
Tara saat ini sudah berada dirumahnya, dan tadi ketika masih dirumah sakit, Dokter Bella serta Tara sudah menjelaskan dan menceritakan semuanya kepada Papah Aldric dan Mamah Angel tentang Edbert.
Walau Mamah Angel baru mengenal Tara akan tetapi Mamah Angel rasanya juga rasanya ikut marah ketika mendengar niatnya Edbert untuk mencelakai Tara.
Papah Aldric dan Mamah Angel mereka tidak bisa mengantarkan Tara pulang karena mereka setelah dari rumah sakit masih ada acara lagi yang tidak bisa mereka tinggalkan.
Dan Papah Aldric dan Mamah Angel mereka sudah merestui hubungannya Dokter Bella dengan Tara. Bahkan Papah Aldric mempunyai niatan untuk nanti menjenguk Tara dirumahnya sekalian bertemu dengan Tuan Fredo yang sebentar lagi akan menjadi besannya.
Dokter Bella dia mengambil cuti tiga hari untuk merawat Tara dirumahnya dan dia juga diijinkan tidur dikamarnya Tara. Fikir Mommy Dania dan Tuan Fredo mereka tidak akan macam-macam didalam kamar karena keadannya Tara sedang sakit.
Walau mereka bermacam-macam mereka juga sudah besar dan bisa mempertanggung jawabkan perbuatan mereka. Tuan Fredo dan Mommy Dania mempercayakan serta memberi kebebasan kepada Tara dan juga Dokter Bella.
Tuan Fredo dan Mommy Dania tidak tahu saja, Taralah yang merengek kepada Dokter Bella ingin melakukannya lagi dengan Dokter Bella ketika diwaktu malam kemarin.
Tara yang diwaktu malam hari dia yang tidak bisa tidur karena baru pertama kali tidur dikamarnya ditemani oleh seorang wanita, dan wanita itu adalah Dokter Bella, membuat Tara sulit sekali memejamkan matanya, apalagi penampilannya Dokter Bella ketika tidur sangat-sangat menggiurkan sekali baginya.
Kebiasaan Dokter Bella jika tidur adalah dia hanya memakai tank top tanpa bra dan celana hotpants yang sangat super pendek sekali, dan itu sangat memancing Tara sebagai laki-laki normal.
"Sayang, Bella", panggil Tara kepada Dokter Bella yang sudah tertidur lelap dalam tidurnya, dengan sambil mengusap wajahnya Dokter Bella, karena Tara dia tidur dengan posisi miring menghadap keDokter Bella.
"Eeeenng", dengung Dokter Bella ketika merasa terganggu dalam tidurnya karena Tara tidak cuma memanggilnya, akan tetapi juga mengusap-usap terus wajahnya.
"Bella sayang", panggil Tara lagi kepada Dokter Bella, dan Dokter Bella dengan perlahan-lahan langsung membuka matanya.
"Eh ada apa My Griy, kakinya sakit ya, atau My Griy ingin apa biar Bella ambilkan?? ", kata Dokter Bella kepada Tara ketika dia sudah benar-benar terjaga.
"Aku mau ini sayang", kata Tara sambil menarik tangannya Dokter Bella kearah adik kecilnya yang sudah On itu didalam celana kolornya.
"Tapi kamu masih sakit sayang, besok saja ya jika sudah sembuh", jawab Dokter Bella kepada Tara sambil memberi pengertian.
__ADS_1
"Tapi aku sudah tidak tahan Bella, apalagi ini kamu daritadi menggodaku", jawab Tara sambil meremas kecil squishynya Dokter Bella.
"Bagaimana dengan kaki kamu My Griy, kan tidak boleh jika digerakan terlalu banyak", jawab Dokter Bella kepada Tara.
"Kamu saja sayang yang memimpin permainannya yah, mau ya My Amanda, sakit rasanya daritadi menahannya", jawab Tara sambil memasang wajah memelasnya kepada Tara. Dan Tara semakin intens meremas squishynya Dokter Bella dari dalam bajunya Dokter Bella.
"Aaaaah, baiklah My Griy akan aku turuti", jawab Dokter Bella yang juga sudah tidak tahan karena permainan tangannya Tara disquishynya.
Dokter Bella lalu melepaskan semua yang melekat dibadannya, dan Tara dia terus melihat kearahnya Dokter Bella yang sedang melepaskan bajunya, membuat ular cobranya Tara semakin berdenyut karena sudah tidak tahan menyemburkan bisanya.
Setelah itu Dokter Bella membantu Tara melepaskan semua yang melekat dibadannya Tara, alhasil sekarang Dokter Bella dan Tara sama-sama sudah tidak memakai pakaian sama sekali.
