GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 113


__ADS_3

Jika Ana dan juga Alex sedang melakukan kegiatan indah mereka, berbeda lagi dengan Arga yang lagi pusing membeli sebegitu banyak pizza sendirian.


"Bodohnya aku, kenapa aku tadi tidak mengajak anak buahku untuk ikut denganku, kalau begini ceritanya kan aku sendiri yang repot", gerutu Arga sambil membawa beberapa pizza yang dibelinya kedalam mobilnya.


"Yang penting kan aku sudah membeli sebelas pizza ukuran kecil dan sebelas pizza ukuran besar, untuk masalah disebelas tempat biarlah aku berbohong saja sama Ana saja. Bisa capek aku muter-muter hanya cuma membeli diberbagai tempat", gerutu Arga lagi untuk kesekian kalinya.


Arga dibantu karyawan pizza yang lainnya untuk memasukkan pizza yang dibelinya yang semuanya berjumlah dua puluh dua itu kedalam mobilnya Arga.


Yaps, Arga membeli semua pizza itu disatu tempat dengan rasa yang berbeda-beda disetiap boxnya, dan Arga tidak menjalankan perintahnya Ana untuk membeli disebelas tempat yang berbeda.


Untuk masalah pembelian kedai atau restoran pizzanya, Arga akan memikirkan cara lain untuk bilang kepada Ana, karena tidak mungkin membeli restoran pizza secepat seperti membeli pizzanya.


"Apa sudah semua yang kamu masukan pizza pesananku??", tanya arga kepada pelayan pizza yang membantunya membawakan pizza pesanannya kedalam mobilnya.


"Sudah semua Tuan", jawab pelayan pizza itu kepada Arga.


"Ini untuk kamu", kata Arga sambil memberikan beberapa lembar uang kepada pelayan pizza tadi.


"Terimakasih Tuan", jawab pelayan pizza itu kepada Arga sambil sedikit membungkukkan badannya.


"Waktunya pulang", kata Arga sambil menyalakan mobilnya untuk pulang kemansionnya Tuan Gavi.


Kembali lagi kemansionnya Tuan Gavi, Alex dan juga Ana mereka sudah selesai melakukan kegiatan indah mereka, dan Ana ternyata dia sudah tertidur dengan lelapnya dalam pelukannya Alex.


Alex yang melihat Ana sudah tertidur, dia lalu bangun untuk beranjak turun dari ranjang dan menuju kedalam kamar mandi.


Alex didalam kamar mandi untuk buang air kecil dan serta membersihkan badannya, setelah keluar dari dalam kamar mandi Alex memakai pakaiannya kembali dan berjalan menuju kebalkon kamarnya sambil melihat-lihat para anak buahnya yang berjaga didepan dan sambil menikmati suasana malam hari dari atas balkon.


Sekitar dua jam Arga membeli pizza pesanannya Ana, dia sampai juga dimansionnya Tuan Gavi.


Alex yang masih berdiri diatas balkon kamarnya dari setengah jam yang lalu, dia juga melihat mobilnya Arga sudah masuk kepekarangan mansion Papinya.


Dan Alex dia tersenyum sekilas ketika melihat Arga sudah selesai membeli pizza pesanan istrinya.


Arga yang sudah sampai dimansionnya Tuan Gavi dia lalu turun dari dalam mobil dan menyuruh para anak buahnya Alex untuk menurunkan semua pizza yang ada didalam mobilnya.


"Kalian turunkan semua pizza yang ada didalam mobil saya dan taruh didalam ruang tamu", kata Arga menyuruh kepada anak buahnya Alex dan Tuan Gavi.


"Baik Tuan", jawab anak buahnya Alex kepada Arga.


Arga setelah menyuruh kepada anak buahnya Alex atau Tuan Gavi, dia langsung saja masuk kedalam mansionnya Tuan Gavi untuk mencari Ana dan juga Alex.


Ketika baru sampai diruang Keluarga dimansionnya Tuan Gavi, Arga melihat Tuan Gavi sedang menonton televisi bersama Nyonya Gia.


"Tuan, Nyonya", sapa Arga kepada Tuan Gavi dan Nyonya Gia ketika Arga melihat mereka berdua.


Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia yang merasa dipanggil, mereka lalu mengalihkan pandangannya dari televisi kesumber suara.


"Oh kamu Arga, sudah pulang, sudah membawakan semua pizza pesanannya Ana??", kata Tuan Gavi kepada Arga.


