
Setibanya dikantornya Alex Ana menjadi pusat perhatiannya semua karyawan kantornya Alex, bahkan para karyawan perempuan mereka pada penasaran siapakah sosok wanita cantik dan imut itu yang digandeng mesra oleh atasan mereka, begitulah fikir para karyawan perempuan.
Karena setahu mereka atasan mereka yang bernama Alexander adalah anak tunggal tidak mempunyai adik ataupun kakak. Dan atasan mereka yaitu Alexander terkenal tidak mudah untuk ditakhlukkan oleh sembarangan wanita.
Sedangkan untuk para karyawan laki-laki mereka tidak henti-hentinya melihat terus kearahnya Ana yang sedang memasang wajah takut karena dilihatin semua oleh para karyawan suaminya.
"Jangan takut, ada Kakak yang selalu melindungi Ana, percaya ya sama suami sendiri", begitulah sekiranya kata-katanya Alex untuk mengajak Ana tadi turun dari mobil.
Dengan memegang tangannya Alex cukup erat Ana berjalan berdampingan dengan Alex, dan Arga serta para bodyguard yang lain pada berjalan dibelakangnya Ana dan juga Alex.
Ada satu karyawan Alex yang sangat-sangat menyukai Alex dia bernama Lia (chapter 32 ya readers) dia begitu marah melihat Alex bergandengan mesra dengan gadis yang Lia akui memang cantik dan imut.
Akan tetapi walau cantik dan imut Lia tetap saja tidak menyukai pemandangan itu, dia rasanya ingin marah dan ingin sekali menarik tangannya Ana yang sedang menggenggam jari jemarinya Alex.
"Awas akan aku beri perhitungan kepadamu", kata batin Lia sambil mengepalkan tangannya disebelah badannya.
Lia lalu langsung berjalan menuju keruangannya dan sambil terus memikirkan cara untuk menyingkirkan Ana. Setelah otaknya sibuk memikirkan cara akhirnya Lia menemukan cara untuk menyingkirkan Ana dengan cara halus.
Sedangkan Ana dan juga Alex yang sudah sampai diruangannya Alex yang super luas dan mewah, membuat kebiasaan Ana kambuh lagi. Dia terus mengamati dan tidak henti-hentinya berdecak kagum dengan desain serta apa saja yang ada diruang kerjanya Alex.
"Ruang kerjanya Kakak luas, bisa buat Ana main rumah-rumahan", kata Ana dengan ceria kepada Alex.
Alex yang melihat dan mendengar dari kursi kerjanya dia hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkahnya Ana yang lucu.
Jadwal terapi Ana akhirnya dimajukan sejak kemarin, dan hari ini Ana akan melakukan terapi yang pertamanya nanti dirumahnya Alex, karena itu permintaannya Alex.
Diluar ruangannya Alex para bodyguard yang berjaga ada sekitar dua puluh orang masih dengan setia menjaga didepan ruangannya Alex. Sepuluh orang dari bodyguardnya Alex sendiri dan sepuluh lagi dari Tuan Fredo Daddynya Ana dan juga Tara.
Tuan Fredo masih sengaja mengirimkan bodyguard untuk Ana, bukannya Tuan Fredo tidak percaya akan kemampuan Alex untuk melindungi Ana, itu semua karena supaya Tuan Fredo lebih mudah berkomunikasi, tidak canggung dalam memantau keadaannya Ana melalui bodyguardnya sendiri.
Ketika Ana masih sibuk dengan dunianya sendiri sambil memainkan apa saja benda yang berada diruangannya Alex yang menurutnya lucu. Dan Alex juga lagi sibuk bekerja dengan pekerjaannya, tiba-tiba mata Ana dan Alex teralihkan dengan kedatangan orang yang membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
"Ternyata benar dugaannya Papi, ternyata ada Ana disini", kata orang yang baru saja masuk keruangannya Alex dan orang itu adalah Tuan Gavi, Papinya Alex sendiri.
__ADS_1
"Papinya Kak Xander, mainan ini bagus sekali, bentuknya kayak angsa tapi bukan angsa, ini apa ya?? ", tanya Ana kepada Tuan Gavi sambil memperlihatkan pajangan mejanya Alex yang dia bawa.
"Itu seni abstrak Ana, jadi bentuknya aneh begitu", jawab Tuan Gavi kepada Ana sambil duduk dishofa yang ada didalam ruangannya Alex.
Sedangkan Ana dia masih berdiri didekat rak-rak yang ada didalam ruangan itu.
"Papinya Kak Xander",........ Perkataannya Ana terpotong oleh perkataannya Tuan Gavi.
"Ana panggilnya Papi saja ya, jangan ditambahi Kak Xander, bisa?? ", kata lembut Tuan Gavi memberi pengertian kepada Ana. Dan Ana hanya mengangguk saja menanggapinya.
"Coba Papi mau dengar", kata Tuan Gavi lagi kepada Ana. Sedangkan Alex dia masih sibuk menandatangi berkasnya sambil mendengarkan pembicaraan antara Papinya dan Ana.
