GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 143


__ADS_3

Ketika Leyna dan juga Simon yang sudah keluar dari dalam rumah kedua orang tuanya Simon. Mereka memutuskan tidak langsung pulang keapartemennya Leyna maupun Simon, melainkan mampir ditaman kota yang masih ramai hingga malam hari itu.


Ketika Simon dan juga Leyna yang sudah sampai taman itu, mereka langsung saja keluar dari dalam mobil dan duduk diatas kap mobil.


"Malam ini indah ya Simon, seperti perasaanku saat ini", kata Leyna memulai pembicaraan terlebih dahulu dengan Simon sambil memandang lurus kedepan.


"Iya Leyna, malam ini aku juga bahagia sekali", jawab Simon kepada Leyna sambil melihat kearahnya Leyna.


"Simon bolehkah aku bertanya kepadamu??",, kata Leyna kepada Simon sambil melihat kearahnya Simon.


"Boleh, silahkan Leyna, akan aku jawab dengan jujur", kata simon kepada Leyna sambil juga melihat kearahnya Leyna.


"Waktu dirumah sakit tadi, aku melihat pandangan yang berbeda darimu kepada Nona Bella, apakah wanita yang dulu kamu cintai adalah dia", kata Leyna kepada Simon yang langsung memudarkan senyum yang ada dibibirya Simon.


"Akan aku jawab jujur Leyna seperti perkataanku tadi, dan aku harap kamu juga tidak ada yang ditutup-tutupin dariku nanti", kata Simon kepada Leyna sambil menghadap Leyna.


"Iya kamu benar Leyna, Bella istrinya Taralah wanita yang dulu sangat aku cintai selama bertahun-tahun, dari dia mempunyai pasangan sebelum Tara hingga dia menikah dengan Tara", jawab Simon kepada Leyna sambil menghadap lurus kedepan sana.


Sedang Leyna dia terus melihat kearahnya Simon sambil terdiam mendengarkan cerita dari Simon.


"Tapi itu dulu Leyna, sekarang didalam hatiku cuma ada kamu, kamu sudah bisa menggantikan posisinya didalam hatiku, dan semenjak Bella menikah dengan Tara aku sudah bertekad mengubur dalam-dalam perasaan ini untuk dia, serta aku juga sudah bertekad untuk melupakannya, hingga akhirnya kamu tiba-tiba datang mengisi hatiku yang sedang rapuh itu", kata Simon kepada Leyna sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Leyna.


"Terimakasih Simon, aku percaya kepadamu, jangan kamu ingkari kepercayaanku ini ya", kata Leyna kepada Simon sambil memeluk Simon dari samping, dan dibalas juga pelukannya oleh Simon.


"Iya Leyna aku berjanji akan hal itu, karena seorang laki-laki dipegang pada janjinya", jawab Simon kepada Leyna sambil membalas pelukannya Leyna.


"Dan gantian aku boleh bertanyakan kepadamu Leyna??", kata Simon lagi kepada Leyna.


"Boleh Simon", jawab Leyna kepada Simon.


"Ceritakan dengan detail bagaimana kamu bisa putus dengan mantan pacar kamu yang dulu itu Leyna, karena aku merasa kamu masih ada yang disembunyikan dariku", kata Simon kepada Leyna.


Leyna yang mendengar perkataan dari Simon, dia langsung saja menceritakan semua kisah cintanya kepada Simon, dan dia juga menceritakan kepada Simon jika dia putus karena masalah utamanya sebab Vino suka main tangan serta kasar kepadanya.


Simon yang mendengar cerita dari Leyna dia menjadi sedikit geram sendiri, karena Simon memang tidak suka dengan laki-laki yang kasar dengan seorang perempuan.


"Sekarang sudah aku ceritakan semuanya kepadamu Simon, dan tidak ada yang aku tutup-tutupin lagi darimu Simon", kata Leyna kepada Simon.

__ADS_1


"Mari melangkah bersamaku ya Leyna, kita bentuk dunia kita sendiri bersama anak-anak kita nanti, dan kalau boleh jujur, setelah melihat baby L tadi aku malah ingin kamu cepat-cepat hamil", kata Simon kepada Leyna.


"Semoga saja kita diberi kepercayaan yang cepat sama Tuhan, dan kita berdoa saja ya sayang", kata Leyna kepada Simon sambil lebih mengeratkan pelukannya dibadannya Simon.


"Kita pulang saja yuk, sudah malam juga, dan disini juga dingin", ajak Simon kepada Leyna.


Dan Leyna langsung saja menggangguk sambil dibantuin oleh Simon turun dari atas kap mobil.


Leyna dan juga Simon langsung saja masuk kedalam mobil, dan Simon langsung saja tancap gas untuk mengantarkan Leyna pulang keapartemennya.


Sedangkan dibeda tempat tepatnya dirumah sakit, malam itu entah kenapa baby L dia sedikit rewel sekali, dan dia selalu menangis jika tidur ditaruh diatas box babynya.


