GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 39


__ADS_3

"Bagaimana ini Dadd, apa kita harus meminta tolong lagi kepada Keluarga Damara, khuhusnya dengan Tuan Alex untuk memecahkan masalah ini Daddy?? ", tanya Tara kepada Daddynya Tuan Fredo ketika baru saja mendengar perkataan dari Arjun.


"Apa boleh buat, kita memang sangat membutuhkan bantuan mereka lagi saat ini Tara, bagaimana pun juga orang yang sudah berani berurusan dengan Keluarga kita dia harus membayar apa yang telah mereka lakukan terhadap Princess kita", jawab Tuan Fredo kepada anaknya Tara dengan sambil menahan amarah yang terpendam.


Sungguh malang nian nasibnya Ana, dari kecil selalu menjadi sasaran empuk oleh musuh dan saingan dari Daddynya. Makanya setelah kejadian penculikkan waktu Ana masih kecil, Keluarga William yaitu Daddy dan juga Kakaknya Tara mereka menjadi sangat overprotektif menjaga Ana, hingga Ana jika pergi kemana-mana selalu dikawal ketat oleh puluhan bodyguard suruhan dari Daddy dan juga Kakaknya Tara.


"Tapi Tuan Alex sedang berada diluar Negeri Daddy", jawab Tara kepada Daddynya.


"Bagaimana jika Tuan Fredo dan Tuan Tara meminta tolong dulu dengan Paman Gavi", usul Dokter Simon kepada Tara dan juga Tuan Fredo.


"Iya boleh juga usul dari Dokter ini Tuan, karena jika dibiarkan terlalu lama orang yang melakukan kejahatan kepada Keluarga Tuan akan lama pula untuk mendapatkan balasannya", kata Arjun menimpali perkataannya Dokter Simon.


"Baiklah, biar saya yang menelfon Tuan Gavi dulu", kata Tuan Fredo menjawab perkataan dari Arjun dan juga Dokter Simon.


Tuan Fredo lalu mengambil ponselnya dari saku jasnya, dan dia langsung saja menelfon nomor kontaknya Tuan Gavi Papi dari Alexander.


Tuan Gavi yang sedang melakukan meeting dengan para Manajer Perusahaan pun terkejut ketika mendengar suara ponselnya yang berdering dan bergetar diatas meja. Setelah dilihat siapa yang menelfonnya, Tuan Gavi sedikit penasaran, karena nama Tuan Fredolah yang tertera dilayar ponselnya.


Suara dering ponsel dari pemilik Perusahaan sontak saja menghentikan meeting sejenak dan mereka yang ada disitu langsung saja pada mengalihkan pandangannya kearah Tuan Gavi.


"Maaf untuk sejenak", kata Tuan Gavi kepada semua peserta meeting. Dan para manajer pun mengangguk sopan kepada Tuan Gavi


Dan setelah itu Tuan Gavi langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Tuan Fredo.


"Hallo Tuan Fredo, apa ada yang bisa saya bantu dan apakah ada yang penting?? ", kata Tuan Gavi kepada Tuan Fredo yang sudah mengangkat sambungan telefonnya.


"Tuan saya sangat membutuhkan bantuan anda Tuan, Princess saya sedang kritis karena disuntik virus oleh saingan bisnis saya Tuan, dan......... Perkataan Tuan Fredo belum selesai sudah terpotong terlebih dahulu oleh perkataan dari Tuan Gavi.


"Apaaaaa!!!!!, saya akan segera keRumah Sakit sekarang Tuan Fredo, dan jelaskan sedetailnya nanti saja ketika saya sudah sampai disana", kata Tuan Gavi yang mengagetkan semua peserta meeting yang ada diruangan itu.


"Tuan Gavi saya mohon tolong ajak juga anak buah anda yang bernama Karl Tuan, saya mohon, karena saya juga sangat membutuhkan bantuannya juga", kata Tuan Fredo merendahkan harga dirinya untuk memohon kepada Tuan Gavi. Dan semua itu dia lakukan demi putri tercintanya Ana.


"Baiklah, akan saya ajak Karl menemui anda Tuan Fredo, kalau begitu saya tutup dulu telefonnya", kata Tuan Gavi lagi dan dia langsung saja menutup telefonnya ketika sudah mendengar jawaban dari Tuan Fredo diseberang sana.


Setelah itu Tuan Gavi lalu melihat kearah semua Manajer Perusahaannya dan mengatakan sesuatu.


"Meeting sampai disini dulu, kita lanjutkan lagi lain waktu, karena saya ada urusan yang sangat penting, terimakasih", kata Tuan Fredo kepada semua Manajer yang ada disitu, dan setelah itu Tuan Gavi lalu berlalu pergi keluar dari ruang meeting dan diikuti oleh para sekretarisnya.

__ADS_1


Ketika Tuan Gavi berjalan ingin keluar dari kantor dia tidak lupa untuk memberitahukan Alex tentang keadaannya Ana. Tuan Gavi tidak tahu saja jika Alex sudah mengetahuinya terlebih dahulu.


"Tidak diangkat, mungkin Alex sedang sibuk saat ini, nanti akan aku telefon lagi saja", kata Tuan Gavi untuk dirinya sendiri ketika mencoba menelfon Alex sebanyak tiga kali akan tetapi tidak bisa.


Wajar saja karena Alex sedang berada didalam pesawat jetnya, dan Alex sengaja mematikan ponselnya ketika didalam pesawat.


Tuan Gavi lalu menghubungi anak buahnya yang bernama Karl sesuai dengan permintaan Tuan Fredo tadi.


