GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 31


__ADS_3

Setelah mendengar suara tembakan dan para bodyguard juga melihat darah segar mengalir dari kepalanya Denar, para bodyguard dibuat sangat terkejut dan bingung sekali. Hingga salah satu bodyguard langsung berlari untuk memberitahukannya kepada Arga atau Alex.


Alex, Tara, Tuan Gavi dan Tuan Fredo serta Arga yang setelah keluar dari ruangan penyiksaan untuk Denar, mereka semua saat itu sedang duduk diruang tamu yang ada dirumah itu.


"Apakah sudah kamu jalankan Arga perintah dari Tuan Tara tad**i?? ", tanya Alex kepada Arga ketika Arga baru saja ikut duduk bergabung duduk dengan mereka diruang tamu.


"Sudah Bos", jawab Arga kepada Alex.


"Maaf Tuan Alex jika hukuman yang saya berikan untuk Denar sangat keterlaluan", kata Tara kepada Alex.


"Buat apa kamu meminta maaf Tuan Tara, bahkan anakku ini kalau memberikan hukuman mungkin akan lebih keterlaluan dari kamu, bisa jadi Denar tidak cuma dikirim keantartika, bisa juga nanti jika sudah sampai disana Denar disuruh untuk menguras itu laut", kata Tuan Gavi dengan tertawa dan disambut tawa juga oleh Arga.


Alex yang mendengar Arga tertawa dia langsung saja melototkan matanya dengan muka garang kepada Arga, dan Arga yang ditatap dengan muka begitu oleh Alex dia langsung saja diam dari tertawanya.


Sedangkan Tuan Fredo dan Tara yamg mendengar perkataannya Tuan Gavi Papinya Alex mereka hanya tersenyum menanggapinya.


Ketika mereka semua sedang asik mengobrol tiba-tiba datanglah seorang bodyguard dengan berteriak-teriak dan berlari tergesa-gesa.


"Tuan-Tuan", kata bodyguard yang tadi ikut memberikan hukuman kepada Denar dengan nafas memburu karena berlarian tadi.


Tara, Alex, Arga, Tuan Gavi dan Tuan Fredo yang mendengar salah satu bodyguard yang berteriak-teriak mereka reflek langsung saja berdiri dan Tuan Gavi yang tadi sedang tertawa dia langsung saja diam ketika mendengar teriakannya bodyguard.


"Ada apa kamu kemari dengan keadaan seperti itu, dan bagaimana Denar, apa kamu sudah memberinya hukuman?? ", tanya Arga kepada bodyguard tersebut ketika bodyguard tersebut sudah sampai diruang tamu.


"Denar Tuan, dia sudah meninggal", kata bodyguard itu sambil mengatur nafasnya yang terputus-putus karena berlarian tadi.


"Apaaa!!! ", teriak Alex dengan sangat terkejut.


Dan tidak cuma Alex saja yang terkejut, melainkan semua orang yang ada disitu juga terkejut sekali mendengar berita yang dibawakan oleh bodyguard yang ikut menghukum Denar tadi.


"Bagaimana dia bisa meninggal, kamu apakan dia hmm", kata Arga sambil mencengkeram kerah baju bodyguard tadi.


"Dia menembakkan kepalanya sendiri menggunakan pistol milik salah satu bodyguard Tuan, ketika kami sedang lengah Denar mengambil pistol itu, dan ketika kami akan mengambil balik pistol itu Denar sudah keburu menembakkan pistolnya dikepalanya sendiri Tuan Arga", jelas bodyguard itu kepada Arga.

__ADS_1


"Sudah-sudah lebih baik kita lihat saja keadaannya Denar didalam", kata Tuan Gavi menengahi Arga dan bodyguard itu.


Setelah mendengar perkataan dari Tuan Gavi, mereka semua langsung saja menuju keruangan yang untuk memberikan hukuman kepada Denar. Termasuk bodyguard tadi yang menyampaikan berita dia juga mengikuti Tuan Gavi, Alex, Tara, Arga dan Tuan Fredo dari belakang.


Sesampainya diruangan itu indra penciuman mereka semua disambut dengan bau darah segar dan spe**a yang bercampur menjadi satu. Alex Tara, Tuan Gavi, Tuan Fredo dan Arga mereka melihat keadaannya Denar yang sungguh-sungguh sangat memprihatinkan.


Banyak luka ditubuhnya, darah segar mengalir dari kepala, hidung, mulut, perut serta Denar juga tidak memakai sehelai pakaian pun.


"Apakah kalian memperk***anya?? ", tanya Alex kepada para bodyguard.


"I..... Iya Tuan Alex", jawab salah satu bodyguard dengan gugup karena takut.


"Oh", jawab Alex membuat semua bodyguard pada bengong membuka mulutnya karena mendengar jawabannya Alex.


Karena mereka kira mereka semua akan dimarahi, ternyata tidak. Dan mereka semua bersyukur akan hal itu.


