GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 16


__ADS_3

Ketika sudah mendapatkan petunjuk dari salah satu Dokter jaga yang ada diUGD, Alex dan Arga mereka berdua langsung saja menuju keruangan dimana Veronica sedang mendapatkan penanganan dari para Dokter.


Sedangkan untuk Daneil sendiri dia sedang berada didalam ruang operasi untuk mengoperasi salah satu tulang rusuknya yang patah, akibat benturan keras dari tiang beton yang ada didalam parkiran tadi.


Dan juga melihat apakah ada pendarahan dikepalanya juga, sebab tadi dilihat ada darah yang mengalir dari kepalanya Daneil.


Arga dan juga Alex mereka berdua yang sudah sampai didepan ruang perawatannya Veronica, mereka berdua langsung saja menunggu didepan ruangan tersebut dengan perasaan yang belum tenang.


Terutama untuk Arga, karena dia baru kali itu merasakan perasaan yang sungguh sangat takut kehilangan sekali.


Arga dia baru menyadari jika apa yang dirasakan oleh Alex dulu terhadap Ana adalah sama seperti yang dirasakan dirinya sekarang.


Dan Arga yang sering mengomel dan menggerutu tidak jelas kepada Alex, dia langsung saja berlutut didepannya Alex untuk meminta maaf dan doa.


Alex yang sedang duduk dikursi tunggu yang ada didepan ruangannya Vero, dia begitu sangat terkejut sekali, ketika Arga tiba-tiba berlutut didepannya dengn wajah yang sungguh bukan Arga sekali.


"Hei Arga, apa yang kamu lakukan, kenapa kamu berlutut didepanku begini??", tanya Alex kepada Arga dengan terkejut.


"Bos, saya meminta maaf atas gerutuan saya yang dulu sering saya lakukan ketika Bos lebih memilih menemani Ana dirumah sakit, dan melimpahkan semua pekerjaannya Bos kepada saya", kata Arga kepada Alex ketika dia sudah berlutut didepannya Alex.


"Sekarang saya sudah tahu Bos, bagaimana rasanya menunggui orang terkasih kita yang sedang berjuang didalam rumah sakit seperti ini", sambung lagi perkataannya Arga kepada Alex.


"Maafkan saya Bos, saya benar-benar minta maaf, dan tolong doakan untuk keselamatan istri serta calon baby kembar saya Bos", lanjut lagi perkataannya Arga kepada Alex sambil meneteskan air matanya.


Alex yang mendengar perkataannya Arga, dia lalu tersenyum tipis sambil mengajak Arga untuk duduk dikursi sebelahnya lagi.


"Kamu tenang saja, saya bukan seperti kamu, dan saya juga pastinya akan mendoakan yang terbaik untuk istri dan para calon kedua baby kamu itu", kata Alex kepada Arga dengan tenang.


"Saya bisa memaafkan kamu, asal dengan satu syarat, jangan pernah lagi menggerutui saya dan Ana dibelakang saya, mengerti", lanjut lagi perkataannya Alex kepada Arga.


"Pasti Bos, saya tidak akan menggerutui Bos dan Ana lagi saya janji", jawab Arga dengan segera kepada Alex.

__ADS_1


"Bagus, sudah kamu tenang saja, semua akan saya atasi, dan anak buah saya juga sudah bergerak untuk mengumpulkan informasi serta bukti-bukti tentang kecelakaan ini", kata Alex kepada Arga sambil menenangkan Arga yang benar-benar sungguh sangat berantakan sekali sambil menepuk pelan pundaknya Arga.


Ketika Alex dan Arga sudah pada diam dengan fikiran mereka masing-masing sambil melihat kearah pintu ruangannya Veronica yang tertutup.


Tiba-tiba pintu ruangannya Vero terbuka dari dalam, dan ketiga Dokter yang ada diruangannya Vero, salah satu dari mereka ada yang keluar untuk mencari keberadaan dari anggota keluarganya Veronica.


Arga dan Alex mereka berdua langsung saja berdiri dari duduk mereka dan langsung juga mendekati sang Dokter tersebut.


"Apakah Tuan-tuan, anggota keluarganya pasien didalam yang bernama Veronica??", tanya Dokter tersebut kepada Arga dan juga Alex.


"Dan maaf, bukannya anda adalah Tuan Alexander Damara??'', kata Dokter itu lagi kepada Alex ketika dia mengenali orang yang ada didepannya.


Dan Alex hanya tersenyum formal saja kepada Dokter tersebut.