Dokter Bella mulai mencium bibirnya Tara dengan penuh kelembutan, dengan tangannya yang bergerak memijat lembut adik kecilnya Tara, hingga semakin besar saja, setelah lama berciuman dibibir, Dokter Bella mulai menelusuri leher dan dadanya Tara sambil memberikan tanda cinta ditubuhnya Tara.
Dan sampailah Dokter Bella diular cobra miliknya Tara. Ketika Dokter Bella ingin memasukkan kemulutnya, Tara langsung mencegahnya. Tara tidak mau jika dia saja yang dipuaskan. Akan tetapi Tara juga ingin memuaskan Dokter Bella.
"Tunggu sayang", cegah Tara ketika Dokter Bella ingin memasukkan ularnya Tara kemulutnya.
"Sini duduk disini", kata Tara kepada Dokter Bella dan menyuruh Dokter Bella untuk duduk didadanya.
"Untuk apa My Griy, aku berat", jawab Dokter Bella lagi kepada Tara.
"Ayo tidak apa-apa cepat duduk", kata Tara lagi kepada Dokter Bella.
Dan Dokter Bella akhirnya mau menuruti perkataannya Tara. Dia lalu duduk dengan badan menghadap Tara.
"Sini maju sedikit kesini", kata Tara menyuruh Dokter Bella lebih mendekatkan lagi badannya.
Dan liang surgawinya Dokter Bella sudah berada tepat dengan mulutnya Tara. Tara langsung saja melancarkan aksinya, Dokter Bella yang mengerti maksudnya Tara dia tanpa disuruh langsung saja semakin menempelkannya kemulutnya Tara, dan membantu Tara supaya Tara lebih leluasa memainkan daerah intinya.
__ADS_1
"Aaaaah Taraaaa, enak", kata Dokter Bella dibuat melayang oleh lidahnya Tara didaerah intinya.
Tara semakin memperdalam lidahnya, dan dia juga membuka liangnya Dokter Bella menggunakan tangannya.
"Sayang uuuuuhhhh, Taraaaaaa", kata Dokter Bella dan Dokter Bella sudah sampai dipuncak kenikmatannya.
Dengan deru nafas yang masih membara karena baru saja pelepasan pertama, Dokter Bella langsung melepaskan diri dari mulutnya Tara, dan dia langsung saja memasukkan ular besarnya Tara kemulutnya.
Dengan gai***h yang membuncah Dokter Bella berhasil membuat Tara sudah tidak tahan lagi untuk ularnya segerandimasukkan kedalam liang surgawinya Dokter Bella.
"Sudah sayang, aku tidak kuat lagi", kata Tara untuk segera menghentikan kegiatannya Dokter Bella diterong jumbonya.
Dokter Bella yang mengerti dia langsung ganti posisi dengan duduk diatas terongnya Tara sambil menggoyangkan badannya hinga untuk beberapa lama, akhirnya keluar juga lava panas nan kentalnya milik Tara menuju ketempat yang semestinya milik Dokter Bella.
Dokter Bella dia yang capek langsung ambruk dibadannya Tara, dan dia tertidur diatas tubuhnya Tara dengan miliknya Tara yang masih berada didalam liang surga dunianya Dokter Bella
..... *********.....
Ana sendiri dia belum sama sekali menjalani terapi untuk menyembuhkan psikisnya yang sedikit tergunjang itu.
Bagaimana Ana bisa menjalankan terapi dan konsultasinya, jika Ana selalu diajak Alex kemanapun Alex pergi, dan pulang pun tidak menentu jam berapa.
Sebenarnya Alex sengaja juga selalu mengajak Ana kemanapun dia pergi, supaya Ana bisa langsung beradaptasi dengan orang banyak, dan rasa traumanya Ana sedikit demi sedikit akan sembuh dengan sendirinya.
Dokter Psikolog yang direkomendasikan untuk Ana, dia disuruh Alex datang jika Ana mengalami sesuatu hal yang tidak bisa Alex tangani. Dan Dokter itu pun menurut saja apa yang dikatakan oleh Alex.
Dan selama ini Ana masih wajar dan dia sedikit demi sedikit fikir Alex sepertinya sudah mulai bisa beradaptasi dengan dunia luar, karena dukungan Alex serta Keluarga juga.
Bahkan menurut Alex semenjak menikah dengannya Ana semakin hari dia sudah semakin bisa menggunakan instingnya sebagai wanita dewasa, walau terkadang Ana juga masih bersikap seperti anak kecil.
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***