
Ketika Alex mendengar perkataan dari Papinya untuk segera memakai daster itu, dia lalu menunjukkan wajah memelasnya kepada Ana.
"Sayang, kenapa kamu tega sekali sih sama Kakak, Kakak akan memberikan apapun yang kamu mau, asal jangan disuruh memakai baju memalukan ini", kata Alex memohon kepada Ana.
"Tidak mau", jawab Ana kepada Alex dengan nada manja seperti anak kecil.
"Iya sayang, kasihan suami kamu itu, masa dia harus disuruh memakai daster seperti itu??", kata Mommy Dania ikut membujuk Ana.
Alex tersenyum senang mendapatkan dukungan dari Mamah mertuanya itu.
"Sudah biarkan saja Nia, lagi pula kapan lagi bisa melihat anak aku memakai daster kalau bukan sekarang", kata Nyonya Gia kepada Mommy Dania sambil tertawa senang.
Dan langsung membuat Alex menunjukkan muka sebalnya kepada Mami dan juga Papinya yang sedang tersenyum mengejek sambil melihat kearahnya.
"Ayo Alex, demi istri dan calon anak kamu, nanti jika anak kamu lahir, dia bisa ileran lho, kalau tidak segera kamu turutin", goda Tara juga kepada Alex sambil tersenyum mengejek.
Membuat Bella reflek memukul kecil pahanya Tara sambil menahan suara tawanya.
Ana daritadi masih diam saja sambil terus memperhatikan semua keluarganya saling berbicara satu sama lainnya dengan sendiri-sendiri.
"Apakah tidak ada hukuman yang lainnya Princess, contohnya disuruh dandan juga supaya tambah cantik", kata Tuan Fredo kepada Ana, semakin menggoda Alex sambil tertawa dan diikuti yang lainnya juga ikut tertawa ketika mendengar perkataannya Tuan Fredo.
Alex hanya bisa menunjukkan muka masamnya kepada semua keluarganya yang sepertinya mereka sangat senang sekali melihat dirinya sedang tersiksa karena ulahnya Ana seperti itu.
"Waaah setuju sekali itu Tuan Fredo kenapa tidak kefikiran daritadi, boleh dong didandanin sedikit ya Ana", kata Nyonya Gia dengan semangat sambil menyahut perkataannya Tuan Fredo.
"Emm boleh deh Mi, tapi Mami yang dandanin yah??", kata Ana kepada Nyonya Gia.
__ADS_1
Membuat Nyonya Gia langsung tersenyum dan tertawa senang secara bersamaan membuat Baby L terkejut dan bangun dari masa tidur tampannya.
"Sini biar aku yang menggendongnya", kata Tuan Gavi yang melihat cucunya terbangun dari dekapan istrinya.
Tuan Gavi langsung saja mengambil alih baby L dari gendongan istrinya dan dia langsung saja menempelkan baby L kedadanya, yang mana muka bantal dan muka mengantuknya baby L sangat lucu sekali, membuat Tara menjadi gemas sendiri dengan keponakannya itu.
Sedangkan baby Zi dia sedang asik bermain sendiri dengan mainannya Baby L dilantai yang ada didepan mereka semua yang sedang pada duduk.
Alex sendiri dia langsung lemas seketika ketika Ana menyetujui usul dari keluarganya yang sangat Unfaedah sekali baginya.
Mau tidak mau Alex harus menuruti keinginannya Ana, bukan maksud hati Ana ingin kurang ajar dengan Alex, tapi memang begitulah Ana jika marah, lucu tapi membuat jera orang yang dimarahin Ana.
Alex sendiri dia juga merasa bersalah, tapi mau bagaimanapun juga Alex tidak bisa mengungkapkan cerita yang sebenarnya kepada Ana.
Alhasil Alex hanya bisa pasrah ketika harus menerima hukuman dari Ana.
"Sudah ayo Kak, kita kedalam kamar, Ana akan membantu Kakak memakai dasternya", kata Ana kepada Alex.
Ketika sepeninggalan dari Alex dan juga Ana, Tuan Fredo dia langsung saja menanyakannya kepada Tuan Gavi perihal Alex bisa berbohong kepada Ana.
"Tuan Gavi, apakah ada yang ditutupin dari Nak Alex kepada Ana, karena setahu saya jika Nak Alex seperti itu kepada Ana, pasti ada sesuatu hal yang sedang ditutupin oleh Nak Alex??", kata Tuan Fredo kepada Tuan Gavi.
