
Ana dan juga baby L yang sudah sampai didalam kamar, Ana langsung saja menuju keranjang, dimana Alex masih memejamkan matanya.
Ana lalu berusaha membangunkan Alex yang masih sangat lelap sekali.
Sama seperti Tara tadi yang menjawab Bella dengan suara berdengungnya khas orang yang masih mengantuk.
Alex pun juga seperti itu, menjawab Ana dengan suara yang tidak jelas.
"Ayolah Kak, bangun", kata Ana lagi kepada Alex sambil menggoyangkan badannya Alex.
"Nanti saja, Kakak masih mengantuk", jawab Alex kepada Ana dengan mata yang masih terpejam.
Ana dia tidak kehabisan akal, dia lalu menaruh baby L didekat wajahnya Alex yang masih memejamkan matanya itu.
Dan baby L dengan lucunya dia menepuk-nepuk wajahnya Alex dengan tangan mungilnya.
Membuat Alex sangat terganggu akan ulahnya baby L kepadanya, namun Alex dia tidak marah kepada baby L.
Baby L dia langsung saja tertawa lucu dengan suaranya yang khas seorang baby ketika sedang memainkan kumis dan jenggot dari Papahnya.
"L, kamu mengganggu Papah", kata Alex kepada Baby L yang sedang menarik-narik kumis dan jenggotnya.
Namun baby L dia malah semakin tertawa saja, ketika dia melihat wajah kesakitan dari Papahnya.
Ana pun yang melihatnya dia langsung saja tertawa dengan lucu, dan dia lalu meninggalkan baby L bersama Alex untuk sejenak, menuju kedalam ruang walk in closet untuk mengambilkan pakaian olahraga miliknya Alex.
"Iya-iya L, Papah bangun", kata Alex kepada baby L dan langsung saja menggendong baby L kedalam dekapannya sambil menggoda dan menggelitiki perutnya baby L.
Baby L langsung tertawa kegirangan ketika digelitiki oleh Alex.
Alex lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Ana yang baru saja keluar dari dalam ruang walk in closet sambil membawa baju olahraga dan celana training miliknya.
Membuat Alex berfikir, pasti Ana akan mengajaknya lari-lari disekitar mansion.
"Apa kamu akan mengajak Kakak berolahraga Ana??", tanya Alex kepada Ana sambil memangku baby L.
Dan Ana hanya menjawab dengan anggukan saja kepada Alex sambil meletakkan pakaian olahraganya Alex diatas ranjang.
__ADS_1
"Baiklah L ayo kita turun, Papah mau segera mandi, dan ikut sama Mamah untuk berolahraga pagi hari ini", kata Alex kepada baby L sambil mengajak turun dari dari atas ranjang.
Alex lalu menurunkan baby L diatas karpet bulu nan lembutnya yang sudah disediakan untuk baby L bermain didalam kamar.
Sedangkan Ana sendiri dia malah meninggalkan baby L lagi untuk mengambil baju olahraganya sendiri didalam ruang walk in closetnya.
Namun Ana dia tidak berganti baju didalam ruang walk in closet, melainkan diluar ruang walk in closet untuk sambil mengawasi baby L.
Setelah menunggu sekitar setengah jam lamanya, akhirnya Alex selesai juga mandinya.
Alex langsung saja keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk sepinggangya saja.
Dan Alex dia langsung saja berganti baju dengan pakaian yang sudah disediakan oleh Ana tadi.
Sedang Ana dia masih menemani baby L bermain sambil melihat kearahnya Alex yang sedang berganti pakaian.
"Papah sudah siap, ayo sayang kita keluar", kata Alex kepada Ana dan juga baby L.
"Tapi kita nanti tidak lari-lari pagi lho Papah", jawab Ana kepada Alex.
"Terus kalau kita tidak lari-lari pagi, kita mau apa Ana??", kata Alex kepada Ana dengan ekspresi bingungnya sambil membawa baby L kedalam gendongannya.
Perkataannya Ana membuat Alex langsung saja membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali sambil melototkan matanya.
