
Kita tinggalkan saja Simon dan juga Leyna yang membuat author pusing ketika menulisnya, kita kembali lagi keDokter Bella dan juga Tara.
Testpack yang sudah berada didalam genggamannya, akan tetapi Dokter Bella belum berani untuk melihat hasilnya, Bella tadi mengambil testpack itu dengan mata yang tidak mengarah ketestpacknya, karena dia sangat takut jika hasilnya tidak sesuai harapannya, dan Bella juga sangat deg-degan sekali.
"Semoga apapun hasilnya itu yang terbaik untukku dan juga Tara", kata Dokter Bella sambil membuka genggaman tangannya yang ada testpecknya.
"Ya Tuhaaaaaan aaaaaaapppp", kata Bella sambil membuka mulutnya dengan lebar dan langusng ditutupinnya menggunakan telapak tangannya, ketika dia baru saja melihat satu hasil testpack dari ketiga testpack yang dicobanya.
Bella langsung saja melihat dua testpack yang lainnya lagi dan hasilnya sama dengan testpack yang tadi.
"Astagaaa, Tuhaaan",, kata bella sambil menangis melihat hasil dari ketiga testpack itu.
Karena hasil dari tespack itu menunjukkan dua garis merah yang artinya Dokter Bella sedang positif hamil anaknya Tara.
Dokter Bella dia sampai lemas kakinya dan dia langsung terduduk dengan perlahan didepan pintu kamar mandi sambil menangis dengan terus menggenggam ketiga testpack itu.
"My baby", kata Dokter Bella sambil mengusap perutnya yang masih rata.
Dokter Bella langsung saja berdiri setelah berkata seperti itu kepada calon babynya dan ketika dirasa badannya sudah kuat untuk berdiri.
Bella langsung saja mengingat-ingat terakhir kalinya ditanggal berapa dia datang bulannya, dan setelah dihitung-hitung oleh Bella usia kandungannya baru akan menginjak lima minggu, yang artinya mau memasuki usia dua bulan.
Untuk seorang Dokter kandungan seperti Dokter Bella tentulah sangat tahu akan hal itu dan tentu juga tahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Ibu yang sedang hamil muda.
Dengan membersihkan sisa airmatanya, Dokter Bella langsung saja membuka pintu kamar mandi dan mengambil sapu tangan miliknya yang ada didalam lemari, dan langsung membungkus semua testpack tadi menggunakan sapu tangan itu.
Waktu baru menunjukkan pukul tujuh pagi, dan sang sinar matahari juga sudah mulai menampakkan sinarnya dibumi ini, akan tetapi Tara dia masih saja tertidur dengan lelapnya diatas ranjang empuknya.
Setelah membungkus testpack tadi, Bella langsung saja membuka gorden nyang ada didalam kamar dan langsung membuat sang sinar matahari menembus jendela kaca yang ada disitu, membuat Tara yang kesilauan dengan sinar mentari itu perlahan-laha dia membuka matanya.
Bella yang melihat suami tampan nan seksinya bangun, dia langsung saja menyunggingkan senyum manisnya kepada Tara.
"Selamat pagi sayang", kata Bella kepada Tara sambil mencium bibirnya Tara dengan masih berdiri disamping ranjang.
"Pagi juga sayang, kamu sudah bangun daritadi??", jawab Tara sambil berusaha duduk dan langsung menyandarkan tubuhnya kesandaran ranjang.
__ADS_1
"Sudah sayang, dari jam enam tadi", jawab Dokter Bella kepada Tara, sambil menyembunyikan testpack tadi dibelakang tubuhnya.
Dokter Bella dia langsung saja naik keatas ranjang dan duduk sambil mengahadap kearahnya Tara.
"Kamu kenapa sayang, pagi ini terlihat sangat happy sekali sepertinya, dan itu apa yang sedang kamu sembunyikan dibalik badan kamu??", kata Tara kepada Bella.
"Tentu saja aku sangat senang sekali pagi ini My Griy, dan aku ada sesuatu untuk kamu", jawab Dokter Bella sambil tersenyum cerah sekali kepada Tara.
"Sesuatu apa sayang, karena seingat aku hari ini bukan hari ulang tahunku", jawab Tara sambil menghadap kearahnya Bella dengan eskpresi bingungnya.
"Addddda pokoknya, saya minta sekarang kamu memejamkan mata kamu sayang, ayo cepetan tutup matanya", kata Dokter Bella kepada Tara.
