
Alex langsung saja juga berlalu masuk lagi kedalam kamarnya ketika dia sudah melihat Arga sudah berlalu pergi dari depan penthousenya.
"Sayang ini bajunya, jika mau mandi sekarang bajunya Kakak taruh disini ya", kata Alex kepada Ana yang sedang asik menonton televisi.
Ana hanya menjawab anggukan saja kepada Alex, dan ketika Ana sedang asik menonton televisi dia tiba-tiba mendengar dering ponselnya yang berbunyi diatas meja samping ranjang.
"Halo siapa ini?? ", kata Ana sambil mengangkat sambungan telefonnya yang berbunyi tadi dan tidak melihat nama siapa yang tertera dilayar panggilan masuk, karena matanya Ana masih fokus menonton film kartun kesukaannya.
"Sayang, kamu pasti sedang menonton televisi ya, makanya tidak melihat nama siapa yang menelfonmu?? ", kata orang itu kepada Ana.
Kemudian Ana mengalihkan pandangannya kearah layar ponselnya untuk melihat siapa yang sedang menelfonnya, sedangkan Alex tadi dia setelah menaruh bajunya Ana, dia berlalu keluar kamar menuju kedapur untuk mengambil sesuatu.
"Oh Mommy, iya Ana sedang menonton televisi Momm, ada film kartun bagus yang sedang tayang", jawab Ana kepada orang yang menelfonnya yang ternyata adalah Mommy Dania.
"Kamu sedang dimana sayang, Mommy main kerumah kamu, kata asisstan rumah tangga disini kamu sama Xander belum pulang kerumah", kata Mommy Dania kepada Ana.
"Ana lagi diajak Kak Xander main kepenthousenya Momm digedung apartemennya Kak Xander yang paling tinggi", jawab Ana dengan masih fokus menonton televisi.
"Oh ya sudah kalau begitu, tadi Mommy bawakan roti sama puding kesukaanmu, Mommy sudah menyuruh Bi Lena menyimpannya, kalau begitu Mommy pulang dulu ya sayang", kata Mommy Dania kepada Ana.
"Iya Momm hati-hati dijalan, kalau jalan jangan sampai jatuh, nanti Daddy bisa marah", jawab Ana kepada Mommynya sambil terus fokus kekartun yang sedang tayang itu.
Mommy Dania tertawa kecil mendengar pesan dari Ana, dan setelah Mommy Dania berpamitan lagi kepada Ana akhirnya panggilan telefon mereka benar-benar terputus.
"Siapa sayang yang menelfon tadi?? ", tanya Alex kepada Ana yang sudah masuk lagi kedalam kamar.
"Mommy", jawab singkat Ana kepada Alex.
"Sayang mandi yuk setelah itu kita cari makan, perut Kakak sudah sangat lapar sekali nih", kata Alex lagi kepada Ana.
"Hmmm", jawab singkat Ana kepada Alex.
Dan Alex hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Ana yang sangat serius menonton film kartun itu. Alex langsung berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk mandi terlebih dahulu setelah selesai dia menyuruh Ana juga mandi dan memakai pakaian yang tadi baru saja diantarkan oleh Arga.
"Kamu sangat cantik sayang", kata Alex kepada Ana yang sedang bercermin didepan cermin besar yang ada didalam kamarnya Alex.
"Bajunya sangat cantik sekali Kak, ini ada mutiaranya kecil-kecil lucu, Ana suka", kata Ana dengan senangnya sambil mengagumi gaun yang tadi baru dibelikan Alex lewat Arga.
"Ayo kita keluar sayang, Kakak juga sudah selesai", kata Alex kepada Ana dengan berdiri disampingnya Ana sambil merangkul pinggang Ana dengan mesra.
"Bajunya Kakak sama seperti gaunnya Ana, sangat serasi yah Kak kita", kata Ana kepada Alex.
__ADS_1
"Istri Kakak sudah tau kata serasi sekarang", kata Alex sambil mencubit gemas hidungnya Ana.
Dan Ana hanya tersenyum serta tertawa kecil menanggapi perkataannya Alex.
Tak perlu berdandan wah untuk memikat hatinya Alex, bahkan Ana jika pergi dengan Alex dia hanya berdandan sebisanya saja dan semampunya yang Ana bisa.