"Berarti Tuan ini apakah suaminya Nyonya Veronica??", kata Dokter itu lagi sambil menunjuk Arga.


"Iya Dok, saya suaminya, bagaimana keadaan dari istri saya dan calon kedua anak saya Dokter??", tanya Arga kepada Dokter tersebut.


"Arga Dokter", kata Arga mengenalkan dirinya kepada Dokter itu.


"Oh ya Tuan Alex dan Tuan Arga, mari ikut saya kedalam ruangan saya sebentar", kata Dokter itu lagi sambil menyuruh Arga dan Alex untuk mengikutinya dari belakang.


Arga dan juga Alex yang sudah sampai didalam ruangan Dokter tadi, mereka langsung saja duduk dikursi yang ada didepan meja kerjanya Dokter tersebut.


"Begini Tuan Arga, istri anda Nyonya Veronica syukur puji Tuhan, dia tidak mengalami masalah yang cukup serius, dia pingsan hanya karena syok dan terkejut saja tadi", kata Dokter itu ketika sudah duduk didalam ruangannya.


"Dan untuk kedua baby kembar yang dikandung oleh istri anda......", lanjut lagi perkataannya Dokter itu sambil menjeda perkataannya.


"Anak-anak saya kenapa Dokter??", kata Arga dengan segera kepada Dokter itu sambil menunjukkan wajah yang sangat takut sekali, jika terjadi apa-apa kepada kedua calon babynya.


"Sabar", kata Alex kepada Arga dengan sambil menahan pundaknya Arga.

__ADS_1


"Puji Tuhan juga Tuan Arga, mereka tidak kenapa-kenapa juga, tapi Nyonya Veronica dia harus bed rest total Tuan sampai dia melahirkan, karena kondisi rahimnya Nyonya Veronica rentan sekali keguguran, sebab Nyonya Veronia dia hamil kembar ditambah lagi tadi Nyonya Veronica juga sangat syok serta sangat terkejut sekali, efek terjatuh karena kecelakaan yang dialaminya tadi", kata Dokter itu lagi kepada Arga.


Dan langsung membuat Arga sedikit lega namun tidak sepenuhnya ketika mendengar penjelasan dari sang Dokter.


"Nyonya Veronica dia akan segera kami pindahkan keruang perawatan inap biasa Tuan", kata Dokter itu lagi kepada Arga.


Arga yang sedang membuka mulutnya ingin menjawab perkataannya Dokter, langsung saja menutupnya lagi ketika Arga yang ingin berkata keburu Alex yang sudah berbicara duluan.


"Tolong pindahkan keruang perawatan yang terbaik yang ada dirumah sakit ini Dokter, VVIP terutama", kata Alex kepada Dokter itu.


Arga tadi ingin meminta Dokter untuk menempatkan Vero keruang VIP, tapi Alex yang sebagai Bos, dia siap menanggung biaya semuanya dengan mudah dengan meminta ruangan yang VVIP.


"Baik Tuan Damara, segera akan kami proses", jawab Dokter tersebut dengan ramah kepada Alex.


"Kalau Kakak saya Daneil yang tadi bersama istri saya dimana Dok dia sedang mendapatkan penanganan??", tanya Arga kepada Dokter itu.


"Tuan yang tadi bersama istri anda, dia sedang berada didalam ruang operasi Tuan, karena kami tadi melihat ada luka yang cukup serius yang ada pada diri korban", jawab Dokter tersebut kepada Arga.


"Tolong antarkan kami keruang operasinya Dokter", kata Alex kepada Dokter tersebut.


"Baik Tuan Damara mari akan saya antarkan kesana", jawab Dokter tersebut kepada Alex dan juga Arga dengan sangat ramah sekali.


Karena bagaimana pun juga semua Dokter pasti akan memberikan pelayanan yang istimewa kepada Alexander Damara dan mereka tidak mau reputasi rumah sakit mereka bekerja akan tercoreng hanya karena memberikan pelayanan yang kurang memuaskan kepada orang yang cukup berpengaruh diNegara mereka itu, siapa lagi kalau bukan Keluarga Damara.


Alex dan Arga mereka berdua langsung saja berjalan bersama sang Dokter untuk menuju keruang operasi.


Namun ketika baru dipertengahan jalan, Arga dan Alex berpas-pasan dengan Ayah Geoff yang ternyata sudah datang daritadi dan sedang mencari ruangannya Vero seperti yang dikatakan oleh suster yang ditanyanya tadi.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...

__ADS_1


__ADS_2