"Sudah Tuan, dan mohon maaf dimanakah Ana dan Bos Alex sekarang Tuan??", tanya Arga kepada Tuan Gavi.


"Mereka didalam kamarnya Ga", jawab Nyonya Gia kepada Arga.


"Kalau begitu saya permisi kesana dulu Tuan, Nyonya", kata Arga meminta ijin kepada Tuan Gavi dan Nyonya Gia.


"Iya", jawab Tuan Gavi kepada Arga, sedangkan Nyonya Gia dia hanya mengangguk saja kepada Arga.

__ADS_1


Alex yang didalam balkon kamarnya dia sudah menebak jika Arga nanti akan mengetuk pintu kamarnya, dan Alex tadi ketika melihat Arga masuk kedalam rumah Papinya, Alex sudah menunggu Arga dishofa yang ada didalam kamarnya.


Dan benar saja baru beberapa menit duduk dishofa sambil memainkan ponselnya, pintu kamarnya terdengar diketuk dari luar.


"Bagaimana??", kata Alex kepada Arga ketika Alex sudah membuka pintu kamarnya.


"Bos semua pizzanya sudah saya beli, dan untuk kedai atau restoran pizzanya belum saya beli Bos, karena kan tidak mudah membeli restoran pizza Bos", kata Arga kepada Alex.


"Baiklah sebentar, kamu tunggu saya diruang tamu saja, saya akan menyampaikannya kepada Ana", jawab Alex kepada Ana.


"Memangnya Ana kemana Bos??", tanya Arga kepada Alex.


"Dia sudah tidur daritadi", jawab Alex kepada Arga, dan Arga langsung memasang wajah sebalnya ketika mendengar perkataannya Alex.


"Aku pusing dan capek membeli pizza, dia malah enak-enakan tidur", batin Arga sambil menggerutu kepada Ana.


"Jangan menggerutui istriku didalam hatimu Arga", kata Alex kepada Arga dan langsung menutup pintu kamarnya.


"Si Bos selalu tahu saja jika aku sering menggerutu didalam hati", kata Arga sambil berlalu pergi dari depan pintu kamarnya Alex.


Alex langsung saja menghampiri Ana yang sudah tidur dengan lelap diranjangnya dengan masih tanpa menggunakan pakaiannya.


"Sayang pizzanya sudah datang, itu harus diapakan??", kata Alex kepada Ana sambil duduk dipinggir ranjang.


"Eeenngg, bagikan kesemua pekerja yang ada disini saja Kak, dan jika Kakak mau Kakak boleh mengambilnya satu", jawab Ana sambil masih memejamkan matanya.


"Baiklah, dan itu untuk restoran pizzanya belum dibelikan sama Arga Sayang", kata Alex lagi sambil mengusap lengannya Ana yang tertutup selimut.


"Tidak apa-apa", jawab Ana dan masih dengan mode mata yang terpejam.


"Baiklah Kakak keluar dulu ya sayang", kata Alex lagi kepada Ana.


"Eeennng", jawab Ana kepada Alex hanya dengan berdengung.


Alex langsung saja berlalu keluar kamar dan menemui Arga yang sudah menunggunya diruang tamu dengan dihapannya Arga diatas meja ada beberapa box tumpukan pizza dengan rasa yang pastinya sangat menggiurkan sekali.


Arga yang tadi sudah sampai diruang tamu, dia langsung saja membuka ponselnya dan langsung membalas beberapa email yang masuk diemailnya.


Dan ketika Arga melihat Alex tiba-tiba sudah duduk dishofa seberangnya, dia langsung saja memasukkan lagi ponselnya kedalam saku jasnya.


"Sebelumnya saya mau bertanya dulu kepada kamu Arga??", kata Alex yang sudah duduk dishofa seberangnya Arga.


"Apa itu Bos??", jawab Arga kepada Alex.


"Apakah kamu membeli pizza ini disebelas tempat, melihat dari bungkusan dan cover boxnya sama semua seperti ini??", tanya Alex kepada Arga.


Arga yang mendengar pertanyaan dari Bosnya dia langsung saja tertawa kecil sambil menggaruk kepalanya.


"Tidak Bos, saya malas untuk mencari disebelas tempat, yang penting kan rasanya berbeda-beda disetiap boxnya Bos", jawab Arga kepada Alex sambil tertawa kecil.


