
Tuan Gavi yang melihat beberapa bodyguardnya Alex berjaga diluar kantor dengan berpakaian aneh membuat Tuan Gavi merasa heran ketika dia melihatnya.
Tuan Gavi dia langsung saja masuk kedalam kantornya dan langsung masuk kedalam lift, sesampainya dilantai dimana ruangannya berada, Tuan Gavi tidak langsung melangkahkan kakinya keruang kantornya melainkan keruangannya Alex.
Sama seperti diluar kantor, didalam kantor tepatnya didepan ruangannya Alex Tuan Gavi juga melihat para anak buahnya Akex berpakaian sama seperti yang diluar kantor.
Tuan Gavi dia langsung saja masuk keruang kerjanya Alex tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, dan ketika Tuan Gavi masuk dia meliat Ana sedang memainkan bola dunia diatas meja dekat shofa ruangannya Alex sambil memakan buah-buahan yang terhidang diatas meja.
Sedang Alex dia seperti biasa sedang larut dalam pekerjaannya. Walau Ana didalam ruangannya Alex seringnya dia tidak berbuat apa-apa akan tetapi Ana lebih nyaman seperti itu daripada harus berjalan-jalan melihat kantornya Alex.
Jika Ana ikut Alex bekerja, Alex seperti mengasuh Ana sambil bekerja, karena setiap beberapa menit sekali Alex selalu melihat Ana karena takut jika Ana sampai terjatuh, dan berakibat fatal untuk calon baby mereka.
Alex dan juga Ana mereka berdua langsung saja mengalihkan pandangannya kepada seseorang yang membuka pintu ruangannya Alex tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Papi", kata Ana ketika melihat Tuan Gavi masuk kedalam ruangannya Alex. Sedang Alex dia langsung saja melanjutkan lagi pekerjaannya ketika ternyata Papinya yang masuk kedalam ruangannya, dan Alex tidak memperdulikannya.
"Eh ada menantu Papi yang cantik ini, apa kabar Ana dan calon cucunya Papi yang ada didalam perut sana", kata Tuan Fredo menyapa Ana dan dia langsung saja duduk dishofa seberangnya Ana.
"Baik Papi, ini dedeknya tambah besar diperutnya Ana", jawab Ana dengan polosnya kepada Tuan Gavi, dan Tuan gavi dia langsung tertawa ketika mendengar perkataannya Ana, sedang Alex dia juga mendengarnya dan dia hanya tertawa kecil sambil masih fokus mengerjakan pekerjaannya.
"Oh ya Papi sudah melihat pakaian barunya bodyguardnya Kak Xander belum diluar", kata Ana lagi kepada Tuan Gavi.
Dan memang itu tujuannya Tuan Gavi ingin menanyakannya kepada Alex, akan tetapi Ana sudah menayakan terlebih dahulu kepadanya.
"Sudah Ana, tapi kenapa sih mereka memakai pakaian itu, Ana tahu tidak??", kata Tuan Gavi kepada Ana.
__ADS_1
Alex dia membiarkan saja Papinya mengobrol dengan istrinya dan menjadi korban kepolosan dari istrinya.
"Itu Ana yang meminta kepada Kak Xander Pi, habisnya Ana jenuh melihat mereka semua memakai pakaian yang berwarna hitam kalau tidak hitam ya abu-abu, jadi Ana meminta kepada Kak Xander untuk meminta mereka berpakaian seperti itu", jawab Ana kepada Tuan Gavi.
Tuan Gavi dia langsung saja terkejut mendengar perkataannya Ana, dan akhirnya sekarang dia tahu kenapa para bodyguardnya Alex berpakaian seperti itu.
"Papi suka kan dengan penampilan baru mereka, membuat mata Ana menjadi segar rasanya", kata Ana lagi kepada Ayah Mertuanya itu.
"Iya suka, yang penting Ana bahagia dan calon babynya juga bahagia serta sehat Papi pasti bahagia", jawab Tuan Gavi kepada Ana sambil tersenyum manis.
Ketika Ana dan Tuan Gavi sedang asik mengobrol terdengarlah pintu ruangannya Alex diketuk dari luar, ketika sudah dipersilahkan masuk oleh Tuan Gavi ternyata Argalah yang masuk kedalam ruangannya Alex untuk memberikan berkas laporan para staffnya yang sudah mensurvei proyek secara langsung.
Arga ketika masuk dia melihat Tuan Gavi dan juga Ana dia langsung saja menyapa ramah kepada Tuan Gavi dan juga Ana, Tuan Gavi hanya mengangguk saja kepada Arga sedang Ana dia diam saja sambil melihat Arga dengan tatapan yang berbeda.