"Papi......... ", jawab Ana kepada Tuan Gavi.
"Iya, tadi Ana mau bertanya apa lagi sama Papi?? ", jawab Tuan Gavi kepada Ana.
"Itu yang didalam lukisan itu gambarnya apa sih Papi, Ana pusing daritadi melihatnya, dan Ana tidak suka gambarnya jelek", tanya Ana lagi kepada Tuan Gavi sambil menunjuk lukisan besar yang ada dibelakang tempat duduknya Alex.
"Kenapa Ana tidak tanya sendiri kepada Kak Xander?? ", jawab Tuan Gavi kepada Ana. Membuat Alex langsung mengalihkan pandangannya kearah Papinya dan juga Ana.
"Itu juga lukisan abstrak sayang, makanya gambarnya aneh begitu", jawab Alex sambil tersenyum.
"Buang ya Kak, Ana tidak suka itu gambarnya jelek", jawab Ana lagi kepada Alex.
Dan Tuan Gavi yang mendengar perkataannya Ana dia tertawa kecil sambil melihat kearahnya Alex. Karena Tuan Gavi sendiri dia mengetahui berapa harga lukisan abstrak yang ukurannya cukup besar itu.
Sedangkan Alex dia sedikit melototkan matanya, akan tetapi setelah itu dia langsung menjawab perkataannya Ana.
"Iya nanti lukisannya Kakak pindahin saja keruang kerjanya Papi ya Ana", jawab Alex kepada Ana. Membuat Tuan Gavi gantian yang melototkan matanya kepada Alex.
Sedangkan Alex dia hanya tersenyum miring kepada Papinya. Bagaimana pun caranya Alex juga tidak akan membuang lukisan itu, karena Alex saja membeli lukisan abstrak itu seharga ratusan juta rupiah. Masa akan dibuang cuma-cuma saja.
"Iya baiklah Kak, yang terpenting jangan ditaruh didalam sini ya Kak", jawab Ana kepada Alex.
__ADS_1
"Iya sayang", jawab Alex kepada Ana dengan tersenyum kemenangan kepada Papinya. Sedang sang Papi hanya mencibir dalam diamnya kepada Alexander.
Sedangkan diluar para bodyguardnya Ana dan Alex masih setia berdiri bak patung hidup yang siap menunggu perintah dari majikan mereka.
"Bro, saya ijin ketoilet sebentar ya", kata salah satu bodyguard kepada temannya.
"Iya jangan lama-lama ya, dan awas nanti tersesat", kata temannya yang dipamiti karena yang ijin kekamar mandi adalah bodyguard dari Tuan Fredo Daddynya Ana, dan yang dipamiti adalah bodyguardnya Alex yang sudah sering keluar masuk kantornya Alex.
"Siap", jawab sang bodyguard itu lagi kepada temannya.
Singkat cerita sang bodyguard yang bernama Lexi itu dia turun menggunakan lift untuk mencari toilet atau kamar mandi. Bukannya dilantai dimana ruangan kantornya Alex tidak ada toilet atau kamar mandi, akan tetapi Lexi saja yang malu menggunakan kamar mandi tersebut, karena dia sadar diri pasti kamar mandi yang ada dilantai ruangannya Alex khusus untuk para tamu spesialnya pemilik perusahaan. Begitulah fikirnya Lexi.
Akhirnya Lexi tidak sadar sampai juga dilantai lima kantornya Alex. Lexi keluar dari dalam lift dan mencari letak kamar mandinya, setelah beberapa menit Lexi menemukan kamar mandinya dan dia langsung saja menuntaskan keinginannya ingin buang air kecil.
Ketika sudah selesai Lexi yang ingin kembali keatas tepatnya keruangannya Alex, Lexi yang baru saja sampai dipersimpangan jalan yang sepi, karena itu belum jamnya istirahat, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan yang membuat Lexi harus memasang telinga dengan baik-baik.
"Ini harus ada barang bukti akuratnya", kata Lexi sambil mengambil ponselnya dan menekan tombol rekaman yang ada didalam ponselnya.
Lexi terus saja mendengarkan pembicaraan itu dengan sangat jeli, karena itu memang sudah pekerjaannya. Hingga sampai pada akhirnya pembicaraan itu sudah selesai dan dia lalu mengesave hasil rekaman suara.
Lexi langsung saja bersembunyi ketika dua orang yang sedang Lexi dengarkan pembicaraannya pergi dari tempat itu.
"Saya harus menyampaikan ini kepada Tuan Alex dan Tuan Arga", kata Lexi sambil berlari menuju lift agar segera sampai diruangannya Alex, dan juga Lexi memencet tombol lift dengan terburu-buru.
ππππππππππππ
Apakah yang didengar Lexi ya, dan itu kenapa Lexi mencari kamar mandi jauh sekali, padahal setiap lantai kan ada kamar mandinya sendiri-sendiri. π¬π¬π¬
Untung tidak pipis dicelana si Lexiπ±π
Dan maaf ya readers baru Up, karena kemarin ada acara keluarga yang benar-benar tidak bisa Author tinggalkanπ€π
Selamat pagiπ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***