
Pagi-pagi sekali sekitar jam empat pagi Tara sudah pergi dari rumahnya, padahal Tara sudah berjanji pagi itu dia akan menjelaskan semuanya tentang Bella kepada kedua orang tuanya.
Kemarin setelah dari acara pernikahannya Ana, Tara belum sempat menjelaskan kepada kedua orang tuanya, karena kedua orang tuanya masih sibuk menemui sanak Keluarga yang dari jauh yang bisa hadir dipernikahannya Ana. Dan setelah itu Tuan Fredo serta Mommy Dania mereka juga diajak main kerumah besannya, yaitu rumahnya Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia.
"Bibi tolong jika nanti Daddy sama Mommy mencari saya, bilang saja saya buru-buru pergi ada keperluan mendadak", pesan Tara kepada salah satu pelayan rumahnya.
"Baik Tuan Muda", jawab pelayan itu kepada Tara dan setelah itu dia langsung berlalu keluar dari dalam rumahnya dan masuk kedalam mobil.
Setelah itu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi menuju kesebuah apartemen yang cukup mewah.
Sesampainya diapartemen itu, Tara langsung saja naik lift menuju kamar yang dia tuju. Ketika sudah sampai didepan pintu kamar apartemen yang dituju, Tara lalu memencet tombol bel dan juga mengetuk pintu.
Seseorang yang ada didalam apartemen yang mendengar bel berbunyi dia langsung saja bangun dari tidurnya dengan mata yang sedikit terpejam karena masih mengantuk, karena dia tadi malam juga tidak bisa tidur.
"Tuan ganteng, eh apa aku sedang bermimpi ya, ko saya bisa melihat Tuan Tara terlihat nyata berdiri didepan saya", kata seorang itu sambil memukul pipi dan wajahnya sendiri serta juga mengucek matanya.
Sedangkan Tara yang melihat orang yang bukan dia cari dia menjadi sedikit bingung, karena pasalnya Tara benar mendatangi kamar apartemennya.
"Anda tidak bermimpi Nona, ini benar saya, dan dimana Bella", kata Tara akhirnya kepada orang itu dan membuat orang itu langsung terjaga sepenuhnya dari rasa mengantuknya.
Ya orang itu adalah Suster Pamela, dan apartemen yang didatangi Tara adalah apartemennya Dokter Bella. Tara bisa tahu apartemennya Dokter Bella karena kemarin dia mengantar pulang Dokter Bella sampai masuk kedalam apartemennya.
"Bella masih tidur Tuan, tadi malam dia tidak bisa tidur dan baru bisa tidur jam dua pagi", jawab Suster Pamela kepada Tara.
"Boleh saya minta tolong, tolong tinggalkan kami berdua", kata Tara kepada Suster Pamela.
Dan Suster Pamela yang mengerti jika Tara tidak mau diganggu dia langsung berpamitan kepada Tara.
"Tunggu", panggil Tara kepada Suster Pamela.
"Iya Tuan", jawab Suster Pamela sambil membalikkan badannya menghadap Tara lagi.
"Apa pasword pintu dari kamar apartemennya ini", tanya Tara kepada Suster Pamela.
Suster Pamela dia diam saja karena dia sedang berfikir apakah dia harus mengasih tahu atau tidak kepada Tara.
__ADS_1
"Jawab!! ", kata Tara dengan dingin kepada Suster Pamela.
Akhirnya Suster Pamela terpaksa mengasih tahu kode atau pasword apartemennya Dokter Bella kepada Tara, karena Suster Pamela merasa takut dengan nada bicaranya Tara.
"Terimakasih, anda boleh keluar sekarang", kata Tara lagi kepada Suster Pamela dan Suster Pamela langsung saja keluar dari dalam apartemennya Dokter Bella.
"Maafkan aku Bella, Tuan ganteng ternyata galak juga, lagi pula jika kamu hamil karena Tuan ganteng, aku tidak merasa kasihan kepadamu, karena setahu aku Tuan Tara orangnya baik, dan menurutku dia lebih baik dari si upil kambing itu", kata Suster Pamela berbicara sendiri ketika sudah berada didalam lift.
"Nasib-nasib, berangkat dikerjai Bella, pulang diusir sama laki-laki yang mengaku calon suaminya Bella", kata Suster Pamela lagi sambil berjalan menuju kearah mobilnya.
Kembali lagi keapartemennya Bella, sepeninggalan dari Suster Pamela, Tara langsung saja mengunci pintu apartemen dari dalam. Setelah itu dia melepas jaket dan sepatunya didekat shofa ruang tamu disitu, dan menaruh kunci mobilnya dimeja yang ada disitu juga.
Setelah selesai Tara langsung berdiri dan berjalan mencari dimanakah letak kamarnya Bella. Karena didalam apartemennya Bella mempunyai tiga kamar tidur dan dua kamar mandi, yang salah satunya kamar mandinya ada didalam kamar yaitu kamarnya Dokter Bella. Dan Tara sengaja melepas sepatunya agar ketika dia berjalan tidak berisik dan lebih enak.
Ketika Tara sedang bingung ingin membuka pintu kamar yang mana, entah kenapa dari awal mata Tara sudah tertuju kearah pintu yang paling ujung dekat dengan jendela, seperti ada magnet yang dirasakan oleh Tara.
