GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 247


__ADS_3

Jam pun sudah berganti dengan hari, dan hari ini adalah ketika hari Alex berangkat kekantor, karena hari ini adalah hari Senin.


Ketika Alex baru saja sampai dikantornya, banyak karyawannya menyapa dan menegurnya dengan sapaan yang sopan dan banyak senyum tidak seperti biasanya.


Alex yang merasa aneh dengan kelakuan dari para karyawannya pun dia sudah menebak jika mereka semua seperti itu kepadanya karena video senamnya hari minggu kemarin.


Alex masuk kedalam kantor, masih sama seperti sebelum-sebelumnya, dia menunjukkan wajah tegas, dingin dan penuh berwibawa sekali.


Dan ketika Alex disapa oleh para karyawannya dia hanya mengangguk kecil dan melirik sekilas saja.


Padahal didalam hatinya Alex, dia sedikit jengkel dan tidak suka ditatap dengan tatapan berbeda dari semua karyawannya pagi itu.


Ketika Alex baru saja sampai dilantai ruangannya berada, Alex yang sudah sambut oleh Arga pun, Arga sama saja seperti para karyawan yang lainnya dikantornya Alex, menunjukkan muka menyebalkan bagi Alex.


"Pagi Bos", sapa Arga kepada Alex dengan wajah menahan suara tawanya.


Karena Arga ketika melihat Alex, dia jadi teringat dengan video senamnya Alex hari minggu kemarin.


Walau itu sudah hari Senin, tetap saja video senamnya Alex masih trending dimedia sosial manapun.


"Kenapa wajah kamu sama menyebalkannya dengan karyawan yang lainnya Arga!!, mau saya pecat!!", kata Alex dengan tegas kepada Arga.


"Eeh jangan dong Bos, itu untuk biaya pernikahanku dengan Veronica nanti", kata Arga kepada Alex sambil masih menahan suara tawanya.


Alex hanya menanggapinya dengan melirik Arga dengan lirikan mautnya.


Setelah Alex langsung saja masuk kedalam ruangannya, sedangkan Arga langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali, ketika sudah melihat Alex masuk kedalam ruangannya, namun dengan suara tertahan, sebab takut jika suara tawanya terdengar oleh Alex yang ada didalam ruangannya.


Sedangkan disaat Alex sudah sampai didalam ruang kantornya pun, dia langsung saja melonggarkan sedikit dasinya karena merasa tercekik karena tatapan dari para karyawannya tadi.


"Sungguh sangat menyebalkan sekali, ini semua gara-gara Ana, untung sayang, jika tidak sudah aku hiiiiiiiihh", kata Alex menggerutu sendiri sambil menggertakan gigi putihnya itu.


"Sudahlah, aku mau lanjut bekerja saja", kata Alex dan dia langsung saja melakukan pekerjaannya lagi.

__ADS_1


Alex langsung saja larut dalam pekerjaannya, dan tidak mau memusingkan lagi semua tatapan orang kepadanya.


Berbeda dengan Alex, berbeda pula dengan Tara.


Tara yang tadi baru saja sampai dikantornya, dia yang mendapatkan tatapan aneh dari para karyawannya, dia tidak merasa ilfill seperti Alex.


Malah sebaliknya, dia memasang tampang sok cool sambil membalas sapaan dari para karyawannya dengan mengangguk dan tersenyum manly sekali.


Membuat kadar ketampanannya Tara naik satu tingkat pagi itu.


Dan ketika Tara sampai didalam ruang kantornya pun, dia langsung saja tersenyum dengan sangat lebar sekali.


"Sungguh gara-gara pasangan somplak itu, aku semakin terkenal saja", kata Tara sambil duduk dikursi kerjanya dan sambil menampilkan senyum senangnya.


Dan yang dimaksud oleh Tara pasangan somplak adalah Alex dan juga Ana.


"Bangga aku memiliki adik seperti Ana, walau sedikit rada, tapi dia selalu membuat kami bahagia terus", kata Tara untuk Ana sambil tertawa cukup keras sekali didalam ruangannya.


Kembali kekantornya Damara.


