
Mamah Iris setelah membujuk Daneil cukup lama sekitar dua bulanan, akhirnya Daneil mau juga dijodohkan dengan Cacha anak sang Jenderal Rhison.
Begitu juga dengan Cacha yang dia sudah sangat pasrah sekali menghadapi sikap sang Mamah yang memaksanya untuk mau dijodohkan dengan sang Letnan yaitu Daneil.
Cacha yang pasrah akhirnya dia memutuskan mau juga dijodohkan dengan Daneil.
Dan malam ini adalah malam pertemuan kedua belah pihak keluarga untuk membahas pernikahannya Daneil dan Cacha.
Iya pernikahan, tidak ada lamaran-lamaran, karena bagi Mamah Iris dan Mamah Leone akan kelamaan jika lamaran terlebih dahulu.
Dan usia kandungannya Vero pun sudah hampir menginjak usia kedelapan bulan saja, sebentar lagi dia akan melahirkan anak pertamanya.
Ketika dipertemuan itu, Mamah Iris dan mamah Leone memutuskan ingin segera menikahkan Daneil dan Cacha dalam waktu satu minggu dari sekarang.
Sungguh perkataan dari Mamah Iris dan mamah Leone membuat Cacha dan Daneil langsung melotot dengan sangat lebar sekali.
Sedangkan untuk para Ayah, yaitu Ayah Geoff dan Jenderal Rhison mereka setuju-setuju saja dengan usul dari para istri mereka.
Arga pun yang juga ikut dalam pertemuan itu, dia sangat lega sekali ketika melihat jika sang Kakak akan segera menikah minggu depan.
Dan Vero yang ada disitu dia juga berdoa semoga pernikahan dari Kakak iparnya itu bisa langgeng serta awet sampai maut yang memisahkan.
Cacha dan Daneil sendiri mereka berdua tidak pernah terlibat dalam komunikasi sama sekali, dipesan ponsel maupun ditelefon.
Mereka hanya pasrah dan menurut saja memenuhi keinginan dari kedua orang tua mereka, terutama sang Mamah.
Pastilah mereka nanti ketika sudah resmi menjadi pasangan suami istri, ada rasa ketercanggungan diantara mereka.
Dan benar saja, satu minggu sudah berlalu akhirnya Daniel dan Cacha sudah resmi menjadi pasangan suami istri.
Dengan diadakannya pesta pernikahan yang cukup sangat meriah sekali, membuat pesta pernikahannya Daneil dan Cacha mendapatkan kedatangan dari tamu undangan yang sangat banyak sekali.
Ketika pesta pernikahan telah usai, Daneil dan Cacha pun yang sedang berada dihotel khusus tempat mereka menginap dan sudah disulap menjadi kamar hotel untuk pasangan pengantin baru, membuat Cacha sangat malu sekali dengan Daneil.
Bahkan ketika Cacha sangat kesusahan dalam melepaskan zipper baju pengantinnya, dia sangat malu sekali meminta bantuan kepada Daneil.
Begitu pula dengan Daneil, dia hanya menatap Cacha dengan tatapan yang biasa saja, tanpa ada niatan ingin menegur.
__ADS_1
Namun ketika melihat sang istri yang kesusahan seperti itu, Daneil dengan gentlenya dia langsung berdiri dibelakangnya Cacha untuk membantu Cacha melepaskan gaun pernikahannya.
Tak berkedip pula itu matanya Daneil ketika melihat punggung sang istri yang begitu mulus sekali, membuat tangannya seperti ingin mengusapnya.
Sedangkan Cacha dia seperti merasakan geli dipunggungnya ketika mendapatkan tatapan yang seperti itu dari Daneil.
"Terimakasih", kata Cacha kepada Daneil ketika zipper baju pengantinnya sudah selesai dibuka oleh Daneil.
Daneil hanya mengangguk saja kepada Cacha, sedangkan Cacha dia segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Cacha yang sudah selesai dari rutinitasnya didalam kamar mandi pun, dia langsung saja keluar dari dalam kamar mandi.
Alangkah terkejutnya Cacha ketika dia keluar dari dalam kamar mandi, melihat Daneil yang sekarang sudah sah menjadi suaminya, hanya memakai celana pendek saja tanpa atasan, alias bertelanjang dada dengan sambil menghadap kejendela hotel.
