
Sambil menikmati makan malam mereka, Alex lalu menyampaikan sesuatu kepada Ana tentang Simon dan juga Leyna.
"Oh ya sayang, kita enaknya mau menjenguk Leyna kapan nih??", tanya Alex kepada Ana.
"Memangnya Kak Leyna kenapa Kak??'', tanya Ana kepada Alex, sambil memberikan makanan kepada Baby L.
"Tadi Simon mengabari jika Leyna sekarang sedang hamil, dan dia sedang dirawat dirumah sakit karena darahnya sangat rendah sekali sayang", kata Alex kepada Ana sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.
Ana sangat senang sekali mendengar perkataannya Alex, yang menandakan jika Simon sebentar lagi akan mempunyai anak sendiri.
"Waah Kak Leyna hamil, ya kalau bisa secepatnya Kak kita menjenguk Kak Leyna, kalau malam nanti ayo-ayo saja setelah makan malam ini", kata Ana kepada Alex dengan ekspresi senang sekali.
"Mendingan besok saja deh sayang ini sudah malam, kasihan baby L dan kamu juga lagi dalam kondisi hamil", jawab Alex kepada Ana.
Kalau untuk masalah jam besuk Alex tidak pernah memusingkannya, karena dia adalah pemegang saham terbesar dirumah sakit itu, apalagi ruangan yang dikunjunginya ada diruang VIP.
"Ana mengikut Kakak saja", jawab Ana kepada Alex sambil tersenyum.
"Ok, berarti besok saja ya sayang", jawab Alex kepada Ana dan Ana hanya menjawab dengan anggukan saja.
Dan mereka lalu melanjutkan makannya lagi dengan diselingi suara ocehannya baby L.
Tidak cuma Alex dan Ana saja yang sedang makan malam, didalam apartemennya Arga pun dia saat ini sedang makan malam hasil masakannya Vero bersama Vero dan juga Aleda.
Tadi ketika Arga dan Aleda sedang sibuk mengobrol, berbeda lagi dengan Vero yang sedang sibuk meneruskan masakannya sambil meratapi kebodohannya.
Sampai-sampai Vero tidak sadar jika apa yang dimasaknya sudah selesai semua.
Vero terdiam sebentar sambil memikirkan cara untuk memberitahukannya kepada Arga jika makanannya sudah siap.
Namun sebelumnya Vero juga sudah menyiapkan makanan untuk para anak buahnya Arga yang berjaga didepan.
Setelah mengambil nafas panjang dan mengeluarkannya secara kasar, Vero lalu melangkahkan kakinya menuju keruang keluarga miliknya Arga.
Vero mendengar jika Arga dan adiknya Aleda sedang pada asik tertawa dan bercanda, hingga membuat Vero penasaran apakah yang sedang dibicarakan dan ditertawakan oleh Arga dan juga Vero.
Arga yang melihat Vero masuk kedalam ruang keluarga dia lalu menghentikan suara tawanya dan diganti dengan senyuman manis untuk Vero.
Begitu juga dengan Aleda ketika melihat Kakaknya masuk keruang keluarga, dia langsung saja tersenyum tipis.
"Eemmm......", kata Vero yang malu sekali ingin berbicara kepada Arga ketika dia sudah sampai diruang Keluarga.
"Eemmm apa suster Veroku sayang??", kata Arga sambil menggoda Vero, dan sambil mengedipkan matanya kepada Aleda.
__ADS_1
Membuat Aleda menahana suara tawanya, ketika melihat tingkah dua orang dewasa yang ada didepannya itu.
Sedangkan Vero yang mendengar Arga memanggilnya sayang, membuatnya semakin malu saja.
"Makanannya sudah siap Tuan, silahkan jika ingin dimakan", kata Vero kepada Arga dengan malu-malu.
Arga yang mendengar jika makanannya sudah matang, dia langsung saja tambah semangat, karena dia memang sudah tidak sabar daritadi ingin segera mencicipi masakannya Vero.
Tanpa menyuruh Vero, Arga lalu bangun dengan perlahan dari duduknya dan Vero yang melihatnya dia langsung saja membantu Arga untuk berjalan menuju keruang makan.
Ketika sudah sampai diruang makan pun, Vero juga dengan sigap mengambilkan lauk pauk beserta nasinya yang ingin dimakan oleh Arga.
Sungguh Arga berasa sedang dilayani oleh seorang istri dan dihatinya Arga seperti dipenuhi dengan bunga-bunga yang baru mekar, wangi, berwarna dan juga cerah ceria.
Senyum dibibirnya Arga untuk Vero pun tidak pernah pudar daritadi.
Tidak cuma Arga saja yang diambilkan makanannya oleh Vero, melainkan adiknya Aleda diambilkan juga makannya oleh Vero.
Mereka bertiga makan dimeja makan, dan terlihat seperti keluarga yang harmonis jika Vero tidak memakai pakaian perawatnya.
Arga yang sudah menerima piring yang ada lauk pauknya, dia lalu menyendok satu sendok makanan dan dia lalu masukan kedalam mulutnya.