"Walau dia sudah jahat kepada Princessku, akan tetapi kita tidak boleh jahat ketika dia sudah meninggal seperti ini, kalian semua kuburkan dia secara layak dipemakaman umum seperti biasa", kata Tuan Fredo kepada para bodyguard.


"Baik Tuan", jawab salah satu bodyguard kepada Tuan Fredo.


"Apakah anda puas Tuan Tara dengan melihat keadaannya Denar tadi?? ", tanya Tuan Gavi kepada Tara ketika mereka semua sudah sampai diruang tamu lagi.


"Saya puas Tuan, setidaknya dia mati dengan kemauan dia sendiri dan tidak mengotori tanganku ini", jawab Tara kepada Tuan Gavi Papinya Alex.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Gavi dan Tuan Alex untuk kembali kerumah sakit lagi, untuk semuanya saya pribadi dan atas nama keluarga kami mengucapkan banyak terimakasih atas semua bantuannya Tuan Alex", kata Tuan Fredo Daddynya Ana dan Tara kepada Alex dan Tuan Gavi.


"Apakah kalian terburu-buru sekali ingin kembali kerumah sakit?? ", tanya Tuan Gavi kepada Tuan Fredo dan Tara.


"Kami ingin segera melihat Princess kami Tuan, dan kasihan Mommy takutnya kecapekan dan tidak enak juga dengan Nyonya Gia jika kelamaan kita tinggal", jawab Tara kepada Tuan Gavi.


"Apakah saya masih boleh melihat Ana Tuan?? ", kata Alex kepada Tuan Fredo dan Tara.


"Silahkan Tuan Alex", jawab Tuan Fredo kepada Alex dengan tersenyum. Dan dibalas senyum juga oleh Alex.

__ADS_1


Setelah berpamitan Tara dan Tuan Fredo mereka benar-benar pergi dari markasnya Alex untuk menuju kerumah sakit. Dan sesampainya dirumah sakit mereka langsung saja menuju keruang inapnya Ana.


"Hallo sayang, princessnya Daddy, lagi sedang apa sama Mommy?? ", tanya Tuan Fredo ketika membuka pintu ruang inapnya Ana.


Ana yang saat itu sedang mengobrol dengan Mommynya dan Nyonya Gia dia langsung mengalihkan pandangannya kearah Daddy dan juga Kakaknya Tara yang baru saja masuk.


"Daddy, Kakak, Kak Xandernya mana?? ", tanya Ana kepada Daddy dan Kakaknya Tara.


Ana bukannya menjawab pertanyaan dari Daddynya akan tetapi dia bergantian tanya dan menanyakan Alex juga.


Pertanyaan dari Ana membuat Tuan Fredo dan Tara terpaku untuk sejenak, karena Princessnya dari Keluarga William yang biasanya menanyakan Kakaknya Tara sekarang sudah tidak lagi, akan tetapi yang ditanyakan sudah berganti menjadi Alexander.


"Emm, Kak Xandernya tadi dia bilang mau meeting sebentar Princess, nanti kalau dia sudah selesai dia akan kesini lagi main dengan Ana", kata Tara membujuk Ana.


"Baiklah, tapi janji ya Kak, Kak Xandernya nanti suruh kesini", kata Ana sudah bisa sedikit lancar berbicaranya dengan suara pelan.


"Ana mau bobo, Kakak temanin Ana ya disini", kata Ana lagi kepada Kakaknya Tara.


"Kalau begitu Mommy dan Daddy tunggu diluar dulu ya sayang, sekalian mau cari makan buat Ana juga", kata Mommy Dania kepada Ana. Dan dijawab anggukan pelan oleh Ana.


Akhirnya Mommy Dania, Tuan Fredo, Nyonya Gia, mereka bertiga keluar dari ruang inapnya Ana dan tersisalah Ana dan Kakaknya Tara saja didalam ruangan itu.


Diluar ruangan Nyonya Gia dia berpamitan pulang kepada Tuan Fredo dan juga Mommy Dania.


"Nia, Tuan Fredo saya pulang dulu, sopir saya sudah menunggu diparkiran", kata Nyonya Gia kepada Mommy Dania dan Tuan Fredo.


"Terimakasih ya Gia atas semuanya, dan terimakasih juga seharian sudah menemaniku dan Ana", kata Mommy Dania sambil memeluk Nyonya Gia, Maminya Alex dan dibalas juga pelukannya oleh Nyonya Gia.


Sedangkan Tuan Fredo dia hanya menyalami saja tangannya Nyonya Gia sambil tersenyum tulus.


Setelah itu Nyonya Gia dia benar-benar pergi dari situ dan akan pulang kerumahnya. Sedangkan didalam ruang inapnya Ana, Tara dia sedang menidurkan Ana dengan cara mengusap-usap lembut pipinya Ana, sambil menepuk-nepuk pelan tangannya Ana yang dia genggam, hingga Ana bisa tertidur dengan pulas sekali.


"Cepat sembuh adik kecilku", kata Tara kepada Ana, sambil mencium keningnya Ana.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2