
"Nona Ana dia",.......... Jawaban Dokter Simon menggantung membuat semua orang yang ada disitu pada berdebar jantungnya karena tidak sabar menunggu kelanjutan dari perkataannya Dokter Simon.
"Ada apa dengan Ana Simon", kata Alex kepada Simon dengan tidak sabar.
"Mari kalian semua ikut saya keruangan saya", kata Simon akhirnya kepada Tuan Gavi, Tuan Fredo, Alex, Tara, Mommy Dania dan juga Nyonya Gia.
Mereka semua langsung saja mengikuti Dokter Simon menuju keruangannya. Sesampainya diruangan Dokter Simon, Tuan Fredo mulai bertanya kepada Dokter Simon.
"Dokter tolong segera beritahu kepada kami sebenarnya apa yang terjadi kepada puteri saya?? ", tanya Tuan Fredo kepada Dokter Simon.
"Begini Tuan dan Nyonya, tadi yang menyebabkan Nona Ana kejang-kejang adalah hampir saja virus itu masuk kedalam jantungnya Nona Ana, dan badan Nona Ana yang tidak menerima cairan asing ditubuhnya, dia seperti melakukan perlawanan, itu yang membuat tiba-tiba jantung Nona Ana berdetak dengan begitu kencangnya melebihi orang normal biasanya Tuan",....... Jelas Dokter Simon kepada semuanya.
"Kami tadi didalam sebisa mungkin mengeluarkan virus itu dari dalam tubuhnya Nona Ana Tuan, Nyonya, kami juga sudah menyuntikkan suplemen dan vitamin yang kami racik khusus untuk mencoba membunuh virus itu Tuan Fredo, dan syukur puji Tuhan, Tuhan memberkati usaha kami para Dokter yang tadi sedang berjuang didalam Tuan dan Nyonya", jelas lagi Dokter Simon kepada semuanya dengan tersenyum.
Mereka semua masih pada setia mendengarkan penjelasan dari Dokter Simon selanjutnya.
"Kalian semua tenang saja, Ana sudah melewati masa kritisnya dan dia saat ini sedang menunggu sadar saja, karena sembilan puluh persen virus didalam tubuhnya Nona Ana sudah hilang Tuan, Nyonya karena racikan khusus yang tadi kita buat, dan jika ingin virus itu benar-benar hilang dari tubuhnya Nona Ana, kita berdoa saja agar Nona Ana bisa segera siuman dan agar saya bisa memberinya obat yang bisa memuntahkan semua virus itu Tuan, Nyonya", jelas lagi Dokter Simon dan membuat semua orang yang ada diruangan itu pada bersyukur dan lega rasanya.
"Syukurlah", kata Mommy Dania dengan menangis terharu.
"Kamu gadis kuat Ana, Kak Xander yakin itu", kata batin Alex untuk Ana.
"Semangat Princess, Kakak yakin kamu bisa melawan ini semua", kalau yang ini kata batinnya Tara, Kakak kandungnya Ana.
"Apa Ana sudah bisa kami temui Dokter?? ", tanya Tuan Fredo kepada Dokter Simon.
Sedangkan Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka hanya diam dan masih dengan setia mendengarkan perkataan semua orang.
"Boleh, dan bisa Tuan, Nyonya, akan tetapi harus bergantian, dan cuma satu orang saja yang diperbolehkan masuk melihat Nona Ana", jawab Dokter Simon kepada Tuan Fredo.
"Apa ada yang masih ingin disampaikan lagi Dok tentang adikku Ana", tanya Tara kepada Dokter Simon.
"Nanti Nona Ana akan kami pindahkan keruangan yang tidak seperti tadi Tuan, Nyonya, karena Nona Ana sudah tidak segawat kemarin, dan saya kira sudah semua Tuan, Nyonya yang ingi saya sampaikan, jika ada yang kngin saya sampaikan lagi nanti saya akan segera memberitahukannya kepada kalian", kata Dokter Simon kepada semuanya dengan tersenyum ramah.
"Baiklah kalau begitu kami permisi dulu Dokter, permisi dan terimakasih", kata Tuan Fredo kepada Dokter Simon sambil berjabat tangan dan diikuti Tara juga Mommy Dania.
__ADS_1
"Paman keluar dulu Simon", kata Tuan Gavi berpamitan kepada Dokter Simon.
"Iya Paman", jawab Dokter Simon kepada Tuan Gavi.
"Tante juga ya Simon", kata Nyonya Gia kepada Dokter Simon juga. Dan Dokter Simon dia hanya mengangguk dan tersenyum kepada Nyonya Gia.
Sedangkan Alex yang terakhir keluar, dia hanya tersenyum miring sambil mengangguk kepada Simon. Dan Dokter Simon pun hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari Kakak sepupunya itu.
Ketika sudah berada diluar ruangannya Dokter Simon, Tuan Fredo dia memerintahkan Tara untuk melakukan sesuatu.
"Tara hubungi anak buah kita, untuk mengirimkan mayatnya Vigor kerumahnya Abraham, biar disana bisa untuk tambah-tambah makanannya siJack", kata Tuan Fredo kepada Tara.
