
Saat ini mereka berlima termasuk Charles sudah selesai makan dan sedang bersantai diruang tamu dipenthouse yang disewa Alex.
"Kak Rico ko bisa mengenal dengan Kak Xander, apa karena wajahnya Kak Xander yang pasaran ya?? ", tanya Ana dengan polosnya kepada Dokter Rico.
Dokter Rico, Alex, dan juga Jeslyn mereka bertiga tertawa mendengar perkataannya Ana.
"Bukan Ana, kami ini teman satu kampus dulu, walau tidak satu jurusan, karena dulu tanpa sengaja sering bertemu akhirnya kita berkenalan Ana, dan menjadi dekat deh akhirnya", jawab Dokter Rico kepada Ana sambil tersenyum.
"Oh begitu", jawab Ana kepada Dokter Rico dan Ana langsung meminta ijin kepada Alex untuk mendekati Charles yang sedang bermain bersama Jeslyn.
Dan Alex pun mengijinkannya dengan satu syarat harus berhati-hati dan jangan capek-capek.
"Oh iya Rico, kamu setelah lulus kuliah seperti menghilang, aku tidak pernah lagi bertemu denganmu, bahkan nomor telefonmu tidak bisa aku hubungi, serta alamat rumah kamu pun juga pernah aku datangi akan tetapi kamu dan kedua orang tuamu tidak ada dirumah itu", tanya Alex kepada Dokter Rico.
"Aku sengaja pindah keNegara ini Alex, karena aku ingin melupakan kenangan buruk tentang Keluargaku disana", jawab Dokter Rico kepada Alex.
"Memangnya kenapa Rico kamu sampai ingin melupakan Keluargamu??, bukannya kamu sama kedua orang tua dan serta saudaramu baik-baik saja?? ", tanya Alex kepada Dokter Rico dengan bingung.
"Lebih tepatnya kenangan buruk Alex, karena satu Minggu setelah kita wisuda dulu, Keluargaku yaitu Ayah, Ibu, Kakak perempuanku dan adik laki-lakiku ingin liburan kesuatu tempat, dan ketika dijalan mereka kecelakaan, Ayahku yang mengendarai mobilnya tidak bisa menyeimbangkan mobilnya karena jalanan licin habis turun hujan waktu itu, akhirnya mobil yang dikendarai Keluargaku jatuh kejurang dan langsung meledak ditempat saat itu juga Alex.......... ", cerita dari Dokter Rico kepada Alex sambil menjedanya karena Dokter Rico sedang mengambil nafas karena merasa sesak teringat dengan kisah Keluarganya.
"Astaga Rico, maafkan aku, sudah tidak perlu kamu lanjutkan lagi ceritanya", kata Alex dengan nada yang sangat terkejut sekali karena baru saja mendengar cerita Keluarganya dari Dokter Rico.
"Tidak apa Alex, akan aku lanjutkan lagi ceritanya", jawab Dokter Rico kepada Alexander.
"Waktu itu aku sudah diajak oleh mereka Alex, akan tetapi entah kenapa aku rasanya malas sekali berangkat, dan aku katakan kepada mereka jika aku akan menyusul nanti saja. Ketika aku sedang asik menonton televisi aku mendapat telefon jika Keluargaku kecelakaan, tanpa fikir panjang aku langsung menuju kesana Alex, dan sesampainya disana semua Keluargaku sudah tidak ada yang masih hidup", lanjut ceritanya oleh Dokter Rico dengan tatapan yang kosong seolah sedang melihat kejadian yang dulu dialami oleh Keluarganya.
"Kenapa kamu dulu tidak mencariku atau menghubungiku Rico, kan aku bisa usahakan membantumu dulu", tanya Alex kepada Dokter Rico. Dan langsung mengalihkan pandangannya Dokter Rico kearahnya Alex.
__ADS_1
"Aku waktu itu tidak bisa berfikir dengan jernih Alex, aku depresi dengan tanpa tujuan dan niatan aku pergi keNegara ini, meninggalkan rumah peninggalan Keluargaku serta semua yang berhubungan dengan Keluargaku Lex dan akhirnya bisa bertemu dengan istriku Jeslyn diNegara ini", jawab Dokter Rico kepada Alex sambil melihat kearah istrinya yang sedang bercanda dengan anaknya Charles dan juga Ana didepan televisi.
"Dia waktu itu bagai malaikat bagiku Lex, ketika aku sering termenung dan setiap hari hanya berdiam diri ditaman yang dekat rumahnya, Jeslyn yang sering melihatku, dia yang merasa kasihan kepadaku dan mencoba mengajaku berbicara serta menghiburku, terus Lex setiap hari jika aku ketaman itu. Lama-kelamaan aku bisa tertawa, tersenyum dan bangkit lagi dari keterpurukanku berkat bantuannya Jeslyn yang sering memotifasiku Alex, dan ternyata semakin lama mengenal Jeslyn, dia adalah seorang Psikolog Lex. Ketika aku sudah bisa bangkit lagi dari rasa terpurukku waktu itu, aku mencoba melamar pekerjaan diRumah Sakit yang kemarin kamu datangi itu, setelah dua tahun bekerja dan uangku sudah terkumpul sesuai harapanku, aku memberanikan diri melamar dia dan mengajaknya menikah, dan seperti inilah Lex kehidupanku sekarang", jawab Dokter Rico kepada Alex dengan senyum yang merekah sambil terus memandangi istrinya.
