
Tara yang melihat interaksi antara Ana dan juga Alex dihadapannya dia akan berusaha menerima hubungan mereka dengan hati terbuka, agar adiknya Ana bisa berbahagia.
"Ana, Kakak keluar dulu ya, mau menelfon seseorang", kata Tara berbohong kepada adiknya Ana dengan mengusap kepalanya Ana dengan sayang, dan dijawab anggukan oleh Ana.
"Tuan Alex, saya permisi dulu", pamit Tara juga kepada Alex. Dan Alex hanya mengangguk menanggapi pamitannya Tara.
Tara setelah berkata seperti itu, dia langsung saja beranjak dan keluar dari situ. Ketika sudah diluar, Tara langsung ditanya oleh Daddynya yaitu Tuan Fredo.
"Tara, kenapa keluar, nanti Tuan Alex sendirian didalam", tanya Tuan Fredo kepada Tara.
"Ada Princess Daddy, Ana sudah sadar tadi didalam", jawab Tara sambil duduk disebelah Mommynya.
Mommy Dania yang mendengar jika Ana sudah sadar dia langsung saja berdiri dan ingin masuk kedalam, untuk melihat keadaannya Ana, akan tetapi langsung dicegah oleh Tara.
"Nanti saja Mommy, berikan waktu sebentar untuk Tuan Alex dan Ana berbicara berdua didalam", kata Tara kepada Mommynya dan mengajak Mommynya untuk duduk kembali ditempatnya.
"Tapi Tara, Mommy ingin melihat bagaimana keadaannya adik kamu", kata Mommy Dania kepada Tara.
"Percayalah Mommy, berikan waktu sebentar untuk mereka hanya sebentar saja", jawab Tara lagi meyakinkan Mommynya. Dan Mommy Dania akhirnya menuruti perkataannya Tara.
Ketika mereka sedang berbincang-bincang untuk kesembuhannya Ana, datanglah Simon dan Tuan Gavi serta Nyonya Gia secara bersamaan. Mereka tidak sengaja bertemu dipertigaan jalan menuju keruangannya Ana.
"Nia", panggil Nyonya Gia kepada Mommy Dania. Dan Mommy Dania dia langsung mengalihkan pandangannya kesumber suara.
"Eh Gia", kata Mommy Dania langsung berdiri ketika melihat Nyonya Gia, Tuan Gavi dan Dokter Simon sedang berjalan menuju kearahnya.
Tuan Fredo dan Tara pun mereka juga ikut berdiri seperti Mommy Dania, ketika mereka melihat Keluarga Damara sedang datang menjenguk Princess mereka.
"Maaf baru bisa datang Nia", kata Nyonya Gia sambil berpelukan ala perempuan kepada Mommy Dania. Sedangkan para laki-laki mereka juga saling menyapa dengan saling berjabat tangan.
"Tidak apa-apa, saya tahu kamu pasti lagi sedang sibuk", jawab Mommy Dania sambil tertawa kecil.
"Dokter Simon, apakah anda mau mengontrol kondisinya Ana?? ", tanya Tara kepada Simon.
"Iya Tuan, dan saya yakin Ana juga pasti sudah sadar", kata Simon kepada Tara.
"Iya Dokter, Ana sudah sadar dan dia sedang berada didalam bersama Tuan Alex", jawab Tara kepada Simon.
__ADS_1
"Xander sudah disini Tuan Tara?? ", tanya Tuan Gavi kepada Tara.
"Sudah daritadi Tuan, bahkan Tuan Alex juga menemani Princess kami diruang operasi", bukan Tara yang menjawab melainkan Tuan Fredo Daddynya Tara dan juga Ana.
"Mari-mari silahkan duduk, masa kita berbicara berdiri terus begini", kata Mommy Dania kepada semuanya.
Dan akhirnya semuanya duduk diruang tunggu yang ada didepan ruang inapnya Ana, termasuk Simon pun juga ikut duduk, dan itu membuat Tuan Gavi bertanda tanya.
"Kamu ikutan duduk Simon, katanya mau memeriksa keadaannya Ana, kenapa jadi ikutan duduk bersama kita?? ", tanya Tuan Gavi penasaran kepada Simon.
"Biarlah nanti saja Paman,
lagi pula didalam masih ada Xander, biar Xander puas-puasin dulu sama Ana", jawab Simon dengan tertawa kepada Tuan Gavi, Papinya Alex sekaligus juga Pamannya Simonnya.
"Sepertinya anak saya Alexander menyukai anak anda Tuan Fredo, bolehkah kalau Ana saya jadikan menantu diKeluarga saya?? ", kata Tuan Gavi kepada Tuan Fredo Daddynya Ana.
Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka berdua sangat terkejut mendengar perkataan dari Tuan Gavi Papinya Alex. Sedangkan Tara dia tidak terlalu terkejut karena dia sudah tahu sendiri dari Alex tadi.
"Bolehkan Nia, kami berjanji akan menyayangi Ana seperti kami menyayangi anak kami sendiri", kata Nyonya Gia kepada Mommy Dania, sambil menggenggam tangannya Mommy Dania.