Vero yang melihatnya dia harap-harap cemas, jika masakannya tidak sesuai dengan lidahnya Arga.
Sedangkan Arga yang menikmati makanannya Vero, dia sampai lupa mengomentari masakannya Vero, padahal komentar dari Argalah yang sudah ditunggu-tunggu oleh Vero.
"Emm Tuan, apakah tidak enak ya masakan saya??", tanya Vero dengan suara pelannya sambil menahan rasa malunya kepada Arga.
Arga yang ditanya oleh Vero, dia baru tersadar jika Vero ternyata daritadi sedang menunggu komentarnya tentang masakannya.
"Eh maaf, karena saking menikmatinya aku jadi lupa mengatakannya kepadamu", jawab Arga kepada Vero sambil tersenyum.
"Enak ko, ini masakannya enak, walaupun tidak enak, akan tetap aku makan ko Vero, karena aku tidak mau membuat kamu merasa sedih, tapi jujur ini enak ko sesuai dengan lidah aku", jawab Arga lagi kepada Vero dengan jujur dan sambil tersenyum.
Vero langsung saja merasa lega ketika dia sudah mendengar sendiri komentarnya Arga tentang masakannya.
Sedangkan Aleda sendiri dia lebih memilih menikmati makanannya, daripada ikut berbicara dengan Vero atau Arga.
"Ayo dimakan dong suster Vero, atau menunggu aku suapin", goda Arga lagi kepada Vero.
"Tidak-tidak Tuan, saya bisa makan sendiri", jawab Vero kepada Arga dan dia langsung saja menyendokkan makannya kedalam mulutnya.
Arga sangat senang sekali, karena baru kali itu dia bisa makan dimeja makan didalam apartemennya bersama wanita yang dicintainya walau baru kenal beberapa hari ini.
__ADS_1
"Jangan lupa ya suster Vero, jangan pakai baju perawat lagi, karena aku tidak suka melihatnya", kata Arga mengingatkan kepada Vero.
"Baik Tuan", jawab Vero kepada Arga.
Mereka bertiga lalu makan dengan tenang tanpa ada obrolan lagi. Dan ketika sudah selesai Vero lalu membantu Arga untuk masuk kedalam kamarnya lagi.
Sedangkan Aleda disuruh Vero untuk memberikan makanan yang tadi sudah disiapkannya untuk para anak buahnya Arga yang sedang berjaga diluar.
Ketika Arga yang sudah merebahkan badannya diatas ranjang, Vero lalu berpamitan kepada Arga untuk kembali kedalam kamarnya sendiri dan juga ingin beristirahat.
Ketika Vero masuk kedalam kamar, dia melihat adiknya sudah duduk dipinggir ranjang sambil terus melihat kearahnya.
"Kamu kenapa Leda melihat Kakak seperti itu??", tanya Vero kepada Aleda sambil mengambil bajunya yang ada didalam lemari.
"Kak kenapa Kakak tidak jujur saja kepada Kak Arga jika Kakak juga mencintainya??", kata Aleda kepada Kakaknya.
"Kamu bicara apa sih Dek, kamu itu masih kecil, sudah Kakak mau mandi dulu, gerah", kata Vero kepada Aleda dan Vero langsung berlalu menuju kedalam kamar mandi untuk mandi.
Sedangkan Aleda yang dicuekin oleh Vero, dia lalu merebahkan badannya diatas ranjang, dengan sambil bermain ponselnya.
Lama-kelamaan mata Aleda mengantuk dengan sendirinya ketika dia sedang asik bermain ponsel, dan Vero yang sangat lama didalam kamar mandi, dia tidak mengetahui jika adiknya sudah tertidur dengan lelap diatas ranjang.
Wajar saja Vero mandinya sangat lama, karena dia tadi berendam dahulu didalam bathub untuk merilaxkan otak dan perasaannya kepada Arga.
Ketika Vero sudah selesai berendam, dia lalu dengan segera membilas tubuhnya dengan air shower.
Diwaktu sedang asik mandi, ponsel yang Vero letakkan diatas lemari sabun yang ada diatas berbunyi dengan keras.
Ketika Vero lihat ternyata yang menelfonnya adalah Arga, dengan segera Vero langsung saja memakai bathrobe yang sudah tersedia didalam kamar mandi.
Karena takut Arga membutuhkan bantuannya, tanpa menunggu berganti pakaian terlebih dahulu, Vero langsung saja melangkahkan kakinya menuju kedalam kamarnya Arga menggunakan bathrobe.
Dan Arga ketika melihat Vero masuk kedalam kamarnya hanya menggunakan bathrobe serta rambut yang basah, dia langsung saja terpaku seperti tidak bisa mengedipkan matanya.
...πππππππππππππ...
Yaaa penasarakan kan πππ π
Apakah Arga nanti ehem sama Veroπ, atau Arga menyuruh Vero keluar dari dalam kamarnyaπ ,
Atau juga kebalikannya Vero yang menggoda Argaππ
Coba jawab hayoooπππ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...