GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 97


__ADS_3

Singkat cerita Ana dan Alex sudah berada dirumahnya Tuan Fredo sejak tadi siang sekitar jam satu siang dan Alex masih dengan setia menemani Ana.


Karena Alex dan Ana mereka berangkat dari rumah sekitar jam dua belas siangan tadi, sebab Alex tadi meminta haknya terlebih dahulu kepada Ana, itu yang menyebabkan mereka lama sampainya dirumahnya Tuan Fredo.


Tadi setibanya dirumahnya Tuan Fredo, Mommy Dania dia yang sedang menonton televisi bersama Dokter Bella, mereka dikejutkan dengan kedatangannya Alex dan juga Ana.


Mommy Dania tentu saja senang jika Ana dan Alex mau menginap dirumahnya lagi, apalagi sekarang ada Dokter Bella, semakin tambah ramai saja nanti rumahnya.


"Ana kamu datang Nak, sini-sini duduk bersama Mommy dan Kak Bella", kata Mommy Dania sambil mengajak Ana duduk diantara Mommy Dania dan Dokter Bella.


"Oh ya Alex ini obatnya Ana, padahal siang ini mau aku antarkan kerumah kalian, eh kalian sudah disini", kata Dokter Bella sambil mengeluarkan obat dan vitamin dari dalam tasnya untuk Ana yang dibelikan oleh Dokter Bella tadi diapotek sekalian berbelanja bersama Momny Dania dan juga Tara.


Mommy Dania, Tara dan juga Dokter Bella tadi selesai berbelanja sekitar pukul sebelas siang, dan Tara dia menunggu Mommy dan calon istrinya diCafe yang ada didalam mall.


"Ok terimakasih, berapa totalnya biar aku ganti", kata Alex sambil menerima obat yang diberikan oleh Dokter Bella kepadanya.


"Tidak perlu, lagi pula tidak seberapa dan itu untuk calon keponakanku juga", jawab Dokter Bella kepada Alex.


"Oh baiklah, terimakasih Bella", kata Alex lagi kepada Dokter Bella.


"Iya sama-sama", jawab Dokter Bella kepada Alex.


"Ana main kesini lagi mau menginap disini lagi ya sayang?? ", tanya Mommy Dania kepada Ana.


Dan Ana hanya memggelengkan kepalanya saja. Sedang Alex dia sudah duduk bergabung dishofa seberang dari ketiga wanita yang ada dihadapannya itu sambil memperhatikan interaksi dari Mommy Dania dan juga Ana.


"Kenapa Ana tidak mau tidur disini lagi sayang", tanya Mommy Dania lagi kepada Ana. Sedang Dokter Bella dia juga mendengarkan saja pembicaraannya calon ibu mertuanya dan calon adik iparnya sambil berbalas pesan kepada Tara.


Alex lalu menjelaskan kepada Mommy Dania kenapa Ana mengajaknya main lagi kerumah Daddynya, karena Ana menginginkan sesuatu dari Tara seperti apa yang dikatakan oleh Ana kepada Alex tadi ketika baru saja bangun tidur.


Sontak perkataan dan penjelasannya, serta cerita dari Alex kepada Mommy Dania awalnya membuat Mommy Dania terkejut akan tetapi setelahnya Mommy Dania langsung tertawa dengan cukup keras sekali, begitupun dengan Dokter Bella, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Ana dan juga Alex sampai dia tidak sadar jika ponselnya sampai terjatuh dibawah shofa karena terkejut mendengar semua cerita dan permintaannya Ana kepada Kakaknya Tara, langsung saja Dokter Bella juga tertawa dengan keras juga seperti Mommy Dania.


Mommy Dania dan Dokter Bella mereka membayangkan Tara yang mempunyai body macho proposional seperti itu harus memakai pakaian peri yang super lucu dan imut begitu, hingga membuat perutnya Mommy Dania dan Dokter Bella kram karena tertawa terus.


Sedang Alex yang sudah tahu hasilnya begitu, dia juga tertawa tapi tidak sekeras tadi ketika baru mendengar permintaanya Ana, dan Ana sendiri yang sebagai tersangka, dia hanya memasang wajah polos seperti tidak ada rasa bersalahnya sama sekali.

__ADS_1


"Tapi Ana mana ada pakaiannya yang pas untuk Kakak kamu Tara, kan kamu tahu sendiri badan Kakak kamu begitu bentuknya", kata Mommy Dania kepada Ana dengan masih ada sisa-sisa tertawanya.


"Sudah Xander urus Momm, dan siang ini akan diantarkan kesini pakaiannya", jawab Alex kepada Mommy Dania.


Memang sudah Alex urus karena tadi sebelum berangkat kerumahnya Tuan Fredo, Alex sudah menelfon butik langganannya untuk membuatkan baju peri yang bagus yang ukurannya sesuai ukuran badannya dan harus diantarkan siang itu juga.


Awalnya yang punya butik merasa aneh dan tidak bisa menyanggupi permintaannya Alex, akan tetapi Alex menawarkan bayaran yang cukup tinggi kepada sipemilik butik, akhirnya pemilik butik menyanggupi untuk membuatkan baju peri sesuai permintaannya Alex.


"Sumpah Ana, Kakak tidak bisa membayangkan bagaimana nanti reaksinya dari Tara ketika mendengar ngidamnya kamu ini", kata Dokter Bella kepada Ana, masih sambil tertawa.


Mereka bertiga tertawa termasuk Alex, akan tetapi Ana hanya diam saja, karena menurut Ana permintaannya itu tidak ada yang lucu.


