GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 215


__ADS_3

Ketika Arga dan Vero sedang saling menghangatkan diri dengan saling memeluk satu sama lainnya diatas balkon apartemennya Arga.


Tiba-tiba telinga mereka berdua mendengar bell pintu apartemennya Arga berbunyi lagi.


Arga sudah menduga jika yang datang adalah Ayahnya, karena memang dia tadi yang memintanya datang keapartemennya.


Padahal Vero yang sedang memeluk Arga dengan sangat nyaman sekali sambil memejamkan matanya dan sambil juga menikmati kehangatan tubuhnya Arga ditambah dengan sejuknya angin yang bertiup syahdu itu, harus sedikit terganggu dengan suara bell yang berbunyi.


Vero yang mendengar bell pintu yang berbunyi dia langsung membuka matanya dan langsung menegakkan duduknya dan melepaskan pelukannya Arga.


"Biar aku saja yang membukanya Kak", kata Vero kepada Arga.


Dan Vero juga sudah menggunakan panggilan aku kamu, bukan saya kamu lagi kepada Arga.


"Iya, dan jika yang datang seorang laki-laki cukup berumur dia adalah Ayah saya ya Vero", kata Arga kepada Vero.


Membuat Vero menjadi tegang lagi dibuatnya mendengar perkataannya Arga, karena Vero takut jika Ayahnya Arga akan sama seperti Mamahnya Arga yang tadi pagi sudah menghinanya.


Arga yang melihat wajah tegang dari Vero dia langsung saja tersenyum sambil mengusap lembut rambutnya panjangnya Vero.


"Tenang saja Vero, Ayah saya tidak seperti Mamah saya, dia orangnya santai ko, dan tidak pernah mengekangku seperti Mamah", kata Arga memberi penjelasan kepada Vero.


"Walau Mamahku dia seperti itu, dia nanti juga akan menjadi Mamah kamu kan setelah kita menikah nanti", kata Arga lagi kepada Vero, dan terdengar lagilah suara bell pintu yang berbunyi.


"Jika Mamahku semena-mena dengan kamu dan menyakitimu nanti, aku akan tetap membela kamu dan memarahi Mamahku", lanjut lagi perkataannya Arga kepada Vero sambil tersenyum.


Vero hanya menanggapi perkataannya Arga dengan senyum tipisnya.


"Ya sudah aku mau membuka pintunya dulu ya Kak", kata Vero kepada Arga.


Dan Arga hanya mengangguk saja kepada Vero sambil tersenyum.


Vero langsung saja beranjak dari duduknya menuju kepintu utama apartemen untuk membukakan pintu kepada tamunya Arga.


Ketika pintu sudah dibuka oleh Vero, Vero langsung saja melihat seorang laki-laki yang sudah berumur seperti apa yang dikatakan oleh Arga tadi.


Dan Vero sangat yakin jika itu adalah Ayahnya Arga.


"Halo Nona, apakah Arganya ada, dan kamu siapa ya??", kata Ayahnya Arga yang bernama Geoff dengan nada bersahabatnya.


Mendengar suara bersahabat dari Ayahnya Arga, Vero langsung saja tersenyum ramah dan sopan dengan hati yang sedikit tenang kepada Ayah Geoff.

__ADS_1


"Kak Arga ada didalam Tuan, mari silahkan masuk", jawab Vero kepada Ayah Geoff dengan sopan.


Aya Geoff dia langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemennya Arga, sedangkan Vero dia menutup pintunya terlebih dahulu.


Ketika Ayah Geoff sudah masuk, dia melihat Arga sedang duduk dishofa yang ada diruang keluarga miliknya.


"Ayah, mari silahkan duduk Ayah", kata Arga kepada Ayahnya dengan saling memeluk antara laki-laki atau lebih tepatnya antara Ayah dan anak.


Karena Arga memang lebih suka dan sayang dengan Ayahnya yang daridulu sangat santai orangnya serta humble.


Dan sifatnya Arga yang seperti itulah menurun dari Ayahnya, begitu juga dengan Kakaknya yang seorang tentara juga mirip dengan Ayahnya, dan untungnya sifatnya tidak ada yang mirip dengan Mamahnya.


"Kamu kenapa sepertinya sedang sakit begini, dan dia siapa Arga??", tanya Ayah Geoff kepada Arga ketika sudah duduk dishofa seberangnya Arga.


"Nanti akan Arga jelaskan Ayah, kita masuk saja keruang kerjaku ya", kata Arga kepada Ayahnya.


