
Tanpa berkata lagi, Dokter Bella langsung mematikan sambungan telefonnya kepada Suster Pamela itu. Dan dia langsung terburu-buru keluar dari ruangannya untuk pulang kerumahnya.
......... **********..... ...
Tara yang sudah dipindahkan keruang perawatan VVIP setelah pemeriksaan tadi dia belum sadarkan diri, karena efek bius dan obat yang merasuk ditubuhnya.
Tuan Fredo dia masih dengan setia menunggui anaknya Tara diruangan itu. Sedangkan Alex dia ijin pulang untuk membereskan kekacauan tadi sekalian menceritakan semua rencana dari pernikahannya dengan Ana hingga rencana untuk memberikan hukuman kepada Aaron dan juga Delwyn kepada Papinya yaitu Tuan Gavi dan Maminya Nyonya Gia.
Sekitar jam satu malam Tara sudah mulai tersadar dari tidur lelapnya, dan ketika Tara bangun dia melihat Daddynya tidur dishofa yang ada diruangan itu. Tara lalu mencoba untuk memanggil Daddynya.
"Daddy, Dadd...... ", panggil Tara kepada Tuan Fredo. Akan tetapi Tuan Fredo belum terbangun juga.
Akhirnya dengan panggilan yang kesekian Tuan Fredo terbangun juga dari tidurnya karena Tuan Fredo samar-sama mendengar seseorang memanggil namanya.
"Tara, kamu sudah sadar Nak", kata Tuan Fredo ketika membuka mata melihat Tara sedang melihat kearahnya.
"Sudah daritadi Daddy, Daddy pulang saja ya, biar Tara dijagain oleh bodyguard, agar Mommy dan Ana tidak curiga kepada Daddy", kata Tara kepada Tuan Fredo.
"Baiklah kalau ada apa-apa kabari Daddy langsung ya Kak, dan besok Daddy kemungkinan akan terlambat kesininya, karena besok ada meeting penting dikantor", kata Tuan Fredo kepada Tara. Dan Tara hanya menangguk saja kepada Tuan Fredo.
Setelah itu Tuan Fredo langsung berlalu keluar dari ruang perawatannya Tara dan berpesan kepada anak buahnya untuk menjaga Tara dengan baik.
Tuan Fredo ketika ditanya oleh Mommy Dania dimanakah Tara, dengan santainya Tuan Fredo menjawab menyuruh Tara terbang keInggris selama beberapa hari, untuk menemui client penting dari Perusahaan, dan akan pulang sebelum hari pernikahannya Ana dan Alex. Karena Tara sudah sering bepergian mendadak seperti itu, tanpa curiga sama sekali, Mommy Dania hanya mempercayai saja perkataan dari suaminya itu.
Kemarin Tuan Fredo dan Alex sudah memberikan balasan kepada Aaron dan juga Delwyn.
__ADS_1
Delwyn dan juga Aaron yang kemarin mengetahui jika rencananya gagal mereka langsung bingung dan panik. Ketika mereka ingin melarikan diri dari rumah mereka, sudah kedahuluan oleh para anak buahnya Alex, Tara dan juga Tuan Fredo.
Kali ini Arga lagi yang harus menghandle kantornya Alex lagi. Sambil terus menggerutu dan mengomel Arga masih tetap melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik.
"Lama-lama akulah yang seperti pemilik Perusahaan ini daripada Bos Alex", gerutu Arga sambil mengerjakan pekerjaannya.
Arga tidak mau disuruh Alex untuk ikut mengurusi masalahnya Delwyn dan juga Aaron karena pekerjaan yang sudah dilimpahkan Alex kepada Arga sudah terlalu banyak. Hanya Arga sajalah anak buah yang berani membantah Alexander.
"Bos, apa bos mau menyiksa saya perlahan-lahan, pekerjaan saya sudah sangat banyak Bos, ditambah saya juga harus menghandle pekerjaan dan semua meetingnya Bos, mohon keringanannya ya Bos", jawab Arga kepada Alex. Membuat Alex langsung melototkan matanya kepada Arga waktu itu, karena Arga berani membantah perintahnya. Sedangkan Arga dia hanya tertawa tanpa dosa menanggapi pelototan matanya Alex kepadanya.
Papahnya Aaron yang mendengar laporan dari anak buahnya jika rumahnya sudah dikepung banyak bodyguard dia lalu keluar rumah untuk melihat siapakah bosnya. Dan ketika Papahnya Aaron melihat Tuan Fredo dan juga Alex Tuan Almero Papahnya Aaron menjadi bingung sekali, karena setahu dia, dirinya tidak melakukan kesalahan kepada Keluarga William dan Keluarga Damara, begitulah fikirnya.
