GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 99


__ADS_3

"Are you crazy Ana", kata Tara dengan nada yang super terkejut sekali ketika sudah melihat baju apa yang disuruh untuk dipakainya. Dan langsung mengundang gelak tawa semua orang sedangkan Ana dia hanya menggelengkan kepalanya kepada Tara sambil memasang muka imutnya.


"Sudah Kak turuti saja mengidamnya adik kamu, ini ngidam pertamanya lho", kata Mommy Dania kepada Tara disela-sela tertawanya.


"Kamu sudah tahu ini kenapa kamu tidak memberitahukanku sayang??", kata Tara kepada Dokter Bella yang sedang duduk disampingnya itu.


"Tega kamu", sambung Tara lagi kepada Dokter Bella malah membuat Dokter Bella semakin tertawa mendengarnya.


"Maafkan aku sayang, aku sengaja melakukan itu, karena itu juga atas permintaanya Mommy", jawab Dokter Bella kepada Tara sambil masih ada sisa-sisa tawanya.


Tadi Mommy Dania memang menyuruh Doker Bella sebelum masuk kedalam kamarnya Tara, untuk jangan mengatakan terlebih dahulu kepada Tara, dan Dokter Bella setuju akan hal itu.


"Begini Tara, tolong turuti saja permintaannya Ana ya, sebagai Kakak yang baik", kata Alex kepada Tara sambil menahan tawanya.


"Kenapa bukan kamu saja sih yang melakukannya, kamu kan bapaknya, itu juga hasil kecebong kamu", jawab Tara dengan sedikit cemberut kepada Alex dan membuat yang lain semakin tertawa, sedangkan Ana dia tidak tertawa malah diam saja dengan muka imut dan cantiknya sambil memperhatikan Keluarganya yang sedang tertawa.


"Kamu kenapa sayang meminta Kakak kamu untuk memakai baju itu, bukannya suami kamu saja, buwaaahaahaa", tanya Tuan Fredo kepada Ana yang sudah bisa menghentikan tertawanya, akan tetapi ketika Tuan Fredo melihat baju peri yang sedang tergantung itu dia langsung tertawa lagi dengan begitu kerasnya.


"Begini Dadd, akan Mommmy ceritakan", kata Mommy Dania kepada suaminya, dan Tara langsung saja memasang telinga dengan baik-baik sambil mengalihkan pandangannya kearah Mommynya yang duduk bersama Daddynya dishofa seberangnya.


Mommy Dania langsung saja menceritakan perihal mimpinya Ana kepada Tuan Fredo dan juga Tara, itu yang menyebabkan Ana kepingin sekali melihat Tara memakai baju peri itu. Tuan Fredo dan juga Tara mereka memasang telinga dengan baik-baik, dan ketika Tara sudah mendengar cerita dari Mommy Dania, dia tanpa sadar membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali.


"Kak awas nyamuknya nanti masuk", kata Ana yang melihat Kakaknya membuka mulutnya dengan sangat lebar sekali itu. Dan membuat yang lain langsung tertawa lagi melihat mukanya Tara yang sangat terlihat seperti orang bodoh itu.


Tara langsung saja menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya ketika disindir oleh Ana. Dan langsung cemberut juga ketika dirinya ditertawakan oleh Keluarganya lagi.


"Tapi kenapa harus Kakak sih Ana, kan masih ada suami kamu itu", kata Tara kepada Ana ketika sudah mendengar cerita dari Mommy Dania.


"Kan yang ada didalam mimpinya Ana Kak Tara bukannya Kan Xander", jawab Ana dengan begitu polosnya kepada Tara dan ada benarnya juga jawabannya Ana kepada Tara.


"Sudah Kak, turuti saja permintaannya Ana, tepatnya permintaannya keponakan kamu itu", kata Tuan Fredo kepada Tara sambil menahan tawanya.

__ADS_1


"Tapi Daddy", jawab Tara kepada Tuan Fredo sambil menampilkan wajah sedihnya.


"Ayo Kak dipakai, setelah itu antarkan Ana membeli es krim sama buah-buahan disupermarket yah", kata Ana kepada Tara membuat Tara langsung saja melototkan matanya karena terkejut mendengar perkataannya Ana.


" What!!!!!!!!!!!!!!!!!", kata Tara sambil berteriak dan juga dia langsung berdiri dari duduknya.


Dan yang lainnya terutama Alex, Dokter Bella dan juga Mommy Dania mereka tertawa puas mendengar dan melihat muka tersiksanya Tara, sedang Tuan Fredo dia langsung terdiam ketika tadi mendengar perkataannya Ana, akan tetapi setelah itu Tuan Fredo juga ikut-ikutan tertawa.


"No, tidak akan pernah Kakak mengabulkan permintaan aneh kamu itu Ana", kata Tara dengan sedikit membentak Ana dan dia langsung saja pergi meninggalkan ruang Keluarga, membuat Alex, Tuan Fredo, Dokter Bella, dan juga Mommy Dania mereka langsung saja terdiam dari tertawa mereka.


Sedang Ana dia langsung saja menangis dalam diamnya, ketika mendengar Kakaknya menolaknya dan juga sedikit membentaknya.


