GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 137


__ADS_3

Tara, Bella, Tuan Fredo, dan juga Mommy Dania yang lagi pada sedang berbincang santai diruang Keluarga rumah mereka langsung saja terkejut ketika salah satu bodyguard yang mengawal Alex dan juga Ana mengabari Tuan Fredo jika Ana sedang dilarikan kerumah sakit.


Begitupun juga Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia, Tuan Gavi yang sedang berada diruang kerjanya dia juga begitu sangat terkejut ketika mendapat telefon dari salah satu anak buahnya yang dia tugaskan untuk selalu mengawal Alex dan juga Ana jika Ana sedang dibawa kerumah sakit oleh Alex.


Tuan Gavi dia langsung saja berlalu keluar dari ruang kerjanya dan mencari istrinya yaitu Nyonya Gia untuk memberitahukan kabar tersebut.


Sungguh Nyonya Gia yang sedang berada didalam kamar dia juga sangat terkejut sekali ketika mendengar barita dari Tuan Gavi.


Tuan Fredo, Mommy Dania, Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia mereka segera menuju kerumah sakit yang sudah diberitahukan oleh para anak buah mereka.


Begitupun juga dengan Tara yang ingin sekali kerumah sakit, akan tetapi ada perdebatan sedikit dengan Bella istrinya.


"Tidak pokoknya aku ikut sayang", jawab Bella kepada Tara dengan tegas.


Karena pasalnya Tara melarang Bella untuk ikut dan menunggunya dirumah saja sambil dijaga ketat oleh para anak buahnya.


"Tapi sayang, kamu juga hamil nanti kalau kecapekan bagaimana??", kata Tara kepada Bella.


"Tidak apa-apa aku sehat Tara, dan babynya tidak kenapa-kenapa, kan kau yang hamil dan aku jauh lebih tahu daripada dirimu My Griy", jawab Bella lagi kepada Tara.


Dan akhirnya Tara memutuskan mengalah saja kepada Bella, karena dia ingin segera menuju kerumah sakit, sedangkan Daddy dan juga Mommynya sudah dipertengahan jalan, mungkin sebentar lagi akan sampai.


Tara dan juga Dokter Bella akhirnya mereka berdua berangkat kerumah sakit yang dituju sesuai informasi dari para bodyguardnya Alex tadi.


Empat puluh menit kemudian akhirnya Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka berdua sampai juga dirumah sakit MARIA HOSPITAL.


Mommy Dania serta Mommy Dania mereka berdua segera menuju keruang UGD tempat Ana sedang mendapatkan penanganan, dan selang sepuluh menit kemudian Tuan Gavi, Nyonya Gia, Tara dan juga Bella mereka berempat sampai juga dirumah sakit tempat Ana sedang dirawat.


Tara dan juga Bella tidak sengaja bisa bersamaan dengan Tuan Gavi serta Nyonya Gia sampainya dirumah sakit.


Dan setelah itu mereka semua langsung saja menuju keUGD tempat Ana sedang mendapatkan penananganan.


Tuan Fredo dan juga Mommy Dania serta beberapa bodyguard yang mengawal mereka tadi ketika baru saja sampai diruangan tempat Ana mendapatkan penanganan dia melihat Alex sedang diam sambil terus memandang kearah pintu ruangannya Ana.


Dan ketika Tuan Gavi, Nyonya Gia, Tara dan juga Bella ketika sampai mereka semua melihat Alex diam dengan tatapan tidak beralih kepintu ruangan yang ada didepannya sedang Mommy Dania dia sedang sedih dengan bersandar dipundak sang suami yaitu Tuan Fredo.


"Xander sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan Ana??", tanya Tuan Gavi dan Nyonya Gia secara bersamaan bertanya kepada Alex.


Alex hanya menggelengkan kepalanya saja menanggapi pertanyaan dari kedua orang tuanya tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali dari pintu.

__ADS_1


"Ana sedang ditangani didalam sana Tuan Gavi", jawab Tuan Fredo mewakili Alex menjawab.


Diwajah mereka semua nampak jelas ada raut kesedihan yang mendalam khawatir akan keadaannya Ana yang sedang berada didalam ruang perawatan.


Ketika mereka semua sedang pada diam dengan fikiran mereka masing-masing tiba-tiba pintu ruangannya Ana terbuka dan keluarlah Dokter yang menangani Ana tadi.


Sontak mereka semua pada berdiri ketika melihat pintu terbuka dari dalam, termasuk Alex yang paling cepat diantara mereka semua.


"Maaf Tuan Alex, bisa ikut saya kedalam sebentar", kata Dokter itu kepada Alex.


Alex langsung saja mengikuti Dokter itu masuk kedalam ruangan dan ketika sudah didalam ruangan, Alex melihat Ana sudah mulai merasakan lemas badannya.


"Sayang hey, ada Kakak disini, Kakak akan selalu menemanimu disini", kata Alex kepada Ana sambil mencium tangannya Ana.


"Sakit Kak perutnya Ana", kata Ana dengan lirih.


"Begini Tuan Alex, kita harus segera mengeluarkan babynya dari dalam perutnya Nyonya Ana dengan cara dicaesar karena Nyonya Ana tadi ketika mengalami kram diperutnya dan ketika baru saja kami pindahkan diruangan ini dia mengalami pecah ketuban Tuan, akan bahaya jika tidak segera kita keluarkan babynya", kata Dokter itu kepada Alex.


