GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 179


__ADS_3

Alex yang dikantor sedang bingung, berbeda lagi dengan Ana yang sedang ceria bercerita kepada Daddynya yang sedang menelfonnya dari telefon kantornya.


"Halo Ana sedang apa disana, dan dimana baby Luis??", kata Tuan Fredo kepada Ana melalui sambungan telefon.


"Halo juga Daddy, ini si Kakak sedang main mobil-mobilannya", jawab Ana kepada Daddynya.


"Oh ya Daddy, nanti kita kapan-kapan pergi liburan ya bersama semuanya", kata Ana kepada Tuan Fredo.


"Iya sayang, nanti kita atur waktu saja bagaimana baiknya", jawab Tuan Fredo kepada Ana.


"Ana sudah minta Kak Xander untuk membelikan bus Daddy, nanti kita perginya naik bus itu saja ya Dadd", kata Ana kepada Tuan Fredo.


Tuan Fredo sangat terkejut sekali mendengar perkataannya Ana yang mengatakan meminta bus kepada Alex.


"Bus untuk apa sayang, kan kita bisa naik mobil sendiri-sendiri nanti, atau bisa juga kita naik pesawat jet pribadi milik kita jika kita liburannya jauh", jawab Tuan Fredo kepada Ana.


"Ana bosan Daddy, Ana inginnya naik Bus saja, kan Ana belum pernah naik bus", jawab Ana kepada Tuan Fredo.


"Terus Papahnya Luis apakah mau membelikan busnya itu untuk kamu Ana??", tanya Tuan Fredo kepada Ana.


Dan memanggil Alex dengan panggilan Papahnya Luis, alias Papah dari baby L.


"Mau dong Daddy, kan Ana adalah anak tertuanya Papah Xander", jawab Ana kepada Tuan Fredo sambil tertawa, membuat Tuan Fredo ikut-ikutan tertawa juga bersama Ana.


"Kamu ini bisa saja Princess", jawab Tuan Fredo kepada Ana sambil tertawa.


"Baiklah nanti kalau busnya sudah datang, kabarin Daddy ya, Daddy mau lanjut bekerja lagi, salam untuk cucu kesayangan Daddy itu ya Princess", kata Tuan Fredo lagi kepada Ana.


"Siap laksanakan Oppah", jawab Ana kepada Tuan Fredo dan sambungan telefon mereka langsung saja benar-benar terputus.


Dilain tempat tepatnya dipos jaganya para bodyguard mannsionnya Alex, semua bodyguard sudah pada curiga dengan dua orang bodyguard yang wajahnya tidak pernah mereka lihat sebelumnya, namun mereka tidak mau berburuk sangka terlebih dahulu, karena takutnya dua orang yang mereka curigai adalah benar-benar bodyguard barunya keluarga Damara maupun Keluarga William.

__ADS_1


Semua bodyguard yang bekerja untuk Keluarga Damara maupun Keluarga William sudah dibekali dengan insting yang tajam, jadi para bodyguard itu selalu mengawasi dua orang yang mereka curigai namun tidak menimbulkan kecurigaan dari dua orang yang sedang menyamar itu.


Dua orang itu sedang berbisik-bisik entah apa yang mereka katakan, dan itu juga dilihat dengan jelas oleh para bodyguardnya Alex yang asli, namun para bodyguardnya Alex tetap membiarkannya saja dan pura-pura tidak memperdulikannya.


Ketika dua orang yang menyamar itu beranjak pergi dari tempat mereka berjaga dengan santai dan tenang, para bodyguardnya Alex juga mengikuti mereka berdua dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan dari dua orang yang sedang menyamar itu.


Dua orang yang sedang menyamar sebagai bodyguard itu mereka lalu masuk melalui pintu belakang, tepatnya pintu ruang loundry dimansionnya Alex untuk masuk keruang utama, dan mencari pemilik rumah, kalau bukan Alex ya Ana atau Baby L untuk mereka habisi.


Kedua penyamar itu mereka fikir, mereka sudah bisa mengelabuhi para bodyguardnya Alex yang asli, namun mereka salah besar.


Ketika para bodyguardnya Alex mengamati dua orang itu secara sembunyi-sembunyi, semakin lama diamati tingkah laku dari dua orang itu semakin membuat curiga bodyguardnya Alex, dan alhasil ketika dua orang itu belum sampai didalam mansionnya Alex, sudah ditangkap terlebih dahulu oleh enam orang bodyguardnya Alex yang mengikuti mereka berdua daritadi.


Ana tidak mengetahui itu semua ketika dibagian belakang mansionnya sedang ada keributan.


