GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 83


__ADS_3

Ketika lift yang dinaikinya sudah berhenti dilantai yang dia tuju, Arga langsung berlari keluar untuk segera sampai diruangannya Alex.


Dan ketika Arga sudah sampai didepan ruangannya Alex, Arga ingin mengetuk pintu ruangannya Alex akan tetapi sudah terbuka lebih dahulu dari dalam karena Alex ingin keluar bersama Ana menuju keruang rapat.


"Eh sibos", kata Arga terkejut sambil tertawa karena pintunya sudah terbuka lebih dahulu dari dalam.


"Kamu kenapa Arga, sana rapikan dahulu itu tampilanmu, jangan mempermalukan aku diruang rapat", kata Alex kepada Arga dan Alex langsung berlalu pergi dari hadapannya Arga menuju keruang rapat bersama sang istri tercinta.


"Ini juga karenamu Bos", gerutu Arga, dan dia langsung berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk merapikan tampilannya.


Alex dan Ana mereka sudah sampai lebih dahulu dibandingkan Arga, dan ketika Alex masuk semua para Direksi langsung pada berdiri menyambut kedatangannya Alex dan juga Ana.


Para Direksi ada yang sudah tahu dan ada juga yang belum tahu siapa wanita imut dan cantik yang sedang digandeng mesra oleh Alex.


Yang belum tahu siapa Ana mereka pada penasaran dan berbisik satu sama lainnya. Ada salah satu Direksi perempuan yang menatap Ana seperti penuh dengan kebencian.


Karena Ana semenjak mengalami kejadian itu berulang-ulang kali, dia menjadi peka terhadap orang yang biasa saja, orang yang baik, dan yang berniat jahat dengannya melalui tatapan mata mereka.


Ana yang tanpa sengaja melihat kearah Direksi perempuan itu dia langsung menyembunyikan wajahnya kebelakang lengannya Alex. Dan Alex yang mengetahui tabiatnya Ana jika begitu berarti yang menandakan jika Ana sedang ketakutan, lalu Alex mencoba melihat kesemua para jajaran Direksi yang datang.


Alex langsung melihat dengan matanya sendiri, jika ada satu Direksi/Direktur yang menatap Ana dengan penuh kemarahan atau tatapan tidak bersahabat.


"Eheeem", Alex sengaja berdeham untuk mengalihkan semua para pandangan jajaran Direksi Perusahaannya kepadanya.


"Kalian semua pasti ada yang sudah tahu siapa wanita yang sedang berada disampingku ini kan, dan yang belum tahu akan saya beritahu", kata Alex dengan berwibawanya sebagai pemilik Perusahaan yang sedang memimpin sebuah rapat dengan sambil berdiri, sedangkan Ana dia menunduk sambil menyembunyikan wajahnya dibalik lengannya Alex yang dia pegang.


"Perkenalkan dia adalah istri sahku namanya Adriana Priciliya Damara, dia wanita yang sangat saya cintai dan baru saya nikahi hampir dua minggu ini, serta kalian semua akan segera mendapatkan undangan pesta resepsi pernikahan saya besok lusa", kata Alex kepada para jajaran direksi yang datang, ada sekitar dua puluh orang.


Tiba-tiba pintu terbuka dan masuklah Arga dengan penampilan yang lebih baik dari yang tadi, dan dia langsung duduk disebelah kirinya Alex. Semua pandangan mata langsung tertuju kepada Arga yang baru saja masuk, akan tetapi mereka semua pada cuek dan mengalihkan lagi pandangannya kearahnya Alex.


"Dan untuk anda Nona Xavola, saya peringatkan kepada Anda untuk lebih sopan lagi jika melihat kearah istri saya, apa anda ingin saya pecat dengan tidak hormat dan menyuruh anda untuk segera melunasi hutang-hutang anda diPerusahaan saya yang tidak sedikit itu jumlahnya", kata Alex dengan tegas dan dingin kepada Direksi perempuan yang memandang Ana dengan tatapan yang menakutkan bagi Ana.


