GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 88


__ADS_3

Ketika Dokter Rico mengamati wajahnya Alex dengan cermat, dia langsung mengingat sesuatu, sedangkan Alex dia tidak memperhatikan sekali wajahnya Dokter Rico karena fikiran dia hanya tertuju kepada istrinya saja.


"Alexander, kamu Alexander Damara kan?? ", kata Dokter Rico kepada Alex. Dan langsung saja membuat Alex memandang Dokter Rico dengan seksama.


"Rico, apakah kamu Rico Davidson?? ", jawab Alex ketika sudah mengenali siapa itu Dokter Rico.


"Ini istri kamu ya, mari-mari aku periksa dahulu Alex, tolong bantu tidurkan disitu", kata Dokter Rico kepada Alex sambil menyuruh Alex untuk menidurkan Ana dibrankar pasien yang ada diruangannya Dokter Rico.


Alex langsung saja memapah Ana berjalan menuju kebrankar dan menidurkan Ana dengan perlahan disitu.


Seperti Dokter pada umumnya Dokter Rico menanyai perbagai pertanyaan kepada Ana dan juga Alex dan Alex serta Ana mereka menjawab dengan jujur sesuai pertanyaan yang diajukan dari Dokter Rico.


Setelah melalui perbagai pemeriksaan, dan hasil USG yang dilakukan oleh Dokter Rico kepada Ana. Dokter Rico yang sudah duduk dikursi kerjanya, dan Alex serta Ana juga sudah duduk dikursi depan mejanya Dokter Rico, Dokter Rico lalu mengucapkan kata-kata yang sangat membuat Alex senangnya tiada terkira.


"Selamat Alex Istri kamu sedang positif hamil, dan usia kandungan istri kamu sesuai dari hasil USG tadi dan dari terakhir menstruasinya, aku perkirakan baru berusia lima minggu", kata Dokter Rico sambil mengajak berjabat tangan kepada Alex dengan senyum yang merekah sekali.


Dan ternyata Dokter Rico ini adalah Dokter Kandungan dirumah sakit itu, Dokter Sam tadi sudah menduga jika Ana mengalami gejala kehamilan, dan ketika Dokter Sam memeriksa perutnya Ana, Dokter Sam seperti memegang kelereng kecil didaerah rahimnya Ana, akan tetapi Dokter Sam tidak mau langsung memberitahukannya kepada Alex karena dia tidak mau nantinya akan mengecewakan Alex dan akan berdampak buruk bagi pekerjaannya jika salah menduganya, karena Dokter Sam tahu, jika Alex bukan orang sembarangan.


Maka dari itu Dokter Sam langsung saja mengantarkan Alex kepada Dokter Rico yang ternyata Dokter Rico ini adalah temannya Alexander.


"Apakah kamu tidak berbohong padaku Rico??, aku akan menjadi seorang Ayah?? ", tanya Alexander dengan perasaan yang begitu membuncah karena saking bahagianya.


Sedang Ana yang merasakan kepalanya terlalu pusing sekali, dia tidak terlalu mendengarkan percakapan antara Alex dan juga Dokter Rico. Ana lebih asik memejamkan matanya sambil menahan rasa pusing dikepalanya dan juga terus bersandar dibahunya Alex dengan tangan kirinya Alex yang dengan setia terus memeluk erat tubuh lemasnya Ana.


"Iya Alex, ini buktinya, ada titik kecil didalam rahim istrimu, gejala yang dialami istrimu itu karena hormon kehamilannya, dan itu wajar untuk ibu hamil trimester pertama", jawab Dokter Rico lagi lebih meyakinkan Alex sambil menunjukkan hasil USG yang tadi dilakukan kepada Ana.


"Sayang kamu hamil, kamu akan menjadi seorang Mamah", kata Alex sambil mencium keningnya Ana dengan sangat mesra sekali.


"Ana akan menjadi seorang Mamah?? ", tanya Ana dengan wajah lemas akan tetapi masih terlihat lucu sekali.


Dan Alex dia hanya menjawab anggukan dengan tersenyum sangat manis sekali, sambil memegangi wajahnya Ana menggunakan kedua telapak tangannya.


