
Setelah melakukan kegiatan menyenangkan bersama Arga tadi, Vero langsung saja memejamkan matanya lagi untuk tidur lagi, sebab badan dia serasa masih sangat capek sekali.
Sedangkan Arga, dia juga sama capeknya dengan Vero, dan sekaligus sudah puas, alhasil Arga setelah melakukan kegiatan itu dengan sang istri tercinta dia juga ikut memejamkan matanya sama seperti Vero.
Arga dan juga Vero mereka baru terbangun ketika waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, dan yang bangun lebih dahulu adalah Vero, karena dia merasakan mual diperutnya.
Sama seperti wanita pada umumnya ketika hamil, Vero mulai merasakan morning sicknes ketika usia kandungannya menginjak usia kedua bulan seperti sekarang.
Dan Arga yang mendengar Vero muntah-muntah didalam kamar mandi, dia reflek langsung saja membuka matanya, sebab pintu kamar mandi tidak ditutup oleh Vero, jadi Arga bisa mendengar dengan sangat jelas sekali ketika Vero sedang muntah-muntah.
"Masih mual sayang??", tanya Arga kepada Vero ketika Arga sudah berada dibelakangnya Vero sambil memijat lembut tengkuknya Vero.
Vero hanya bisa mengangguk saja kepada Arga.
Dan setelah merasa enakan, Vero lalu keluar dari dalam kamar mandi dan diikuti oleh Arga juga.
Setelah melewati masa mual dan muntah yang tidak terlalu cukup parah dipagi hari seperti biasanya.
Singkat cerita Vero dan Arga mereka berdua sudah pada selesai sarapan sekaligus makan siang, sebab mereka makan sekitar pukul sebelas siang lebih, hampir jam dua belas siangan, dan diselingi dengan Vero yang tadi sedikit mual karena mencium aroma makanan yang dibeli oleh Arga.
Arga dan juga Vero saat ini mereka berdua sedang bersantai diruang keluarga apartemen mereka sambil menikmati televisi bersama-sama.
"Vero, Kakak punya kejutan untuk kamu??", kata Arga dengan tiba-tiba kepada Vero yang sedang duduk disampingnya itu.
Vero yang mendengar perkataannya Arga dia langsung saja melepaskan rangkulan tangannya Arga, dan langsung melihat kearahnya Arga.
"Kejutan apa Kak??, kenapa Kakak suka sekali memberikan kejutan kepada Vero sih, Vero merasa tidak pantas Kak menadapatnya itu terus dari Kak Arga??", kata Vero kepada Arga, sambil melihat kearahnya Arga.
"Ya tidak apa-apa, Kakak cuma ingin membahagiakan kamu, jika kamu senang kan Kakak juga ikut senang sayang", jawab Arga kepada Vero sambil membelai rambut panjangnya Vero dengan lembut.
"Memangnya Kakak mau memberikan sebuah kejutan kepada Vero apa sayang??", kata Vero kepada Arga, sambil memanggil dengan panggilan sayang.
"Suka deh jika dipanggil dengan panggilan sayang seperti ini", kata Arga sambil menjawil hidungnya Vero dengan senang.
Vero langsung saja tersenyum manis ketika mendengar perkataannya Arga.
"Terus mana kejutannya Kak Argaku sayang??", kata Vero lagi kepada Arga sambil tersenyum manis.
"Mau tahu sekarang apa nanti??", goda Arga kepada Vero.
"Ya sekarang saja, sudah keburu penasaran ini", jawab Veronica kepada Arga.
__ADS_1
"Ya sudah kalau sekarang, ayo kita bersiap-siap dulu", kata Arga lagi kepada Vero.
"Bersiap-siap??, memangnya kejutannya apa sih??", tanya Veronica lagi kepada Arga, dengan wajah penasarannya.
"Ada deh, sudah ayo", ajak Arga lagi kepada Vero sambil berdiri dari duduknya.
Dan Vero lalu mengikuti Arga dari belakang yang masuk kedalam kamar mereka untuk berganti baju dan bersiap-siap kesuatu tempat.
Arga dan juga Vero yang sudah selesai bersiap-siapnya, mereka berdua langsung saja keluar dari dalam apartemen menuju keparkiran mobil.
Dan ketika sudah sampai diparkiran mobil, Arga serta Vero langsung saja masuk kedalam mobil.
"Kita sebenarnya mau kemana sih Kak??", kata Vero kepada Arga.
"Vero semakin penasaran saja tahu", sambung lagi perkataannya Vero kepada Arga, ketika mereka sudah pada duduk didalam kursi mobil.