Perkataannya Alex sontak membuat para pandangan jajaran Direksi langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Xavola. Membuat Xavola menjadi malu dan marah kepada Alex karena sudah dipermalukan didepan semua jajaran Direksi yang lain.

__ADS_1


"Ini peringatan untuk kalian semua juga, jika ada yang berani macam-macam atau melukai istriku jangan harap dia bisa hidup tenang didunia ini, kalian faham!!! ", kata tegas Alex untuk semua para jajaran Direksinya.


"Faham Tuan", jawab serempak jajaran Direksi itu kepada Alex kecuali Xavola yang diam saja.


"Dan untuk anda Nona Xavola silahkan pergi keluar dari ruangan ini, karena anda sudah tidak sopan dengan istri saya dan membuat istri saya ketakutan seperti ini", kata Alex dengan tegas kepada Xavola.


Dan perkataannya Alex lagi membuat para jajaran Direksi menjadi tahu kenapa Ana tadi selalu bersembunyi dibelakang lengannya Alex.


Tanpa permisi dan banyak kata, Xavola langsung keluar dari dalam ruang rapat sambil memandang Ana dengan penuh kebencian dan amarah.


Wajar saja jika banyak yang tidak suka dengan Ana, karena tidak sedikit wanita yang menginginkan Alex menjadi miliknya, sudah berwajah tampan, tubuh berotot yang macho ditambah lagi dia pewaris tunggal dari Keluarga Damara yang kekayaannya tidak akan habis untuk tujuh turunan.


Ketika Xavol sudah diluar dia lalu sedikit menjauh dari ruang rapat untuk menelfon seseorang, karena tidak mungkin dia menelfon didepan ruang rapat karena didepan ruang rapat banyak bodyguardnya Alex yang berjaga.


Xavola sudah melirik kekanan dan kekiri ketika sudah berada disudut ruangan untuk menelfon seseorang. Ketika dirasa sudah aman dia langsung menghubungi seseorang dan membicarakan maksud serta rencananya.


Sayang seribu sayang, ada karyawan laki-laki diPerusahaannya Alex yang mendengar semua pembicaraan Xavola, ketika dia sedang berjalan menuju ruangannya yang tidak jauh dari Xavola menelfon seseorang itu.


Dan Xavola sendiri dia tidak menyadari juga jika ada CCTV yang mengawasi semua gerak-geriknya.


Ketika Xavola keluar tadi, Alex dan lainnya langsung memulai rapat mereka dengan penuh keseriusan dan ketenangan. Sedang Ana dia terus bersandar dibahunya Alex dengan Alex yang terus mengusap lembut rambutnya Ana hingga Ana tanpa sadar tertidur dengan muka lucunya.


Wajah lucu dan imutnya Ana ketika tertidur membuat para Direksi muda banyak yang salah fokus dengan muka imutnya Ana, akan tetapi mereka langsung memperbaiki sikapnya supaya tidak ketahuan Alex, karena mereka masih ingin hidup didunia ini dengan tenang dan damai.


Ketika mereka semua sedang mendengarkan salah satu Direksi berpresentasi didepan, mereka dikejutkan dengan empat orang bodyguard yang membawa masuk Xavola dengan tangan yang dipegang erat oleh dua orang bodyguard serta satu karyawan laki-laki tadi yang juga ikut masuk kedalam ruang rapat.


Ana yang sedang tertidur pun langsung terbangun dan terjaga karena suara gaduh yang sedang terjadi, akan tetapi Alex langsung saja memeluknya untuk memberikan kenyamanan kepada Ana. Sungguh Alex tidak cuma sebagai seorang suami yang baik, melainkan juga sebagai Kakak yang baik juga bagi Ana, sama halnya dengan Tara.


"Ada apa ini, kalian bisa jelaskan kenapa menangkap wanita ini dan membawanya masuk kemari lagi", kata Alex kepada para bodyguardnya dengan menahan marah, karena meetingnya diganggu.


"Kata karyawan Tuan itu dia baru saja mendengar wanita ini merencanakan sesuatu untuk membunuh Nona Ana Tuan", jawab salah satu bodyguardnya kepada Alex. Membuat Alex langsung saja menampilkan wajah murkanya sedang Arga dia juga menampilkan wajah dingin tak bersahabatnya.


