
Arga yang sudah sedikit tenang perasaannya kemarin malam ketika dia sudah meluapkan amarahnya yang terpendam dengan Mamahnya.
Dia lalu masuk kedalam mobilnya lagi untuk pulang menuju keapartemennya.
Sungguh jika yang saat ini dihadapi oleh Arga adalah seorang musuhnya, tidak pakai lama, Arga langsung menembak mati orang itu.
Namun kenyataannya orang itu bukannya musuhnya melainkan Mamahnya sendiri yang sudah mengandung dan melahirkannya dengan bersusah payah.
Arga yang sudah mengendarai mobilnya dia lalu membelokkan stirnya kepom bensin terlebih dahulu untuk menumpang kedalam kamar mandi dan membasuh mukanya terlebih dahulu, supaya bisa sedikit fresh dan Vero tidak curiga kepadanya nanti.
Setelahnya Arga dia lalu mengendarai mobilnya lagi menuju keapartemennya.
Dan ketika Arga sudah masuk kedalam apartemennya sekitar jam sembilan malam, Arga melihat Vero sudah tertidur diatas shofa yang ada diruang tamu.
Arga yang melihatnya dia menjadi terenyuh hatinya dan juga terkejut.
"Apakah Vero ketiduran karena menungguku pulang??", kata Arga sambil berdiri didepan pintu masuk apartemennya.
Vero memang sengaja menunggu Arga pulang keapartemennya, karena dia sangat khawatir sekali dengan Arga.
Ditambah lagi Vero juga ingin membicarakan pekerjaannya kepada Arga yang harus kembali lagi kerumah sakit untuk bekerja.
Arga setelah berkata seperti itu, dia lalu berjalan mendekati Vero yang sedang tertidur dengan posisi terduduk dan kepala yang disangga menggunakan tangan kirinya.
"Vero, hei sayang, bangun", kata Arga membangunkan Vero dengan suara lembutnya sambil mengguncangkan pundaknya Vero.
Vero yang terkejut dia langsung saja membuka matanya dan melihat Arga sedang berlutut didepannya.
"Eh Kak Arga sudah pulang, capek ya, mau Vero buatkan kopi, teh, atau susu??", kata Vero dengan nada yang sedikit khawatir kepada Arga.
Arga yang perasaannya sangat kacau karena ulah Mamahnya, ketika mendengar dan melihat sendiri perhatian tulus dari Vero. Dia langsung saja membawa Veronica kedalam pelukannya.
Arga memeluk Vero dengan sangat erat sekali membuat Veronica menjadi bingung sendiri dibuatnya.
"Kak Arga??", panggil Vero kepada Arga dengan tangan yang belum membalas pelukannya Arga.
"Biarkan seperti ini dulu sebentar", kata Arga kepada Vero sambil memeluk Arga.
__ADS_1
Membuat Vero lalu dengan perlahan merebahkan badannya diatas shofa yang didudukinya itu.
Dan Arga juga ikut bergabung dengan Vero dengan keadaan yang masih memeluk Veronica dengan erat.
Vero pun juga langsung saja membalas pelukannya Arga dengan penuh kenyamanan, hingga membuat Arga sangat nyaman sekali didalam pelukannya Vero.
Dan Vero juga sambil mengusap rambut kepalanya Arga dengan lembut.
"Mungkin lain kali saja aku membicarakan pekerjaanku dengan Kak Arga, karena aku lihat sekarang dia sedang banyak fikiran sekali", kata batin Vero dengan sambil memeluk Arga.
Arga bahkan dia sampai memejamkan matanya karena sungguh sangat lelah sekali hatinya malam itu.
"Sungguh nyaman sekali pelukannya Vero yang aku rasakan", kata batinnya Arga dengan posisi yang masih sama.
"Kenapa Mamah tidak bisa melihat wanita sebaik Veronica ini, yang sangat perhatian sekali kepadaku", kata batin Arga lagi.
Vero pun lama-kelamaan dia juga ikut memejamkan matanya bersama Arga, walau sebenarnya Vero juga belum makan malam sama seperti Arga.
Sedangkan Aleda adiknya Vero sudah makan duluan tadi, disuruh oleh Vero, dan saat ini Aleda juga sudah tidur didalam kamar samping kamarnya Arga.
