GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 32


__ADS_3

Bibirnya Alex langsung saja tersenyum mengembang dengan sempurna ketika sudah melihat isi kado apa yang sedang diberikan oleh Ana.


Bahkan Alex dia langsung berdiri dari duduknya untuk memberikan pelukan dan ciuman mesra diseluruh wajahnya Ana, terutama bibir manisnya Ana itu.


"Honey are you serious, you're not lying to me are you",


(Sayang apa kamu serius, ini kamu tidak berbohong kepadaku kan??)", kata Alex kepada Ana dengan wajah yang menunjukkan kebahagiaan.


Dan Ana yang mendengar perkataannya Alex, dia hanya mengangguk saja sambil tersenyum manis sekali.


"Oh thank you so much God, thank you dear" (Oh terimakasih banyak Tuhan, terimakasih sayang)", kata Alex kepada Ana ketika Alex sudah melihat anggukannya Ana sambil memeluk Ana lagi.


Setelah memeluk Ana, Alex langsung saja berjongkok didepan perutnya Ana sambil berkata sesuatu.


"Halo sayang, sehat-sehat ya didalam sana, kami semua akan menantikan kehadiranmu disini, love you", kata Alex kepada Ana sambil berjongkok didepan perutnya Ana sambil juga mengusapnya dengan sangat lembut.


Yaps kotak kado kecil yang diberikan oleh Ana adalah sebuah kotak kado yang berisi testpack sebanyak tiga buah yang hasilnya menunjukkan garis dua semua, alias positif.


Dan itu artinya Ana sedang hamil anak ketiganya dari pernikahannya dengan Alexander Damara.


Ternyata tidak itu saja, Bella istrinya Tara ternyata dia juga sedang hamil anak keduanya sekarang.


Dan usia kehamilannya Bella sudah menginjak usia kelima bulan.


Mengetahui sang istri yang sangat dicintainya itu sedang hamil anaknya lagi untuk ketiga kalinya, Alex langsung saja memberitahukan kabar gembira itu kepada semua Keluarganya.


Kabar kehamilannya Ana disambut sangat suka cita sekali oleh para keluarganya, terutama oleh Tuan Gavi dan Nyonya Gia, karena itu artinya penerus untuk keluarga Damara akan semakin bertambah banyak saja.


Kita geser lagi kepada Arga dan juga Vero.


Vero yang sudah dipindahkan keruang perawatan biasa, mereka semua yang saat ini sedang berada diruang perawatannya Vero pun merasa sangat gembira sekali, terutama untuk Ayah Geoff dan Mamah Iris.


Karena sikembar adalah cucu pertama untuk mereka berdua.


Daneil dan Cacha pun mereka berdua sudah pada sampai dirumah sakit sejak setengah jam tadi.


Dan Daneil dia tidak bisa membohongi jika dia juga sama bahagianya melihat kedua ponakannya dan Vero bisa selamat dalam menghadapi persalinannya tadi.

__ADS_1


Daneil yang melihat Cacha menggendong salah satu anaknya Arga, tanpa sadar dia sangat terpesona sekali.


Dimatanya Daneil Cacha terlihat semakin cantik saja ketika sedang menggendong seorang baby seperti itu.


Dan Daneil dia malah membayangkan jika baby itu adalah anaknya bersama Cacha.


Daneil langsung saja tersenyum manis ketika Cacha mengalihkan pandangannya kearahnya sambil tersenyum juga.


"Oh ya, kamu kapan nih Nak Cacha mau memberikan Mamah cucu juga seperti Vero", kata Mamah Iris kepada Cacha.


"Doakan saja Mah secepatnya, kita juga sudah terus berusaha ko", jawab Cacha kepada Mamah Iris sambil tersenyum manis.


Dan jawaban dari Cacha membuat Daneil merasa tertampar sekali, sebab selama satu bulan lamanya menikah dengan Cacha dia bahkan belum pernah menyentuh Cacha sama sekali.


"Sudahlah Mah, mereka lagian juga baru menikah, tidak perlulah ditanya seperti itu", kata Ayah Geoff kepada Mamah Iris.


"Iya Mamah mengerti ko, lagi pula Mamah juga tidak marah sama Nak Cacha jika Nak Cacha belum diberikan kesempatan oleh Tuhan", jawab Mamah Iris kepada Ayah Geoff sambil menggendong cucu laki-lakinya itu.