"Apa benar yang dikatakan oleh bodyguardku Nona Xavola, jika terbukti benar, kamu akan merasakan akibatnya", kata Alex dengan gigi yang saling bergesekkan karena menahan marah, dengan terus sambil memeluk Ana dengan erat, supaya Ana tidak semakin takut dan dia juga tidak kelepasan marah.

__ADS_1


"Bohong Tuan Alex mereka para bodyguardnya Tuan dan karyawan anda berbohong semua, dan jika saya melakukannya apa buktinya", jawab Xavola membantah dengan tegasnya.


Dan para jajaran Direksi mereka masih memperhatikan adegan yang terjadi didepan dengan diam dan muka serius.


"Jika saya berbohong, cepat bicara pada orang ini", jawab karyawannya Alex sambil ingin menekan nomor panggilan terakhir yang ditelevon Xavola. Karena tadi ponselnya Xavola sudah dirampas oleh bodyguardnya Alex karena disuruh karyawan itu.


Dan Xavola dia langsung cemas dan takut kalau rencananya akan terbongkar.


"Cepat lakukan apa yang dia suruh", perintah Alex dengan tegas sambil terus memeluk Ana yang sedikit ketakukan itu.


Karyawan laki-laki itu langsung menekan panggilan keluar kenomor yang ditelfon Xavola tadi. Dan ketika sudah terhubung Xavola belum mengeluarkan suaranya akan tetapi orang diseberang sana sudah berbicara terlebih dahulu dari Xavola.


"Halo Nona Xavola, kami sudah berada didepan kantornya Tuan Alex yang tadi anda beritahukan, dan kami akan melakukan sesuai perintah anda Nona, jika Tuan Alex dan para bodyguardnya lengah kami akan segera menabrak gadis yang anda maksudkan dengan kecepatan tinggi supaya dia bisa langsung meninggal, jika kami disuruh menculiknya itu terlalu beresiko Nona untuk kami", kata orang suruhannya Xavola ketika baru saja mengangkat sambungan telefonnya Xavola.


Karyawan laki-laki itu langsung saja mematikan sambungan telefonnya dan Xavola dia langsung saja ketakutan setengah mati, sedangakan Alex dia langsung melototkan matanya karena menahan amarah dan para jajaran Direksi mereka terkejut sekali mendengar perkataan yang baru saja mereka dengar melalui sambungan telefon yang diluodspeaker tadi.


"Apakah saya berbohong Nona", kata karyawan laki-laki itu kepada Xavola.


"Arga kamu tahukan apa yang harus kamu lakukan", kata Alex kepada Arga tanpa melihat kearahnya Arga, sedang Alex dia masih terus memeluk Ana sambil menutupi telinganya.


"Dan kamu Arga juga bereskan orang suruhannya dia", sambung Alex kepada Arga sambil membereskan orang suruhannya Xavola tadi.


"Baik Bos", jawab Arga kepada Alex dengan tegas.


"Meeting kita lanjutkan lain waktu, permisi", kata Alex dan dia langsung berlalu keluar dari dalam ruang rapat dan meninggalkan semua orang tanpa banyak berkata lagi.


Sepeninggalannya Alex serta Ana, Arga langsung memperlihatkan sebagian hukuman yang diberikan kepada Xavola, dengan melihat sendiri hukumannya para jajaran Direksi menjadi menghormati dan semakin takut untuk macam-macam kepada Alex, terutama kepada Keluarga Damara.


Dan nasib Xavola bagaimana, kalian tahu sendiri bagaimana hukuman untuk orang-orang yang berani mengusik ketenangan dari Keluarga Damara.


Sedangkan Alex dan Ana mereka kembali keruangannya Ana dengan dikawal oleh para bodyguard yang berjaga tadi didepan tentunya. Dan Alex dia menenangkan psikisnya Ana dengan tiduran diranjang didalam kamar rahasianya Alex sambil terus memeluk tubuh dan mengusap lembut rambutnya Ana.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2