"Bagaimana kalau Mommy menelfon Daddy dan Kakak kamu Tara untuk pulang sekarang saja sayang", kata Mommy Dania kepada Ana.


"Tidak perlu Momm, nanti saja lagi pula bajunya juga belum diantarkan oleh pegawai butiknya juga", jawab Ana kepada Mommy Dania.


Akhirnya sekitar pukul tiga sore ada pegawai butik yang mengantarkan pesanannya Alex kerumahnya Tuan Fredo dan sudah diterima oleh Alex dan juga Ana.


Tadi setelah berkata seperti itu Mommy Dania lama-kelamaan ketima menonton televisi dia merasa mengantuk dan ingin mengistirahatkan sejenak badannya, karena nanti Mommy Dania ingin melihat pertunjukkan yang seru dirumahnya.


Sedang Alex dan Ana mereka masih menonton televisi, tepatnya Ana yang hanya menonton, sedang Alex dia hanya menemani Ana saja diruang keluarga sambil memejamkan matanya. Dengan tiduran dishofa yang ada disitu.


Lama-kelamaan Ana merasa mengantuk juga dan dia juga ikut membaringkan badannya disebelahnya Alex, karena shofa yang mereka duduki masih muat untuk tidur dua orang.


Alex yamg merasa ada seseorang yang merebahkan badannya disebelahnya dia lalu membuka matanya dan melihat Ana sudah memeluknya.


Dengan inisiatifnya Alex langsung berpindah posisi dengan Ana, supaya Ana tidak terjatuh nanti bisa bahaya nanti untuk janinnya Ana. Mereka tertidur dengan saling memeluk. Dan Ana dia sangat nyaman sekali tidur didalam pelukannya Alex.


Tanpa terasa Alex dan Ana sudah tertidur cukup lama, ketika tadi Mommy Dania keluar kamar, dan berjalan melewati ruang keluarga, dia melihat anak dan menantunya sedang tertidur dishofa ruang diKeluarga dengan saling memeluk.


"Mereka ko tidur disini, kenapa tidak dikamar saja kan lebih nyaman", kata Mommy Dania dan dia langsung berlalu pergi dari situ menuju kedapur.


Beberapa menit kemudian Tuan Fredo dan juga Tara mereka pulang hampir bersamaan dan lebih dahulu Tuan Fredo.


Tuan Fredo yang melewati ruang keluarga dia juga melihat Ana serta Alex tertidur dengan begitu lelapnya diatas shofa ruang Keluarga.

__ADS_1


"Itu mereka nanti apa tidak capek tidur diatas shofa begitu", kata Tuan Fredo ketika melihat Alex dan juga Ana yang sedang tertidur diatas shofa.


Tuan Fredo dia langsung berlalu masuk kedalam kamar dan membiarkan saja antara Alex dan juga Ana.


Gantian masuklah Tara dan dia juga melihat Ana serta Alex. Tara dia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat kelakuan dari Ana dan Alex yang bisa sangat lelap sekali tidur diruang Keluarga.


Tara langsung saja berlalu dan naik tangga untuk menuju kedalam kamarnya. Ketika baru saja masuk, Tara melihat Dokter Bella sedang tertidur dengan lelapnya diatas ranjangnya. Tak lupa juga Tara sudah mengunci pintunya dari dalam kamar.


Tanpa fikir panjang Tara langsung saja melepaskan semua jas dan semua pakaian kerjanya dan akhirnya Tara tidak memakai pakaiannya sama sekali.


Tara langsung saja menindih badannya Dokter Bella, membuat Dokter Bella langsung terkejut bukan main, dan ketika Dokter Bella merasakan sesuatu yang keras diatas miliknya, Dokter Bella tahu jika Tara menginginkan dirinya.


Tara dan Dokter Bella mereka mulai berciuman dengan begitu mesra dan intensnya. Hingga tangannya Tara sudah menjalar kemana-mana.


Ketika sudah merasa tidak sabar, Tara lalu melepaskan ciumannya dan dia mulai melepaskan semua yang melekat dibadannya Dokter Bella, dan akhirnya Dokter Bella sama-sama sudah tidak memakai pakaian juga seperti Tara.


Tara lalu mulai memberikan sentuhan-sentuhan yang begitu memabukkan untuk Dokter Bella, dan Tara akhirnya sampai juga diliang surgawinya Ana yang begitu dirindukan oleh Tara.


Tara langsung saja, men***t, melu***t, meng***p dan juga memasukkan lidahnya kedalam lubang kenikmatan itu.


Dengan apa yang dilakukan oleh Tara kepada Dokter Bella, membuat Dokter Bella cepat sekali merasa dipuncaknya.


Dengan cepat Dokter Bella ketika sudah merasakan kenikmatan dia langsung saja bangun dan langsung juga bergantian membuat Tara melayang, ketika sudah cukup lama Dokter Bella memainkan terong bulenya Tara, Tara langsung menidurkan Dokter Bella lagi keranjang dan Tara langsung memasukkan mentimunnya kedalam tempat yang semestinya.


Gerakan yang begitu intens dan cepat akhirnya Tara cepat juga memuntahkan getahnya keliang surgawinya Dokter Bella


"Sudah yuk sayang kita keluar, kita sudah ditunggu yang lainnya, lanjut nanti saja ya", kata Dokter Bella kepada Tara. Dan Tara menurut saja apa kata dari Dokter Bella.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Tara-tara sebentar lagi akan merasakan neraka dunia, tahu saja dia menikmati surga dunia terlebih dahuluπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•πŸ’•


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2