Sedangkan Vero dan Arga sendiri mereka hanya terus tersenyum senang sambil mendengarkan semua keluarganya sedang berbincang.


Mendengar jawaban dan perkataan dari Mamah Iris dan juga Cacha, entah kenapa perasaan serta hatinya Daneil menjadi gelisah tidak menentu.


"Arga, siapakah nama baby-baby kalian berdua ini??", tanya Cacha kepada Arga.


Dan itu langsung saja mengalihkan pandangan semua orang kepada Arga, termasuk Daneil sekalipun.


"Untuk yang cowok namanya Saddam Xinlaire Michiavelly, panggilannya Saddam Cha", jawab Arga kepada Cacha.


"Terus kalau yang cewek Ga??", tanya Cacha lagi kepada Arga.


Sebelum menjawab pertanyaannya Cacha Arga langsung tersenyum sambil menoleh kearahnya Vero yang masih rebahan diatas brankar pasiennya itu.


"Untuk yang cewek aku dan Vero ingin Kak Daneil saja yang memberikannya nama", jawab Arga kepada Cacha dan masih didengar oleh semua orang.


Daneil yang mendengar perkataannya Arga, dia langsung saja terkejut, sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Aku???!!", kata Daneil kepada Arga dengan ekspresi terkejutnya.

__ADS_1


Dan Arga langsung saja mengangguk sambil tersenyum kepada Daneil.


"Kenapa harus aku Arga, apa tidak apa-apa jika aku yang memberikannya nama??", tanya Daneil kepada Arga.


"Tidak apa-apa Kak, kami sudah sepakat jika anak kami cewek Kak Daneillah yang ditunjuk untuk memberikannya nama", bukan Arga yang menjawab, melainkan Veronica.


"Ok baiklah, jika kalian ingin aku yang memberikannya nama", kata Daneil kepada Arga dan juga Vero.


"Sebentar aku berfikir dulu", kata Daneil lagi sambil memikirkan nama yang cocok untuk keponakan ceweknya itu.


Setelah beberapa menit lamanya berfikir akhirnya Daneil bisa menemukan nama yang cocok untuk anak perempuannya Arga.


Dan Daneil memberikannya nama Gwen Hannie Noa Michiavelly.


"Wah bagus juga itu Kak namanya, Vero suka", kata Vero ketika mendengar sebuah nama yang tadi disebutkan oleh Daneil.


"Iya bagus Kak dan Arga juga suka", kata Arga juga kepada Daneil dan langsung dianggukin oleh semua orang perkataannya Arga dan juga Vero.


"Terus panggilannya siapa Daneil, Gwen, Hannie atau Noa??", tanya Mamah Iris kepada Daneil.


"Ya terserah Mamah mau memanggilnya bagaimana, kalau Daneil pribadi maunya memanggil dengan panggilan Noa saja", jawab Daneil kepada Mamah Iris.


"Setuju Kak, Cacha juga suka nama panggilan itu bagus panggilannya, Noa, nanti kita bikin sendiri yang lebih lucu dari mereka ya sayang", kata Cacha kepada Daneil dan masih didengar yang lainnya juga.


Cacha sengaja berkata seperti itu dan sengaja juga memangggil Daneil dengan panggilan sayang, karena itu adalah kode dari Cacha kepada Daneil.


Jika dirinya sudah siap menjadi istri yang seutuhnya untuk Daneil dan siap juga untuk menjadi ibu dari anak-anaknya Daneil.


Sedangkan Daniel sendiri dijantungnya langsung saja berdebar-debar sangat kencang sekali, ketika digoda dan dipanggil sayang oleh Cacha.


Bahkan saking kerasnya detak jantungnya itu, seperti membuat sesak saja dadanya Daneil.


Dan mereka setelahnya hanya berbincang santai, hangat serta ringan saja sambil menimang-nimang baby Saddam dan baby Noa yang masih merah sekali kulitnya karena baru saja lahir.


Ada yang berbeda yang dirasakan Daneil sejak tadi adalah, Daneil tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajahnya Cacha yang terkadang tersenyum dan tertawa kepada keluarganya itu.


Bahkan rasanya Daneil ingin sekali segera pulang kerumah mereka dan langsung mendekap erat tubuhnya Cacha kedalam pelukannya diatas ranjang empuk mereka.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2