"Maaf Tuan Alexander, ada apakah hingga Tuan repot-repot datang kemari bersama Tuan Fredo, hingga sangat pagi sekali datangnya kerumah saya", tanya Papahnya Aaron kepada Alex dan Tuan Fredo yang sudah dipersilahkan duduk diruang tamunya, dengan ekspresi yang terkejut ketika dirumahnya pagi-pagi buta jam lima pagi sudah kedatangan tamu penting.
"Tolong panggilkan anak anda yang bernama Aaron Tuan Almero", kata Alex dengan santai tapi dingin.
"Cepat panggilkan saja, atau saya tembak kamu saat ini juga!!! ", kata Alex dengan tegas kepada Papahnya Aaron itu sambil mengacungkan sebuah pistol tepat dihadapan wajahnya Tuan Almero.
Tuan Aaron lalu menyuruh anak buahnya untuk membangunkan dan menyuruh anaknya yang bernama Aaron untuk turun keruang tamu saat itu juga.
Dengan mata mengantuknya Aaron berjalan menuju keruang tamu, dan ketika baru sampai diruang tamu, mata dia langsung saja melotot ketika melihat Alex dan juga Tuan Fredo sudah duduk gagah diruang tamu rumahnya.
Aaron langsung ingin kabur dari ruang tamu itu, akan tetapi langsung ditahan oleh para anak buahnya Alex dan Tuan Fredo.
"Duduk!! ", perintah tegas Alex kepada Aaron, dan anak buahnya yang mengerti langsung menyeret Aaron duduk dishofa sebelah Papahnya dan memegangnya dengan kencang agar tidak kabur lagi.
__ADS_1
Tuan Almero yang melihat anaknya dikasarin begitu, dia semakin tambah bingung, sebenarnya apa kesalahan dari anaknya Aaron.
"Ada apa ini Tuan Alex?? ", tanya Tuan Almero dengan bingung.
"Katakan apa yang ingin kamu lakukan terhadapku, jawaaaaaabb!!!, jika tidak pistol tanpa suara ini akan menembus keotak bodohmu itu", kata Alex dengan tegas kepada Aaron.
"jawab Aaron", kata Tuan Almero yang juga tambah bingung, ketika anaknya Aaron hanya diam saja daritadi.
Alex lalu mencoba menarik pelatuknya, dan menghadapkan pistol itu tepat dikepalanya Aaron, membuat Aaron langsung ketakutan sekali.
"Sa..... Saya menyewa orang untuk mencelakai Tuan Alex Pah dan juga menyuruhnya untuk membunuh Tuan Alex, karena Tuan Alex sudah merebut Ana dariku", jawab Aaron dengan tergesa-gesa kepada Papahnya dan semua orang yang ada disitu.
Tuan Almero dia langsung berdiri dari duduknya dan langsung menampar hingga memukuli Aaron dengan membabi buta.
"Kamu membuat Papah sangat malu Aaron", kata Tuan Almero dengan terus memukuli anaknya yang sudah tidak berdaya seperti itu. Sedangkan Mamahnya Aaron dia hanya bisa diam saja melihat dari dalam rumahnya ketika melihat suaminya memukuli anaknya Aaron.
Tuan Fredo dan Alex mereka hanya menonton saja tanpa memisahkan Tuan Almero yang terus memukuli anaknya itu.
"Berikanlah hukuman kepada anak kamu itu Tuan Almero, jika saya sampai mengetahui dia berani berbuat nekat lagi kepada saya, Ana atau Keluarga saya, tunggu saja pembalasan yang lebih dari ini Tuan Almero, dan ucapkan juga selamat tinggal kepada semua hartamu Tuan Almero, anda faham!!! ", kata tegas Alex kepada Tuan Almero.
"Baik Tuan saya sangat faham, dan saya akan memberikannya hukuman yang pantas dia dapatkan", jawab Tuan Almero kepada Alex dan juga Tuan Fredo.
"Dan satu hal lagi Tuan Almero, katakan kepada anak anda, dia dilarang menginjakkan kakinya dirumah saya lagi!! ", kata Tuan Fredo kepada Tuan Almero dan setelah itu Tuan Fredo dan juga Alex langsung mengangkat kakinya pergi dari dalam rumah itu, tanpa menunggu jawaban dari Tuan Almero.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***