
Ketika Alex dengan pedenya ikut tertidur dibrankarnya Ana, diluar ruangannya Ana, para orang tua, beserta Dokter Simon dan Kakaknya Ana yaitu Tara, mereka masih pada berbincang tentang untuk menyembuhkan tulang hidungnya Ana.
"Apakah lama Dokter untuk penyembuhan tulang hidungnya Ana?? ", tanya Mommy Dania kepada Dokter Simon.
"Tergantung kondisinya Nyonya, tapi dari sepengetahuan saya, patah tulang hidungnya Nona Ana itu tidak terlalu parah Nyonya, bisa cepat nanti penyembuhannya, apalagi kita kemarin yang mengoperasi adalah para Dokter yang sudah terbilang sangat handal, dan alat-alat yang kita gunakan juga alat-alat canggih, serta obat yang kita berikan kepada Nona Ana, adalah obat terbaik yang kami punya, semoga Tuhan memberikan yang terbaik kepada Nona Ana, karena secanggih apapun alatnya dan sehebat apapun Dokternya, jika Tuhan tidak merestui, apalah daya kita Nyonya", jawab Simon kepada Nyonya Dania dengan panjang lebar dan membuat semua orang yang mendengar reflek pada mengangguk setuju dengan perkataannya Simon.
"Itu Alex sedang apa sih didalam, ayo kita masuk saja kedalam, saya mau melihat calon menantuku", kata Nyonya Gia kepada semuanya.
"Iya Gia, ayo saya juga sudah tidak sabar ingin melihat Princessku", kata Mommy Dania kepada Nyonya Gia.
Akhirnya mereka semua pada berdiri dan berjalan masuk kedalam ruang inapnya Ana, dan betapa terkejutnya mereka semua ketika pertam kali masuk, mereka disuguhkan dengan pemandangan seperti kemarin, Alex tertidur satu brankar rumah sakit dengan Ana.
"Sepertinya kita harus mempercepat pernikahan dari anak-anak kita Tuan Fredo, saya takut dengan kepolosan dari Ana dimanfaatkan nanti sama Alex", kata Tuan Gavi kepada Tuan Fredo Daddynya Ana.
"Sepertinya anda salah Tuan, bukan Tuan Alex yang akan memanfaatkan kepolosan Ana, tapi Analah nanti yang akan membuat Tuan Alex pusing sendiri menghadapi pertanyaan-pertanyaan aneh dari adikku Ana Tuan", kata Tara menimpali perkataan dari Tuan Gavi.
Sedangkan Tuan Fredo dia hanya diam saja tidak menanggapi perkataan dari Tuan Gavi.
Alex yang sedang terlelap dalam tidurnya, dia sedikit terusik dengan suara-suara orang yang berbicara didalam ruangan, dengan perlahan dia melepaskan pelukannya terhadap Ana, dan mencoba untuk duduk serta turun dari ranjang.
Alangkah terkejutnya Alex ketika dia sudah sepenuhnya sadar dari bangun tidurnya, dia melihat banyak orang sudah duduk santai dishofa yang ada diruangan situ.
Nyonya Gia yang melihat anaknya Alex sudah bangun dari tidurnya, dia langsung saja berdiri dari duduknya dan berjalan untuk mendekati Alex.
Ketika sudah sampai dihadapannya Alex, Nyonya Gia dia langsung menjewer telinganya Alex. Sontak apa yang dilakukan Nyonya Gia membuat Alex langsung mengaduh dengan suara yang tertahan, karena dia tidak mau membuat Ana terjaga dari tidur cantiknya.
"Aduh Mami kenapa menjewer telinganya Xander sih, bikin malu saja", kata Alex sambil melepaskan tangan Maminya yang berada ditelinganya dengan sedikit kasar.
"Yang bikin malu itu kamu, bukan Mami, kamu itu anak orang bukannya dilamar dan dinikahi dulu baru diajak tidur, ini belum apa-apa sudah dipeluk-peluk terus sambil tidur pula diatas ranjang berdua saja", kata Nyonya Gia kepada Alex dengan nada gemas.
"Tadi saja Ana sudah melamar Xander Mami", bantah Alex kepada Maminya.
"Kamu ini, harusnya kamu yang melamar, bukannya Ana", kata Nyonya Gia kepada Alex sambil menjewer lagi telinganya Alex yang satunya.
__ADS_1
Tara yang mendengar perkataannya Alex, dia lalu menjawab perkataannya Nyonya Gia dengan tertawa kecil.
"Benar kan Nyonya, Adikku Ana itu gadis ajaib setelah insiden waktu kecil dulu", kata Tara sambil tertawa kecil.
Tuan Fredo dia hanya diam saja daritadi karena Daddy dari Ana dan Tara ini sedang bingung dan gundah, didalam hatinya sendiri dia merestui jika Ana bersanding dipelaminan dengan Alex.
