
Pagi pun menjelang, Tara hari ini sudah diperbolehkan pulang oleh Dokter yang menanganinya, karena Tara tidak terluka cukup parah dan masih bisa rawat jalan. Dan kakinya Tara yang terkilir itu bisa diterapi dari rumah maupun datang kerumah sakit.
Dan tentunya Tara menginginkan terapi dari rumah saja, dengan memanggil Dokternya datang kerumahnya.
Seharian semalam Dokter Bella dia masih setia merawat dan menemani Tara. Sedang Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka pada pulang ketika melihat Tara sudah tertidur karena efek obat yamg diminumnya.
Dokter Bella juga menjelaskan kepada Mommy Dania serta Tuan Fredo jika Tara bisa pulang esok harinya, oleh sebab itu malam itu juga Tuan Fredo dan Mommy Dania berpamitan pulang kepada Dokter Bella dan menitipkan Tara kepada Dokter Bella.
Ketika Tara belum bangun Dokter Bella dia sudah bangun terlebih dahulu dan baru saja dia keluar dari dalam kamar mandi. Ketika Dokter Bella ingin duduk dishofa dan ingin membuka ponselya, dia lebih dahulu dikejutkan oleh ponselnya yang berbunyi, dan ternyata yang menelfon adalah Mamahnya.
"Halo Bella, kamu sedang dimana, kenapa daritadi Mamah sama Papah memencet bell kamu tidak keluar-keluar, dan Papah juga sudah memasukkan kata sandi kamu kenapa juga tidak bisa kebuka seperti biasanya", kata Mamahnya Dokter Bella yang bernama Angel kepada Dokter Bella.
"Aduh aku lupa jika kata sandi apartemenku sudah diganti My Griy", batin Dokter Bella ketika mendengar perkataan dari Mamahnya.
"Bella masih dirumah sakit Mah, dan Mamah sama Papah jika ingin bertemu sama Bella datang daja kerumah sakit, nanti akan Bella kirimin nomor kamar rawatnya lewat pesan ya", kata Dokter Bella membuat Mamah Angel menjadi bingung apa maksud dari perkataannya Dokter Bella.
"Maksud kamu apa sayang, apa kamu sakit kenapa kamu dirawat segala?? ", tanya Mamah Angel kepada Dokter Bella.
Dan Papahnya Dokter Bella yang bernama Aldric yang berada disebelah istrinya yang mendengar perkataan dari Mamah Angel dia langsung bertanya kepada istrinya, namun hanya dijawab oleh gelengan kepala saja dari Mamah Angel.
"Sudah Mamah sama Papah kesini saja ya, nanti Bella ceritakan semuanya", jawab Dokter Bella lagi kepada Mamahnya.
Dan Dokter Bella sengaja membuat kedua orang tuanya khawatir karena Dokter Bella ingin mempertemukan Tara dengan kedua orang tuanya, Dokter Bella sudah mantap ingin memperkenalkan Tara sebagai calon suaminya kepada Mamah Angel dan Papah Aldric.
"Baik-baik Mamah sama Papah akan segera kesana menemui kamu", jawab Mamah Angel kepada Dokter Bella.
"Baik Mah, Bella tunggu", jawab Dokter Bella kepada Mamahnya dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya.
Setelah itu Dokter Bella mengirimkan pesan letak ruangannya Tara disebelah mana dan nomor berapa kepada Mamahnya.
Mamah Angel yang sudah mematikan sambungan telefonnya dengan Bella dia langsung berkata kepada suaminya.
"Ayo Pah kita kerumah sakit, katanya Bella sedang dirawat, dan ini nomor kamar rawatnya baru saja dikirimkan Bella", kata Mamah Angel kepada Papah Aldric.
__ADS_1
Dan Papah Aldric yang mendengar perkataan dari istrinya dia langsung saja mengajak istrinya buru-buru kerumah sakit dengan perasaan yang khawatir dan kefikiran akan keadaan dari Dokter Bella.
"Anak Mamah itu jika ada apa-apa memang tidak pernah bercerita dengan kita, dan sekarang dia masuk kerumah sakit pun tidak menceritakannya kepada kita", kata Papah Aldric sambil menahan marahnya kepada Mamah Angel sambil menyetir mobilnya.
"Untung saja dia Dokter, jadi ketika Bella kenapa-kenapa bisa langsung ditangani, Bella dirawat dirumah sakit dia bekerja kan Mah", sambung lagi perkataan dari Papah Aldric.
"Iya Pah dirumah sakit Bella bertugas", jawab Mamah Angel sambil menunjukkan muka yang sangat khawatir dan kefikiran sekali dengan keadaannya Dokter Bella.
Sedangkan Dokter Bella dia langsung keluar untuk memberitahukan kepada para bodyguard yang berjaga diluar jika ada yang mengaku sebagai kedua orang tuanya, Dokter Bella menyuruh mereka para bodyguard untuk membukakan pintu untuk Mamah dan Papahnya.
Setelah itu, sambil menunggu Tara bangun dan kedua orang tuanya datang, Dokter Bella memeriksa pekerjaannya melalui laptopnya yang tadi malam diantarkan oleh Suster Pamela.
