GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 37


__ADS_3

Ketika Tuan Fredo yang sedang berada dirumahnya dan sedang menyelesaikan berkas-berkas yang ada dimeja kerjanya, dia tiba-tiba mendapat kabar dari salah satu bodyguardnya yang mengatakan jika Princessnya sedang kritis dirumah sakit, sontak kabar itu membuat Tuan Fredo langsung tersentak kaget dari duduknya.


Tidak pakai lama, Tuan Fredo langsung saja berlari dan menuju kemobilnya untuk menuju kerumah sakit. Tuan Fredo menuju kerumah sakut mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, hingga beberapa kendaraan lain dia salip terus dengan begitu cepatnya.


Sedangkan Tara yang sudah selesai mengopi dan lagi didalam toko roti untuk membelikan roti pesanan dari Mommynya terkejut sekali ketika mendapat telefon dari salah satu bodyguardnya, hingga Tara tidak sadar jika dia tadi berteriak cukup kencang sekali didalam toko roti itu, sampai-sampai mengalihkan semua pandangan pengunjung kearahnya Tara.


"Maaf Mbak tidak jadi dulu, adik saya tiba-tiba kritis", kata Tara kepada karyawan roti yang tadi mengambilkan pesanannya.


Dan Tara langsung saja berlalu pergi dari toko roti dengan tergesa-gesa dan berlari dengan sekuat tenaga untuk sampai keruang inapnya Ana.


Semua pengunjung yang tadi mendengar Tara berteriak keras sekali, mereka ada yang memasang wajah sebal, dan ada yang memasang wajah yang terkejut.


Akan tetapi ketika mendengar perkataannya Tara kepada karyawan toko roti itu mereka menjadi pada iba dan merasa kasihan dengan keadaan dari adiknya Tara. Banyak yang mendoakan didalam hati mereka, semoga adiknya Tara baik-baik saja dan tidak akan kenapa-kenapa.


Tara akhirnya sampai juga diruang inapnya Ana, dan ketika sampai Tara langsung saja bertanya kepada Mommynya yang sedang menangis dikursi tunggu yang ada disitu.


"Mommy, Momm kenapa dengan Princess, bukannya Princess baik-baik saja tadi setelah meminum obat, kenapa tiba-tiba menjadi kritis begini", kata Tara dengan nada yang sangat khawatir kepada Mommynya.


Belum sempat Mommy Dania menjawab pertanyaan dari anaknya Tara, datanglah Tuan Fredo yang menyamperi mereka dan langsung menghujani berbagai pertanyaan kepada anak dan juga istrinya.


"Tara, Mommy ada apa ini, kenapa menjadi begini, bagaimana ceritanya, Mommy, Tara jawab Daddy", kata Tuan Fredo dengan sedikit berteriak kepada Tara dan juga Mommy Dania.


"Tara juga tidak tahu Dadd, tadi Tara keluar sebentar untuk mencari kopi dan membelikan roti pesanannya Mommy, dan tahu-tahu Tara ditelefon sama bodyguard sudah begini keadaannya", jawab Tara kepada Daddynya.


"Mommy jawab Daddy", teriak Tuan Fredo kepada istrinya. Dan Mommy Dania yang mendengar teriakan dari suaminya seketika dia sangat terkejut sekali.


"Tadi Ana masih tidur sangat lelap Daddy, jadi Mommy ikut tidur karena sangat mengantuk sekali, tiba-tiba Mommy terbangun karena mendengar brankarnya Ana berbunyi, ketika Mommy mendekati Ana, tubuh Ana ternyata sedang kejang-kejang dan mengeluarkan busa dari mulutnya Daddy", jawab Mommy Dania sambil sesenggukan karena menangis bersedih.


"Pasti ini ada musuh kita yang mengetahui jika salah satu Keluarga William sedang berada diRumah Sakit", gumam Tuan Fredo dan masih didengar oleh Tara dan Mommy Dania.

__ADS_1


"Tara berfikir juga seperti itu Dadd", kata Tara kepada Daddynya.


Tara dan Tuan Fredo langsung saja mengalihkan pandangannya kepada semua bodyguard yang tadi disuruh menjaga didepan ruangannya Ana.


"Diantara kalian adakah yang tahu apa penyebabnya kenapa Princess saya bisa menjadi kritis begini keadaannya", tanya Tara kepada semua bodyguardnya dengan nada yang sangat tegas.


"Tadi ada seorang laki-laki yang berpakaian jas Dokter Tuan dan juga memakai masker katanya dia suruhannya Dokter Simon Tuan, ketika kami suruh dia untuk membuka masker katanya dia sedang terkena flu dan tidak mau membukanya Tuan, katanya takut nanti menulari kami", jawab salah satu bodyguard dengan takut.


"Teruskan", kata Tara kepada bodyguardnya.


"Lalu orang itu masuk kedalam ruangannya Nona Ana, dan setelah orang itu pergi baru beberapa menit, Nyonya Dania dia langsung berteriak-teriak keras sekali dan ketika kami masuk kami sudah mendapati keadaannya Nona Ana yang begitu Tuan", lanjut bodyguard tadi menjelaskan dengan sangat ketakutan sekali.


Tara dan Tuan Fredo langsung saja memukuli para bodyguard itu, untung saja Mommy Dania langsung bisa menghentikan perkelahian mereka sebelum ditegur oleh Dokter dan supaya tidak mengganggu ketenangan didalam rumah sakit.