"Ada Tuan Fredo", jawab Tuan Gavi kepada Tuan Fredo, dan masih didengar oleh yang lainnya juga.
Yang lainnya langsung saja diam sambil terus mendengarkan dan mengalihkan pandangan mereka kearahnya Tuan Gavi.
Tuan Gavi sendiri, dia lalu menceritakan kepada semua orang, jika kemarin mansionnya Alex kecolongan ada dua orang penyusup yang datang ingin mengincar nyawanya Ana, baby L maupun Alex. Namun sudah ketahuan oleh para anak buahnya Alex.
__ADS_1
Tuan Gavi juga menceritakan jika kedua penyusup itu sudah tewas ditangannya Alex dan para anak buahnya Alex, namun sebelum tewas salah satu penyusup itu ada yang ingin menembak Alex, akan tetapi Arga melihat itu dan dia langsung saja mendorong Alex, alhasil yang kena tembakan adalah Arga.
Tuan Fredo dan Tara mereka berdua sangat marah juga kepada kedua penyusup itu ketika mendengar cerita dari Tuan Gavi, jika penyusup itu sedang mengincar nyawa orang-orang yang mereka sayangi.
Sedangkan para wanita, mereka sudah sangat khawatir dan juga sangat terkejut sekali ketika mendengar cerita dari Tuan Gavi.
"Papi kenapa tidak bercerita kepada Mami tentang perihal ini??", kata Nyonya Gia kepada Tuan Gavi yang sedang duduk disebelahnya itu.
"Sebenarnya tadi malam Papi ingin bercerita dengan Mami, tapi Mami saja pulang dari arisan sudah larut sekali, Papi sudah keburu capek dan keburu lupa malam tadi, terus tadi pagi Papi sebenarnya juga mau bercerita dengan Mami, tapi Mami malah mengajak dengan terburu-buru untuk segera melihat baby L, ya lupa lagi Papi", jawab Tuan Gavi kepada Nyonya Gia.
Nyonya Gia hanya tersenyum tidak bersalahnya kepada suaminya ketika mendengar perkataan dari suaminya itu, yaitu Tuan Gavi.
"Tuan bagaimana kedua penyusup itu bisa masuk kedalam mansion ini, padahal dengan sangat jelas sekali jika penjagaan untuk mension ini sangat ketat sekali", tanya Tara kepada Tuan Gavi.
"Itu yang sedang kami selidiki Nak Tara, takutnya itu bisa karena orang dalam atau salah satu anak buah kita ada yang berkhianat kita tidak tahu, karena sampai sekarang kita belum mengetahui bagaimana kedua penyusup itu bisa masuk kedalam sini", jawab Tuan Gavi kepada Tara.
"Nanti saya akan membantu dan mengerahkan beberapa anak buah saya untuk menyelidiki kasus ini, karena jika belum ketahuan takutnya ini bisa terulang untuk kedua kalinya dan bisa membahayakan nyawanya Ana, baby L atau janin yang sedang dikandung oleh Ana", kata Tuan Fredo kepada Tuan Gavi dan langsung dianggukin Tuan Gavi dan semuanya.
"Tuan Gavi, pada saat itu dimanakah keberadaannya Ana dan juga baby L??", tanya Mommy Dania kepada Tuan Gavi.
"Kata laporan dari Bi Lena dan para bodyguard, jika saat itu Ana dan baby L sedang berada diruang keluarga sini, dan kejadian penangkapan kedua penyusup itu berada didapur belakang, yang jaraknya cukup jauh dari ruang keluarga, jadi Ana tidak mendengar dan mengetahui ada kericuhan didalam mansion", jawab Tuan Gavi kepada Mommy Dania.
"Semoga kejadian ini tidak terulang lagi untuk kedua kali atau yang seterusnya, sudah stop sampai disini saja, supaya Xander dan keluarganya bisa hidup dengan tenang tanpa ada gangguan dari musuh lagi", kata Nyonya Gia kepada semuanya.
Dan perkataan dari Nyonya Gia langsung saja diaamiinin oleh semua orang.
Tapi bagaimana pun juga yang namanya pembisnis tetaplah ada musuhnya dan itu tidak cuma satu, apalagi Keluarga Damara dan Keluarga William kedudukannya cukup berpengaruh dinegara itu, jadi pastinya banyak yang mengincar posisi mereka.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***