Sederhana tapi masih terlihat serasi jika berjalan dan bergandengan dengan Alex. Dan masih belum banyak yang mengetahui jika Ana adalah istri sah dari Alexander Damara, karena Alex dan Ana belum mengadakan resepsi pernikahannya mereka.
........ **********..... ...
"Si***n dia, beraninya dia mencelakaiku, dan apa dia ingin aku bunuh", kata Tara sambil mengepalkan tangannya.
Kembali keTara dan Dokter Bella, ketika Tara berkata seperti itu Dokter Bella sedikit terkejut mendengar perkataannya Tara.
"Sudah sayang, jangan fikirkan itu dulu, perintahkan saja anak buah kamu untuk menanganinya ya, sekarang My Griy fokus dulu sama kesembuhan kakinya saja, dan aku berjanji akan merawat My Griy sampai sembuh", kata Dokter Bella mencoba menenangkan Tara yang sedang menahan emosi itu.
Sebelum Tara menjawab perkataannya dari Dokter Bella, tiba-tiba pintu ruangannya Tara terbuka dari luar, dan pelakunya adalah bodyguardnya Tara yang membukakan pintu untuk Tuan Fredo.
Akan tetapi Tuan Fredo sebelum keruangannya Tara, dia yang baru datang bersama para bodyguard yang selalu mengawalnya mereka semua langsung menuju kepos keamanan rumah sakit terlebih dahulu dan Tuan Fredo ketika sudah sampai dipos keamanan Rumah Sakit dia langsung melihat Edbert yang sudah babak belur dihajar oleh para bodyguardnya Tara.
Sedangkan para petugas keamanan rumah sakit mereka hanya bisa diam saja tanpa berani melerai, karena para petugas keamanan rumah sakit tahu siapa itu Tara.
"Anda yang sudah berani menabrak anak saya, apa motif kamu sebenarnya", kata Tuan Fredo kepada Edbert dengan nada dinginnya.
"Berani-beraninya kamu, seharusnya kamu malu, kamu yang menghianati Bella dan sekarang kamu ingin mengejarnya ketika dia sudah memilih anak saya menjadi pendampingnya", kata Tuan Fredo dengan geram kepada Edbert.
"Anak anda yang sudah mengambil Bella dariku Tuan", jawab Edbert dengan berani kepada Tuan Fredo, dan Edbert langsung mendapat tamparan yang cukup keras dari salah satu bodyguardnya Tuan Fredo.
Dan Edbert tidak bisa membalas karena kedua tangan dan kedua kakinya sudah diikat semua oleh para anak buahnya Tara.
"Jika anak saya yang merebut Bella darimu, terus siapa ketika Bella melihatmu tidur dengan wanita lain itu?? Hantu!! ", jawab Tuan Fredo kepada Edbert sambil tersenyum miring bak mengejek Edbert.
Tuan Fredo lalu mendapat bisikan lagi dari salah satu anak buahnya, dan setelah itu Tuan Fredo tiba-tiba mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo Tuan Fredo, apa ada yang bisa saya bantu??", kata seorang yang ditelefon oleh Tuan Fredo.
"Halo Tuan Wallace, senang berbicara dengan Anda, dan saya hanya ingin mengatakan jika anak anda Edbert akan saya masukkan kedalam penjara karena sudah berani mencoba mencelakai anak saya Tara Tuan Wallace", kata Tuan Fredo sambil melihat kearahnya Edbert.
Ternyata bodyguardnya Tara tadi membisikkan jika Edbert anak dari Tuan Wallace, salah satu rekan bisnisnya Tuan Fredo.
Dan Edbert yang mendengar perkataan dari Tuan Fredo dia hanya bisa diam sambil melihat kearahnya Tuan Fredo dengan mata yang molotot.
__ADS_1
"Maksud anda bagaimana Tuan Fredo, mohon bisa jelaskan kepada saya Tuan Fredo", kata Tuan Wallace dengan sangat terkejut mendengar perkataan dari Tuan Fredo.
