
Meninggalkan kebahagiaannya Keluarga Damara dan keluarga William untuk sejenak.
Kita berpindah tempat keKeluarganya Simon dan juga Leyna.
Usia kehamilannya Leyna yang hanya selisih sedikit dengan Ana itu, tanpa sadar juga sudah memasuki usia kehamilan trimester ketiga, dan tinggal menghitung hari saja, baby yang sudah dinanti-nantikan oleh Simon dan Leyna akan segera lahir kedunia ini.
Simon pun selalu siap siaga disampingnya Leyna ketika Leyna sudah hamil besar seperti itu, dan Simon juga sudah mengambil cuti sejak satu bulan yang lalu.
Ketika Ana dan juga Alex sedang mengadakan pesta kelahirannya baby Sandra kemarin pun, Leyna dan juga Simon mereka tidak bisa hadir, karena Leyna sudah saatnya melahirkan, dan takut jika mereka datang Leyna akan melahirkan diacara tersebut.
Dan benar saja, setelah dua hari dari acara pesta meriah untuk baby Sandra kemarin, Leyna merasakan mulas diperutnya yang sangat teratur sekali.
Ketika Simon sedang berada didalam ruang walk in closet untuk berganti baju, tiba-tiba dia mendengar suara teriakannya Leyna, dan Simon langsung saja berlari mendekati Leyna yang sedang duduk dishofa yang ada didalam kamar mereka itu.
"Kamu pasti akan segera melahirkan sayang, ayo bertahan aku akan membawa kamu kerumah sakit", kata Simon kepada Leyna sambil menggendong Ana menuju kedalam mobilnya.
"Biiiiiiii!!!!, Bibiiiiii!!!", teriak dari Simon ketika memanggil para asisstan rumah tangganya.
Para pekerjanya Simon langsung saja bergegas menghampiri Simon ketika mendengar teriakan keras dari Simon.
"Tolong kalian bawakan tas saya yang ada didalam kamar, dan juga kalian segera kabari keluarga saya dan keluarganya Leyna, jika Leyna akan segera melahirkan", kata Simon kepada semua pekerja rumahnya sambil terus berjalan menuju kedalam mobilnya yang untung saja sudah terparkir didepan garasi rumahnya, karena tadi pagi sedang dipanasi oleh Simon.
Simon yang sudah meletakkan Leyna dikursi depan dekat kemudi, Simon lalu langsung saja mengendarai mobilnya menuju kerumah sakit dimana Simon bertugas, yaitu rumah sakit Cornelius Hospital.
"Sakit Simon", kata Leyna kepada Simon sambil terus menahan rasa sakit diperutnya.
"Bertahanlah sayang, aku segera membawa kamu kerumah sakit", kata Simon kepada Leyna dengan wajah khawatirnya.
Simon sekuat tenaga dia mengendarai mobilnya dengan sangat hati-hati sekali, walau dalam kecepatan yang terbilang cukup tinggi itu.
Semua keluarganya Simon dan Leyna yang dimendapatkan telefon dari rumahnya Simon, mereka semua langsung saja bergegas pergi menyusul Simon yang sedang menuju kerumah sakit.
Papah Ken dan Ayah Darius yang mendapat telefon dari istri mereka masing-masing pun, langsung saja meninggalkan pekerjaan mereka dan langsung juga menyusul para keluarganya untuk datang kerumah sakit, dimana Leyna akan segera melahirkan.
__ADS_1
Simon yang sudah sampai didepan ruang UGD rumah sakitnya, dia langsung saja berteriak memanggil para Dokter jaga diUGD yang ada dirumah sakitnya untuk segera menolong Leyna sang istri tercintanya itu.
Para Dokter dan suster yang melihat Direktur rumah sakit tempat mereka bekerja pun, mereka langsung saja bergegas menghampiri Simon sambil membawa brankar kosong untuk Leyna.
"Segera siapkan ruangan, kalau perlu ruang operasi, karena istri saya akan segera melahirkan", kata tegas dari Simon kepada Dokter yang sedang mengerubunginya.
Para Dokter dan suster langsung saja bergegas melaksanakan perintah dari Simon.
"Dan kamu tolong panggilkan Dokter Dwi, untuk segera membantu istri saya melahirkan, cepat!!",, perintah tegas lagi dari Simon kepada Dokter yang ada disitu untuk segera memanggilkan Dokter Dwi, Dokter kandungannya Leyna.