Selang setengah jam kemudian kedua orang tuanya Dokter Bella sampai juga dirumah sakit. Ketika Mamah Angel dan Papah Aldric sampai didepan ruang rawatnya Tara mereka dibuat bingung karena begitu banyak orang yang diperkirakan Papah Aldric adalah seorang bodyguard.
"Mah benar tidak sih itu ruang rawatnya Bella, kenapa begitu banyak bodyguard yang berjaga diluar kamarnya Mah", tanya Papah Aldric kepada Mamah Angel ketika sudah melihat ruang rawatnya Tara dari jauh.
"Benar Pah, nih coba baca dan tadi juga kata suster memang itu ruangannya Bella", kata Mamah Angel kepada suaminya sambil menunjukkan pesan yang tadi dikirimkan oleh Dokter Bella.
Setelahnya Mamah Angel dan Papah Aldric mereka melanjutkan jalannya lagi menuju kepara bodyguard yang berjaga didepan ruangan.
Akan tetapi sebelum Papah Aldric bertanya, salah satu bodyguard sudah menanyai mereka terlebih dahulu.
"Apakah Nyonya dan Tuan kedua orang tuanya Nona Bella?? ", tanya salah satu bodyguard kepada Papah Aldric dan Mamah Angel.
Papah Aldric dan Mamah Angel mereka saling pandang ketika mendengar pertanyaan dari salah satu bodyguard, karena mereka berdua bingung kepada bodyguard itu kenapa bisa tahu siapa mereka. Begitulah yang difikirkan oleh Papah Aldric dan Mamah Angel.
"Iya kami kedua orang tuanya Bella", jawab Papah Aldric kepada bodyguard itu.
"Silahkan masuk Tuan, Nyonya", kata bodyguard itu dan langsung mempersilahkan masuk Papah Aldric dan Mamah Angel kedalam ruang rawatnya Tara.
Dokter Bella yang mendengar pintu terbuka dia langsung mengalihkan pandangannya dari laptop kearah pintu, dan Dokter Bella langsung melihat kedua orang tuanya masuk kedalam ruang inapnya Tara.
Sedangkan kedua orang tuanya Dokter Bella yang sudah khawatir kepada Dokter Bella, mereka langsung terkejut ketika masuk mereka melihat Dokter Bella tidak kenapa-kenapa dan dalam keadaan yang sehat serta baik-baik saja.
__ADS_1
"Bella kamu tidak kenapa-kenapa kan Nak?? ", tanya Mamah Angel kepada Dokter Bella sambil memeriksa semua tubuhnya Dokter Bella.
"Dia siapa Bella, dan apa maksud dari semua ini?? ", tanya Papah Aldric kepada Dokter Bella ketika belum terlalu jelas melihat wajah seorang laki-laki yang sedang tidur dibrankar pasien.
Belum sempat Dokter Bella menjawab, mereka semua mendengar suara Tara yang memanggil namanya Dokter Bella. Ternyata Tara terbangun dari tidurnya karena suara berisik didalam ruang inapnya.
"My Griy, sudah bangun", kata Dokter Bella sambil mendekati Tara.
Tara yang belum sepenuhnya sadar dari bangun tidurnya dia lalu bertanya kepada Dokter Bella.
"Mereka siapa My Amanda?? ", tanya Tara sambil mengucek mata dan memperjelas lagi penglihatannya.
Papah Aldric dan Mamah Angel mereka saling pandang, dan lalu berjalan mendekati brankarnya Tara.
"Mereka Mamah dan Papahku My Griy", jawab Dokter Bella kepada Tara sambil tersenyum dan mengenalkan kedua orang tuanya juga.
"Tuan Finley?? ", kata Tara yang sudah sepenuhnya sadar dari bangun tidurnya dan dia langsung mengenali siapa kedua orang tuanya Dokter Bella.
"Tuan Tara??, benarkah ini anda Tuan?? ", jawab Papah Aldric yang bernama lengkap Aldric Halton Finley.
"Bisa kamu jelaskan Bella kenapa kamu bisa mengenal Tuan Tara, dan kenapa kamu menunggui dan merawatnya seperti ini, ada hubungan apakah kalian berdua sebenarnya Bella?? ", tanya Papah Aldric lagi kepada Dokter Bella.
"Dia sebenarnya tunangan Bella Pah, Bella kemarin baru saja menerima lamarannya, dan rencananya lusa My Griy mau datang melamar Bella secara resmi dengan datang kerumah bersama Tuan Fredo dan Mommy Dania, akan tetapi tanpa diduga dia mengalami kecelakan setelah mengantarkan Bella berangkat bekerja kemarin Pah, Mah", jawab Dokter Bella dengan jujur. Sedangkan Tara dia menjadi senang jantung dan terkejut karena ketika bangun tidur langsung dihadapkan dengan calon mertua tanpa persiapan apa-apa.
Walau Tara sepertinya sudah mengenal Papahnya Dokter Bella, akan tetapi ini beda ceritanya dengan bisnis, karena Tara saat ini ingin meminang anaknya Papah Aldric, bukan ingin mengajak kerjasama dengannya.
Jawaban dari Dokter Bella sontak membuat Papah Aldric dan Mamah Angel sangat-sangat terkejut sekali. Dan mereka sontak berteriak dengan keras sekali.
"Apaaaaaaa!!!!! ", teriak Papah Aldric dan Mamah Angel secara bersamaan.
ππππππππππππ
***TBC***
__ADS_1