GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 251


__ADS_3

Vero yang sudah masuk kedalam kamarnya Arga, dia lalu mulai membangunkan Arga dengan perlahan.


"Kak bangun yuk mandi terus sarapan bersama, nanti Kakak bisa telat lho kekantornya", kata Vero dengan perlahan-lahan membangunkan Arga.


"Iya sayang, selamat pagi", kata Arga kepada Vero dengan wajah mengantuknya.


"Selamat pagi juga, sudah Vero tunggu dimeja makan ya Kak", kata Vero kepada Arga, dan Arga hanya mengangguk sambil tersenyum manis saja kepada Vero.


Vero langsung saja berlalu pergi dari dalam kamarnya Arga untuk menuju keruang makan.


Sedangkan Arga sendiri, dia langsung saja bangun dari tidurnya untuk segera mandi dan sarapan bersama Vero.


Arga sangat menikmati sekali dengan adanya Vero diapartemennya, dan dia sudah merasa seperti suami sahnya Vero saja.


Ketika Vero sudah sampai diruang makan, ternyata adiknya Aleda sudah sarapan terlebih dahulu seperti biasanya.


Sebab jika Aleda menunggu Vero dan juga Arga, dia bisa terlambat masuk kesekolahnya.


"Sudah mau berangkat Leda??", tanya Vero kepada Aleda sambil duduk dikursi yang biasanya didudukin oleh Arga.


"Iya Kak, ini Leda juga sudah selesai", jawab Leda setelah meminum air putih yang ada didepannya.


"Leda berangkat kesekolah dulu ya Kak", kata Aleda lagi kepada Vero sambil mencium pipinya Vero.


"Apakah uang sakumu masih??", tanya Vero kepada Aleda yang sudah berjalan keluar dari ruang makan.


"Masih banyak, dari Kak Arga juga masih sangat banyak sekali", jawab Aleda kepada Vero sambil berlalu keluar dari dalam apartemennya Arga.


Arga yang baru saja turun dari atas tangga, dia juga mendengar perkataannya Aleda tadi.


Dan ketika Arga belum masuk keruang makan, dia lalu berkata kepada Vero.


"Aleda apakah kurang uang sakunya??", tanya Arga ketika dia hampir masuk keruang makan.


"Tidak malahan masih banyak", jawab Vero kepada Arga.


Dan Vero langsung saja berpindah tempat duduk kekursi yang biasanya dia dudukin, karena kursi yang tadi didudukinya mau diduduki oleh Arga.


Arga yang sudah duduk dikursi yang didudukin oleh Vero tadi, membuat Vero tiba-tiba menutup mulut dan juga hidungnya.


Ketika Vero tidak tahan dia langsung saja berlari masuk kedalam kamar mandi yang ada disebelah dapur.


Arga yang melihat Vero seperti itu, dia langsung saja terkejut sekali, karena pasalnya Arga baru kali itu melihat Vero seperti itu.


"Sayang kamu kenapa??", tanya Arga kepada Vero sambil mengetuk pintu kamar mandi yang ditutup oleh Vero dari dalam.


Hanya terdengar suara orang muntah-muntah saja yang Arga dengar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Sayang Vero, jawab pertanyaanku", kata Arga lagi dengan semakin keras saja mengetuk pintunya.


Dan lalu pintunya dibuka oleh Vero dari dalam sambil mengusap bibirnya yang masih basah karena air tadi.


"Kamu kenapa sayang, masuk angin??", tanya Arga kepada Vero dengan wajah yang sangat khawatir sekali.


"Vero tidak tahan dengan aroma parfum milik Kakak", jawab Vero kepada Arga sambil menutupi hidung dan juga mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya.


Arga yang mendengar perkataannya Vero, dia langsung saja melepaskan jas dan kemejanya saat itu juga dan meletakkannya dikursi meja makan yang ada diruang makan.


"Ayo sini minum dulu", kata Arga kepada Vero ketika Vero sudah duduk dikursinya tadi.


Dan Veronica langsung saja meminum segelas air putih yang diberikan oleh Arga tadi.


"Sudah enakan??", tanya Arga kepada Vero.


"Belum", jawab Vero kepada Arga.


"Kita periksa kerumah sakit saja yuk sayang, takutnya kamu kenapa-kenapa", kata Arga kepada Vero dengan nada sangat khawatir sekali.


"Tidak perlu", jawab Veronica kepada Arga.


"Vero boleh minta tolong tidak Kak??", kata Vero lagi kepada Arga.


"Boleh sayang, apa??", tanya Arga kepada Vero.


