GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 101


__ADS_3

Lima hari sudah berlalu dari permintaannya Ana yang meminta Tara untuk memakai baju peri. Tara bahkan waktu itu menjadi trending topik diperbagai media, bahkan media bisnis pun mereka juga pada membicarakan Tara, dan berkat Tara yang mau memenuhi permintaannya Ana, banyak dari beberapa Perusahaan yang mengajukan kerjasama dibeberapa cabang maupun Kantor Pusat Perusahaannya Tuan Fredo.


Tuan Fredo dan Tara mereka tidak menyangka, jika aksinya Tara yang hanya ingin memenuhi ngidamnya Ana sekaligus memberikan kebahagian kepada Ana akan membuat Perusahaan Keluarga semakin berkembang dengan pesat.


Banyak dari kalangan Perusahaan yang mengajukan kerjasamanya, kePerusahaannya Tuan Fredo selalu mengatakan kepada Tara maupun Tuan Fredo ketika rapat yang berbunyi seperti ini:


"Jika Tuan Fredo dan Tuan Tara mampu membahagiakan Keluarganya dan selalu mementingkan Keluarganya diatas segalanya, pasti kalian juga bisa dipercaya dan pasti juga kalian bisa menjaga hubungan kerjasama ini dengan sebaik mungkin",


"Jika Tuan Tara saja mau memakai pakaian yang aneh seperti kemarin hanya untuk membahagiakan adiknya serta memenuhi mengidamnya sang adik, pastilah Tuan Tara termasuk laki-laki yang sangat penyayang Keluarga dan saya juga sangat yakin jika Tuan Tara pastilah sangat amanat tentunya",


Ya kira-kira seperti itulah readers yang dikatakan oleh para koleganya Tuan Fredo dan Tara, serta masih banyak yang lainnya. Dan bahkan mereka para koleganya Tuan Fredo serta Tara tidak ragu untuk menanamkan saham serta investasi mereka dibeberapa Perusahaannya Tuan Fredo yang lain dengan jumlah yang sangat fantastis sekali.


Ana ketika dua hari berlalu setelah permintaan anehnya kepada Tara dia beserta Alex main kerumah Mommy dan juga Daddy. Tuan Fredo dan juga Tara mereka ketika melihat Ana datang kerumah, Tuan Fredo langsung memberikan pelukan hangat khas seorang ayah kepada Ana dan juga memberikan ciuman dikeningnya Ana.


Begitupun gantian Tara ketika melihat Ana, dia juga langsung memeluk adiknya Ana dengan begitu erat sekali pertanda jika Tara sedang sangat bahagia sekali, setelahnya Tara langsung menangkup kedua pipi Ana dengan menggunakan kedua tangannya, sambil tersenyum dan berkata, "Adik kecilku".


Alex yang melihat kelakuan dari mertua dan juga Kakak Iparnya kepada Ana dia merasa heran sekali karena tidak seperti biasanya. Bahkan Alex dan Ana saja belum sampai duduk sudah langsung didekati terlebih dahulu oleh Tuan Fredo dan juga Tara.


"Daddy sama Tara tumben sekali seperti ini kepada Ana, apa ada hal yang membahagiakan untuk kalian??", tanya Alex akhirnya kepada Tuan Fredo dan juga Tara.


"Ada Nak, ayo kita duduk dulu yuk", jawab Tuan Fredo kepada Alex dan langsung mengajak Alex serta Ana duduk dishofa yang ada diruang Keluarga.


Mommy Dania yang daritadi juga ada disitu dia hanya tersenyum melihat interaksi antara suaminya dan anak sulungnya kepada Ana.


"Sudah Nak Xander ayo sini duduk dulu", kata Mommy Dania sambil tersenyum kepada Alex yang tidak kunjung duduk, padahal Ana beserta Tuan Fredo dan juga Tara mereka sudah pada duduk dishofa.


"Begini Alex setelah kejadian kemarin aku yang memakai baju aneh permintaannya Ana, Perusahaannya Daddy keuntungannya langsung berlipat ganda menjadi empat kali lipat, dan serta banyak dari Perusahaan besar yang mengajukan kerjasama kekita serta mereka juga mau menanamkan sahamnya kePerusahannya Daddy dengan jumlah yang sungguh sangat fantastis sekali, itulah yang menyebabkan kita sangat bahagia sekali, karena saham diPerusahaan Daddy sangat melonjak naik dengan sangat signifikan sekali Alex", kata Tara kepada Alex dan Alex juga ikut senang mendengar kabar berita itu.


"Selamat Daddy, Tara atas pencapaiannya, Alex ikut senang mendengarnya", kata Alex dengan tulus mengucapkan selamat kepada mertua dan juga Kakak Iparnya.


"Terimakasih Nak, ini juga berkat Ana", jawab Tuan Fredo kepada Alex sambil tersenyum senang sekali.


