GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 229


__ADS_3

Berpindah tempat didalam apartemennya Arga, Arga, Vero dan juga Aleda yang sudah pada selesai makan malamnya, Aleda langsung ijin kepada Vero Kakaknya dan juga kepada Arga ingin masuk kedalam kamar lagi. Karena dia rasanya masih mengantuk sekali.


Arga dan juga Vero hanya mengangguk dan tersenyum saja kepada Aleda.


Sedangkan Aleda yang melihat anggukan dari Arga dan juga Vero dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamar sebelahnya Arga.


Tinggallah berdua saja yaitu Vero dan juga Arga yang masih berada diruang keluarga.


Arga yang melihat jika Aleda adiknya Vero sudah tidak terlihat lagi, Arga lalu beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Vero yang duduk dishofa seberangnya.


Sedangkan Vero dia hanya memperhatikan saja apa yang ingin dilakukan oleh Arga.


Ketika Arga sudah berada didepannya Vero, dia langsung saja menggendong Vero dengan tiba-tiba, membuat Vero sangat terkejut sekali.


Namun Vero langsung saja mengalungkan tangannya kepundaknya Arga untuk berpegangan.


Arga hanya tersenyum manis saja kepada Vero ketika Vero berteriak tadi.


Sedangkan Vero dia juga tidak banyak bertanya akan diajak kemana dia oleh Arga.


Dan ternyataa Arga mengajak Vero untuk masuk kedalam kamarnya.


"Kita tidur bersama saja ya Vero", kata Arga kepada Vero ketika dia sudah merebahkan badannya Vero keatas ranjang miliknya.


"Nanti jika Kak Arga keblabasan bagaimana??", kata Vero kepada Arga.


"Jika keblabasan apakah kamu tidak akan memberikannya untukku??", jawab Arga kepada Vero sambil ikut merebahkan badannya diranjang sebelahnya Vero.


"Iya lihat situasi dulu, ya sudah kita tidur yuk Kak, aku temanin", kata Vero kepada Arga sambil merapatkan tubuhnya ketubuhnya Arga dengan memakai satu selimut yang sama.


Arga yang mendengar perkataannya Vero, dia langsung saja tersenyum semakin lebar saja.


Malam itu adalah malam indah bagi Arga yang bisa tidur ditemanin oleh perempuan yang dicintainya, dan Arga tiba-tiba merasakan sesuatu dari balik celananya ada yang ingin dikeluarkan ketika tubuhnya Vero merapat ketubuhnya.


Vero sangat tahu, jika miliknya Arga sudah berdiri tegak seperti itu, karena Vero tadi tidak sengaja menyentuhnya ketika dia ingin merapatkan tubuhnya kepada Arga.


Disatu sisi Vero dia berpura-pura tidak tahu saja, dengan sambil memejamkan matanya.


Sedangkan Arga sendiri dia juga berpura-pura memejamkan matanya untuk meredakan gejolaknya itu.

__ADS_1


Hembusan nafas yang hangat miliknya Vero didadanya membuat Arga semakin tidak tahan saja.


Karena saat ini Arga tidur seperti laki-laki pada umumnya yang tidak suka memakai atasan.


Ketika Arga dan juga Vero sama-sama bergerak, ternyata mereka sedang membuka mata mereka dan langsung saling melihat satu sama lainnya.


Arga yang melihat Vero sedang mendongakkan wajahnya sambil melihatnya, dia langsung saja menundukkan wajahnya dan langsung mencium Vero tepat dibibirnya.


Vero pun langsung membalas ciumannya Arga kepadanya, dan mereka akhirnya berciuman dengan sangat mesra dan penuh penghayatan sekali.


Ciuman yang awalnya lembut menjadi menggebu sekali, bahkan tangannya Arga sudah mulai berjalan merambah menuju kebukit squishynya Vero.


Dan Vero juga diam saja ketika merasakan tangannya Arga yang sedang begitu ditubuhnya.


Akhirnya sampai juga tangannya Arga diatas bukit squishynya Vero.


Arga langsung saja mer3m45nya dengan gerakan lembut dan juga memainkan pucuk bukitnya dari luar bajunya Vero.


