
Vero, dan Aleda mereka berdua sudah sampai didalam gedung apartemennya Arga dan sedang berada didalam lift menuju kelantai kamar apartemennya Arga.
Veronica sendiri sudah menceritakan kepada Aleda, jika majikannya yang sekarang dia seorang laki-laki yang umurnya hampir seumuran dengannya.
Veronica juga menceritakan kepada Aleda jika Arga orangnya sangat baik sekali kepadanya.
Tanpa disadari oleh Vero, Aleda yang daritadi mendengarkan cerita dari Vero dia melihat wajah dari Kakaknya berbeda dari biasanya ketika dia bercerita tentang para majikannya kepadanya.
Wajahnya Vero sangat bersinar, dan matanya menandakan ada sesuatu yang dirasakan oleh Kakaknya kepada Arga, begitulah yang difikirkan oleh Aleda.
"Apakah Kakak mencintainya??", tanya Aleda kepada Vero.
Vero yang mendengar perkataan dari adiknya dia langsung saja diam seketika dari berbicaranya.
"Apakah sangat terlihat jelas dimataku??", tanya balik Veronica kepada Aleda.
Dan Aleda langsung saja mengangguk kepada Vero.
"Tapi Kakak tidak mau menunjukkannya kepada Tuan Arga Leda, karena bagaimanapun juga status kita berbeda, Kakak sudah bisa diberi kesempatan untuk merawatnya saja Kakak sudah sangat senang sekali", jawab Vero kepada Aleda.
"Ya sudah yuk, kita keluar, dan nanti kamu didalam sana yang sopan ya, jangan menyusahkan Tuan Arga", kata Vero lagi kepada Aleda ketika pintu lift sudah terbuka dan sudah sampai dilantai yang mereka tuju.
Aleda langsung saja memencet bel pintu apartemennya Arga, dan Arga dari dalam dia memang sudah menunggu Vero datang diruang tamunya, sebab Arga entah kenapa merasa sangat khawatir sekali kepada Vero.
Dengan gerakan perlahan tapi pasti, Arga lalu membukakan pintunya untuk Vero dan juga Aleda.
Arga, Vero dan juga Aleda mereka saling pandang diwaktu pintu sudah terbuka, dan mereka langsung saja pada saling mengumbar senyuman dibibir mereka masing-masing.
"Ayo suster Vero, silahkan masuk dan ajak adik kamu juga", kata Arga kepada Vero dengan ramah.
Arga, Vero dan Aleda mereka bertiga langsung saja masuk kedalam apartemen dan duduk dishofa yang ada diruang tamu.
"Pantas saja Kakak aku jatuh cinta kepada majikannya, lha wong majikannya tampan seperti ini", kata batin Aleda ketika pertama kali melihat Arga tadi.
"Nama kamu siapa adik manis??", tanya Arga kepada Aleda dengan nada khas seorang Kakak kepada adiknya.
"Aleda Jovanka Ariel Tuan", jawab Aleda dengan sopan kepada Arga.
"Panggil Kakak saja ya Aleda dan mulai sekarang kamu tinggal disini dulu untuk sementara waktu bersama Kakak dan Kakak kamu, karena didaerah kamu nanti ada penggusuran lahan", kata Arga kepada Aleda dan juga sambil melihat kearahnya Vero dengan sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Maksudnya apa ya Tuan Arga dengan penggusuran lahan, terus barang-barang kami bagaimana jika kami tinggal disini??", tanya Vero kepada Arga dengan ekspresi terkejutnya.
"Semua sudah dibereskan oleh para anak buah saya Suster, dan oh ya untuk sepasang suami istri yang baik kepada kalian sudah saya belikan rumah yang lebih baik dari sebelumnya, jika kamu ingin tahu alamatnya nanti minta kepada saya saja", jawab Arga kepada Vero dengan tenang.
Walau masih terkejut dan juga bingung, yang bisa Vero lakukan adalah cuma diam saja sambil menerima apa yang dilakukan Arga kepadanya dan juga adiknya.
"Adik kamu bisa tidur bersama kamu suster, sudah sana tunjukkan dulu kamarnya, supaya dia bisa beritirahat", kata Arga lagi kepada Vero.
Dan Vero serta Aleda mereka lalu berpamitan kepada Arga untuk menuju kedalam kamar.
Aleda sangat senang sekali bisa masuk dan tinggal didalam apartemennya Arga, karena seumur-umur Aleda baru bisa tinggal diapartemen mewah ya baru kali itu.
"Kak apartemennya Kak Arga sangat bagus dan mewah sekali, Leda sangat senang tinggal disini", kata Aleda ketika dia sudah berada didalam kamar bersama Kakaknya.
