dia sering mengidam ingin melihat orang-orang terdekatnya melakukan tindakan yang aneh-aneh.
"Baiklah sayang, Kakak mau memenuhi keinginan kamu, dan Kakak akan menelfon Daddy malam ini juga, supaya Ana bisa tidur dengan sangat lelap malam ini", kata Alex kepada Ana dengan sangat lembut sekali.
Dan Ana yang mendengar perkataannya Alex, dia langsung saja terlentang dalam tidurnya dengan sambil tersenyum manis kepada Alex.
"Apakah benar Kak, Kakak mau mengabulkan permintaannya Ana", kata Ana dengan wajah cerianya kepada Alex.
"Benar sayang", jawab Alex sambil tersenyum terpaksa kepada Ana.
Ana dia langsung saja duduk dari rebahannya ketika sudah mendengar jawabannya Alex.
"Ayo Kakak tunggu apa lagi, cepat ambil ponselnya dan langsung hubungi Daddy, takutnya nanti Daddy kalau sudah tidur", kata Ana dengan sangat semangat sekali kepada Alex.
"Kalau sudah tidur malah bagus, aku jadinya tidak jadi mengucapkan kata menggelikan itu kepada Daddy Fredo", batin Alex sambil tersenyum garing kepada Ana.
"Ayo Kak cepetan", kata Ana lagi kepada Alex, ketika Alex tidak segera mengambil ponselnya dan malah melihat kearahnya dengan sambil tersenyum aneh menurut Ana.
"Iya-iya ini akan Kakak ambil", jawab Alex kepada Ana sambil menggapai ponselnya yang dia taruh diatas meja samping ranjang.
Ketika Alex sudah mengambil ponselnya dia lalu berpura-pura mencari nomor telefonnya Tuan Fredo dengan cara melama-lamakan gerakannya, supaya dia bisa mengulur-ulur waktunya untuk menelfon Tuan Fredo.
"Lama sekali sih Kak mencari nomornya Daddy, apa masih belum ketemu??",, tanya Ana kepada ALex.
"Belum", jawab Alex dengan berbohong kepada Ana.
Padahal nomor telefonnya Tuan Fredo menjadi salah satu nomor terpenting didalam ponselnya Alex.
"Aah lama, sini Kak biar Ana saja yang mencarinya", kata Ana sambil ingin merebut ponselnya Alex.
"Jangan-jangan, iya ini sudah ketemu akan Kakak telefon Daddy sekarang juga", kata Alex kepada Ana dan dia langsung saja memencet tombol telefon untuk menelfon nomornya Tuan Fredo.
Didalam benaknya, Alex berdoa semoga Tuan Fredo yaitu Ayah mertua dia sudah tidur, supaya Alex tidak jadi mengatakan kata-kata menggelikan itu kepada Tuan Fredo.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...