Dengan langkah pasti Tara lalu berjalan mendekati pintu itu dan perlahan membukanya, dan ternyata tidak terkunci. Dan benar saja, Tara langsung melihat gadis yang disukainya sedang tidur dibawah selimut tebalnya dengan muka yang cantik natural alami.
Tara dengan perlahan mendekati Bella yang sedang tertidur, dengan pasti Tara lalu melepas baju yang dikenakannya alhasil dia hanya bertelanjang dada saja, dan setelah itu Tara ikut masuk kedalam selimut bersama Dokter Bella.
Dengan squishy yang begitu indah terlihat menggoda dan paha yang begitu mulus membuat imannya Tara sungguh-sungguh harus diperkuat lagi pagi itu.
Tara sekuat tenaga menahan gejolak itu, setelah ikut masuk bergabung dibawah selimut dengan Dokter Bella, Tara dengan perlahan-lahan mengangkat kepalanya Dokter Bella agar kepalanya tidur beralaskan tangannya, dan Tara juga dengan pelan-pelan mengambil guling yang sedang dipeluk oleh Dokter Bella.
Dokter Bella sedikit terusik dengan kegiatan yang sedang dilakukan oleh Tara kepadanya, membuat Tara memperhentikan sejenak kegiatannya.
"Ih pamela, apa sih mengganggu saja, aku masih mengantuk, lagi pula aku shifnya nanti siang, sama sepertimu", igau Dokter Bella yang terusik dengan kegiatannya Tara terhadapnya.
Tara semakin gemas dengan tingkahnya Dokter Bella, hingga dia tanpa sadar tersenyum melihat kelakuannya Dokter Bella yang sedang mengigau.
Akhirnya Tara sudah bisa dengan sempurna membuat Dokter Bella memeluk erat badannya menggantikan guling tadi yang dipeluk Bella.
Entah bagaimana reaksinya Dokter Bella nanti ketika dia bangun yang berada disampingnya bukanlah Suster Pamela melainkan Tara, orang yang mengacaukan hari-harinya akhir ini.
......... *********........
__ADS_1
Dimansionnya Alex saat ini Alex dan Ana sudah bangun dan sedang sarapan bersama dimeja makannya yang berada diruang makan.
"Tolong Bibi Lena kumpulkan semua orang yang bekerja disini saat ini juga diruang makan ini", perintah Alex kepada kepala pelayan yang ada dirumahnya.
Bibi Lena langsung saja bergegas menjalankan perintahnya Alex untuk berkumpul diruang makan. Sepeninggalan Bibi Lena tadi Ana mengucapkan perkataan yang membuat Alex gemas setengah mati kepada Ana.
"Kakak mau mengumpulkan semua pelayan disini apa Kakak mau mengabsen mereka dahulu ya Kak, siapa yang tidak berangkat begitu, seperti Ana sekolah dulu diabsen sama Ibu Guru", kata polos Ana ketika Bi Lena sudah pergi dari ruang makan. Dan itu membuat Alex gemas serta langsung mencubit pipinya Ana. Membuat Ana sedikit mengaduh.
"Maaf sayang, kekencangan ya mencubitnya, sini Kakak cium dulu", kata Alex sambil mengusap lembut pipinya Ana dan langsung menciumnya juga.
"Tidak sakit Kak, cuma terkejut saja", jawab Ana dengan muka lucunya.
"Kakak tidak mau mengabsen mereka sayang, itu sudah ada tugasnya sendiri yang mengawasi dan mengabsen mereka semua", kata Alex lagi kepada Ana.
"Terus kalau tidak mau mengabsen Kakak ingin apa sama para pelayan itu", tanya Ana lagi kepada Alex.
Alex yang bingung untuk menjawab apa kepada Ana untung saja terselamatkan dengan kedatangan para pekerja yang disuruh berkumpul tadi.
"Apa sudah terkumpul semua Bi?? ", tanya Alex kepada Bi Lena sambil berdiri, sedangkan Ana dia cuek sambil melihat kearah semua pelayan yang sedang berdiri semua didepannya.
Kenapa Ana bisa cuek dan tidak takut, jawabannya hanya satu, karena ada Alex disampingnya.
"Sudah semua Tuan", jawab Bi Lena kepada Alex.
"Kalian semua dengarkan, nama dia Ana, dan dia sekarang bukan tamu lagi seperti dahulu ketika menginap disini, Ana ini dia sekarang sudah sah menjadi istriku, apa yang dia katakan turuti, karena perkataannya Ana sama saja dengan perkataanku, dan satu hal lagi panggil dia Nyonya, faham kalian semua", kata tegas Alex kepada semua orang yang bekerja dirumahnya termasuk para bodyguard.
"Faham Tuan Alex", jawab serempak semua para pekerjanya Alex.
"Kalian semua boleh bubar dan lanjutkan lagi pekerjaan kalian semua", kata Alex lagi kepada semuanya.
"Baik Tuan", jawab serempak lagi sambil sedikit membungkukkan badan mereka kepada Alex dan Ana setelah itu mereka langsung berlalu pergi dari ruang makan.
Sepeninggalan para pekerjanya dan termasuk Bi Lena, Alex merayu Ana untuk ikut kekantor bersamanya, dan Ana yang menurut-nurut saja dia langsung mengiyakan saja ajakannya Alex untuk ikut berangkat kekantor bersama Alex.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***