"Nanti kamu juga tahu sayang", jawab Arga kepada Vero, sambil menjalankan mobilnya yang dia sopiri sendiri.
Ketika mobil sudah berjalan, Vero tidak bertanya lagi kepada Arga, Vero diam saja sambil mengikuti apa maunya Arga ingin membawanya kemana.
Diwaktu mobil yang dinaiki Vero melewati jalan yang sangat tidak asing sekali baginya itu, Vero dibuat semakin penasaran sekali.
"Kak ini kan jalan.......", kata Vero kepada Arga.
Karena kejutan yang ingin diberikan oleh Arga ada disekitar rumahnya Vero yang sederhana dulu.
"Kata Kakak semua rumah yang ada disini sudah digusur semua??", kata Vero lagi kepada Arga.
Karena memang semenjak Vero tinggal diapartemennya Arga, Vero tidak pernah melihat atau berkunjung kedaerah tempat tinggalnya dulu.
Satu karena tidak sempat waktunya, kedua karena Vero tidak mau teringat dengan kisah buruknya yang ada disitu.
"Memang sudah digusur", jawab Arga dengan santai kepada Vero sambil terus mengendarai mobilnya masuk kedalam daerah perumahannya Vero dulu.
Dari jauh Vero sudah melihat ada sebuah bangunan rumah yang sudah jadi tapi belum keseluruhan, dan ada pagar pembatas dari besi untuk menutupi area pembangunan.
"Sekarang daerah ini dibangun rumah semewah itu ya Kak", kata Vero kepada Arga, ketika sudah melihat bangunan rumah mewah itu.
"Iya", jawab Arga kepada Vero dengan singkat sambil tersenyum simpul.
Ketika Vero baru saja selesai berkata seperti itu kepada Arga, tiba-tiba mobil yang dikendarai oleh Arga masuk kedalam proyek pembangunan rumah mewah tersebut.
__ADS_1
"Lho ko kita masuk kesini Kak??", kata Vero kepada Arga dengan wajah bingungnya.
Namun Arga tidak menjawab perkataannya Vero, malah tersenyum manis saja.
Ketika mobil yang dikendarai oleh Arga dan juga Vero sudah sampai didepan pelataran rumah tersebut, Arga lalu mengajak Vero untuk turun dari dalam mobil.
"Ayo sayang turun", ajak Arga kepada Vero.
"Turun???", ulang Vero kepada Arga dengan bingung.
"Iya turun, ayo", kata Arga lagi kepada Veronica.
Dan Veronica lalu mengikuti Arga turun dari dalam mobil mereka.
Ketika Veronica sudah keluar dari dalam mobil dia buat sangat takjub sekali dan terpukau melihat rumah yang mewahnya hampir sama dengan rumahnya Ayah Geoff, dan rumah itu sedang dalam proses pengecatan.
"Waaah rumahnya bagus sekali, mewah", kata Vero dengan reflek sambil mengamati bangunan rumah yang ada didepannya yang menjulang sangat tinggi sekali itu.
Sebab rumah itu terdiri dari tiga lantai sekaligus, dan benar-benar sangat mewah.
"Kamu suka??", tanya Arga kepada Vero sambil berdiri disampingnya Vero.
"Suka, cantik sekali rumahnya", jawab Vero dengan ekspresi masih terpesona melihat rumah tersebut.
"Syukurlah kalau kamu suka Vero", jawab Arga kepada Vero sambil tersenyum senang.
Vero langsung saja tersadar dari lamunannya mengamati rumah tersebut, ketika Arga berkata seperti itu kepada dirinya.
"Maksud Kak Arga??", tanya Vero dengan bingung sambil melihat kearahnya Arga.
"Ini rumah kita sayang, perumahan yang Kakak gusur kemarin, sudah Kakak beli lahannya dan Kakak bangun rumah ini untuk kita dan anak-anak kita kelak", jawab Arga kepada Vero sambil melihat kearahnya Vero dengan bibir yang sedang tersenyum manis sekali.
Para pekerja bangunan yang masih bekerja disitu, mereka tetap terus mengerjakan pekerjaannya, tanpa memperdulikan bos mereka yang sedang beromantisan ria dengan sang istri.
Sedangkan Veronica sendiri, dia langsung saja speecless ketika Arga mengatakan jika rumah mewah itu adalah rumah mereka.
...πππππππππππππ...
Bonchapnya spesial Arga dan Vero tidak apa-apa kan readers π
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC Bonchap***...