Dan Arga serta Ayah Geoff langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Vero yang lagi berjalan kearah mereka.


"Sayang, aku sama Ayah mau keruang kerjaku dulu ya, jika kamu mau tidur, silahkan tidur saja", kata Arga dengan nada lembutnya kepada Vero.


Sedangkan Ayah Geoff yang mendengar suara lembut dari anaknya yang tidak pernah didengarnya itu, dia langsung saja menaikkan sebelah alisnya keatas.


"Mau apa kamu sayang??', jawab Arga kepada Vero.


"Mau beli bahan masakan, untuk makan siang dan malam nanti", jawab Vero kepada Arga.


"Oh, tunggu sebentar, tolong ambilkan dompet Kakak yang ada diatas meja samping ranjang dulu dong", kata Arga kepada Vero.


Dan Vero hanya mengangguk saja kepada Arga serta langsung berlalu mengambil dompetnya Arga yang ada didalam kamarnya Arga.


"Sepertinya ada sesuatu hal yang tidak Ayah ketahui disini", kata Ayah Geoff sambil menggoda Arga dengan kaki yang dia silangkan dengan kedua tangan yang dia rentangkan dishofa serta sambil alis yang dia angkat keatas sebelah, ketika Vero sudah berlalu pergi dari hadapan mereka.


Arga hanya tertawa devil saja kepada Ayahnya sambil mengangkat sebelah alisnya keatas juga.


Sungguh tidak seperti Ayah dan anak mereka berdua jika sudah keluar sifat kekanak-kanakan mereka berdua.


Vero yang sudah mengambil dompetnya Arga dia langsung saja memberikannya kepada Arga.


Dan Arga yang menerimanya dia lalu mengeluarkan salah satu kartunya kepada Vero.


"Ini pakai ini saja sayang, dan belanjalah sesuka kamu yang kamu butuhkan", kata Arga kepada Vero sambil memberikan kartu kreditnya kepada Vero.

__ADS_1


"Baik Kak, kalau begitu aku mau bersiap-siap dulu ya didalam kamar", kata Vero kepada Arga sambil tersenyum manis kepada Arga dan Ayah Geoff yang daritadi memperhatikannya.


Arga hanya mengangguk saja kepada Vero, dan Vero langsung saja berlalu lagi pergi menuju kedalam kamarnya sendiri.


"Kalian berdua temani kekasih saya pergi belanja, awas saja jika nanti pulang sampai lecet-lecet", kata Arga kepada anak buahnya yang berjaga didepan melalui sambungan telefon ketika Vero sudah berlalu dari hadapannya.


"Baik Tuan", jawab anak buahnya Arga yang tadi ditelefon oleh Arga.


Setelah itu, Arga yang sudah mematikan sambungan telefonnya dia lalu mengajak Ayah Geoff untuk masuk kedalam ruang kerjanya.


Ayah Geoff dia sangat memperhatikan sekali gerakannya Arga yang tidak segesit seperti biasanya, seperti sedang menahan sesuatu dibadannya, dan seperti sedang kesakitan.


Ketika sudah sampai diruang kerjanya, Arga lalu mengajak Ayahnya untuk duduk dishofa yang ada didalam situ.


Sedangkan Ayah Geoff dia langsung saja bertanya kepada Arga tentang apa saja yang membuatnya sangat penasaran sekali daritadi.


"Tadi jalan kamu tidak bisa tegak, kamu sakit Nak??", tanya Ayah Geoff kepada Arga.


Dan Arga dia tidak banyak bicara dan langsung saja membuka bajunya untuk memperlihatkan perban yang ada diperutnya.


"Itu perut kamu kenapa??", tanya Ayah Geoff lagi kepada Arga.


"Tertembak oleh musuhnya Bos Alex Yah", jawab Arga kepada Ayahnya.


"Iya memang kita harus berani mengorbankan nyawa kita untuk Keluarga Damara Nak, karena memang karena mereka kita bisa merasakan kenikmatan seperti ini", kata Ayah Geoff kepada Arga.


"Iya Ayah Arga tahu, dan ini juga yang ingin Arga bahas kepada Ayah tentang Keluarga Damara dan serta Mamah", jawab Arga kepada Ayahnya.


Perkataan dari Arga membuat Ayahnya menjadi bingung sekali, apa maksudnya.


Karena setahu Ayahnya, Arga tidak mempunyai masalah dengan Keluarga majikannya tersebut.


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


Ini ada Season 2 nya 🀭



...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2