"Apa sih", jawab Tara kepada Bella akan tetapi dia tetap saja menutup matanya sesuai keinginnannya Dokter Bella.
"Jangan mengintip lho ya sayang, dan mana kedua tangan kamu", kata Bella kepada Tara.
"Kamu membuat aku sangat penasaran sekali deh Bell", kata Tara kepada Bella sambil memberikan kedua telapak tangannya kepada Dokter Bella.
"Apa ini", kata Tara ketika Dokter Bella sudah menaruh sapu tangan tadi diatas telapak tangannya Tara, dengan mata Tara yang masih tertutup.
Dan Tara langsung saja membuka matanya dan langsung melihat ada sebuah sapu tangan berwanra biru muda diatas telapak tangannya.
Tara langsung saja membuka lipatan saputangan itu dan dia langsung saja menemukan tiga buah testpack dengan garis dua berwarna merah, yang mana membuat Tara langsung terdiam dengan wajah terkejutnya sambil membuka sedikit mulutnya dengan sambil menatap kearahnya Dokter Bella.
"Apa kamu senang Tara??", kata Dokter Bella kepada Tara.
"Apakah ini tandanya kamu hamil sayang??", jawab Tara dengan masih ekspresi bengongnya.
Dan Dokter Bella dia langsung mengangguk kepada Tara sambil tersenyum sangat senang sekali.
"Iya dan didalam sini ada calon anak kita sayang", jawab Dokter Bella kepada Tara sambil menarik tangannya Tara kearah perutnya.
"Itu........... itu artinya apakah aku akan menjadi seorang Ayah??", tanya Tara kepada Bella dengan keadaan masih syok.
"Iya suamiku", jawab Bella dengan sangat sabar sekali menjelaskan kepada Tara yang masih syok itu.
__ADS_1
"Aku akan menjadi seorang Ayah, yeeeeeaaay aku akan menjadi seorang Ayah", kata Tara dengan tiba-tiba dan dia langsung saja
kegirangan dari rasa terkejutnya.
"Eemmmuuaaaaaachh", cium Tara dibibirnya Dokter Bella dengan sangat bahagia sekali, membuat Dokter Bella juga ikut sangat bahagia melihatnya.
"Aku akan mengadakan pesta hitung-hitung syukuran merayakan kehamilan kamu dipulau ini sayang bersama semua anak buahku dan semua orang yang ada disini",kata Tara kepada Bella dengan sangat bersemangat sekali.
"Terserah kamu saja sayang", jawab Bella kepada Tara dengan tersenyum manis.
"Kamu disini dulu ya sayang, aku mau keluar sebentar untuk memberitahukan kepada koki dan yang lainnya juga untuk menyiapkan hidangan yang banyak dan pastinya yang lezat-lezat untuk pesta nanti malam", kata Tara kepada Dokter Bella dengan wajah yang sangat berseri-seri sekali.
"Iya sayang", jawab Bella kepada Tara dengan tersenyum manis sambil mencubit pipinya Tara.
Tara langsung saja berlalu keluar setelah memakai kaosnya, dan setibanya dibawah Tara lalu mengumumkan kepada para pekerjanya serta semua anak buahnya untuk menyiapkan tempat dan membuat makanan yang banyak untuk pesta malam nanti yang akan diadakannya.
Tanpa banyak bertanya dan membantah, para semua pekerjanya Tara dan anak buahnya Tara langsung saja menyiapkan seperti apa yang diperintahkan Tara.
Dan Tara belum menyampaikan kepada semua anak buahnya dan para pekerjanya, untuk apa pesta nanti malam diadakan dipulau itu.
Setelah memberi pengumuman kepada para pekerjanya, Tara langsung saja kembali lagi kedalam kamar, dan dia melihat Bella istrinya sedang berada dibalkon kamar sambil terus mengusap perutnya yang masih rata itu.
Tara langsung saja mendekati Dokter Bella dan memeluknya dari belakang, sambil gantian mengusap perut ratanya Dokter Bella.
Mereka berpelukan pagi itu sambil menikmati pemandangan pulau dengan perasaan yang amat sangat bahagia sekali, dengan senyum yang tidak pernah pudar dari bibir mereka berdua.
...π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«π«...
Selamat ya Tara dan Bella π
Vicktornya yuk ramaikan ππππ
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***