"Nyonya, bisakah Nyonya untuk usahakan buang air kecil walau sedikit saja, sekarang juga", kata Dokter Rico kepada Ana dengan ramah.


"Dan nanti pipisnya ditaruh disini ya Nyonya", sambung Dokter Rico lagi sambil memberikan sebuah wadah kecil kepada Ana.


"Bisa Dokter", jawab Ana dengan lemah sambil menerima wadah yang diberikan Dokter Rico tadi kepadanya.


"Lex kamu bisa kan membantu istrimu", tanya Dokter Rico kepada Alex.


"Bisa", jawab Alex sambil mengangguk kepada Dokter Rico.

__ADS_1


Setelahnya Alex membantu Ana untuk buang air kecil didalam kamar mandi. Ketika sudah selesai Alex memberikan urinnya Ana tadi kepada Dokter Rico.


"Sebentar ya Alex, kita tunggu sebentar saja", kata Dokter Rico sambil mencelupkan tespek yang dipegangnya kedalam urinnya Ana tadi.


Dan setelah beberapa saat akhirnya mereka semua tahu berapakah garis yang tertera ditespek tersebut.


"Ini buktinya Alex, dua garis positif", kata Dokter Rico lagi sambil memberikan tespek yang dibawanya tadi kepada Alex.


Alex menerima tespek itu dengan tangan sedikit gemetar sekali, karena dia tidak menyangka, diumurnya yang sudah berjalan tiga puluh satu tahun dia akan segera mempunyai seorang anak.


Sedang Ana yang melihat tespek itu, dia juga tersenyum manis dengan wajah pucatnya ketika melihat Alex menerima tespek yang diberikan oleh Dokter Rico.


Rasa bahagia yang dirasakan Alex lebih besar dari rasa bahagia ketika dia bisa memenangkan tender besar yang bernilai miliaran rupiah.


"Apakah Ana senang sayang, sebentar lagi kita akan mempunyai seorang baby, seperti yang kemarin Kakak bilang", tanya Alex kepada Ana dengan ekspresi yang sangat terharu sekali.


"Senang sekali Kak", jawab Ana sambil tersenyum manis kepada Alex dibibirnya yang pucat itu.


"Oh ya Alex kamu disini sedang apa??, liburan atau apa?? ", tanya Dokter Rico yang langsung mengalihkan pandangannya Alexander.


"Aku sedang berbulan madu Rico, dan rencananya nanti sore kita akan kembali pulang kerumah", jawab Alex sambil terus merangkul Ana yang sedang duduk disampingnya.


"Siap terimakasih sarannya Rico, dan aku tinggal dipenthouse yang dialamat...... ", kata Alex kepada Dokter Rico sambil menyebutkan tempat tinggalnya yang sementara.


"Waah kebetulan digedung itu juga apartemenku Alex, jadi kamu tinggal dilantai paling atas diapartemen itu?? ", jawab Dokter Rico kepada Alexander dengan sangat antusias sekali.


"Iya", jawab Alex kepada Rico sambil tersenyum. Sedang Ana dia memejamkan matanya lagi dengan terus bersandar dibahunya Alex.


"Nanti sepulang kerja aku akan main ketempatmu bersama istri dan anakku ya Alex", kata Dokter Rico lagi kepada Alex.


"Kamu sudah berumah tangga Rico?? ", tanya Alex dengan terkejut.


"Sudah dan aku juga sudah mempunyai anak laki-laki yang baru berumur satu tahun", jawab Dokter Rico dengan tersenyum senang kepada Alex.


"Baiklah aku tunggu Rico dan ini sudah kan Rico pemeriksaannya, kalau sudah saya permisi pulang dulu, kasihan istri saya", jawab Alex kepada Dokter Rico.


"Oh ya Alex sudah, dan saya sudah menuliskan resep untuk istri kamu, obat pusing, anti mual, dan beberapa vitamin yang paling bagus untuk Ibu hamil muda", jawab Dokter Rico sambil memberikan selembar resep kepada Alex dengan masih tersenyum.


