
Vero dan Daneil yang sudah dibawa kerumah sakit pun mereka langsung saja mendapatkan penanganan yang cukup serius oleh para Dokter.
Sedang Arga yang berada dikantor entah kenapa dia merasakan sesuatu dihatinya sejak tadi, dan selalu teringat dengan Vero terus.
Hingga membuat Arga menjadi tidak tenang, gelisah dan tidak konsen dalam bekerja.
Padahal situasinya Arga sedang dalam keadaan meeting dengan clientnya Alex yang dari luar negeri.
Arga yang sudah tidak tahan dengan rasa khawatir dan gelisah dihatinya, dia lalu meminta ijin sebentar kepada Alex untuk menelfon Vero.
"Bos saya ijin sebentar mau menelfon Vero istri saya, sebentar saja Bos, karena perasaan saya entah kenapa daritadi gelisah begini", bisik Arga kepada Alex.
"Ok, hanya sebentar saja!!", jawab Alex kepada Arga dengan sambil berbisik dan juga sambil mengangguk.
Arga yang sudah mendapatkan ijin dari Alex dia langsung saja permisi sebentar kepada semua orang untuk keluar dari dalam ruang meeting.
Ketika Arga sudah sampai didepan pintu ruang meeting, Arga langsung saja menghubungi ponsel sang istri, yaitu Vero.
Dokter dirumah sakit yang menangani Vero, dan mendengar ada ponsel berdering yang berada didalam tasnya Vero yang disimpan oleh salah satu Dokter tadi diatas meja didalam situ.
Salah satu Dokter yang menangani Vero pun, dia lalu berinisiatif untuk mengambil ponsel tersebut.
Ketika Dokter tersebut melihat nama yang tertera diponselnya Vero yang tertulis dengan tulisan My Love, Dokter tersebut sangat yakin jika orang itu adalah orang terpenting dari pasien hamil yang sedang ditanganinya.
"Halo", kata Dokter tersebut kepada Arga ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Arga.
"Halo kamu siapa??,dan kenapa kamu yang mengangkat sambungan telefon istri saya??", tanya Arga kepada Dokter tersebut.
Karena Arga sangat yakin jika yang mengangkat sambungan telefonnya bukanlah Kakaknya, sebab suaranya sangat berbeda sekali.
Sang Dokter yang mendengar jika yang menelfon adalah suami dari pasiennya dia langsung saja dengan segera memberitahukan kondisinya Vero kepada Arga.
"Saya Dokter dirumah sakit Healthy Center Hospital Tuan, dan saya sedang menangani istri anda yang tadi mengalami kecelakaan bersama laki-laki yang bersamanya", kata Dokter tersebut kepada Arga dengan segera.
Sungguh Arga sangat syok sekali ketika mendengar perkataan dari sang Dokter, dan Arga dia reflek sampai berteriak dengan begitu sangat kencang sekali, sehingga membuat orang-orang yang ada diruang meeting sampai mendengar teriakannya.
__ADS_1
Dan langsung menghentikan suasana meeting yang sedang berlangsung itu.
Alex yang mendengar teriakannya Arga pun dia langsung saja berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari ruang meeting untuk menghampiri Arga yang sedang menunjukkan wajah syoknya.
Begitupula dengan para kolega yang lain, mereka semua juga pada keluar mengikuti Alex.
Para karyawan yang lainnya pun yang ada disitu, mereka juga cukup terkejut sekali ketika mendengar suara teriakannya Arga tadi.
"Ada apa Arga, kenapa kamu berteriak dengan sangat kencang sekali seperti itu tadi??", tanya Alex kepada Arga yang sudah selesai menelfonnya.
"Bos istri saya sedang mengalami kecelakaan Bos bersama Kak Daneil, dan kata Dokter tadi keadaannya Kak Daniel sangat memprihatinkan", jawab Arga kepada Alex dengan wajah yang sangat sedih sekali.
Alex langsung saja sangat terkejut sekali sama seperti Arga ketika mendengar perkataannya Arga tadi, begitupun dengan para staff kantor dan kolega yang pada mendekati Arga.
"Apaaaaa??!!!", kata Alex dengan nada yang cukup terkejut sekali.
"Saya permisi ijin dulu mau kerumah sakit Bos", kata Arga kepada Alex dengan segera dan langsung melangkahkan kakinya dari hadapannya Alex.
Namun langsung dicegah oleh Alex ketika Arga sudah berjalan untuk beberapa langkah didepannya.
"Tuan-tuan, mohon pengertiannya, jika Tuan-tuan mau melanjutkan meetingnya silahkan pada orang kepercayaan saya yang lainnya ya, dan jika tidak mau melanjutkan meetingnya, bisa kita tunda untuk lain waktu saja, terimakasih", kata Alex kepada para koleganya.