"Baik Dadd", jawab Tara dan dia lalu langsung saja menghubungi anak buahnya untuk mengirimkan mayatnya Tuan Vigor sesuai perintah dari Daddynya.
Tara langsung saja mematikan sambungan telefonnya ketika sudah mendapatkan jawaban dari anak buahnya yang dia telefon.
Tara lalu menelfon Abraham untuk memberitahukan bahwa dia akan mengirimkan daging segar, untuk Jack dan teman-temannya.
Abraham yang mendengar perkataannya Tara ditelefon, dia langsung tertawa terbahak-bahak mendengarnya serta dia sangat senang akan hal itu.
Abraham sendiri adalah teman dari Daddynya Tara, yaitu Tuan Fredo, dia pecinta binatang. Didalam rumahnya yang super luas itu dia mempunyai berbagai peliharaan hewan buas yang jumlahnya lumayan banyak.
"Apa yang akan Daddy lakukan?? ", tanya Mommy Dania kepada suaminya yang mendengar perkataan dari suaminya keanaknya Tara.
"Tidak ada apa-apa Momm, hanya memberikan balasan saja pada orang jahat yang sudah berani mencelakai Ana kita", jawab Tuan Fredo kepada suaminya.
"Tuan Fredo dan Nyonya Dania, maaf kami mengganggu, kami ingin permisi pulang dulu, jika nanti kami ada waktu, kami akan akan menjenguk Ana lagi kesini", kata Tuan Gavi kepada Tuan Fredo dan juga Nyonya Dania.
"Silahkan Tuan, dan terimakasih atas semua bantuan yang anda berikan kepada kami, kami tidak tahu bisa membalasnya atau tidak suatu hari nanti, satu yang pasti bantuan yang anda berikan tidak akan pernah kami lupakan Tuan Gavi, dan Nyonya Gia", jawab Tuan Fredo kepada Tuan Gavi dan Nyonya Gia.
"Iya terimakasih Gia, dan Tuan, terimakasih banyak sekali lagi", kata Mommy Dania kepada Nyonya Gia dan juga Tuan Gavi sambil berpelukan kepada Nyonya Gia.
"Iya Nia sama-sama, selagi saya bisa membantu, saya akan berusaha membantu semaksimal mungkin", jawab Nyonya Gia kepada Mommy Dania sambil tersenyum.
"Kami permisi dulu kalau begitu", kata Tuan Gavi dan Nyonya Gia sambil berjabat tangan kepada Tuan Fredo.
__ADS_1
Setelah kepergian dari Tuan Gavi dan Nyonya Gia, Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka melanjutkan perjalanannya menuju keruangannya Ana yang baru, yang tadi sudah diberitahukan oleh Dokter Simon.
Sedangkan Tara dan juga Alexander mereka sudah berada disana terlebih dahulu dan sudah duduk diruang tunggu depan ruangannya Ana. Ketika Tuan Fredo dan Mommy Dania sampai diruang tuggunya Ana, mereka melihat Tara dan Alex duduk dengan saling diam satu sama lain.
"Dadd, Momm Tara mau pulang dulu ya, mau ganti baju dan istirahat sebentar", kata Tara kepada kedua orang tuanya.
"Iya, hati-hati dijalan", jawab Tuan Fredo dan Mommy Dania secara bersamaan.
Dan setelah itu Tara berlalu pergi dari hadapan mereka, sehingga tersisalah Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Alex.
"Tuan Alex jika anda ingin pulang dan beristirahat silahkan Tuan, biar Ana saya dan istri saya yang menjaganya", kata Tuan Fredo dengan ramah kepada Alex.
"Tidak Tuan, Nyonya, saya ingin disini saja tetap menemani Ana hingga dia sadar nanti", jawab Alex dengan mantap kepada Tuan Fredo dan juga Mommy Dania.
Mommy Dania dan Tuan Fredi yang mendengarnya mereka terharu senang akan sikap perhatiannya Alex kepada Ana.
"Kalau begitu, bisakah kami menitip Ana sebentar Tuan, kami ingin bersih-bersih badan dan membeli makanan untuk sarapan", kata Tuan Fredo lagi kepada Alex.
"Silahkan Tuan", jawab Alex dengan singkat, dan setelah itu Tuan Fredo serta Mommy Dania mereka langsung saja berlalu pergi dari hadapannya Alex.
Dan tersisalah hanya Alex yang masih dengan setia menunggui Ana hingga dia tersadar nanti. Alex yang sendirian saja dia lalu memutuskan masuk keruangannya Ana. Setelah masuk Alex lalu duduk di kursi sebelah ranjangnya Ana dan dia lalu memegang tangannya Ana, serta Alex mengusap tangannya Ana dengan lembut hingga Alex lama-kelamaan tertidur dengan kepala bersandar dipinggiran ranjangnya Ana.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Hasil penyakit dan juga penyembuhannya Ana, itu murni kehaluan author ya readersπππ
Nih tak kasih visualnya Alexπ
Cukup kan readers, sudah yah, nanti Authornya malah jadi khilaf πππππ πππ
Dan pemain lainnya readers mengkhayal sendiri saja ya bagaimana bentuk visualnya, karena jika nanti author tampilkan semua, takut dibully karena beda ekspetasi sama readers semuaππ.
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***