Akan tetapi Tuan Fredo seperti belum rela jika dia harus berpisah dengan Princessnya yang selalu bertingkah seperti anak kecil walau umurnya sudah besar.
Tuan Gavi dia sangat mengerti dengan keterdiaman dari Tuan Fredo. Karena dia juga seorang Ayah jadi dia tahu bagaimana rasanya jika anak gadis yang sangat dia sayangi harus ikut dan diambil oleh laki-laki lain, yaitu suaminya.
Nyonya Gia setelah menjewer telinganya Alex, dia kembali lagi duduk ketempat duduknya semula, yaitu disamping suaminya Tuan Gavi. Dan disusul juga oleh Alex yang langsung duduk disebelahnya Tara.
"Nak, apakah kamu benar-benar menyukai Ana, anak Tante?? ", tanya Mommy Dania dengan tiba-tiba kepada Alex.
Alex yang mendengar pertanyaan dari Mommy Dania dia langsung memasang duduk yang tegap sambil menjawab dengan mantap pertanyaan dari Mommynya Ana dan kemungkinan besar akan menjadi calon mertuanya nanti.
"Saya serius tante, dan jika tante dan Tuan Fredo mengijinkan, ijinkan saya menjadi suaminya Ana", jawab Alex dengan tegas kepada Mommy Dania.
Mommy Dania dia hanya tersenyum manis khas seorang Ibu ketika mendengar jawabannya Alex.
Kegiatan Simon yang memeriksa keadaannya Ana, membuat Ana langsung terjaga dari tidur cantiknya, Simon yang melihat Ana membuka matanya dia langsung tersenyum manis kepada pasiennya itu.
"Selamat sore Princess?? ", kata Simon ramah kepada Ana sambil tersenyum manis ketika Simon melihat Ana sudah membuka matanya.
Semua orang yang tadi sedang berbincang ketika mendengar perkataannya Simon, mereka semua sontak langsung berdiri dari duduknya, kecuali Alex dia masih duduk karena ingin memberikan ruang kepada mereka semua melihat keadaannya Ana.
"Ana, bagaimana Nak keadaan kamu sayang?? ", tanya Mommy Dania kepada Ana sambil membelai lembut dan pelan pipinya Ana yang tertutup perban.
"Syukurlah, kamu sudah sadar Nak", kata Nyonya Gia kepada Ana dengan tersenyum manis.
Ana hanya membalas perkataan dari Mommy dan Nyonya Gia dengan tersenyum manis nan lemahnya, karena dia juga masih menahan rasa sakit dihidungnya.
"Bagaimana Dokter keadaannya anak saya?? ", tanya Tuan Fredo kepada Dokter Simon.
__ADS_1
Sedangkan Tuan Gavi dan Tara mereka langsung mengalihkan pandangan mereka kearah Simon ketika mendengar Tuan Fredo bertanya kepadanya.
"Semuanya baik saja Tuan-tuan, tubuh Nona Ana memberikan sinyal yang bagus dengan hasil operasi tadi, dan jika beberapa hari kedepan kondisinya Nona Ana semakin membaik, saya akan melepaskan perban yang ada dihidungnya Nona Ana Tuan, untuk melihat hasil dari operasi tadi", jawab Simon kepada Tuan Fredo, Tuan Gavi dan juga Alex.
"Kalau begitu, saya permisi dulu Tuan-tuan, ada sesuatu yang harus saya selesaikan sore ini, permisi", kata Simon lagi kepada mereka bertiga dan sambil mengajak berjabat tangan juga.
"Terimakasih Dokter",
"Terimakasih Dokter",
Kata Tara dan Tuan Fredo dengan tersenyum sambil membalas jabat tangannya Simon, dan Simon hanya mengangguk dan juga tersenyum.
"Terimakasih Simon", kata Tuan Gavi kepada Simon.
"Sama-sama Paman", kata Simon kepada Tuan Gavi.
Sebelum benar-benar pergi Simon menghampiri Alex dan mengajaknya tos ala laki-laki, sambil memberikan kata-kata yang membuat Alex tertawa kecil mendengarnya.
"Semangat Xander, kerja yang bagus", kata Simon sambil tos ala laki-laki kepada Alex.
"Thanks bro", jawab Alex sambil tertawa kecil kepada Simon.
"Aku cabut dulu, ada urusan", kata Simon lagi kepada Alex
"Siap", jawab Alex kepada Simon, dan setelah itu Simon benar-benar pergi dari ruangan itu.
Sedangkan Mommy Dania dan Nyonya Gia mereka berdua sedang asik mengobrol didekat brankarnya Ana sambil sesekali mengajak Ana berbicara.
Mereka tidak tahu saja akan ada masalah besar yang sebentar lagi akan menghampiri mereka. Sepertinya kebahagiaan Alex untuk menjadikan Ana sebagai istrinya harus mendapatkan ujian terlebih dahulu.
π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄π΄
Lanjut tidak nih, lanjut dongs, tapi diPart selanjutnya yah readersπ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***