Dokter Bella dia berinisiatif langsung menyusul Tara yang ternyata berjalan menuju kedalam kamarnya. Dan ketika sampai didalam kamar Tara langsung menyetop langkahnya Dokter Bella yang sedang melangkah kearahnya Tara.


"Ada apa Bella, apa kamu akan membujukku untuk memakai pakaian aneh itu??", kata Tara kepada Dokter Bella dan langsung membuat Dokter Bella menghentikkan langkahnya.


"Apa kamu tidak sadar jika kamu tadi sedikit membentak adik kamu Ana, itu tidak baik untuk perasaan seorang Ibu hamil My Griy", kata Dokter Bella sambil berjalan mendekati Tara yang sedang duduk dipinggir ranjang.


"Tapi Bella aku tidak mau jika harus disuruh memakai baju itu, apakagi ditambah untuk menemani Ana kesupermarket itu sungguh sangat memalukan sekali untuk aku", kata Tara kepada Dokter Bella.


Sedang dibawah tepatnya diruang Keluarga, Ana langsung saja mengeluarkan air matanya karena sedih, dan Alex yang melihat Ana dengan keadaan begitu dia hanya bisa memberikannya pelukan, karena bukan salahnya Tara juga jika Tara tadi bersikap begitu kepada istrinya Ana.


Dan Mommy Dania serta Tuan Fredo mereka langsung pada diam ketika mendengar suara kerasnya Tara kepada Ana tadi. Dan Mommy Dania pun juga langsung memberikan pelukan hangat kepada Ana supaya Ana tidak tambah bersedih dan itu tidak baik untuk calon babynya.


"Emm sayang, bagaimana mengidamnya diganti yang lain bisa, mau Daddy belikan sesuatu atau apa sayang", kata Tuan Fredo kepada Ana dan Ana langsung menggelengkan kepalanya ketika mendengar perkataanya Tuan Fredo.


"Ana maunya Kak Tara memakai baju itu Daddy", jawab Ana kepada Tuan Fredo sambil menangis.


Kembali kekamarnya Tara, Dokter Bella dia sudah duduk disampingnya Tara dan dia lalu mulai membujuk Tara lagi.


"Bukannya dulu kamu sudah berjanji jika Ana sudah bisa sembuh dari komanya, sayang akan mengabulkan semua permintaannya Ana", kata Dokter Bella kepada Tara.

__ADS_1


"Tapi ya tidak begini juga Bella", jawab Tara dengan galau karena dia ingin sekali menuruti permintaannya Ana akan tetapi dia merasa malu sekali.


"Ayolah My Griy, apakah kamu juga mau jika nanti aku hamil dan sedang mengidam Alex yang melakukannya akan tetapi Alex tidak mau melakukannya untuk calon anak kita, dan dia malah membentakku seperti tadi kamu membentak Ana apa kamu tidak akan marah dan sedih juga My Griy", jawab Dokter Bella kepada Tara. Dan itu langsung membuat Tara berfikir.


"Baiklah aku mau melakukannya Bella", jawab Tara kepada Dokter Bella dan langsung membuat Dokter Bella tertawa senang sekali sambil memeluk Tara dari samping.


"Ayo kalau begitu kita turun lagi yuk My Griy", ajak Dokter Bella kepada Tara.


Dengan lemas Tara lalu mengikuti Dokter Bella keluar kamar dan turun kebawah lagi tepatnya diruang Keluarga.


Ana yang masih menangis dipelukannya Alex membuat Tara yang melihatnya dari tangga dia juga ikutan sedih sekali. Semua orang melihat kearahnya Tara dan juga Dokter Bella yang sedang turun dari tangga, sedangkan Ana dia tidak melihatnya sendiri karena sedang menangis sambil memejamkan matanya.


"Ana maafkan Kakak ya, karena tadi sudah membentak Ana", kata Tara yang sudah sampai didepannya Ana sambil berjongkok didepan lututnya Ana.


Ana langsung saja melihat kearah Kakaknya Tara, dan juga sambil memangguk.


"Kakak mau memakai baju itu Ana, demi Ana dan demi calon keponakannya Kakak", Kata Tara lagi kepada Ana sambil mengusap air matanya Ana.


Perkataannya Tara langsung saja membuat senyumnya Ana merekah dengan begitu indahnya, dan Mommy Dania serta Tuan Fredo juga sama senangnya ketika melihat Ana sudah tersenyum lagi.


Tara langsung saja mencoba baju peri itu dikamar tamu yang tidak jauh dari ruang Keluarga dibantu oleh Dokter Bella. Dokter Bella sebenarnya dia sekuat tenaga menahan tawanya ketika Tara sudah selesai memakai baju peri itu lengkap dengan sayapnya juga. Lama ditahan akhirnya pecahlah suara tawanya Dokter Bella, dan itu membuat Tara langsung memajukan bibirnya kepada Dokter Bella karena cemberut ditertawakan.


...πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«...


Siapa nih para readers yang menghalu Tara memakai baju peri 🀣🀣


Yang meminta visualnya Tara memakai baju peri, maaf tidak ada readers, kita berekspetasi dengan kehaluan kita sendiri-sendiri ya πŸ€ͺ


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2