
"Oh ya Alex, tadi aku sudah menelfon Bella untuk datang kesini supaya bisa memeriksa kondisi kehamilannya Ana", kata Tara kepada Alex.
Iya sebelum Tara turun untuk bergabung sarapan diruang makan bersama yang lain, Tara memang menghubungi Dokter Bella untuk mengabarkan berita tentang kehamilannya Ana serta menyuruh Dokter Bella datang kerumahnya untuk memeriksa Ana.
Dokter Bella yang mendengar kabar tersebut dia juga sama bahagianya seperti yang lainnya. Dan ketika Tara meminta Dokter Bella untuk selalu memantau kondisi kehamilannya Ana, Dokter Bella dengan senang hati akan melakukannya.
Dokter Bella sendiri memang sudah sayang kepada Ana, bukan karena Ana itu adiknya Tara, tapi karena sifat dan sikap Ana yang masih polos dan lugu serta wajah Ana yang imut membuat semua orang mudah menyayanginya.
"Tapi sarannya Bella, Ana disuruh periksa dirumah sakit langsung Alex, supaya bisa diUSG, karena dirumahkan tidak ada alat USGnya", sambung Tara lagi kepada Alex.
"Iya baiklah akan aku antarkan nanti Ana kerumah sakit", jawab Alex kepada Tara.
"Mommy ikut ya, sekalian kan tadi kamu katanya mau mengajak Bella juga Tara pergi belanja, lagi pula Mommy juga kepingin lihat calon cucu Oma ", kata Mommy Dania kepada Tara dengan sangat bahagia sekali, begitu pula dengan Tuan Fredo.
Mereka semua sudah pada selesai sarapannya, dan mereka semua masih berada diruang makan, dan Ana yang daritadi menjadi topik pembicaraan seperti biasa dia hanya diam sambil menopang dagu dan mendengarkan mereka semua berbicara.
"Iya Mommyku yang sudah tua tapi masih cantik", jawab Tara kepada Mommy Dania sambil tertawa, dan langsung mendapat jeweran kecil dari Mommy Dania.
"Kamu ini sayang, sudah mau menjadi seorang Ibu, ko wajahnya masih imut begini, nanti jika anak kamu sudah lahir, dikira orang-orang nanti Alex mempunyai dua orang anak bagaimana?? ", goda Tuan Fredo kepada Ana yang sedang terlihat lucu dengan pipi chubbynya.
Sedang Alex yang mendengar perkataan dari Ayah mertuanya dia reflek tertawa dengan cukup keras, dan disambut yang lain juga.
"Lha kan memang Kak Xander sudah tua Dadd, memang dia juga sudah pantas mempunyai dua orang anak sekaligus", jawab Ana dengan nada lucunya kepada Tuan Fredo.
Alex yang mendengar perkataannya Ana dia hanya menggelengkan kepalanya sambil masih ada sisa-sisa tertawa dimulutnya.
"Setidaknya Kak Xander sudah menikah dan segera akan punya anak Ana, itu lihat didepan Kakak, dia saja belum menikah, apalagi mempumyai anak", jawab Alex kepada Ana sambil menyindir Tara yang duduk berseberangan dengannya.
Tara reflek langsung menendang tulang kering kakinya Alex, membuat Alex langsung mengaduh kesakitan dan Ana yang melihat dia langsung khawatir dengan wajah cantiknya.
Sedang Mommy Dania dan juga Tuan Fredo mereka sangat menikmati suasana yang sedang terjadi dimeja makan itu, karena tidak setiap hari mereka akan merasakan kehangatan seperti itu jika Ana dan Alex sudah kembali kerumah mereka sendiri.
Bahkan hari itu dimeja makan bisa dibilang sudah lengkap orangnya, sebab terkadang Tara atau Tuan Fredo mereka tidak bisa sarapan bersama karena ada meeting penting atau client penting dipagi hari. Jadi momen dimeja makan sekarang, membuat Mommy Dania serta Tuan Fredo merasa bahagia sekali.
"Kakak kenapa Kak?? ", tanya Ana dengan sangat khawatir ketika mendengar Alex mengaduh.
__ADS_1
"Kaki Kakak ditendang sama Kak Tara", adu Alex kepada Ana, dengan suara dibuat yang sangat kesakitan sekali. Sedang Tara yang melihat kelakuannya Alex dia hanya mencibir sambil memutar bola matanya jengah, karena fikir Tara Alex lebay.
Ana langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Kakaknya Tara yang duduk didepannya Alex sambil mengucapkan kata-kata yang membuat semua orang tertawa termasuk Alex.
"Kakak jangan begitu, nanti kalau kakinya Kak Xander patah bagaimana kan kasihan, dan jika sampai benar patah, Ana mau kakinya Kak Xander diganti pakai kakinya Kak Tara", kata Ana kepada Tara membuat semua orang langsung tertawa mendengarnya.
"Tidak sampai patah ko Ana, tenang saja", jawab Tara kepada Ana sambil tersenyum manis kepada Ana.
"Tapi jika Ana mengijinkan, Kakak bisa ko membuat kakinya patah sekarang juga", kata Tara lagi sambil tersenyum miring dan melirik kearahnya Alex yang sedang melototkan matanya kepada Tara karena baru saja mendengar perkataannya Tara.
Hari itu entah kenapa Mommy Dania merasakan badannya lebih fit dan segar bugar melebihi hari-hari biasanya melihat kebersamaan dan nikmat Tuhan dipagi itu.