"Kamu kenapa boy, kenapa rewel sekali, mau ***** lagi ya??", kata Alex kepada baby L yang sedang digendongnya.


"Coba Nak kasihkan keAna lagi", kata Mommy Dania kepada Alex.


Ana yang sudah bisa duduk dengan perlahan pun dia lalu meminta kepada Daddynya untuk meninggikan sedikit brankarnya.


"Sini L ayo sama Mamah", kata Ana meminta baby L dari tangannya Alex.


Dan benar saja baby L langsung saja diam, dan ternyata baby L rewel karena sedikit lapar.


Tuan Gavi dia sudah tidur dari tadi diatas shofa yang ada didalam ruang inapnya Ana, karena Tuan Gavi dia benar-benar sangat lelah sekali hari itu.


Sedang Nyonya Gia dia juga sudah tertidur diatas ranjang yang memang tersedia didalam ruang VVIPnya Ana.


Tuan Fredo, Nyonya Gia mereka masih terjaga belum tertidur karena bergantian berjaga untuk menemai Alex dan juga Ana mengurus baby L yang sedang sedikit rewel itu.


Ketika sudah cukup lama nenennya, baby L tiba-tiba dia menangis lagi, dan kali ini suara tangisannya membangunkan Nyonya Gia dan juga Tuan Gavi yang terkejut akan suara tangis dari baby L.


Tuan Fredo dia langsung saja gantian menimang-nimang baby L untuk meredakan suara tangisnya.


"Baby L masih rewel ya Nak", tanya Nyonya Gia kepada Alex dengan mengumpulkan tenaga yang baru terbangun dari tidurnya.


"Iya Mi, sepertinya dia lagi kepingin digendong dan tidak mau ditaruh dibox bayinya, lihat saja dia digendong sama Daddy langsung diam begitu", jawab Alex kepada Maminya.


"Tuan Fredo, sini biar baby L gantian saya yang gendong, Tuan dan Nia silahkan gantian beristirahat kalau capek", kata Nyonya Gia kepada Tuan Fredo dan juga Mommy Dania.

__ADS_1


"Aku mau istirahat sebentar dulu ya Gia, Alex", kata Mommy Dania kepada semua orang.


Dan semua orang yan dipamitin oleh Mommy Dania mereka hanya mengangguk saja.


"Kamu tidur saja sayang, supaya jahitan kamu tidak sakit dan biar cepat sembuh", kata Alex kepada Ana sambil mengusap lembut rambutnya Ana.


"Ana tidak bisa tidur Kak melihat Baby L rewel begitu, ingin menimang baby L juga Ana belum kuat berjalan", jawab Ana kepada Alex.


"Ya sudah, nanti kalau capek jangan dipaksakan ya sayang, disini juga masih ada Kakak, Daddy, Mommy, Papi sama Mami ko", kata Alex kepada Ana, dan Ana hanya mengangguk saja kepada Alex sambil melihat baby L yang sedang digendong oleh Tuan Fredo.


Sedangkan Tara dan juga Bella mereka tidak bisa ikut tidur dirumah sakit, karena keadaannya Bella yang juga sudah mulai hamil besar.


Ketika dirasa cukup lama, Tuan Gavi gantian meminta baby L dari Tuan Fredo, dan dia juga menimang-nimang baby L dengan penuh perasaan dan kasih sayang.


Dan ketika Tuan Gavi melihat baby L sudah lelap dalam tidurnya, dia lalu ingin menaruh baby L didalam box baby.


Baby L yang sudah ditaruh dalam box baby, dia mau tertidur, akan tetapi cuman setengah jam saja karena setelah itu baby L sedikit rewel lagi.


"Nak kamu sudah makan belum, coba kamu makan lagi, mungkin ASI kamu kurang mengeyangkan jadinya Baby L meminum ASI kamu tidak merasa kenyang", kata Nyonya Gia kepada Ana.


"Iya sayang, coba kamu makan lagi ya, mau Kakak suapin??", kata Alex kepada Ana.


"Boleh Kak", jawab Ana kepada Alex.


"Mau makan apa, disini banyak sekali makanannya", kata Alex kepada Ana.


"Semua juga boleh Kak, perut Ana sepertinya masih mampu menampung itu semua", kata Ana kepada Alex, membuat Alex langsung tertawa kecil sambil mengambilkan makanan untuk Ana.


Ana langsung saja makan semua makanan yang ada diatas meja yang tadi memang sengaja distok banyak oleh kedua orang tua mereka.


Ketika dirasa sudah cukup kenyang, Ana langsung menghentikan makannya, dan meminta Baby L yang sedang digendong oleh Tuan Gavi untuk disusuinya lagi.


Dan benar saja ketika Baby L sudah meminum ASI dari Ana yang baru selesai makan banyak, baby L langsung anteng dan juga diam, serta mau ditaruh dibox babynya sendiri hingga pagi menjelang.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2