Singkat cerita Ana dan juga Alex mereka sudah berada didalam mobilnya Alex untuk pulang kemansionnya Alex sendiri. Dan sesampainya dimansionnya Alex Ana selalu melihat dan memperhatikan sekali para pembantu dan anak-anak buahnya Alex selama lima hari.


Alex yang memperhatikan Ana juga, dia sedikit merasa aneh kepada Ana yang selalu memperhatikan para pekerja yang ada dimansionnya. Hingga akhirnya Alex bertanya kepada Ana ketika mereka berdua sedang didalam kamar.


"Sayang, Kakak perhatikan akhir-akhir ini kamu seperti memperhatikan para asisstan, pembantu, dan anak buahnya Kakak terus, kenapa sayang??", tanya Alex kepada Ana sambil menonton televisi didalam kamar mereka.


"Rasanya Ana jenuh melihat mereka Kak", jawab Ana dengan cemberut kepada Alex.

__ADS_1


"Maksudnya bagaimana Ana, apa Kakak harus memecat mereka semua, mereka adalah orang-orang pilihan lho sayang, karena tidak sembarang orang bisa bekerja disini", jawab Alex kepada Ana.


"Bukan itu Kak, maksudnya Ana", jawab Ana kepada Alex.


"Terus maksud sayang bagaimana??", tanya Alex dengan bingung kepada Ana.


"Maksudnya begini Kak, Ana kepingin melihat para asisstan rumah tangga yang ada dirumah ini untuk beberapa hari kedepan jangan ada yang memakai seragam, mereka semua harus memakai baju santai saja, sedangkan untuk para anak buah dan bodyguardnya Kakak, Ana kepingin mereka semua memakai kemeja dan celana pendek yang biasanya dipakai ketika dipantai, jangan lupa sama topi dan kaca matanya juga ya Kak, mereka semua harus memakai itu sampai Ana bosan melihatnya pokoknya", kata Ana kepada Alex sambil membayangkan mereka semua.


Alex yang mendengar perkataannya Ana dia langsung terbengong dan sambil membuka sedikit mulutnya karena terkejut. Untuk para asisstan rumah tangga ok-ok sajalah, masalahnya masa para bodyguard dan anak buahnya harus memakai pakaian seperti yang Ana katakan tadi.


"Eh, em apa tidak ada yang lain sayang??", tanya Alex kepada Ana dengan hati-hati sekali karena takut menyinggung Ana.


Ana langsung saja menggelengkan kepalanya sambil memajukan bibirnya karena cemberut. Alex yang melihat Ana memajukan bibirnya dia langsung saja menciumnya dan melu***tnya sebentar, dan setelah itu Alex langsung melepaskan ciumannya dibibirnya Ana.


"Ok-ok besok akan Kakak sampaikan kepada mereka semua ya sayang, kita sekarang tidur dulu yuk, sudah malam", kata Alex kepada Ana.


Ana dia langsung menurut saja kepada Alex dan dia juga langsung saja tidur sambil berpelukan bersama Alex.


Keesokan harinya setelah sarapan Alex menyuruh Bi Lena untuk mengumpulkan para pekerja dirumahnya dan para anak buah serta para bodyguard diruang tamu.


Ana dia duduk dishofa yang ada diruang tamu sambil memperhatikan mereka semua satu persatu yang sedang berdiri didepannya dengan muka imutnya, membuat para anak buah serta bodyguard yang tanpa sengaja melihat wajah imut dan lucunya Ana mereka langsung saja menggelengkan kecil kepalanya supaya langsung tersadar jika yang dilihatnya adalah majikan mereka, dan akan bahaya jika sampai ketahuan Alex jika mereka semua tanpa sengaja melihat kearahnya Ana dengan terpesona.


"Sudah semua Tuan", jawab Bi Lena kepada Alex.


Alex dia langsung saja berdiri dari duduknya dan berdiri tepat ditengah-tengah barisan bak seorang pemimpin yang akan memimpin pasukannya.


"Saya ingin memberitahukan pengumuman penting kepada kalian semua, dengarkan saya baik-baik karena saya tidak akan mengulanginya untuk kedua kalinya", kata Alex dengan nada tegasnya kepada semua orang yang bekerja dirumahnya.


"Mulai besok untuk para asisstan rumah tangga jangan ada yang memakai seragam lagi, kalian boleh memakai pakaian santai kalian, asal yang penting sopan dan tidak mengundang na***u para laki-laki yang ada disini", kata Alex kepada para asisstan rumah tangganya yang sebagian besar adalah para wanita.


"Dan untuk para anak buah serta bodyguard, mulai besok kalian harus memakai kemeja dan celana pendek yang untuk dipakai dipantai beserta topi dan juga kacamatanya jangan sampai lupa", kata Alex kepada para anak buah dan bodguardnya.