"Lakukan yang terbaik Dok untuk anak dan istri saya", jawab Alex dengan mantap kepada Dokter itu.


"Baik kalau begitu kami akan segera membawa Nyonya Ana keruang operasi", jawab Dokter itu kepada Alex lagi dengan segera.


Dan Dokter itu langsung saja menyuruh para asisstannya menyiapkan satu ruang operasi untuk Ana. Serta Alex dia masih dengan setia menunggu Ana sambil memegang tangannya Ana disampingnya Ana.


Ketika pintu ruangannya Ana terbuka lagi para anggota keluarga yang menunggu diluar pun langsung saja berdiri.


Dan ketika para semua anggota keluarga yang melihat Ana didorong brankarnya dengan begitu cepat mereka semua menjadi tambah khawatir sekali, dan tanpa banyak berkata mereka langsung saja mengikuti kemana brankar Ana sedang didorong.


Dan ternyata brankar Ana didorong menuju keruang operasi, ketika Alex akan masuk keruang operasi dia langsung ditarik sebentar oleh Papinya yaitu Tuan Gavi untuk menanyakan kondisinya Ana sebentar.


"Xander apa yang sedang terjadi dengan Ana kenapa dia harus dibawa keruang operasi??", tanya Tuan Gavi kepada Alex dengan raut muka yang sangat khawatir dan masih didengar oleh semua orang.


"Ana mengalami pecah ketuban Pi, dan dia harus dicaesar untuk mengeluarkan babynya", jawab Alex kepada Papinya.


"Xander masuk dulu Pi, doakan yang terbaik selalu menyertai Ana dan juga baby Xander", kata Alex lagi kepada Papinya.


Alex setelah berkata seperti itu dia langsung saja masuk kedalam ruang operasi untuk menemani Ana.


"Ya Tuhan Ana, berikanlah kelancaran Tuhan untuk operasi dari anak saya", doa tulus dari Mommy Dania untuk Ana dan diaamiinin juga oleh yang lainnya.

__ADS_1


Begitupun yang lain mereka juga pada mendoakan untuk kelancaran operasinya Ana dan juga kesehatan babynya.


Bella yang melihat wajah khawatir sekali dari mamah mertuanya dia lalu berjalan mendekati Mommy Dania.


"Percaya Momm, Ana baik-baik saja, dan Bella jamin Ana dan babynya baik-baik saja karena usia kehamilannya Ana juga sudah cukup untuk melahirkan, dan operasi caesar adalah jalan yang terbaik karena Ana sudah pecah ketuban dulu, Mommy sama yang lainnya tenang ya, doakan Ana dan semoga operasinya berjalan dengan lancar", kata Bella kepada Mommy Dania dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu dan mereka semua langsung mengangguk saja kepada Bella.


Didalam ruang operasi Alex yang sudah memakai baju yang sudah disediakan untuk masuk keruang operasi dia terus berada disampingnya Ana sambil memberikan semangat dan menguatkan Ana.


Alex melihat sendiri bagaimana perut Ana dibedah dengan begitu lebarnya hanya untuk mengeluarkan calon penerus dari Keluarga Damara berikutnya.


Alex walau sudah sering melihat isi perut berceceran, tetap saja dia merasakan sakit juga diperutnya ketika melihat perut orang yang dia sayangi sedang dibelah seperti itu.


Beberapa menit kemudian keluarlah sang baby yang masih berlumuran darah dan langsung menangis dengan begitu kencangnya hingga membuat Alex untuk pertama kalinya diusia dewasanya dia mengeluarkan air mata bahagianya.


Alex tidak henti-hentinya terus menciumin seluruh wajahnya Ana, dan Ana juga sama senangnya ketika mendengar suara sang baby yang selama ini dikandungnya.


"Tuan Alex, baby boy selamat Tuan", kata sang Dokter kepada Alex sambil tersenyum dan melihatkan babynya.


"My Boy", kata Alex sambil sedikit bergetar mulutnya karena tidak menyangka harapannya ingin mempunyai anak laki-laki terkabul juga.


Alex dengan berani langsung menggendong baby yang masih berlumuran darah seperti itu, akan tetapi sebelumnya Alex sudah disuruh untuk melepaskan bajunya terlebih dahulu untuk memperkenalkan kulit sang Ayah kepada sang baby.


Baru tiga menit Alex menggendong babynya itu, Alex langsung berinisiatif mendekatkan babynya kepada Ana dengan bantuan Dokter tentunya.


"My Boy, nanti sifatnya mirip Mamah saja ya Nak", kata Ana kepada babynya membuat Alex langsung tertawa kecil ketika mendengar perkataan dari Ana.


Dokter lalu meminta ijin kepada Ana dan juga Alex untuk membersihkan babynya terlebih dahulu.


Dan Ana dia lalu mendapatkan perawatan pasca operasi sambil menunggu babynya selesai dibersihkan.


Alex tidak henti-hentinya tersenyum dan sinar kebahagiaan sangat terpancar dari wajahnya yang tampan.


...🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹...


Yeay baby Boy, selamat Alex dan juga Ana atas kelahiran baby Boynya πŸ₯°πŸ˜˜



__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***


__ADS_2