GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 116


__ADS_3

Pagi harinya, Dokter Bella yang sudah terbangun lebih dahulu dari Tara sekitar pukul enam pagi dia langsung berusaha duduk dengan badan yang disandarkan kekepala ranjangnya.


Dokter Bella yang terduduk diranjang sebelum bangun dia melihat terlebih dahulu kearah suaminya yang sedang tertidur dengan begitu seksinya dimatanya itu.


Tanpa sadar Dokter Bella dia tersenyum dan juga mengusap lembut rambutnya Tara sambil melihat muka tampannya Tara ketika dalam keadaan tertidur lelap begitu.


Dokter Bella setelah begitu kepada Tara, dia langsung beranjak dari atas ranjang menuju kedalam kamar mandi untuk melakukan rutinitasnya didalam kamar mandi setelah bangun tidur.


Tiga puluh menit kemudian Dokter Bella sudah selesai berada didalam kamar mandi. Setelah keluar dari dalam kamar mandi, Dokter Bella mengambil ponselnya dan duduk dishofa yang ada didalam kamarnya untuk membeli dan memesan makanan sambil menunggu suaminya terbangun dari tidur tampannya.


Sektar jam tujuh pagi Tara akhirnya terbangun juga dari tidurnya, sedangkan Dokter Bella yang tadi setelah selesai memesan makanan dia langsung saja menyiapkan sambil juga mengecek barang-barang yang akan mereka bawa.


"Sudah bangun daritadi sayang??", tanya Tara kepada Dokter Bella sambil memeluk Dokter Bella dari belakang ketika Dokter Bella sedang sibuk mengecek kembali barangnya yang ada didalam koper.


"Sudah dari jam enam tadi My Griy", jawab Dokter Bella kepada Tara tanpa terusik dengan Tara yang terus menciumin tengkuknya.


"Kenapa dicek terus sayang, jika ada yang kelupaan kita beli saja disana", kata Tara kepada Dokter Bella ketika melihat Dokter Bella yang terus mengecek isi didalam koper.


"Tapi kan..........", perkataan dari Dokter Bella terputus dengan perkataannya Tara.


"Sudah, jika disuruh untuk membeli sama pabriknya aku mampu ko sayang, kenapa mesti pusing sih", kata Tara kepada Dokter Bella sambil membalikkan badannya Dokter Bella menghadap kearahnya.


"Iya-iya baiklah suamiku yang kaya, aku percaya, sekarang mandi sana, bau tahu, sebentar lagi juga makanan kita sampai yang aku pesan tadi", kata Dokter Bella kepada Tara sambil mencubit gemas hidung mancungnya Tara.


"Cium dulu dong", kata Tara kepada Dokter Bella.


"Tidak mau, nanti bisa berlanjut dan akan kesiangan kita berangkatnya", jawab Dokter Bella kepada Tara.


"Baiklah istriku, aku mau mandi dulu kalau begitu", jawab Tara sambil tersenyum manis kepada Dokter Bella dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Singkat cerita setelah selesai mandi, makan dan beberes semua barang-barang mereka, tepat pukul delapan lebih sepuluh menit, Tara dan juga Dokter Bella mereka akhirnya sampai juga dibandara.


Tara dan juga Dokter Bella kebandaranya sengaja tidak ingin diantar oleh para Keluarganya, karena mereka yang memintanya dan Tara serta Dokter Bella juga sudah pada berpamitan sebelumnya kepada para Keluarga mereka semuanya.


Hari ini Tara dan juga Dokter Bella ingin berangkat berbulan madu dipulau pribadi miliknya Tara yang dari dua tahun lalu dibelinya itu menggunakan pesawat jet pribadi milik Keluarga William.


Didalam pulau itu sudah ada rumah mewah komplit beserta isi dan para pelayan yang siap melayani mereka.


Para pelayan dan juga anak buahnya Tara yang menjaga pulau beserta rumahnya Tara mereka disediakan tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari rumah utama yang ada dipulau itu.


Untuk pasokan makanan dan kebutuhan mereka yang lain, setiap seminggu sekali akan ada sebuah helikopter mengirimkan pasokan semua kebutuhan yang diperlukan untuk para pekerjanya Tara.