"Halo Karl, temui saya dirumah sakit CORNELIUS HOSPITAL dalam waktu tiga puluh menit dari sekarang", kata Tuan Gavi kepada Karl dan Tuan Gavi langsung saja mematikan sambungan telefonnya tanpa harus menunggu jawaban terlebih dahulu dari orang yang bernama Karl itu.


Ketika sampai dilobi kantor, Tuan Gavi langsung saja masuk kedalam mobil yang sudah disiapkan oleh sekretarisnya tadi.


"Yue tolong kamu handle kantor dulu, saya ada urusan yang sangat penting dan tidak tahu sampai kapan saya bisa kembali kekantor dulu", pesan Tuan Gavi kepada sekretarisnya sekaligus tangan kanannya sebelum dia benar-benar pergi.


"Baik Tuan", jawab Yue sambil membungkukkan badannya kepada Tuan Gavi.


Setelah berpesan begitu, Tuan Gavi lalu menyuruh sopirnya untuk segera menjalankan mobilnya menuju kerumah sakit dimana Ana sedang dirawat.


"Tolong cepat sedikit Pak", kata Tuan Gavi kepada sopir pribadinya.


"Baik Tuan", jawab ramah sopir itu kepada Tuan Gavi.


"Sialan", kata Alex sambil memukul stir mobilnya ketika harus terjebak macet dijalan yang dia lalui.


Alex dengan brutal memencet klakson terus menerus. Setelah terjebak macet selama lima belas menitan, akhirnya Alex bisa juga terbebas dari kemacetan itu. Lima belas menit bagi Alex bagaikan lima belas jam karena dia sedang terburu-buru.


"Lima belas menit, harusnya aku sudah sampai daritadi jika tidak terjebak macet begitu", gerutu Alex sambil menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, hingga dia menyalip beberapa mobil yang dia lalui.


Hampir bersamaan Tuan Gavi dan Alex akhirnya sudah sampai juga dirumah sakit Cornelius Hospital.


"Itu seperti Xander yang berjalan tergesa-gesa", kata Tuan Gavi yang melihat Alex baru saja keluar dari dalam mobilnya.


"Xander", panggil Tuan Gavi sambil berteriak memanggil anaknya Alex.


Alex langsung saja menghentikan langkahnya karena dia merasa ada seseorang yang memanggil namanya. Dan benar saja ketika dia menoleh kebelakang dia melihat Papinya juga baru saja turun dari mobil.


"Papi", kata Alex ketika melihat Papinya berjalan mendekatinya.

__ADS_1


"Kamu bisa ada disini Xander, apa kamu sudah mengetahui tentang keadaannya Ana?? ", kata Tuan Fredo kepada anaknya.


"Iya Pi dari anak buahnya Xander yang Xander suruh untuk selalu mengawasi keadaannya dari jarak jauh", jawab Alex kepada Papinya.


"Sebentar Alex", kata Tuan Gavi kepada Alex sambil mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya. Dan Alex dia diam saja sambil memperhatikan apa yang dilakukan oleh Papinya.


"Halo Karl kamu dimana?? ", tanya Tuan Gavi dan ternyata menelfon Karl.


"Saya sudah berada dilobi rumah sakit Tuan", jawab Karl kepada Tuan Gavi.


"Baik tunggu saya disana", jawab Tuan Gavi lagi kepada Karl dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya.


Alex yang melihat Papinya menelfon Karl dia menjadi bingung, pasalnya buat apa Karl harus berada dirumah sakit ini, begitulah fikir dari Alex.


"Papi menelfon Karl untuk apa, dan kenapa juga Papi menyuruh Karl kesini?? ", tanya Alex kepada Papinya.


"Papi juga tidak tahu, ini semua permintaan dari calon mertuamu Tuan Fredo, dan kita harus segera kesana jika kita ingin tahu jawabannya", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


Dan setelah itu Tuan Gavi dan juga Alex mereka segera masuk kedalam untuk segera menemui Tuan Fredo. Setibanya diloby rumah sakit, Tuan Gavi langsung disambut Karl yang sudah menunggunya daritadi.


"Karl ayo ikut kami kedalam", ajak Tuan Gavi kepada Karl, dan Karl pun dengan setia mengikuti kedua majikannya masuk kedalam rumah sakit.


Tuan Gavi langsung saja menuju keruang CCTV karena sebelumnya Tuan Gavi sudah menanyakan terlebih dahulu dimana posisi dari Tuan Fredo dan juga Tara.


"Kita mau kemana Pi, bukannya ruangan Ana belok kesana", tanya Alex sambil terus mengikuti Papinya dari belakang.


"Ana sudah dipindahkan ruangannya, dan saat ini kita mau menemui Tuan Fredo dahulu untuk mengetahui cerita yang sebenarnya", jawab Tuan Gavi sambil terus berjalan tanpa menoleh kearah Alex yang ada dibelakangnya.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka bertiga yaitu Tuan Gavi, Alex dan juga Karl sampai juga diruang CCTV itu. Dan Tuan Fredo, Tara, Arjun dan serta Simon mereka langsung saja mengalihkan pandangannya kearah pintu yang tiba-tiba saja terbuka dari luar.


"Tuan Alex, bukannya Tuan sedang berada diAustralia?? ", kata Tara dengan terkejut ketika melihat Alex masuk bersama Tuan Gavi dan seseorang yang tidak dia kenal.


...πŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•Έ...


Mampir yuk readers diAva dan Derral 😘😘


__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***


__ADS_2