Ketika sudah selesai menyerahkan berkas laporan itu kepada Alex, dia langsung saja permisi keluar untuk melanjutkan lagi pekerjaannya. Sedang Tuan Gavi dia yang sudah puas mengobrol dengan Ana, dia juga berpamitan kepada Ana untuk kembali keruangnnya, dan Ana hanya mengangguk sambil tersenyum manis saja kepada Tuan Gavi.
Alex yang larut dalam pekerjaannya, dia merasa sepi dan tidak mendengarkan suara berisik dari Ana, ketika Alex mendongakkan kepalanya, Alex melihat Ana sudah tertidur dengan lelap diatas shofa.
Alex langsung saja berinisiatif beranjak dari duduknya untuk memindahkan Ana kedalam kamar rahasianya, supaya Ana bisa tidur dengan nyenyak dan nyaman, untuk badannya dan juga baby yang dikandung Ana.
Dengan hati-hati sekali Alex mengangkat Ana kedalam pelukannya, Ana langsung saja menempelkan dengan erat wajahnya kedadanya Alex sambil menghirup aroma parfumnya Alex yang menenangkan.
Kehamilannya Ana termasuk kehamilan yang standar tidak bermacam-macam dalam mengidamnya, masih wajar-wajar saja menurutnya Alex. Setelah Alex sudah menaruh Ana diranjang dan juga sudah menyelimuti Ana yang ada didalam kamar rahasianya, Alex langsung saja berlalu keluar dari dalam kamar itu.
Dua jam sudah Ana ternyata tertidur, dan perutnya Ana juga sudah merasakan lapar lagi, akan tetapi ketika Ana melihat remot televisi tergeletak diatas meja yang ada disamping ranjang, Ana langsung saja menyalakan televisi itu.
__ADS_1
Tanpa diduga ketika Ana baru saja menyalakan televisi gambar yang pertama muncul adalah seekor ikan hiu yang sedang membuka mulutnya ingin memakan mangsanya. Ana yang terkejut dia langsung saja menutup matanya sambil mematikan televisi itu.
"Hiunya menakutkan, coba saja gambar hiunya seperti baby shark pasti kan lucu", gerutu Ana ketika sudah mematikan sambungan televisi itu.
"Apalagi jika Kak Xander dan Kak Arga yang menjadi baby sharknya, makin tambah lucu itu", gerutu Ana lagi dengan tidak sadar.
Tiba-tiba dia langsung tersadar dengan perkataannya, dan dia menjadi ingin sekali melihat Alex dan juga Arga memakai kostum baby shark dan sambil bernyanyi dan berjoget lagu baby shark.
Ana langsung saja keluar dari dalam kamar rahasianya Alex, dan ketika sudah keluar Ana tidak melihat Alex dimeja kerjanya dan didalam ruangannya. Ana langsung saja berinisiatif untuk mencari Alex keluar, dan ketika Ana baru saja membuka pintu, dia langsung ditanya oleh para bodyguard yang sedang berjaga diluar ruangannya Alex.
"Nyonya Ana mau kemana??, Nyonya Ana apa sedang mencari Tuan Alex, beliau sedang meeting Nyonya, mari akan saya antarkan", kata salah satu bodyguardnya Alex kepada Ana, dan Ana dia hanya mengangguk saja kepada bodyguard itu.
Ana langsung saja diantarkan oleh para bodyguardnya untuk menemui Alex, dan sesampainya didepan ruang meeting, Ana langsung saja dibukakan pintunya oleh salah satu bodyguard, dan Ana dia langsung saja masuk kedalam.
Ketika suara pintu berbunyi dan msuklah Ana, langsung saja mengalihkan pandangan peserta rapat kearahnya Ana.
"Ehemm", Alex sengaja berdeham untuk menyadarkan para staffnya yang kebanyakan laki-laki yang ada diruangan itu jika yang dilihat mereka itu adalah istrinya.
Para staff laki-laki yang mendengar suara dehaman dari Alex mereka semua langsung saja mengalihkan pandangannya kearah pekerjaan mereka masing-masing yang ada dihadapannya.
Alex langsung menyambut hangat kedatangannya Ana, dan dia langsung saja menuntun Ana untuk duduk dikursinya, sedang Alex duduk dikursi yang ada disebelahnya Ana.
...πππππππππππππ...
Alex tidak tahu saja, sebentar lagi, dia juga akan mengalami fase mengidamnya Anaππ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***