"Testpack?? untuk siapa??", jawab Arga belum sadar dengan perkataannya Vero.


"Tunggu-tunggu........", kata Arga lagi sambil menjeda perkataannya.


"Kamu minta testpack, apakah kamu hamil sayang??", kata Arga kepada Vero dengan mata yang berbinar ketika dia sudah sadar akan perkataannya Vero tadi.


"Sepertinya Kak, karena sudah satu bulan lebih ini Vero belum mendapatkan tamu bulanannya Vero, tapi untuk lebih memastikannya tolong belikan testpack ya untuk Vero", jawab Vero kepada Arga.


"Baik-baik, akan Kakak belikan sekarang diapotek, kamu tunggu disini saja dulu ya sebentar sayang", kata Arga kepada Vero dengan sangat semangat sekali.


Walau anak belum ada diplanningnya, namun Arga tetaplah sangat senang sekali, jika Vero benar-benar hamil anak dia.


Dengan semangat Arga lalu memakai lagi kemejanya dan dia segera berlalu keluar dari dalam apartemennya untuk mencari apotek yang sudah buka.


Ketika Arga baru saja mengendarai mobilnya sekitar sepuluh menitan, dia sudah menemuka Apotek dua puluh empat jam yang jaraknya tidak terlalu jauh dari gedung apartemennya.


Arga segera memarkirkan mobilnya dan dia segera masuk kedalam apotek ketika mobilnya sudah terparkir dengan sempurna.


Semua jenis testpack dari yang murah hingga yang mahal Arga borong semua, dan jumlahnya sekitar ada sepuluh biji.


Setelah membeli semua testpacknya, Arga langsung saja kembali kedalam mobil dan menyalakannya untuk kembali kedalam apartemennya lagi.

__ADS_1


Ketika sudah sampai didepan pintu apartemennya, Arga langsung saja membukanya dan masuk kedalam apartemen.


Dan Arga yang sudah masuk kedalam apartemen, dia segera mencari Vero yang ternyata masih duduk diatas kursi meja makan dengan kepala yang dia tundukkan diatas meja, dengan kedua tangannya yang sebagai tumpuannya.


"Sayang hei ini Kakak sudah membelikan semua testpacknya", kata Arga memanggil namanya Vero.


"Ya Tuhan banyak sekali Kak testpacknya, satu atau dua saja cukup", jawab Vero ketika dia melihat begitu banyak sekali jenis testpack yang dibelikan oleh Arga untuknya.


"Tidak apa-apa, sudah dipakai semuanya ya", jawab Arga dengan sangat semangat sekali kepada Vero, sebab Arga sudah tidak sabar ingin segera mengetahui hasilnya.


"Dua saja ya Kak", jawab Vero menawar kepada Arga.


"Semua sayang", kata Arga lagi sambil membuka semua bungkus tespacknya.


Membuat Vero mau tidak mau langsung saja menurut kepada Arga, sebab semua bungkus testpacknya sudah dibuka semuanya oleh Arga.


Dengan perlahan Vero lalu berjalan kearah kamar mandi.


Dan ketika sudah sampai didalam kamar mandi, Vero langsung saja berusaha untuk buang air kecil walau itu sedikit, dan air seninya Vero langsung dia tampung kedalam wadah kecil yang sudah disiapkannya tadi.


Vero langsung saja mencelupkan sepuluh testpack tadi kedalam air seninya yang sudah ditampungnya itu.


Sungguh Vero merasa geli sekali dengan mencelupkan sebegitu banyak testpack kedalam urinnya.


Ketika dirasa sudah cukup waktunya, Vero lalu mengambil semua testpack tadi, dan mencucinya menggunakan air dari kran yang mengalir supaya bersih.


Tanpa melihat hasilnya terlebih dahulu, Veronica langsung saja keluar dari dalam kamar mandi, yang ternyata didepan pintu kamar mandi sudah ada Arga yang sudah menunggunya, sebab Arga sudah sangat tidak sabar sekali.


"Bagaimana hasilnya Vero??", tanya Arga kepada Vero dengan wajah penasarannya.


"Ini Kak lihat saja sendiri, Vero juga belum melihatnya", jawab Vero kepada Arga sambil memberikan semua testpack tadi kepada Arga.


Dan Arga langsung saja menerima testpacknya itu serta dia lalu mengajak Vero untuk kembali duduk dikursi meja makan untuk melihat hasil testpacknya tadi bersama-sama.


...πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘...


eng ing eng ????????πŸ€”πŸ€”






...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2