"Bagaimana Tuan Fredo dengan Anda", tanya Tuan Gavi lagi kepada Tuan Fredo.
"Jika kamu Tuan Tara, bagaimana pendapatmu?? ", tanya Tuan Gavi kepada Tara Kakaknya Ana.
"Jika Ana bahagia dengan Tuan Alex, saya merestui mereka Tuan, karena yang terpenting adalah kebahagiaan adik saya Ana, dan jika Ana mau menjadi istrinya Tuan Alex, saya berjanji dengan tangan terbuka saya akan menerima Tuan Alex menjadi Ipar saya", jawab Tara dengan tenang kepada Papinya Alex, yaitu Tuan Gavi.
Sedangkan Simon dia hanya mendengarkan saja perkataan mereka semua yang ada disitu.
Berbeda diluar, berbeda juga didalam ruangannya Ana. Ketika tadi Kakaknya Ana, yaitu Tara keluar ruangan, tersisalah hanya Alex dan juga Ana yang berada didalam ruangan itu.
Dengan masih menahan rasa sakit, Ana berusaha untuk tersenyum kepada Alex yang masih senantiasa menemaninya.
"Kamu kenapa Ana, tersenyum terus begitu kepada Kakak?? ", tanya Alex kepada Ana dengan suara lembut. Ketika Alex melihat Ana tersenyum kepadanya.
"Tidak apa-apa, terimakasih Kak Xander, masih disini menemani Ana", kata Ana dengan lirih kepada Alex.
"Kakak akan selalu bersama Ana, Ana cepat sembuh ya", kata Alex lagi kepada Ana.
__ADS_1
"Kak", panggil Ana kepada Alex.
"Iya", jawab Alex dengan tersenyum kepada Ana.
"Kakak mau tidak menjadi suaminya Ana, seperti Daddy yang menjadi suaminya Mommy", kata Ana kepada Alex dengan suara pelan, membuat Alex terkejut dan ingin tertawa akan tetapi dia tahan.
Pasalnya dengan kondisi Ana yang seperti itu, Ana sudah bisa membuatnya terkejut setengah mati dan juga ingin tertawa secara bersamaan.
"Kalau Kak Xander tidak mau, Ana bagaimana", goda Alex kepada Ana dengan tertawa kecil.
"Ya Ana cari laki-laki lain, kan Kakak sudah tidak mau sama Ana", jawab Ana kepada Alex.
Jika saja Ana sudah sembuh dan kembali sehat seperti semula, Alex pasti langsung mencubit itu pipinya Ana yang chubby. Karena jawabannya Ana membuat Alex gemas sekali dengan Ana.
Enak saja Ana akan mencari laki-laki lain, Alex tadi kan hanya menggodanya saja. Nanti apakabar keadaannya Alex jika sampai Ana menikah dengan laki-laki lain.
"Kalau seumpama tidak ada yang mau sama Ana bagaimana?? ", tanya Alex lagi kepada Ana.
"Kata siapa tidak ada yang mau sama Ana, Kak Tara saja pernah memarahi dan memukuli laki-laki yang mau mendekati Ana dulu", kata Ana jujur kepada Alex. Membuat Alex langsung takut jika Ana nanti akan berpaling darinya.
"Masa sih, ko Kakak tidak percaya ya", goda Alex kepada Ana, sekaligus Alex ingin tahu lebih banyak lagi ceritanya.
"Bahkan Kak Tara sangat overprotektif kepada Ana, karena begitu banyak yang mendekati Ana, makanya Daddy dan Kak Tara selalu mengirimkan begitu banyak bodyguard ketika Ana keluar", kata Ana lagi kepada Alex. Membuat Alex semakin was-was jika nanti dia akan mempunyai banyak saingan.
"Sudah ya ceritanya dilanjut nanti lagi, Ana tidur ya, biar cepat sembuh", kata Alex kepada Ana sambil menutupi rasa gundah yang tiba-tiba hadir didalam hatinya ketika mendengar ceritanya Ana.
"Tapi Kakak disini kan?? ", kata Ana kepada Alex.
"Iya Kakak disini", jawab Alex kepada Ana sambil tersenyum manis, akan tetapi hatinya sedang was-was.
Setelah itu Ana mencoba untuk tidur, sedangkan Alex dia mengusap-usap lembut rambutnya Ana, hingga membuat Ana langsung terlelap dalam tidurnya.
Tanpa permisi Alex lalu melepaskan sepatu yang dia pakai dan jas yang dia kenakan, dan Alex langsung ikut bergabung tidur dibrangkarnya Ana yang bisa muat untuk dua orang itu.
Dengan posisi lengan Alex untuk bantalan kepalanya Ana. Dan Alex memeluk Ana dengan posisi badan miring kekiri. Dengan pelan-pelan Alex memposisikan badannya agar tidak menyentuh wajahnya Ana terutama sekitar hidung, sebab Alex tidak mau jika Ana nanti sampai kesakitan karena hidungnya tidak sengaja tersentuh olehnya.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***