"Kita semua senam, memangnya siapa yang akan menjadi instruktur senamnya Ana??, apa kamu sudah memanggilnya kesini??", kata Alex kepada Ana ketika dia sudah bisa menguasai rasa terkejutnya tadi.
"Belum", jawab Ana kepada Alex dengan ekspresi lucunya seperti biasanya.
"Terus kelau belum, kenapa kamu mengajak semua orang yang ada disini untuk bersenam??", tanya Alex lagi kepada Ana.
"Ya supaya pada sehat semua badannya, dan lebih lagi supaya ramai mansion kita ini Kak", jawab Ana kepada Alex dengan kata-kata yang ada didalam otaknya saja.
"Memangnya dia kira mansion ini sepi apa!!, apa kurang banyak pekerja yang aku kerjakan disini?!",, gerutu Alex kepada Ana dengan suara kecilnya.
"Ok-ok ayo kalau begitu kita keluar saja dulu yuk", kata Alex kepada Ana dan Alex tidak mau berfikir lebih untuk memikirkan perkataannya Ana itu.
Sebab Ana tidak bisa ditebak dan sesuka hatinya, namun walau begitu tetap saja Alex sayang sekali dengan Ana.
__ADS_1
Ana hanya mengangguk saja kepada Alex, dan mereka bertiga termasuk baby L akhirnya keluar juga dari dalam kamar mereka menuju keruang keluarga.
Ketika Ana dan Alex sudah duduk dishofa yang ada diruang keluarga, Bi Lena lalu datang menghampiri mereka berdua untuk memberitahukan jika dia sudah memberitahukan kepada semua pekerja yang ada disini.
"Oh ya Bi, tolong siapkan speaker yang besar juga ya, karena kita akan senam pagi ini dihalaman belakang mansion", kata Ana kepada Bi Lena.
Membuat Bi Lena langsung terhenyak sejenak ketika mendengar perkataannya Ana.
Namun Bi Lena dia tetap mengiyakan perkataannya Ana ketika dia sekilas melirik Alex yang sedang menganggukkan kepalanya kepadanya, pertanda dia juga mengiyakan perkataannya Ana.
"Kakak mau sarapan dulu atau nanti saja??", tanya Ana kepada Alex.
"Nanti sajalah, takutnya kalau kita sarapan sekarang, terus dibuat senam, perut kita malah sakit", jawab Alex kepada Ana.
"Ok", jawab Ana dengan singkat kepada Alex.
"Terus kita kapan senamnya sayang??", gantian Alex yang bertanya kepada Ana, dan Alex belum mempunyai fikiran macam-macam kepada Ana.
"Sebentar tunggu yang lainnya datang", jawab Ana kepada Alex sambil mengawasi baby L yang sedang main sendiri.
"Lainnya??, maksudnya Ana, apa Ana mengundang semua keluarga kita kesini??", tanya Alex lagi kepada Ana.
"Iya dong Kak, biar semakin ramai dan menyenangkan, kan kesenangan bisa kita ciptakan juga didalam rumah Kak, biar mansion kita semakin berwarna dengan adanya keceriaan dari semua orang", jawab Ana kepada Alex sambil merentangkan kedua tangannya keatas dengan ekspresi bahagiannya.
"Iya-iya terserah Ana sajalah, yang penting Ana bahagia", kata Alex dengan pasrah kepada Ana.
Membuat Ana langsung saja tertawa lucu melihat ekspresinya Alex yang seperti itu.
Dan ketika mereka berdua sedang asik berbincang, masuklah para Keluarga yang sudah pada berdatangan.
Serta kebetulan juga Tuan Gavi dia bisa bersamaan datangnya bersama keluarga William.
Nyonya Gia dia memang tidak bisa datang seperti yang dikatakan oleh Tuan Gavi tadi kepada Ana.
Ketika Tuan Gavi menceritakan kepada Nyonya Gia jika Ana mengundangnya untuk berolahraga dimansionnya, sungguh Nyonya Gia ingin sekali ikut datang.
Tapi dia sudah terlanjur janji dengan semua sahabat-sahabatnya, alhasil dia tidak bisa ikut dengan Tuan Gavi kemansionnya Alex.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...