GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 232


__ADS_3

Pagi ditempat penthousenya Alex, Alex yang sudah bangun lebih dulu dari Ana, dia lalu menyandarkan badannya kesandaran ranjang sambil melihat Ana dan juga tangannya sambil mengusap-usap rambut kepalanya Ana dengan sayang.


Alex yang lagi seperti itu, dia tiba-tiba teringat dengan kisahnya dulu ketika bertemu dengan Ana direstoran waktu itu.


Sungguh Alex yang waktu itu sangat marah-marah kepada Arga karena harus meeting ditempat umum seperti itu, bukannya ditempat yang VIP atau VVIP, namun nyatanya dari situlah kisah cintanya bermula.


Alex yang membayangkan itu semua, dia tidak sadar jika bibirnya menyunggingkan senyum yang manis.


"Tidak aku sangka, gadis yang dulu aku kira cuma kedok belaka dengan keluguannya, ternyata dia benar-benar lugu dan membuatku benar-benar cinta mati dengannya", kata Alex sambil melihat Ana dan sambil juga masih mengusap rambutnya Ana.


Mereka berdua saat ini masih belum memakai pakaian mereka sama sekali.


Walau Alex tahu hari itu dia harus berangkat kekantor, namun kebahagiaannya Ana yang terpenting baginya.


Jadi Alex sekarang lebih mementingkan Ana dan menunggu Ana untuk bangun terlebih dahulu dari tidur cantiknya itu.


Apalagi semalam, Ana sudah Alex gempur seperti itu, pastinya Ana saat ini sangat capek sekali.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, dan Alex yang melihat Ana masih tertidur pulas, dia putuskan untuk beranjak dari atas ranjang untuk mandi dan membersihkan badannya terlebih dahulu.


Lima belas menit kemudian, Alex yang sudah selesai mandi, dia langsung saja keluar hanya menggunakan handuk sepinggangnya saja.


Dan Alex juga melihat Ana masih saja tidur dengan lelap diatas ranjang.


Sebelum Alex berganti baju, dia putuskan untuk berjalan menuju keranjang dan menggoda Ana dengan memberikannya beberapa ciuman diwajahnya.


Ana yang sedikit terganggu dengan bibirnya Alex yang menciumin wajahnya, apalagi janggutnya Alex yang basah, sungguh sangat membuat Ana langsung saja terjaga dari tidur cantiknya itu.


"Eeeeennnnggghh", dengung Ana yang merasa terganggu dengan aktifitasnya Alex diwajahnya.


"Pagi sayang, apakah kamu tidak mau bangun, dan menjemput si L dirumahnya Mommy sama Daddy??", kata Alex kepada Ana sambil terus menciumin pipinya Ana.


Mendengar perkataannya Alex, Ana lalu berusaha untuk membuka matanya semakin lebar saja.


"Pagi juga Kakak tampan dan harum", kata Ana kepada Alex dengan mata yang belum terjaga dengan sempurna dan bibir yang tersenyum manis.


Alex yang gemas dengan wajahnya Ana, apalagi jika Ana baru saja bangun tidur seperti itu, wajahnya Ana semakin cute saja.

__ADS_1


Dan itulah salah satu yang disukai dari Alex kepada Ana.


Alex langsung saja mencium Ana tepat dibibirnya lagi, namun kali ini tidak lama, hanya sekilas saja, karena dia sangat gemas dengan baby facenya Ana yang baru saja bangun tidur itu.


"Sudah yuk sayang bangun mandi, terus kita kontrol kerumah sakit, setelah itu baru jemput baby L", kata Alex kepada Ana sambil beranjak dari atas ranjang.


"Memangnya Kakak tidak berangkat kekantor??", tanya Ana kepada Alex.


"Berangkat, tapi nanti saja, rada siangan sedikit", jawab Alex kepada Ana sambil berlalu menuju kearah lemari, yang ada disitu, yang masih ada simpanan bajunya.


Sedangkan Ana nanti dia akan memakai bajunya yang semalam lagi, dan akan mampir sebentar kebutik untuk membeli baju.


Jika harus pulang dulu kemansion, mereka akan kelamaan nanti menjemput baby Lnya.


Ana langsung saja turun dari atas ranjang dengan keadaan yang masih tidak memakai pakaiannya sama sekali.