Perkataannya Alex kepada anak buah dan bodyguard membuat mereka semua reflek langsung saja melototkan matanya karena terkejut.


"Ini semua permintaan dari istriku, sebelum istriku jenuh melihat pakaian kalian semua, kalian harus masih tetap memakai pakaian seperti yang saya katakan tadi, apa kalian semua faham", kata tegas Alex kepada semuanya.


"Faham Tuan", jawab serempak para pekerja yang bekerja dirumahnya Alex.


"Baiklah hanya itu yang ingin saya sampaikan, kalian boleh kembali bekerja pada pekerjaan kalian masing-masing", kata Alex untuk yang terakhir kalinya dan setelah itu para pekerja mereka pada berpamitan kepada Ana dan juga Alex untuk kembali ketempatnya masing-masing.

__ADS_1


Keesokan harinya semua para asisstan rumah tangga sudah berpakaian seperti yang diinginkan Ana, begitu pun para anak buah dan bodyguardnya Alex mereka sudah memakai baju seperti yang Ana inginkan.


"Yeay, rumah ini seperti ada pelangi, karena baju mereka tidak sama lagi, dan mata Ana serasa segar sekali pagi ini Kak", kata Ana kepada Alex ketika sedang sarapan bersama dimeja makan.


"Iya sayang semua akan Kakak lakukan untuk kamu jika Kakak bisa mengabulkannya", jawab Alex dengan tersenyum kepada Ana ketika melihat wajah bahagianya Ana.


Masih sama seperti hari sebelumnya Ana jika makan masih saja terkadang muntah-muntah, dan kali ini dia langsung saja berlari masuk kedalam kamar mandi yang ada diruang makan, Alex yang melihatnya dia langsung beranjak dari duduknya dan mendekati Ana.


"Sudah enakan sayang??", tanya Alex kepada Ana seperti biasa sambil dengan setia memijat lembut tengkuknya Ana.


"Sudah Kak", jawab Ana sambil mengangguk kepada Alex.


"Kita duduk lagi yuk", ajak Alex kepada Ana sambil menuntun Ana untuk duduk kursi meja makan lagi.


"Kak tolong singkirkan sayur itu, baunya bikin perut Ana mual", kata Ana sambil menunjuk menu makanan yang terhidang diatas meja makan.


Alex langsung saja memanggil asisstannya untuk menyuruhnya membawa masuk lagi menu makanan itu kedalam dapur.


"Ana mau makan lagi, biar Kakak ambilkan mau yang mana sayang??", kata Alex kepada Ana dengan lembut.


"Ana tidak mau makan lagi Kak, Kakak selesaikan saja makannya setelah itu Ana ikut Kakak kekantor lagi ya seperti biasanya", kata Ana kepada Alex dan Alex hanya mengangguk saja kepada Ana.


Ana sudah tidak setiap hari ikut Alex, jika pekerjaannya Alex sangat banyak dan sangat sibuk Alex akan menitipkan Ana kepada Mommy Dania, karena Alex tidak mau kejadian seperti Denar dan Jenar akan terulang lagi dirumahnya, walau Alex sudah sangat yakin jika para pekerjanya sudah tidak ada lagi yang berani seperti Denar dan Jenar, namun tetap saja Alex merasa tidak tenang jika Ana dia tinggal sendirian dirumah, apalagi Ana sedang hamil seperti itu.


Alex dan Ana setelah sarapan tadi mereka langsung saja berangkat kekantor. Ana semakin hari semakin cantik saja. Perutnya pun sudah terlihat lebih buncit karena Ana jika sedang ingin makan dan tidak mual, makannya pun sangat banyak sekali.


Alex yang melihat perubahan pada bodynya Ana dia semakin suka, karena badannya Ana semakin berisi dan padat karena hamil. Sesampainya dikantor para karyawan dan staf kantor mereka langsung saja mengalihkan pandangan mereka masing-masing ketika melihat kedatangannya Alex dan juga Ana.


Bukan Alex dan Ana yang mencuri perhatian mereka, melainkan para bodyguard setia Alex yang senantiasa mengawal Alex hari itu mereka pada berpakaian seolah-olah sedang berada dipantai, sangat cerah dan warna-warni sekali, dan jangan lupakan juga topi mereka yang menambah kesan flamboyan tapi macho untuk para bodyguard.


"Lihat Kak, para karyawannya Kak pada terpesona dengan om-om yang mengawal kita", kata Ana kepada Alex sambil berbisik.


Dan Alex yang mendengarnya dia hanya mengusap lembut rambutnya Ana sambil tersenyum lucu. Dan memang benar apa yang dikatakan Ana, jika penampilan para bodyguardnya Alex sangat mencuri perhatian sekali dikantornya Alex.


"Yang terpenting bukan aku saja yang diminta Ana untuk berpakaian yang aneh-aneh", batin Alex untuk Ana.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2