Dan helikopter itu juga milik Keluarga William. Didalam pulau itu juga sudah ada landasan untuk pesawat yang sudah disiapkan oleh Tara dan fasilitas didalam pulau itu tidaklah main-main.


Tara dan juga Dokter Bella mereka pergi menggunakan pesawat jet pribadi milik Keluarga William yang sudah disiapkan dilandasan bandara daritadi.


Setelah menempuh beberapa jam diudara akhirnya pesawat jet yang ditumpangi oleh Tara dan juga Dokter Bella sampai juga dipulau miliknya Tara.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya", sapa semua para pekerjanya Tara beserta para anak buahnya kepada Tara dan juga Dokter Bella yang baru saja turun dari dalam pesawat jet.


Tara dan juga Dokter Bella mereka berdua hanya mengangguk dan tersenyum saja mendengar sapaan para asisstan rumah tangga maupun para anak buahnya Tara yang sudah menyambut kedatangannya mereka berdua.


"Bagaimana sayang, apakah kamu suka dengan pulauku ini, dan sekarang juga sudah menjadi pulau kamu", kata Tara kepada Dokter Bella sambil berjalan santai menuju kerumah utama yang ada disitu.


Karena landasan pesawat yang ada dipulaunya Tara tidak jauh dari rumah utama, dan ketika Tara serta Dokter Bella ditawari ingin naik mobil, Dokter Bella ingin jalan kaki saja sambil menikmati pemandangan yang ada disekitar pulau.


"Suka Sayang, pulaunya sangat bagus dan indah", jawab Dokter Bella kepada Tara dengan tersenyum senang sekali.


Sambil bergandengan tangan dengan mesra, Tara dan juga Dokter Bella terus berjalan menyusuri jalan sambil berbincang mengenai pemandangan yang ada disekitar pulau.

__ADS_1


Dan tak lupa puluhan anak buah dan beberapa asisstan rumah tangga serta para pelayan yang menyambut kedatangan Tara dan juga Dokter Bella tadi berjalan rapi dibelakang mereka.


Serta ada sebagian juga yang berada dirumah utama untuk menyiapkan segala keperluan yang nantinya akan dibutuhkan oleh Tara dan juga Dokter Bella.


Tara dan juga Dokter Bella yang sedang berjalan menuju kerumah utama mereka begitu sangat menikmati udara sejuk yang ada dipulau itu, serta menikmati suara deburan ombak air laut yang tenang membuat jiwa mereka seperti menyatu dengan alam.


Karena pulau pribadi miliknya Tara berada dekat dengan pantai dan laut.


Dokter Bella dia begitu bahagia sekali berada dipulau pribadi milik suaminya itu, karena dia baru pertama kali pergi kesebuah pulau pribadi.


Setelah beberapa menit berjalan kaki akhirnya Tara dan juga Dokter Bella sampai juga dirumah utama yang ada dipulau itu.


Rumah yang cukup mewah itu, membuat Dokter Bella tambah senang sekali ketika berada dipulau itu.


Dan ketika baru saja sampai didalam kamar utama yang ada dirumah mewah itu, Tara langsung saja memeluk Dokter Bella yang sedang sibuk memperhatikan interior kamar mereka.


"Aku sudah tidak tahan sayang, ingin melakukan itu disini, karena semalam aku sudah berpuasa menahannya", kata Tara kepada Dokter Bella sambil memeluk Dokter Bella dari belakang dengan telapak tangan kekarnya Tara sudah menangkup indah dibukit squishynya Dokter Bella.


"Apa ini tidak terlalu siang sayang kita melakukan itu, aaaah", jawab Dokter Bella kepada Tara sambil mend***h karena Tara meremas lembut bukit squishynya Dokter Bella.


"Tidak ada kata terlalu siang atau terlalu pagi untukku sayang", kata Tara sambil memberikan tanda cinta ditengkuknya Dokter Bella.


"Aaaaaaah", de***h reflek dari Dokter Bella, karena Tara tidak cuma memberikan tanda cinta ditengkuknya Dokter Bella, melainkan tangannya sudah bermain cantik diatas pucuk squishynya Dokter Bella.


...πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—...


Yang panas-panas plus-plusnya dipart selanjutnya saja ya readersπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2