Untung saja shofa yang ada diruang tamunya Arga bisa muat untuk dua orang, jadi tidak mungkin terjatuh jika mereka ingin bergerak atau berganti posisi tidur.
Dan Vero yang melihat Arga sudah terlelap tidur dalam pelukannya, dia menjadi tidak tega untuk membangunkan dan mengajaknya makan malam.
Vero yang sudah sangat lapar sekali itu, dia hanya bisa menahannya sambil ikut memejamkan matanya lagi.
Akhirnya Vero dan Arga malam itu tertidur diatas shofa yang ada diruang tamu dengan posisi yang masih saling memeluk, dan Arga juga belum berganti pakaiannya daritadi.
Pagi menjelang, sekitar pukul setengah enam pagi, Vero yang sudah terbangun lebih dahulu dari Arga karena merasakan sakit diulu hatinya, karena belum makan semalam, dia langsung saja melepaskan pelukannya Arga dan langsung beranjak bangun dari shofa itu.
Gerakannya Vero yang tiba-tiba membuat Arga langsung saja terbangun dari tidur lelapnya itu dengan sangat terkejut sekali.
"Vero kamu kenapa??", tanya Arga yang melihat Vero seperti ingin muntah dan segera menuju kedalam kamar mandi.
Vero ketika sudah sampai didalam kamar mandi, dia langsung saja ingin muntah namun tidak bisa.
Dan Arga yang melihatnya dia menjadi sangat khawatir sekali.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang??", tanya Arga kepada Vero yang sudah keluar dari dalam kamar mandi.
"Tidak apa-apa, mungkin asam lambungku naik Kak, karena belum makan semalam", kata Vero kepada Arga.
Membuat Arga sangat terkejut sekali, dan dia langsung saja menuju kedalam ruang makannya, dan benar saja masih ada beberapa hidangan yang sudah dimasak oleh Vero tersedia diatas meja makan.
Arga lalu kembali lagi menemui Vero yang sedang berjalan kedapur ingin mengambil air putih itu.
"Sini ayo duduk", kata Arga membantu Vero berjalan dan menyuruhnya untuk duduk dikursi meja makan.
"Mau apa akan Kakak ambilkan", kata Arga ketika dia sudah membantu Vero duduk.
"Ambilkan aku air minum Kak, dan kotak obat yang ada didalam kamar, disana ada obat untuk asam lambung yang selalu aku bawa", kata Vero kepada Arga sambil menahan rasa sakit diulu hatinya.
"Baik, tunggu sebentar disini ya, akan Kakak ambilkan", kata Arga kepada Vero.
Dan Arga langsung saja beranjak pergi dari hadapannya Vero untuk mengambilkan apa yang diminta oleh Veronica tadi.
Setelah bertanya kepada Aleda tadi dimana kotak obat yang Vero miliki, akhirnya Arga sudah bisa menemukannya dan sedang berjalan untuk memberikannya kepada Vero.
"Ini sayang obatnya", kata Arga ketika sudah sampai dihadapannya Vero sambil memberikan segelas air putih juga.
Vero langsung saja meminum obat asam lambungnya untuk mengurangi rasa sakit diulu hatinya itu.
"Kenapa kamu tidak bilang jika sudah masak, dan belum makan semalam??", tanya Arga dengan sangat lembut sekali kepada Vero.
"Karena Vero lihat semalam Kakak sedang sangat capek sekali, jadinya Vero biarkan saja Kakak seperti itu", jawab Vero kepada Arga dengan suara pelannya.
Arga langsung saja tersenyum manis kepada Vero, ketika mendengar jawabannya Vero tadi.
"Sudah sekarang kamu istirahat dulu yuk didalam kamar", kata Arga kepada Vero sambil mengajak Vero untuk masuk kedalam kamarnya.
"Terus ini bagaimana??", tanya Vero kepada Arga sambil menunjuk semua makanan yang ada diatas meja makan.
"Ini nanti akan Kakak urus, yang penting kamu istirahat saja dulu supaya cepat sembut, dan untuk sarapannya nanti akan Kakak pesankan saja", jawab Arga kepada Vero.
"Lagi pula ini hari minggu, Kakak akan seharian dirumah menemani kamu", sambung lagi perkataannya Arga kepada Vero sambil membantu Vero untuk masuk kedalam kamarnya. Karena Arga takut jika Veronica akan pingsan dijalan nantinya.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...