Dilain tempat tepatnya dimansionnya Tuan Gavi dan Nyonya Gia, mereka yang juga sedang pada sarapan sambil berbincang-bincang juga.
"Itu Xander sama Ana jadi pulang Pi malam tadi?? ", tanya Nyonya Gia sambil sarapan bersama Tuan Gavi.
"Jadi Mi, dan saat ini mereka sedang berada dirumahnya Tuan Fredo, mertuanya Alexander", jawab Tuan Gavi kepada istrinya.
"Mami sangat senang Pi, mendengar Ana sedang hamil, tidak menyangka saja Alex dan Ana yang baru menikah sudah diberikan kepercayaan terbesar sama Tuhan dengan berita tentang kehamilannya Ana", kata Nyonya Gia kepada Tuan Gavi dengan senyum yang merekah.
"Masih dong Pu, masa Mami sudah lupa, yang berbagi rejeki kepada tiga panti asuhan itu kan?? ", jawab Nyonya Gia kepada Tuan Gavi.
"Iya, hitung-hitung berbagi kebahagian juga kepada mereka, dengan berita kehamilannya Ana", kata Tuan Gavi lagi kepada Nyonya Gia.
"Ok Papi siap, kalau perlu Mami ajak juga Nia untuk ikut bersama Mami", jawab Nyonya Gia lagi kepada suaminya.
"Iya boleh Mi, hati-hati dijalan dan nanti juga Papi akan menyuruh beberapa bodyguard mengawal Mami", jawab Tuan Gavi kepada istrinya. Dan Nyonya Gia dia hanya mengangguk sambil menghabiskan makanananya.
Setelah beberapa menit akhirnya Tuan Gavi dan Nyonya Gia selesai sarapannya. Tuan Gavi lalu berpamitan kepada Nyonya untuk berangkat kekantor, dan ketika Tuan Gavi sudah pergi Nyonya Gia langsung saja menghubungi Mommy Dania.
"Halo Gia, bagaimana kabarmu, dan ada apa menelfonku?? ", kata Mommy Dania kepada Nyonya Gia.
"Baik, kabarku baik Nia, oh ya aku menelfonmu untuk mengajakmu berkunjung kepanti asuhan, untuk berbagi kebahagiaan kita yang sebentar lagi akan mempunyai seorang cucu, apa kamu bisa??", kata Nyonya Gia kepada Mommy Dania.
"Kamu sudah tahu Gia jika Ana sedang hamil?? ", tanya Mommy Dania kepada Nyonya Gia, besan sekaligus sahabatnya dari dulu.
__ADS_1
"Iya sudah, kemarin Alex juga mengabari kami", jawab Nyonya Gia sambil tersenyum walau Mommy Dania tidak melihatnya.
"Aku tidak bisa Gia, karena ini aku sedang siap-siap ingin ikut mengantar Ana cek kandungannya dirumah sakit", kata Mommy Dania kepada Nyonya Gia.
Nyonya Gia ketika mendengar perkataan dari Mommy Dania, tanpa fikir panjang dia langsung saja ingin ikut bersama mereka.
"Aku ikut Nia, aku juga mau melihat calon cucu kita, boleh ya", kata Nyonya Gia kepada Mommy Dania.
"Terus dengan panti asuhannya bagaimana?? ", tanya Mommy Dania kepada Nyonya Gia.
"Aaah itu kan bisa besoknya lagi Nia, iya Nia aku akan menyusul kalian, aku akan segera bersiap-siap sekarang", jawab Nyonya Gia kepada Mommy Dania dengan nada yang begitu semangat.
"Iya baiklah, nanti kami akan periksa diruangannya Bella, kamu tanya saja kepada para suster ya Gia jika tidak tahu ruangannya Bella disebelah mana?? ", kata Mommy Dania kepada Nyonya Gia.
"Ok, kalau begitu aku tutup dulu telefonnya ya Nia, mau bersiap-siap juga", kata Nyonya Gia kepada Mommy Dania.
Dan setelahnya panggilan mereka benar-benar terputus ketika Nyonya Gia sudah mendengar perkataannya Mommy Dania.
Mommy Dania, Alex, Ana serta Tara mereka sudah pada siap dan ingin keluar dari rumah. Akan tetapi sebelu masuk kedalam mobil Mommy Dania mengatakan sesuatu kepada Alex dan juga Ana.
"Nanti Mami kamu mau menyusul kita Nak Xander", kata Mommy Dania kepada Alex.
"Iya tidak apa-apa, apa Mommy memberitahukannya tadi kepada Mami?? ", jawab Alex kepada Mommy Dania.
"Tidak tadi Mami kamu menelfon Mommy ingin mengajak kepanti asuhan, dan Mommy jawab akan ikut mengantar Ana periksa kandungan, ya Mami kamu langsung ikut saja, dan kepanti asuhannya ditunda", jawab Mommy Dania kepada Alex.
"Oh baiklah, kalau begitu mari kita bertemu saja sama Mami disana Momm", jawab Alex lagi kepada Mommy Dania.
Dan setelah itu mereka pada masuk kedalam mobil mereka masing-masing. Mommy Dania satu mobil bersama Tara, sedang Alex dia mengendarai mobil sendiri bersama Ana. Mereka semua sedang menuju kerumah sakit, dan Dokter Bella juga sudah menunggu mereka semua diruangannya.
Sedang Mami Gia, alias Maminya Alex dia juga sudah dalam perjalanan menuju kerumah sakit diantar dengan sopir pribadinya serta dikawal dengan beberapa bodyguard.
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1