"Iya Leda Kakak tahu", jawab Vero kepada adiknya.
"Kamu istirahat saja ya, Kakak mau mengurus Tuan Arga dulu", kata Vero lagi kepada Aleda.
"Tunggu Kak", cegah Aleda kepada Vero ketika Vero ingin berlalu keluar dari dalam kamar.
"Ada apa Leda??", tanya Vero kepada Aleda sambil menghadap Aleda lagi.
"Sebenarkan Kak Arga sakit apa sih Kak, tadi Leda lihat dia baik-baik saja", tanya Aleda kepada Kakaknya.
Dan Aleda dia hanya beroh ria saja kepada Kakaknya. Setelahnya Vero langsung saja melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamar.
Ketika sudah keluar, Vero melihat Arga sudah berpindah tempat duduk menjadi duduk dishofa yang ada diruang keluarga sambil menonton televisi.
"Tuan mari saya antar kedalam kamar, saya mau mengecek perban dan jahitannya anda Tuan", kata Vero kepada Arga ketika dia sudah sampai didepannya Arga.
Arga hanya mengangguk saja dan dia langsung saja mematikan sambungan televisi yang sedang ditontonnya tadi.
Sambil memapah Arga, Vero dengan perlahan membantu Arga untuk menaiki tangga menuju kedalam kamarnya.
Ketika sudah berada didalam kamar, Vero langsung saja membantu Arga merebahkan badannya diatas ranjang.
Dan Vero lalu menyiapkan alat-alat yang dibutuhkannya untuk membuka perban untuk melihat jahitannya Arga.
Dengan perlahan Vero lalu melepaskan baju yang dipakai oleh Arga. Setelahnya dia lalu dengan profesional sekali memeriksa lukanya Arga.
__ADS_1
"Tahan sebentar ya Tuan jika merasa sakit", kata Vero ketika Vero sedang memeriksa perutnya Arga.
Dan Arga hanya mengangguk kecil saja kepada Veronica.
Arga terus memperhatikan dengan sangat lekat sekali ketika Vero dengan telaten memeriksa dan mengobati lukanya itu.
Sedangkan Vero dia sudah berusaha sekuat tenaga untuk tidak malu dan tetap profesional ketika Arga memandangnya dengan sangat lekat sekali.
"Fokus Vero fokus", sugesti yang Vero lakukan kepada dirinya sendiri ketika dia malu dilihatin oleh Arga.
"Ini lukanya sudah cukup kering tapi belum terlalu ya Tuan, dan masih saya olesi obat merah lagi supaya cepat kering", kata Vero kepada Arga sambil menutup lukanya Arga lagi.
"Sudah selesai Tuan", kata Vero kepada Arga ketika dia sudah mengancingkan kancing bajunya Arga lagi.
Vero lalu membereskan alat-alat yang tadi dibawanya untuk mengobati Arga.
Ketika sudah selesai Vero lalu berpamitan kepada Arga ingin kembali kedalam kamarnya sebentar.
Namun ketika Vero sudah berbalik badan dan ingin melangkahkan kakinya pergi dari situ, tiba-tiba pergelangan tangannya Vero digenggam erat oleh Arga.
Yang mana membuat Vero menjadi sangat terkejut sekali dibuatnya.
"Maaf Tuan, ada apa ya??, apa Tuan membutuhkan sesuatu lagi dari saya??", kata Vero dengan sopan kepada Arga.
Padahal aslinya jantungnya Vero sudah berdetak lebih kencang dari biasanya.
"Duduklah", kata Arga dengan suara tenangnya kepada Vero.
Dan Vero dia langsung saja duduk didepannya Arga dipinggir ranjang.
"Ada sesuatu yang ingin saya katakan kepada kamu suster Vero", kata Arga kepada Vero sambil menatap lekat bola matanya Vero.
"Maaf apa ya itu Tuan", tanya Vero kepada Arga sambil menetralisir jantungnya supaya tidak terdengar oleh Arga suara detakannya.
"Mungkin ini terlalu cepat bagi kamu, tapi saya tidak bisa membohongi perasaan saya, suster Vero, maukah kamu menikah dengan saya??", kata Arga dengan gentle dan to the point kepada Vero sambil menggenggam erat kedua tangannya Vero.
Ungkapan perasaan dan lamaran tiba-tiba yang dilakukan oleh Arga membuat jantungnya Vero seakan pindah kekakinya, bahkan Vero dia sampai melototkan matanya karena saking terkejutnya.
Dia tidak menyangka jika Arga juga menyukainya sama seperti dirinya menyukai Arga.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...