
Jantung Mamah Iris dan Veronica langsung saja berdetak dengan cukup kencang sekali, ketika sudah melihat siapa orang yang membuka pintu ruang perawatan dengan cukup kasar sekali.
Dan orang itu adalah Arga.
Arga ternyata dia sudah mendengar semuanya apa yang tadi menjadi bahan pembicaraan antara Mamah Iris dan juga Veronica.
Ketika Arga tadi sudah sampai didepan ruang perawatannya Vero istrinya, Arga yang baru saja membuka pintu ruang perawatannya Vero, dia tidak sengaja mendengar perkataan dari Mamah Iris yang mengatakan jika Kakaknya Daneil mencintai Veronica sejak dulu.
Dari situ Arga mengurungkan niatnya untuk masuk, dan Arga memutuskan untuk mendengarkan pembicaraan selanjutnya dari dua orang yang dicintainya itu.
Sungguh Arga sangat terkejut sekali, bahkan rasanya rasa terkejutnya melebih ketika dia tadi diberitahu jika Kakak dan istrinya mengalami kecelakaan.
Arga tidak menyangka jika Kakaknya Daneil sudah mengenal istrinya sebelum dia mengenalnya, dan lebih parahnya lagi Kakaknya juga mencintai Vero hingga Vero sekarang sudah sah menjadi istrinya.
Sebelum membuka pintu ruang perawatan tadi, Arga yang sudah mendengar semua pembicaraan dari Vero dan Mamah Iris, dia lalu menarik nafasnya dengan sangat panjang sekali, untuk meredakan rasa yang bergejolak didalam dirinya.
Entah rasa apa yang dirasakan oleh Arga, bahkan Arga sendiri sampai tidak bisa mengartikannya.
Didalam hatinya Arga, Arga merasakan marah, benci, merasa dibohongi, merasa ingin memaki, dan masih banyak lagi rasa yang ada didalam hatinya Arga untuk Vero dan juga Kakaknya Daneil yang tidak bisa dia jabarkan.
Ketika Arga sudah berulang kali menarik nafas dan menghembuskannya dengan perlahan-lahan, Arga lalu membuka pintu ruang perawatan istrinya sengaja dengan cukup kasar sekali, supaya Vero dan Mamah Iris menjadi terkejut dibuatnya.
"Kak.......kak Ar.......ga", kata Vero dengan sedikit gugup ketika melihat Arga yang sedang berjalan kearahnya.
__ADS_1
"Arga!!", kata Mamah Iris juga secara bersamaan dengan Veronica tadi.
"Kenapa Mah, Vero??, apakah kalian terkejut melihatku disini??", tanya Arga kepada Vero dan Mamah Iris sambil berjalan mendekati mereka berdua dengan wajah yang sangat ditakutin oleh Vero.
"Jika Kak Arga sudah mendengar apa yang tadi kami bicarakan, Vero bisa menjelaskan semuanya Kak", kata Vero kepada Arga.
"Tidak perlu dijelaskan, aku sudah mendengar semuanya Vero", jawab Arga kepada Veronica dan masih didengar oleh Mamah Iris.
"Kenapa kamu tidak bercerita sejak awal, jika Kakak aku Daneil dia adalah laki-laki yang pernah mencintai kamu, dan bahkan sampai sekarang Vero", kata Arga lagi kepada Vero dengan wajah yang sangat sulit ditebak oleh Veronica.
"Vero sendiri juga sangat terkejut sekali Kak waktu itu, ketika mengetahui jika Kak Daneil adalah ternyata Kakak kandungnya Kak Arga, tapi percayalah Vero sama sekali tidak pernah mencintai dia hingga saat ini Kak", kata Veronica kepada Arga.
"Arga, duduklah dulu, kita berbicara dengan baik-baik, kasihan Vero, dia sedang hamil besar, kata Dokter dia juga tidak boleh capek-capek maupun stres, karena itu akan mempengaruhi anak kalian berdua", kata Mamah Iris kepada Arga untuk menjadi penengah.
"Walau Kakak kamu masih mencintai Veronica sampai sekarang, percayalah Arga, Kakak kamu tidak pernah mempunyai niat sedikit pun ingin merusak rumah tangga kalian berdua, apalagi sampai mengambil Veronica dari sisi kamu", kata Mamah Iris dengan lembut sambil menenangkan perasaannya Arga.