Dengan bibir yang masih saling bertautan tangan Arga dia dengan perlahan mencoba masuk kedalam baju yang dipakai oleh Vero.


Untung saja pintu kamarnya Arga sudah Arga kunci dari dalam, kalaupun belum dikunci Aleda juga tidak berani masuk kedalam kamarnya Arga dan memergoki kegiatan indahnya Arga dengan sang Kakak.


Dan ketika sudah sampai Arga langsung saja memainkannya dengan sangat lembut dan perlahan-lahan.


"Ennngghhh", reflek de***h Vero ketika Arga sedang memainkan pucuk bukitnya.


Arga yang mendengar d***h pertama dari Vero, dia semakin menggebu saja mencium Vero dan tangannya pula semakin lihai untuk memainkan bukit squishynya itu.


Ketika Arga melepaskan bibirnya Veronica, Arga lalu menelusuri lehernya Vero dengan gerakan lembut dan tidak lupa memberikan tanda cinta juga untuk Vero.


"Aaaaahhhhhh", d***h Vero ketika merasakan enak dari kegiatannya Arga dileher dan juga bukit squishynya.


Arga yang mencoba membuka baju yang dipakai oleh Vero pun, Vero tidak melarangnya dan dia diam saja.


Ketika bajunya Vero sudah terbuka, Arga sangat dibuat terpukau sekali dengan bukit squishynya Vero yang ukurannya cukup besar dari yang dia bayangkan.


Sungguh jantungnya Arga tiba-tiba merasakan detakan yang sangat amat kencang sekali, ketika melihat bukit squishynya Vero.


Dan Vero sendiri dia membiarkan Arga membuka baju dan melihat bukit squishynya yang selama ini dia tutupin itu.

__ADS_1


"Bolehkah??", kata Arga kepada Vero ketika dia ingin mencoba menikmati bukit squishynya Vero.


Vero langsung saja mengangguk kecil kepada Arga.


Melihat anggukan dari Vero, Arga langsung saja dengan semangat melahapnya dengan sangat rakus sekali, dan dengan tangan yang memijat lembut bukit squishynya Vero yang sizenya melebihi telapak tangannya itu.


Arga sendiri tidak pernah memusingkan ukuran dari bukit squishynya para perempuan, yang terpenting bagi Arga bukit squishynya masih orisinil dan tidak disuntik silikon.


Namun ketika Arga melihat bukit squishynya Vero, dia sangat senang sekali, karena dia bisa sangat puas melahap size yang cukup besar itu.


"Aaaaaaahhhh Kak, Aaah", suara merdu dari Vero kepada Arga ketika Arga memainkan pucuk bukit squishynya.


Membuat Arga semakin menggebu saja ketika mendengar perkataannya Vero.


Sungguh suaranya Vero membuat Arga semakin pusing saja dan semakin tidak karuan saja merasakan sesuatu yang sesak dibalik celana yang dipakainya itu.


Vero sendiri juga merasakan miliknya Arga yang sudah mengeras ketika bersentuhan dengan pahanya.


Bahkan miliknya Vero juga sudah cukup basah dibagian bawahnya karena permainan lidahnya Arga dibukit squishynya.


"Sayang apakah boleh, sungguh aku sudah sangat tersiksa sekali", kata Arga kepada Vero dengan wajah memelasnya ketika dia sudah melepaskan bukit squishynya Vero.


Sebelum menjawab perkataannya Arga Vero dia terdiam diri untuk sejenak terlebih dahulu.


Ketika sudah mantap memberikan jawaban kepada Arga, Vero langsung saja menganggukkan kepalanya kepada Arga dengan sangat pelan sekali.


Vero berani mengambil keputusan itu, karena Vero sangat yakin jika Arga adalah laki-laki yang baik untuknya dan tidak bakal mencampakkannya ketika sudah mendapatkan dirinya seutuhnya.


Dan Arga sangat senang sekali ketika dia melihat anggukan kepalanya Vero tadi, serta didadanya serasa ada kembang api yang meletus dengan ledakan yang sangat besar sekali.


Rasanya Arga sangat bahagia sekali bahkan bibirnya tersenyum dengan sangat-sangat lebar sekali.


...πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹πŸ’‹...


Hari ini partnya yang hareudang semua, dan Arga lanjut besok πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2