"Yasudah biarlah, bagiku juga sama saja, tapi kalau Ana tahu saya tidak bertanggung jawab Arga", kata Alex kepada Arga.


"Aduh Bos, jangan diadukan kepada Ana dong, bilang saja saya sudah membeli disebelas tempat", kata Arga sambil memohon kepada Alex.


"Iya-iya bisa diatur itu", jawab Alex kepada Arga.


"Terimakasih Bos", jawab Arga juga kepada Alex dengan bahagia sekali.

__ADS_1


"Sekarang kamu panggil beberapa anak buahku kesini", perintah Alex kepada Arga.


"Siap Bos", jawab Arga kepada Alex dan dia langsung berdiri dari duduknya dan berlalu keluar dari ruang tamu mansionnya Tuan Gavi.


Arga langsung saja mendekati para anak buahnya Alex yang sedang berjaga didepan gerbang dan disekitar pekarangan mansionnya Tuan Gavi.


Setelah selesai Arga langsung saja kembali lagi masuk kedalam ruang tamu yang ada Alex sedang menunggunya.


"Sudah Arga??", tanya Alex kepada Arga.


"Sudah Bos, itu ", jawab Arga kepada Alex sambil menunjuk para anak buahnya yang sedang berjalan masuk keruang tamu.


"Apakah kamu mau Arga pizza ini??", tanya Alex lagi kepada Arga.


"Mau Bos kalau dikasih, lagi pula itu saya membeli pizzanya ditempat mahal dan terjamin rasa serta kualitasnya", jawab Arga kepada Alex.


"Kamu ambil satu dan nanti ikut saya masuk keruang kerja", jawab Alex kepada Arga.


"Siap Bos", jawab Arga dan dia langsung saja mengambil satu box pizza yang besar dengan rasa yang dia sukai.


Sedang para anak buah yang sudah pada berdiri diruang tamu mereka masih diam sambil menunggu perintah dari Alex maupun Arga.


"Kalian semua pizza ini bagikan keasisstan rumah tangga, tukang kebun dan para pekerja yang lainnya yang ada dirumah ini, pizza ini boleh kalian habiskan semua, dan kalian bilang kepada asisstan rumah tangga yang ada disini untuk membuatkan minuman untuk menemani makan pizza kalian semua", kata Alex kepada para anak buahnya.


"Apa kalian mengerti", kata Alex lagi kepada anak buahnya.


"Mengerti Tuan", jawab serempak para anak buahnya Alex kepada Alex.


"Silahkan dibagikan sekarang, dan jika sudah kebagian semua, silahkan dinikmati, ini semua pemberian dari istriku Ana", kata Alex kepada para anak buahnya.


"Terimakasih Tuan", jawab serempak anak buahnya kepada Alex sambil sedikit menundukkan badannya.


Dan Arga dia masih setia memperhatikan interaksi antara Alex dan juga para anak buahnya.


Para anak buahnya Alex dan Tuan Gavi langsung saja mengambil semua box pizza itu dan mulai membagikannya kepada semua teman-temannya dan para pekerja yang lainnya juga.


"Wuuuuiiiih pizza", kata salah satu anak buahnya Alex yang melihat pizza.


"Iya nih, pasti enak ini, secara orang kaya yang membeli", kata salah satu anak buahnya Tuan Alex yang lain.


"Ini pemberian dari istrinya Tuan Alex, Nonya Ana", sahut anak buahnya Alex yang lainnya lagi.


"Beruntung ya kita bekerja diKeluarga Damara, sudah gajinya besar, orang-orangnya pada baik semua", kata anak buah yang lainnya lagi.


"Sudah-sudah ayo dimakan ini, mumpung masih hangat", kata anak buah yang satunya kepada teman-temannya.


Setelah kepergian dari para anak buahnya, Alex dan Arga mereka berdua langsung saja menuju kedalam ruang kerja miliknya Alex yang ada dimansion Papinya.


Mereka berdua sedang membahas tender besar yang baru saja perusahaan mereka menangkan, walau jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Alex dan juga Arga mereka belum merasakan mengantuk untuk membahas proyek itu.


Sedang para pekerja dirumahnya Tuan Gavi mereka semua pada happy karena bisa makan pizza yang sungguh sangat enak menurut lidah mereka semua.


Dan semua itu berkat Ana lagi, yang menyebalkan sifat dan sikapnya, akan tetapi tanpa sadar banyak memberi kebahagiaan untuk orang-orang disekitarnya.


...πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•...


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2