"Kamu kan tahu sendiri bagaimana sifat dari Kakak kamu Daneil, dia begitu dewasa hingga dia rela terluka asal kamu bahagia Arga, dari kamu kecil dia selalu membuat kamu bahagia walau dia harus mengorbankan apa yang dia punya", kata Mamah iris kepada Arga.
Dan perkataan dari Mamah Iris seperti sedikit menampar diri Arga yang tadi sempat takut jika Kakaknya Daneil akan merusak rumah tangganya, atau merebut Veronica dari sisinya.
Arga seperti mengflashback kembali kemasa kecilnya, ketika Kakaknya Daneil dia mempunyai sebuah mainan yang sangat-sangat disukai sekali oleh Kakaknya.
Bahkan Kakaknya yaitu Daneil selalu merawat dan menyimpan mainan kesukaannya itu ditempat khusus agar tidak cepat rusak.
__ADS_1
Selama bertahun-tahun Kakaknya Daneil menyimpan mainan tersebut, hingga suatu hari Arga yang baru mengetahui jika Kakaknya mempunyai mainan yang sangat bagus sekali itu, Arga ingin sekali memilikinya.
Namun sang Kakak waktu itu tidak mau memberikannya kepada Arga, karena mainan itu begitu Daneil sayangi dan sukai.
Daniel yang melihat Arga sering menangis karena ingin mempunyai mainan itu, membuat Daneil akhirnya rela memberikan mainan kesayangannya kepada Arga supaya sang adik diam dari menangisnya dan ceria lagi seperti sebelumnya, walau dia harus mengorbankan mainannya itu.
Bahkan Arga memainkan mainan itu dengan kasar dan rusuh, tidak seperti dirinya, tapi Daneil tetap saja tersenyum senang tidak marah sama sekali kepada Arga, karena Daneil bisa melihat adiknya bahagia lagi seperti sedia kala.
"Pakai hati kamu Arga, jangan pakai emosi kamu, dia Kakak kandung kamu yang begitu menyayangi kamu, kalau dia mau, Kakak kamu Daneil sudah merebut Veronica dari sisi kamu sejak kalian berdua pertama kali masuk kedalam rumahnya Ayah Arga", kata Mamah Iris lagi kepada Arga yang masih diam saja.
Dan perkataannya Mamah Iris langsung menyadarkan Arga dari mengingat masa lalunya itu.
"Dan Mamah yakin, jika Kakak kamu merebut Vero dari disisi kamu, dia pasti juga akan menyayangi baby kembar kalian dengan tulus, sebab baby yang dikandung Vero ada darah yang mengalir dari dalam diri kamu Arga", lanjut lagi perkataan dari Mamah Iris kepada Arga.
"Iya Kak, Kak Daneil selama ini tidak pernah macam-macam dengan Vero ketika dirumah, dia selalu baik bagaikan Kakak yang selalu melindungi adiknya, Kak Daneil juga tidak pernah sekali pun menyindir kepada Vero tentang perasaannya, karena Kak Daneil ingin melihat kita bahagia Kak Arga", kata Vero juga kepada Arga sambil memegang tangannya Arga yang daritadi hanya diam saja.
"Jika Vero mau Vero juga bisa melarikan diri bersama Kak Daneil sejak kemarin-kemarin jika Vero lebih mencintai Kak Daneil, tapi nyatanya cinta itu tidak ada sedikit pun untuk Kak Daneil, dan Vero hanya menganggap Kak Daneil sebagai Kakak kandung serta uncle dari baby-baby kita sayang", lanjut lagi perkataannya Vero kepada Arga.
Mendengar semua penjelasan dan perkataan dari Mamah Iris dan Vero, Arga lalu menarik nafasnya lagi dalam-dalam sebelum menjawab perkataan dari mereka berdua.
Dan ketika sudah lebih tenang lagi, Arga lalu menjawab perkataannya Mamah Iris dan Veronica dengan wajah yang lebih bersahabat dari yang tadi ketika baru saja masuk kedalam ruangan.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC Bonchap***...