Tanpa saling tegur, Cacha langsung saja merebahkan badannya keatas ranjang hanya menggunakan bathrobe hotel.
Dan Daneil yang mengetahui jika Cacha sudah selesai, sekarang gantian dia yang masuk kedalam kamar mandi.
Ketika sudah selesai dari dalam kamar mandi, Daneil juga langsung saja ikut merebahkan badannya diranjang hotel yang sudah ditaburi dengan kelopak bunga disampingnya cacha.
Cacha yang tadi hanya memejamkan matanya saja dan belum tertidur, dia langsung saja membuka matanya ketika merasa jika Daneil sudah tidur disampingnya.
Sedang Cacha dia langsung saja mengalihkan pandangannya kesamping, kearahnya Daneil.
"Kita tahu pernikahan ini terjadi karena perjodohan dari kedua orang tua kita, tapi ketahuilah Cacha, walau belum ada cinta dihatiku untuk kamu, saya tidak mau hubungan merusak rumah tangga ini", kata Daneil dengan bahasa yang sangat kaku sekali kepada Cacha.
"Iya Kak Daneil, Cacha tahu, begitu pula dengan Cacha", kata Cacha kepada Daneil dengan sambil mengalihkan pandangannya juga kearah langit-langit kamar hotel mereka.
"Belum ada cinta dihatinya Cacha untuk Kak Daneil, tapi Cacha ingin sekali mencobanya bersama Kak Daneil membina rumah tangga ini dari nol, apakah Kak Daneil sendiri mau??", lanjut lagi perkataannya Cacha kepada Daneil.
Dan langsung saja membuat Daneil mengalihkan pandangannya kearahnya Cacha. Serta panggilan mereka pun sekarang juga sudah berubah sejak mereka akan menikah kemarin.
"Iya, aku mau Cha, biarlah hubungan ini mengalir seperti air yang mengalir, karena bagaimana pun juga, kita adalah orang asing yang tidak sengaja bertemu karena keadaan dan dijodohkan karena paksaan juga dari kedua orang tua", kata Daneil kepada Cacha sambil tersenyum tipis.
"Baiklah kalau begitu ijinkan Cacha untuk belajar menjadi istri yang baik untuk Kak Daneil ya, bantu Cacha ya Kak", kata Cacha juga kepada Daneil dengan sambil tersenyum manis.
"Iya, aku juga akan berusaha belajar menjadi suami yang baik untuk kamu Cacha", jawab Daneil sambil tersenyum manis juga kepada Cacha.
__ADS_1
"Sudah malam, ayo istriku kita tidur, pasti kamu capek sekali kan malam ini, tenang saja aku tidak akan meminta hak aku kepada kamu malam ini, karena aku tidak mau melakukannya dengan kamu jika hubungan kita masih seperti ini", kata Daneil kepada Cacha.
Membuat Cacha semakin tersenyum senang sekali ketika mendengar perkataannya Daneil, sebab Cacha daritadi dia sudah menahan rasa takut jika Daneil meminta haknya malam itu juga kepadanya.
Cacha yang merasa senang dia reflek langsung saja mencium pipi kanannya Daneil dengan sangat lembut sekali.
Membuat Daneil langsung saja terkejut dengan tingkahnya Cacha yang seperti itu.
"Tidak dosa kan jika mencium suami sendiri", kata Cacha kepada Daneil ketika melihat wajah terkejutnya Daneil sambil tersenyum jahil.
"Kalau begitu tidak berdosa dan salah juga kan jika suami memeluk istrinya", kata Daneil juga kepada Cacha dengan gerakan tiba-tiba langsung memeluk Cacha dengan sangat erat sekali.
Membuat Cacha reflek langsung berteriak kecil karena merasa terkejut dengan gerakan Daneil yang tiba-tiba seperti itu.
Cacha dan Daneil melakukan itu dengan perasaan canggung dan kaku serta malu, tapi jika mereka ingin memulai membina rumah tangga mereka, pastilah mereka akan menyingkirkan perasaan itu dengan perlahan-lahan, contohnya dengan apa yang mereka lakukan tadi.
Akhirnya Cacha dan Daneil mereka tidur dengan dalam keadaan saling menghangatkan sambil berpelukan satu sama lainnya didalam satu selimut yang sama.
...πππππππππππππ...
Yeeay yang mengharap jika part ini hareudang, maaf anda kurang beruntungπ
Daneil
Cacha, semoga sesuai karakterπ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...