Dan Ana juga tidak merasakan pusing dikepalanya seperti orang yang baru saja mabuk semalam.


Ana langsung saja berlalu menuju kedalam kamar mandi untuk mandi, sedangkan Alex dia sedang memakai pakaiannya yang ada didalam lemari.


Berbeda lagi pagi dimansionnya Alex, pagi itu sekitar jam tujuh pagi Nyonya Gia dia sudah datang kemansionnya Alex, untuk melihat cucu kesayangannya yaitu baby L.


Nyonya Gia dia langsung saja menelfon Alex untuk menanyakan keberadaannya.


Alex yang sudah selesai memakai pakaiannya, dia yang mau mengambil ponselnya yang ada diatas meja, tiba-tiba dikejutkan dengan panggilan masuk dari Maminya, yaitu Nyonya Gia.


Alex langsung saja mengambil ponselnya dan langsung juga mengangkatnya.


"Halo Mi, ada apa??", kata Alex kepada Maminya sambil duduk dishofa yang ada disitu.


Sedangkan Ana dia masih berada didalam kamar mandi.


"Kamu dimana??, Mami ada dimansion kamu, kata Bi Lena kalian tidak pulang semalam", kata Nyonya Gia kepada Alex.


"Iya Alex sama Ana pergi Mi, sedangkan L lagi dirumahnya Mommy Dania", jawab Alex kepada Nyonya Gia.


"Ya sudah kalau begitu L Mami jemput dan Mami ajak kekantornya Papi ya", kata Nyonya Gia kepada Alex.

__ADS_1


"Iya, terserah Mami saja" jawab Alex kepada Nyonya Gia.


"Ya sudah Mami tutup dulu telefonnya kalau begitu", kata Nyonya Gia lagi kepada Alex.


Dan Alex langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika sudah menjawab perkataan dari Maminya.


Berpindah kemansionnya Tuan Fredo, Baby L yang berada dimansion Oppa dan Ommanya, dia sangat anteng tidak rewel dan sangat aktif sekali.


Dan dia sering menghabiskan waktunya untuk bermain dengan baby Zi, yaitu anaknya Tara dan juga Bella.


Baby L sendiri, dia lebih dekat dengan Unclenya Tara dibandingkan dengan Oppanya Fredo.


Karena jika sedang bermain atau digendong dengan Tuan Fredo, dan baby L melihat Tara, dia langsung saja meminta digendong Tara dan tidak mau lagi dengan Tuan Fredo.


Sungguh Tara sangat senang sekali baby L bisa dekat dengannya, dan Tara juga sangat sayang sekali dengan keponakannya itu.


Karena baby L jiplakannya Ana pada waktu kecil dulu, cuman wajahnya lebih kedominan Alex.


Ketika baby L baru saja selesai makan, dia yang lagi asik bermain dengan Ommanya diruang keluarga, mereka berdua dikejutkan dengan kedatangannya Nyonya Gia.


Baby L yang melihat Neneknya datang, dia lalu menghampiri Nyonya Gia dengan kaki kecilnya itu.


"Nenenenek", oceh dari baby L ketika dia melihat Nyonya Gia berjalan menghampirinya.


"Iiih cucu Nenek, pintarnya, aduh gemesnya", kata Nyonya Gia kepada baby L ketika baby L sudah berada didalam gendongannya.


"Sama siapa Gia kamu kesininya??", tanya Mommy Dania kepada Nyonya Gia ketika Mommy Dania sudah mempersilahkan Nyonya Gia untuk duduk dishofa yang ada disitu sambil memangku baby L.


"Sendirian, dan aku kesini ingin menjemput L untuk aku ajak ikut kekantor kakeknya", jawab Nyonya Gia kepada Mommy Dania.


"Ya sudah ajak saja tidak apa-apa, tapi kamu sudah bilang sama Nak Xander dan Ana kan, takutnya nanti jika mereka datang kesini dan mencari baby L", kata Mommy Dania kepada Nyonya Gia.


"Sudah, tadi aku sudah menelfon Xander", jawab Nyonya Gia kepada Mommy Dania.


Dan setelah berbasa-basi sejenak dengan Mommy Dania, akhirnya Nyonya Gia mengajak baby L untuk pergi kekantor Kakeknya, yaitu Tuan Gavi.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2