"Sungguh aku tidak tahu begitu berat ternyata cobaanmu Rico, lain kali cerita saja kepadaku jika kamu membutuhkan sesuatu, siapa tahu aku bisa membantumu, oh ya dan ini kartu namaku Rico", kata Alex kepada Dokter Rico dan sambil memberikan kartu namanya kepada Dokter Rico.
"Terimakasih Alex, oh ya aku lihat Ana sudah tidak sepucat tadi, bisalah dia jika untuk diajak pulang sore ini", kata Dokter Rico kepada Alex.
"Oh ya, baiklah nanti akan aku sampaikan kepada Ana Rico", jawab Alex kepada Dokter Rico.
"Sepertinya aku harus pulang dulu Lex, lihatlah anakku sudah rewel ingin tidur sepertinya", kata Dokter Rico kepada Alex sambil tertawa kecil dan terus melihat kearah istrinya yang sedang menenangkan Charles yang sedang rewel.
"Iya baiklah, terimakasih untuk semuanya Rico, semoga kita bisa berjumpa lagi, dan jika kamu berkunjung kesana jangan lupa mampir kerumahku, ajak juga istri dan anakmu, lihatlah istriku terlihat bahagia sekali bermain dengan Charles, bahkan dia tidak terlihat seperti sedang hamil", kata Alex kepada Dokter Rico sambil mengajak berjabat tangan.
"Siap, akan aku kabari nanti", jawab Dokter Rico kepada Alex.
"Iya ayo kita pulang, aku juga sudah pamitan sama Alex sayang", jawab Dokter Rico kepada istrinya.
"Yaaaah Kak Jeslyn sama baby Charles mau pulang", kata Ana dengan cemberut.
"Kan Charlesnya rewel sayang, mau tidur tuh kan kasihan", kata Alex memberi pengertian kepada Ana.
"Lagi pula kan sebentar lagi kita akan mempunyai baby yang lucu sayang seperti baby Charles", kata Alex lagi kepada Ana sambil mengusap perut ratanya Ana.
"Ya sudah tidak apa-apa, bobok yang nyenyak ya baby ganteng", kata Ana sambil tertawa gemas kepada Charles.
Dan setelah itu Dokter Rico, beserta istri dan juga anaknya Charles mereka pulang keunit apartemennya yang masih satu gedung dengan Penthousenya Alex setelah mereka berpamitan untuk kedua kalinya kepada Ana dan juga Alex.
__ADS_1
"Oh ya Ana, kita pulang sekarang ya, Rico juga bilang jika Ana sudah bisa diajak naik pesawat", kata Alex kepada Ana yang sudah berada didalam kamar mereka.
Sedang Dokter Rico beserta Istrinya yang sudah sampai apartemen mereka yang beda lantai dengan Alex. Jeslyn bertanya kepada Dokter Rico.
"Ayah, dari penglihatan Mamah tentang Ana, tadi Ana sepertinya pernah mengalami sesuatu dikepalanya ya, jadinya pola fikirnya masih lugu dan polos seperti anak kecil pada umumnya??", kata Jeslyn kepada Dokter Rico ketika sudah sampai rumah dan sudah menidurkan Charles.
Dokter Rico yang mendengar perkataan dari istrinya, dia lalu menjelaskan kepada istrinya tentang Ana seperti yang Alex katakan kepadanya tadi.
"Tapi orang seperti Ana walau kasihan, akan tetapi dia selalu jujur apa adanya lho Yah, seperti halnya sifatnya anak kecil", jawab Jeslyn kepada Dokter Rico.
"Iya Mah Ayah tahu, jadi Ayah fikir Ana cocok bersanding dengan Alex yang sifatnya kaku dan tegas begitu", jawab Dokter Rico kepada Jeslyn sambil memeluk Jeslyn yang sedang duduk dishofa sambil menonton televisi.
Ya begitulah sekilas obrolan dari Jeslyn dan juga Dokter Rico, dan kita kembali lagi keAlex dan juga Ana.
"Iya Kak, Ana ikut saja sama Kakak", jawab Ana kepada Alex.
"Sudah Ana istirahat saja, biar Kakak yang membereskan barang-barang kita sayang", kata Alex kepada Ana.
Dan Ana hanya mengangguk lalu dia membaringkan badannya diranjang dan memejamkan matanya lagi, sedangkan Alex dia langsung mengemas semua barang bawaan yang mereka bawa.
Setelah selesai Alex menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan pesawat jetnya. Dan tak lupa Alex menghubungi Papinya yaituTuan Gavi untuk memberitahukan jika dirinya dan juga Ana akan pulang malam itu juga.
"Baiklah Xander, Papi akan menyuruh mereka menunggu dan menjaga dibandara saja kalau begitu", jawab Tuan Gavi kepada Alex tadi melalui sambungan telefonnya.
Alex yang sudah selesai semuanya, dia lalu membangunkan Ana yang sedang memejamkan matanya untuk mandi dan bersiap-siap pulang, begitupun dengan Alex dia juga ikut mandi bersama Ana, hanya mandi tidak lebih, karena Alex merasa kasihan dengan Ana yang masih terlihat pucat jika dia meminta haknya saat itu juga dan setelahnya Alex langsung bersiap-siap untuk pulang bersama Ana menggunakan Pesawat jet pribadi milik Keluarga Damara.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***