Alex yang lagi sedang terlarut dalam pekerjaannya dia sampai tidak sadar, jika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Arga yang teringat jika Alex ada meeting dijam itu pun, dia langsung saja mengetuk pintu ruangannya Alex untuk mengingatkan jadwalnya kepada Alex.


"Ya sudah kamu duluan saja keruang meetingnya, saya mau menyimpan file ini dulu", kata Alex kepada Arga yang sudah berada didepan meja kerjanya, tanpa menatap kearahnya Arga sama sekali.


"Baik Bos", jawab Arga kepada Alex.


Dan Arga langsung saja berlalu pergi dari dalam ruangannya Alex menuju keruang meeting yang sudah disiapkan oleh karyawannya Alex tadi.


Sekitar lima belas menit kemudian, Alex baru saja sampai diruang meeting, dan dia langsung saja disambut oleh para clientnya dengan senyum ramah dan sopan sekali.


"E kala mai i koʻu hōʻea ʻana mai lohi iki, no ka mea, pono e hoʻopau mua i kaʻu hana",

__ADS_1


(maafkan saya yang sedikit terlambat datangnya, karena harus menyelesaikan pekerjaan saya terlebih dahulu tadi)", kata Alex kepada clientnya menggunakan bahasa Hawaii sambil tersenyum sangat ramah sekali.


Sebab Clientnya Alex kali ini dia asli orang Hawaii yang ingin mengajak kerjasama Alex untuk mendirikan sebuah resort dan hotel serta restoran berbintang didaerah pesisir pantai yang ada dinegara Hawaii.


"ʻAʻole maikaʻi e Mr Damara, hoʻomaopopo mākou i kou ola paʻahana ma ke ʻano he alakaʻi o kahi hui nui ma nā ʻāina like ʻole",


(Tidak apa-apa Tuan Damara, kami mengerti akan kesibukan anda yang sebagai pemimpin perusahaan besar diberbagai negara)",, jawab clientnya Alex kepada Alex sambil tersenyum sangat ramah sekali juga.


Dan Alex lalu mempersilahkan duduk kesemua clientnya itu yang berjumlah tiga orang perwakilan dari Perusahaan asing yang ada diNegara Hawaii.


"ʻAe, e Mr Damara, mahalo nui au iā ʻoe ma ke ʻano he alakaʻi no ka hoʻokipa ʻana i nā mea a pau e like me ia, No ka mea, e mālama mau nā alakaʻi i ko lākou ʻano ma laila, ʻAʻole naʻe ʻoe, a ʻo ia kaʻu i ʻoi aku ke kahaha iā ʻoe e Mr. Damara",


(Oh ya Tuan Damara, saya sangat mengapresiasi anda sebagai pemimpin mau menghibur semua orang seperti itu,


Karena semua pemimpin pasti selalu menjaga sikapnya diluar sana,


Tapi anda tidak, dan itu membuat saya semakin kagum saja kepada Anda Tuan Damara", kata clientnya Alex kepada Alex sambil tersenyum sopan dan ramah serta manis kepada Alex.


Alex yang mendengar perkataan dari clientnya itu, dia hanya bisa tersenyum garing saja kepada clientnya itu.


"Huuuhhh~~~~", batin Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar karena Alex tidak tau mau menaggapinya bagaimana, sebab Alex merasa sangat malu sekali jika diingatkan tentang video senamnya itu.


"Mahalo iā ʻoe no kāu hoʻomaikaʻi ʻana e Mr. Pomaikaʻi, e kamaʻilio koke kāua e pili ana i kā mākou papahana nui",


(Terimakasih atas pujian anda Tuan Pomaika'i, mari kita segera bahas proyek besar kita)", kata Alex mengalihkan pembicaraan karena dia merasa tidak nyaman ketika disinggung tentang video senamnya tadi.


"Ok Mr Damara", (Baik Tuan Damara)",, kata Tuan Pomaika'i kepada Alex sambil tersenyum manis.


Dan mereka semua langsung saja membahas proyek besar mereka untuk beberapa bulan yang akan datang, yang pastinya akan menghasilkan omset yang sangat besar sekali nantinya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2