Para bodyguard itu langsung saja membawa dua orang yang sedang menyamar itu kePos keamaan yang ada dimansionnya Alex dengan dijaga ketat sekali.


Dan kepala keamanan yang ada dimansionnya Alex yang bernama Max dia langung saja menelfon Alex dengan segera.


"Tuan ada dua orang penyusup yang menyamar sebagai bodyguard masuk kerumah untuk melukai Nyonya dan Tuan kecil Tuan", lapor Max kepada Alex, yang mana membuat Alex langsung saja terkejut sekali sampai-sampai dia berdiri dari duduknya.


"Apaaaaaa!!!!, bagaimana bisa, bagaimana kalian bisa kecolongan seperti ini Hah!!!!", kata Alex ketika dia sangat terkejut sekali mendengar laporannya Max dengan nada marahnya.


Dan mungkin telinganya Max diseberang sana berdengung mendengar teriakannya Alex tadi.


"Dimana dia sekarang??", kata Alex lagi bertanya kepada Max dengan nada tegasnya.


"Sudah kami amankan dipos Tuan", jawab Max kepada Alex.


"Bawa dia kemarkas sekarang, saya akan segera kesana sekarang, dan jika terjadi apa-apa dengan anak serta istri saya, kepala kalian semua taruhannya", kata Alex dengan tegas kepada Max, dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya dengan Max.


Max langsung saja memerintahkan para anak buahnya untuk membawa dua orang itu kemarkasnya Alex dan jangan lupakan dengan penjagaan yang sangat ketat sekali, karena dia tidak mau mendapatkan kemarahan dari Alex.

__ADS_1


Sedangkan Alex dia yang sudah mengantongi ponselnya lagi kedalam saku jasnya, dia langsung saja keluar ruangan dan sambil mengajak Arga untuk ikut dengannya.


"Ayo Arga ikut dengan saya, ada b4j1ng4n yang ingin main-main denganku lagi", kata Alex dengan tegas kepada Arga.


Walau Arga selengekan akan tetapi jika disituasi yang serius seperti itu dia sudah sangat sigap membantu Alex.


Arga tanpa banyak bertanya kepada Alex dia langsung saja mengikuti Alex berjalan dibelakangnya, karena Arga melihat wajahnya Alex sedang tidak baik-baik saja, dalam artinya lagi moode menyeramkan.


Ketika Alex sedang berjalan tergesa-gesa sewaktu dia baru saja sampai diloby kantor, Alex tidak sengaja berpas-pasan dengan Papinya yaitu Tuan Gavi yang baru saja datang kekantor yang dipimpin oleh Alex untuk mengambil sebuah berkas penting yang dia butuhkan.


Karena Tuan Gavi sudah beberapa bulan ini dia memegang perusahaannya yang lain.


"Xander sepertinya kamu sedang terburu-buru sekali, apakah ada hal yang penting??", tanya Tuan Gavi kepada Alex dan langsung saja menghentikan langkah kakinya Alex.


"Es gibt einen Eindringling in meiner Villa, Pi, und er will meiner Frau und meinem Sohn, Baby L, wehtun (Ada penyusup dimansion aku Pi, dan dia ingin melukai istri dan juga anakku baby L)", kata Alex kepada Papinya sambil menggunakan bahasa Jerman, karena Alex tidak mau jika sampai para karyawannya mengerti akan percakapannya dengan Papinya.


Arga yang dibelakangnya Alex dan mendengar perkataannya Alex dia sangat terkejut sekali.


"Accidenti, dov'Γ¨ adesso?? (b3r3n9sek, sekarang dia ada dimana??)", tanya Tuan Gavi kepada Alex menggunakan bahasa Italia dengan sambil menahan amarahnya ketika dia mendengar perkataannya Alex.


"GiΓ  portato in quartier generale dai suoi uomini Xander Papi (Sudah dibawa kemarkas oleh para anak buahnya Alex Papi)", jawab Alex kepada Tuan Gavi dengan menggunakan bahasa Italia juga.


"Ayo kita segera kesana sekarang", kata Tuan Gavi mengajak Alex untuk segera datang kemarkas.


"Tapi Papi kesini mau apa??", tanya Alex kepada Tuan Gavi


"Mau mengambil berkas penting, namun lebih penting dengan keselamatannya Ana dan kedua cucunya Papi sekarang", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


Dan Alex hanya mengangguk saja kepada Papinya, setelahnya mereka berempat yaitu Alex, Tuan Gavi, Arga dan juga sekretarisnya Tuan Gavi mereka semua langsung berlalu pergi menuju kemarkasnya Alex untuk memberikan pelajaran kepada kedua orang yang mencari kuburannya sendiri ditangannya keluarga Damara.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2