Leyna langsung saja segera dibawa keruang bersalin untuk segera diberikan penanganan yang intensif.
Dan selang beberapa menit kemudian, Dokter Dwi pun sudah datang keruang bersalinnya Leyna.
"Nyonya Leyna sudah mengalami pembukaan lima Dokter Simon, kita harus menunggu pembukaannya genap sampai sepuluh dulu baru kita bisa mengeluarkan babynya", kata Dokter Dwi kepada Simon, ketika sudah selesai mengecek kondisinya Leyna.
"Iya baiklah", jawab Simon kepada Dokter Dwi.
"Iya", jawab singkat Simon kepada Dokter Dwi.
"Nanti saya akan terus mengontrol kesini Dokter, tapi sementara saya tinggal dulu ya Dokter Simon",, kata Dokter Dwi lagi dengan ramah kepada Simon.
"Baik Dokter Dwi, terimakasih", kata Simon kepada Dokter Dwi dengan tenang.
Sepeninggalan Dokter Dwi, Simon lalu mengajak Leyna berjalan-jalan santai didalam ruangan, untuk mempercepat proses kelahiran dari baby mereka yang pertama.
Dengan menahan perut yang amat sangat sakit sekali, Leyna terus paksakan jalan untuk bisa segera melihat sang baby yang sudah sangat dinantikannya itu.
Sedangkan untuk keluarganya Simon, yaitu Mamah Merry dia sudah sampai terlebih dahulu dirumah sakit Cornelius Hospital, dibandingkan yang lainnya.
Mamah Merry langsung saja bertanya kepada salah satu suster dimana Leyna sedang mendapatkan penanganan.
Ketika Mamah Merry meminta diantarkan oleh sang suster tersebut keruang bersalinnya Leyna, Mamah Merry langsung saja mengetuk pintu ruangannya Leyna ketika sudah sampai didepan ruang bersalinnya Leyna dan langsung juga masuk ketika sudah ada tanggapan dari Simon yang ada didalam ruangan.
__ADS_1
Mamah Merry yang sudah membuka pintu ruang bersalinnya Leyna, dia langsung saja melihat Leyna sedang dituntun pelan oleh Simon yang sedang berjalan dengan wajah yang sedikit kesakitan itu.
"Apakah belum waktunya Nak??",, tanya Mamah Merry kepada Leyna.
"Belum Mah, lagi pembukaan lima, ini Simon sedang membantu Leyna untuk segera menambah pembukaannya lagi", bukan Leyna yang menjawab melainkan Simon.
Ketika Simon sedang sibuk membantu Leyna, tiba-tiba ponsel yang ada disaku celananya berdering dan bergetar.
Simon langsung saja mengambilnya sambil terus membantu Leyna berjalan.
Dan ternyata yang menelfon Simon adalah Mamah Vlo, Mamah mertuanya yang sudah sampai dirumah sakit dan tidak tahu dimanakah Leyna sedang dirawat.
"Kamu jemput saja Mamah mertua kamu itu, biar Mamah saja yang membantu Leyna untuk berjalan", kata Mamah Merry ketika mendengar perkataannya Simon melalui telefon kepada Mamah Vlo.
Dengan perlahan Simon lalu berganti posisi dengan Mamah Merry, dan Mamah Merry langsung saja menggantikan Simon yang membantu Leyna.
Sedangkan Simon dia langsung saja segera berlalu keluar untuk segera mencari sang Mamah mertua yang sedikit tersesat itu.
Ketika kepergian dari Simon baru beberapa menit, ternyata Dokter Dwi dia visit lagi keruang bersalinnya Leyna, untuk mengecek kondisinya Leyna.
"Ini sudah pembukaan ketujuh Nyonya Leyna, ayo segera dibanyakin berjalan, biar sibaby segera lahir", kata Dokter Dwi sambil menyemangati Leyna.
"Ayo Nak, Mamah bantu lagi", kata Mamah Merry kepada Leyna.
"Sebentar Mah, perutnya Leyna sakit", kata Leyna kepada Mamah mertuanya itu sambil terus mengusap perut besarnya.
Jenis kelamin babynya Simon dan Leyna sendiri masih mereka sembunyikan dari para keluarganya, karena Simon dan Leyna ingin memberikan kejutan kepada mereka semua.
Walau begitu tetap saja, para kakek dan neneknya babynya Simon dan Leyna mereka pada tetap membelikan perlengkapan baby untuk calon cucu pertama mereka dengan sangat excited sekali.
...πππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...
__ADS_1