"Silahkan Tuan, kami mengerti", jawab perwakilan dari salah satu koleganya Alex kepada Alex dengan sopan dan sambil tersenyum ramah.
Dan Alex langsung saja mengucapkan terimakasih sambil mengangguk dengan formal saja kepada semua para koleganya sebelum dia berlalu pergi dari hadapan mereka semua bersama Arga.
Alex dan Arga mereka berdua langsung saja dengan segera meninggalkan kantor untuk menuju kerumah sakit yang tadi disebutkan oleh Dokter.
Didalam perjalanannya menuju kerumah sakit, tidak lupa juga Alex langsung menghubungi para anak buahnya yang ada dimarkas untuk segera menyelidiki penyebab kecelakaannya Vero dan juga Daneil tadi yang ada dimall.
Sedangkan Arga sendiri yang duduk dikursi depan disamping anak buahnya Alex yang sedang mengemudi.
Arga dia langsung saja menghubungi sang Ayah yaitu Ayah Geoff yang sedang berada dikantor untuk bekerja.
Ayah Geoff begitu sangat terkejut sekali mendengar perkataannya Arga yang mengatakan jika Veronica dan Daneil tadi mengalami kecelakaan.
__ADS_1
Ayah Geoff langsung saja meninggalkan pekerjaannya dan dia langsung saja menuju kerumah sakit Healthy Center Hospital seperti yang dikatakan oleh Arga melalui telefon.
Arga setelah menghubungi Ayahnya, dia juga langsung berinisiatif menghubungi Mamahnya, yaitu Mamah Iris, namun tidak tersambung sebab Mamah Iris sedang menerima telefon dari yang lain.
Ternyata telefon yang lain yang diangkat oleh Mamah Iris, adalah telefonnya Ayah Geoff yang sedang menelfon Mamah Iris dan mengabarkan jika Veronica dan Daneil sedang mengalami kecelakaan.
Mamah Iris bahkan dia sampai mau pingsan ketika mendengar kabar yang sungguh sangat mengejutkannya itu dari Ayah Geoff.
Dan setelahnya Mamah Iris langsung saja meninggalkan arisan dengan teman-temannya untuk segera datang kerumah sakit Healthy Center Hospital dengan diantar sopir rumah dari teman arisannya.
Kembali keArga dan juga Alex yang masih berada didalam mobil.
"Tadi siapa yang mengangkat sambungan telefonnya Vero Arga, ketika kamu sedang menelfon Vero??", tanya Alex kepada Arga.
"Tadi yang mengangkat adalah Dokter yang sedang menangani Vero Bos, dan dia mengatakan jika Vero dan Kak Daneil mereka mengalami kecelakaan, dan keadaannya Kak Daneil cukup mengkhawatirkan, sedangkan Vero katanya tidak kenapa-kenapa tapi tidak tahu dengan calon anak-anak saya Bos, karena sedang mendapatkan penanganan dari para Dokter", jawab Arga kepada Alex dengan wajah yang sungguh sangat kacau sekali, dan Alex tidak pernah melihat Arga dengan wajah sekacau itu.
"Kita selidiki siapa dalang dibalik kecelakaannya Vero dan juga Daneil Arga, jika sampai ada pihak yang sengaja mencelakai mereka berdua kamu tahu sendiri hukuman apa yang pantas dia dapatkan", kata Alex kepada Arga dengan tenang.
Karena bagaimanapun juga musuhnya Arga juga musuhnya Alex, sebab Arga sudah begitu banyak berjasa kepadanya, dan juga selalu setia kepada Alex.
"Dengan tanganku sendiri Bos, aku yang akan menghukumnya", jawab Arga dengan wajah yang sangat berapi-api sekali.
"Semua itu sedang dalam penyelidikan oleh para anak buahku Arga, kamu tenang saja, saya yakin dalam kurun waktu dua puluh empat jam pasti mereka akan segera mendapatkan hasilnya", jawab Alex kepada Arga.
"Iya Bos", jawab Arga kepada Alex dengan singkat.
Dan akhirnya mobil yang mereka naiki sampai juga didepan ruang instalasi Unit Gawat Darurat yang ada dirumah sakit Healthy Center Hosital.
Arga dan Alex mereka berdua langsung saja keluar dari dalam mobil untuk segera masuk keUGD untuk menanyakan dan mencari diruang mana Vero dan Daneil mendapatkan penanganan.
Sedang untuk para anak buah yang mengikuti Alex dan Arga tadi, mereka semua juga langsung menyebar kepenjuru rumah sakit untuk mengawasi dan menjaga tempat takut jika ada musuh yang datang menyerang dengan tiba-tiba.
...ππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...
__ADS_1