"Terimakasih Rico, bayarannya akan segera aku transfer, biar anak buahku yang mengurusnya", jawab Alex kepada Dokter Rico sambil menerima resep yang diberikan Dokter Rico lagi.


"Tidak perlu Alex, aku gratiskan untuk kamu, sebagai salah satu hadiah untuk kamu yang sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah, sekali lagi aku ucapkan selamat", kata Dokter Rico kepada Alex sambil mengajaknya berjabat tangan, dan dibalas juga jabatangannya Dokter Rico oleh Alex.

__ADS_1


Setelah itu Alex membangunkan Ana yang sedang memejamkan matanya, dan Alex serta Ana juga sudah berpamitan lagi kepada Dokter Rico, setelahnya Alex dan Ana mereka langsung berlalu keluar dan pergi dari ruangannya Dokter Rico. Alex sendiri dia langsung memerintahkan kepada bodyguardnya untuk segera menebus resep yang diberikan oleh Dokter Rico tadi kepadanya.


Akhirnya Alex dan Ana mereka sampai juga dipenthouse yang disewa mereka selama diCalifornia.


"Sayang Kakak bahagia sekali", kata Alex kepada Ana sambil memeluk Ana dengan erat.


"Iya Kak, Ana juga sangat bahagia sekali mendengarnya", jawab Ana kepada Alex sambil membalas pelukannya Alex.


Alex lalu berjongkok didepan perutnya Ana. Sambil membisikkan kata-kata diperutnya Ana.


"Sayang baik-baik ya didalam sana, sehat-sehat ya", kata Alex kepada calon anak mereka.


Ana yang entah kenapa dia merasakan sesuatu yang hinggap dihatinya, rasanya hatinya menghangat melihat sikapnya Alex sambil mengusap lembut rambutnya Alex dengan tersenyum dan menitikkan air matanya karena terharu.


Ana yang sedang merasakan kenyamanan dari Alex, tiba-tiba dia merasakan pusing lagi dikepalanya membuat Alex yang mendengar rintihannya Ana dia langsung sedikit panik.


"Sayang istirahat dulu ya, sambil menunggu resep yang sedang ditebus oleh anak buahnya Kakak", kata Akex dengan sangat khawatir kepada Ana.


Dan Ana dia hanya mengangguk saja mendengar perkataannya Alex. Alex lalu membantu Ana untuk berbaring diatas ranjang, ketika Ana sudah berbaring diranjang, Alex dengan setia memijat lembut kepalanya Ana hingga membuat Ana tertidur dengan lelapnya.


Setelah Alex melihat Ana sudah bisa tertidur, Alex ingin keluar dan menelfon anak buahnya yang dia suruh tadi untuk menebus resep, akan tetapi sebelum panggilannya terhubung, Alex tiba-tiba mendengar bell pintunya berbunyi, dan ketika dibuka oleh Alex ternyata adalah anak buahnya mengantarkan obat yang tadi disuruhnya.


Alex yang ingin meminta Ana untuk meminum obatnya terlebih dahulu, akan tetapi rasanya Alex tidak tega untuk membangunkan Ana yang sedang tertidur dengan lelapnya itu.


"Nanti sajalah, jika Ana sudah bangun", bisik Alex untuk dirinya sendiri ketika Alex melihat Ana sedang tertidur dengan lelap.


Alex lalu duduk dishofa yang ada didalam kamar sambil terus melihat hasil foto USGnya Ana tadi, tespek, serta catatan tentang kehamilannya Ana yang tadi diberikan oleh Dokter Rico kepadanya.


"Tuhan, sungguh aku adalah jiwa yang pendosa, akan tetapi Engkau masih mau memberikanku hadiah yang begitu indah dihidupku", kata batin Alex ketika melihat hasil pemeriksaannya Ana tadi.


"Terimakasih Tuhan", kata Alex dengan pelan sambil mendongakkan kepalanya dengan mata yang berkaca-kaca.


πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹πŸ‹


Happy New Year readersβ˜Ίβ˜Ίβ˜ΊπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Dan maafkan kemarin Author yang tidak bisa Up😁😁😁


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2