"Saya tidak ada waktu untuk menjelaskannya kepada anda Tuan Wallace, sampai jumpa dipengadilan nanti dan saya jamin anak anda akan berada didalam penjara dengan waktu yang sangat lama, karena banyak saksi mata yang melihat kejadian itu", kata Tuan Fredo lagi kepada Tuan Wallace, dan Daddy dari Tara dia langsung mematikan sambungan telefonnya kepada Tuan Wallace.
Sedang Tuan Wallace yang baru saja pulang dari kantor dia sangat-sangat terkejut sekali mendengar kabar dari salah satu rekan bisnisnya sekaligus salah satu orang yang berpengaruh dinegara dimana dia tinggal sekarang.
"Bawa dia kekantor polisi dan beri pernyataan dan bukti-bukti yang akurat untuk memberatkannya ketika didalam penjara", perintah tegas dari Tuan Fredo kepada para anak buahnya.
"Baik Tuan", jawab salah satu anak buahnya dan mereka langsung tahu harus berbuat apa untuk menjalankan semua perintah dari Tuan Fredo.
Tuan Fredo setelah memberi perintah0 kepada anak buahnya, dia langsung berpamitan formal kepada para petugas rumah sakit dan Tuan Fredo lalu meminta dia diantarkan keruang perawatannya Tara oleh salah satu bodyguardnya Tara.
Dan disinilah Tuan Fredo sudah masuk kedalam ruang perawatannya Tara, yang membuat Dokter Bella sedikit canggung dan malu.
Dokter Bella dan Tuan Fredo mereka saling pandang dan mereka saling melempar senyum satu sama lainnya. Akan tetapi sebelum Tuan Fredo bertanya kepada Dokter Bella, pintu ruang perawatannya Tara terbuka lagi dengan begitu kasarnya, dan kali ini yang membukanya sendiri adalah Ibu Negara, alias Mommy Dania dengan muka yang sangat khawatirnya.
"Tara Nak, ya ampun bagaimana ini bisa terjadi Nak, syukurlah kamu tidak terluka terlalu parah", kata Mommy Dania kepada Tara dengan ekspresi yang sungguh sangat khawatir sekali.
"Ketika Mommy tadi ditelfon Daddy jika kamu ditabrak oleh orang yang sedang mabuk sambil mengendarai mobilnya, sungguh Mommy sangat terkejut sekali Nak", kata Mommy Dania lagi kepada Tara.
Membuat Tara langsung mengalihkan pandangannya kepada Daddynya. Dan Tuan Fredo dia memberi kode kepada Tara melalui kedipan mata serta anggukan. Tuan Fredo sengaja berbohong kepada istrinya, karena Tuan Fredo tidak mau membuat Mommy Dania terlalu takut dan khawatir terhadap keadaannya Tara.
Sedangkan Dokter Bella langsung mengalihkan pandangannya kepada Tara ketika dia mendengar perkataannya Mommy Dania.
"Hanya terkilir sedikit Mommy, paling cuma beberapa minggu lagi baru bisa sembuh, membuat Tara terpaksa harus mengundur pernikahannya Tara dengan Bella Mommy", jawab Tara kepada Mommynya.
Membuat Mommy Dania dia langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Dokter Bella yang masih lengkap memakai jas Dokternya yang berdiri diseberang brankarnya Tara.
"Eh ada Nak Bella ternyata, maafkan Mommy yang tadi tidak sadar ada Nak Bella disini", kata Mommy Dania kepada Dokter Bella, membuat Dokter Bella menjadi tambah canggung dibuatnya.
"Tidak apa-apa tante, saya maklum", jawab Dokter Bella kepada Mommy Dania.
"Mommy, panggil Mommy saja ya Nak, sama seperti Tara", jawab Mommy Dania sambil tersenyum kepada Dokter Bella.
"Iya Mommy", kata Dokter Bella sambil tersenyum kaku kepada Mommy Dania.
"Itu kamu apa juga sedang sakit Nak, kenapa memakai syal yang seperti itu?? ", tanya Mommy Dania membuat Dokter Bella langsung diam dan bingung mau menjawab apa.
Sedangkan Tara dia tersenyum dan tertawa kecil mendengar perkataan dari Mommynya, dan Tuan Fredo dia langsung menggelengkan kepalanya ketika mendengar perkataan dari istrinya.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***