"Stop, apa kalian tidak malu, ini itu diRumah Sakit", tegur Mommy Dania kepada suami dan anaknya Tara.


"Kalian", tunjuk Tuan Fredo kepada para bodyguardnya.


"Dokter Simon bagaimana keadaannya Princess kami Dok?? ", tanya Mommy Dania dengan tidak menyembunyikan rasa khawatirnya. Begitupun dengan Tuan Fredo dan juga Tara.


"Bisa kita bicara diruangan saya Tuan dan Nyonya", kata Dokter Simon kepada kedua orang tuanya Ana dan Tara.


"Kalian semua jaga disini, jangan perbolehkan siapapun masuk tanpa ada tanda pengenal yang jelas, faham kalian, kalau kalian lalai lagi akan saya bunuh kalian disini juga, dan untuk kesalahan kalian, tunggu saja hukuman yang akan kalian terima nanti", kata Tara dengan sangat tegas dan marah kepada semua para bodyguard.


"Baik Tuan Tara", jawab serempak semua bodyguard kepada Tara sambil menunduk.


Setelah berpesan begitu kepada anak buahnya, Tara lalu menyusul kedua orang tuanya yang sudah mengikuti Dokter Simon tadi. Sedangkan para bodyguard mereka lalu berjaga lebih ketat lagi karena mereka tidak mau nyawa mereka melayang percuma begitu saja ditangannya Tara.


Setibanya diruangannya Dokter Simon Tara dan kedua orang tuanya lalu mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Dokter Simon.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya sepertinya ada yang sengaja menyuntikkan sesuatu dicairan infusnya Nona Ana, karena setelah kami mengecek semuanya Nona Ana terkena virus yang cukup berbahaya yang sengaja disuntikkan kepadanya, jika tidak melalui cairan infus, bisa juga melalui tubuhnya langsung. Tapi dari analisa saya Tuan, cairan itu disuntikkan dicairan infusnya Nona Ana Tuan", jelas Simon panjang lebar kepada Tuan Fredo, Mommy Dania dan juga Tara.


"Nyonya, apakah Nona Ana tadi setelah meminum obatnya dia tidur?? ", tanya Simon kepada Mommy Dania.


"Tidur Dokter", jawab Mommy Dania sambil mengangguk kepada Dokter Simon.


"Berarti benar, dia menyuntikkannya kecairan infusnya Nona Ana, dan untungnya sudah saya ganti infusnya daritadi ketika pertama kali masuk dan melihat kondisinya Nona Ana, tidak mungkin dia menyuntikkan ketubuhnya Nona Ana Tuan, karena jika menyuntikkan langsung ketubuhnya Nona Ana, Nona Ana pasti akan terjaga dari tidurnya dan dia pasti akan berteriak karena terkejut dan kejadiannya pasti tidak sampai seperti ini", jelas Dokter Simon lagi.


"Brengsek, siapa yang berani melakukan semua itu kepada keluargaku", kata Tara dengan geram.


"Tapi Tuan Fredo, Tuan Tara dan Nyonya Dania tenang saja virusnya belum menyebar semuanya ketubuh Nona Ana, dan belum mengenai organ vitalnya Tuan, Nyonya, akan tetapi Nona Ana harus mendapatkan penanganan yang serius untuk mengeluarkan firus itu Tuan, Nyonya", jelas Dokter Simon lagi.


"Dokter tolong selamatkan dan berikan penanganan yang terbaik untuk anak saya Tuan, berapapun biayanya akan saya bayar, asal Princess saya bisa sembuh", kata Tuan Fredo dengan memohon kepada Dokter Simon.


"Akan kami usahakan semaksimal mungkin Tuan, doakan saja semoga semua hasilnya sesuai yang kita harapkan", jawab Dokter Simon kepada Tuan Fredo.


"Tuan dan Nyonya untuk sekarang Nona Ana mohon maaf tidak bisa dilihat dan dijenguk, karena Nona Ana harus mendapatkan perawatan yang sangat intensif untuk mengeluarkan virus yang ada didalam tubuhnya Nona Ana Tuan dan Nyonya", kata Dokter Simon lagi kepada Tuan Fredo, Tara dan juga Mommy Dania.


"Lakukan yang terbaik untuk kesembuhan adik saya Dok, dan berikan pelayanan yang lebih baik untuknya Dok, jangan sampai kita kecolongan begini lagi, dan mohon diperketat lagi keamanan yang ada diRumah Sakit ini", kata Tara kepada Dokter Simon.


"Iya Tuan, dan kami semua serta saya pribadi memohon maaf atas kejadian yang menimpa kepada Nona Ana", kata Dokter Simon kepada Tara.


"Dokter bolehkah kami melihat semua rekaman CCTV yang ada dirumah sakit ini Dok?? ", tanya Tuan Fredo kepada Dokter Simon.


"Silahkan Tuan Fredo, mari akan saya antar", jawab Dokter Simon.


Dan akhirnya mereka bertiga berjalan keluar dari ruangannya Dokter Simon untuk menuju keruang CCTV yang ada diRumah Sakit itu untuk mencari petunjuk siapa dalang dari semua ini.


Sedangkan Mommy Dania dia kembali lagi keruang perawatannya Ana, untuk terus mengetahui kondisinya Ana, walau hanya bisa melihat dari kaca yang tembus pandang kedalam ruangannya Ana.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2